tgm1

Chapter 3 – pertemuan dengan villager pertama, tidak, ini tidak dihitung

“Se-Selamatkan akuu !!”

Aku jelas mendengar suara. Sepertinya di Suatu tempat yang dekat dengan bukit berbatu itu.

“Ya dengan senang hati !!!!” (Makoto)

Dengan bahagia aku membalas itu dan berlari kencang. Keteganganku sudah melebihi alat ukur! aku merasa bisa menggunakan keahlian tertinggi satu demi satu.

Aku melihatnya, aku bisa melihatnya dengan jelas. Aku benar-benar memiliki penglihatan yang luar biasa. aku pasti tidak membutuhkan kacamata. Aku sudah melepas lensanya, itu hanya untuk penampilanku! (TN: aku tidak tahu dia punya kacamata Mungkin hanya sebentar saja dia mencobanya)

Apa yang aku lihat membuat aku takut tapi aku tidak akan menghentikan kakiku.

Ada dua penampakan di sana, yang satu tampak seperti babi dan yang lainnya seekor anjing dengan 2 kepala. Oh well, ini jauh lebih baik dari pada sendirian.

Dalam game ada babi yang bisa terbang di langit dan juga helldog dengan 3 kepala.

Mereka sekarang berada di dunia nyata, aku tidak akan peduli! aku seorang manusia super di sini, apa ada masalah dengan itu ?!

Sementara aku berlari, aku juga melihat, orang yang ingin diselamatkan adalah babi itu. Itukah yang kamu sebut orc?

Yang menyerang adalah anjing berkepala 2. Pertarungan antara mamono (monster)?

Siapa yang harus aku tolong sudah jelas. Orang yang meninggikan suaranya! Terima kasih untukmu, sekarang aku telah bertemu makhluk hidup!

disana sepertinya sudah memperhatikan kehadiranku. Keduanya berhati-hati dengan orang yang mengeluarkan awan debu (aku).

Aku bersyukur. Dengan ini orc-kun (mungkin) akan aman. Itu jika aku bisa mengalahkan anjing itu.

“Apa kabar, bajingan !! Apakah kamu akan menghalangiku? “(2 kepala anjing)

Kedua kepala anjing itu melolong. Entah kenapa aku bisa tahu arti lolongannya. Aku cukup terkejut bahwa aku juga bisa mengerti kata-kata orc. Tidak ada masalah! aku tidak keberatan!

Meski terasa aneh mendengar lolongan dan kata-kata pada saat bersamaan.

“Hai! Aku manusia, makoto !! Senang bertemu denganmu!”

Ini memasuki jangkauan seranganku.

Aku menggunakan momentum lariku dan terjun, menghadapi anjing itu. Aku mengarahkan tendangan terbang ke arahnya.

“Deryaaaaa !!!” (Makoto)

chap3tgm

Itu adalah serangan yang menggunakan momentumku untuk mendapatkan inisiatif dan membuka jarak.

“Wa, ini terlalu cepat !!” (Anjing)

Itu menjadi kata terakhir dari si anjing.

Di tengah kedua kepala itu, tendanganku masuk.

Kenyataannya memang begitu tapi …

Begitu saja, aku menembusnya.

ya?

Lawanku adalah mamono kan? Tidak, tidak peduli apapun, itu mamono.

Bahkan jika aku berlari dengan segenap kekuatanku, sebuah tendangan yang menggunakan semua momentum …

Tidak peduli bagaimanapun, bukankah ini terlalu aneh ?!

“E, Ehmmmm” (Makoto)

Bagian dalam hatiku panik tapi aku berhasil mendarat.

Dengan perlahan aku berpaling melihat punggungku.

“Ah, baiklah, aku sudah melakukannya” (Makoto)

Itu adalah tontonan yang mengerikan.

Badan dengan kepala ganda itu berserakan, sementara bagian bawah terbaring di tanah. Pada tingkat di mana kamu tidak akan tahu apa yang telah kamu lakukan pada dunia ini.

Aku minta maaf, aku minta maaf, aku minta maaf!

Memikirkan hal seperti itu akan terjadi, aku bahkan tidak bisa membayangkan itu.

Rasanya seperti sebuah truk baru saja menabraknya.

Aku mengalihkan mataku.

Akulah yang telah melakukannya tapi aku tidak bisa memahaminya.

Aku bertatap mata dengan orc-kun.

Dibandingkan dengan waktu melihat anjing, matanya memiliki lebih banyak ketakutan di dalamnya saat melihatku.

Anehnya, penampilannya itu seharusnya terasa jelek menurutku, tapi aku sama sekali tidak merasa jijik, ini pasti karena Serangga itu, maksudku, dewi. Tidak akan ada pengalaman yang cocok untuk menggambarkan itu. Mengatakan aku tidak indah, aku tidak berguna, benar benar membuatku jengkel.

Dalam banyak arti, apakah aku sudah menjadi tidak normal?

Tapi ngomong-ngomong aku bisa berkomunikasi. Aku harus berbicara dengannya.

Ah ~ sebuah percakapan Betapa indahnya tindakan itu.

aku telah melakukan hal yang sangat tidak dapat dimaafkan pada anjing itu. Tolong beristirahatlah dengan tenang.

Aku berkabung dengan kedua tanganku dan berdoa untuk kebahagiaannya di dunia berikutnya. Lain kali kita bertemu, mungkin kita bisa saling berbicara.

Sekarang.

Percakapan sungguhan, Akhirnya aku bisa berbicara dengan seseorang.

Merasa ini adalah harapan yang aneh, hatiku berdetak kencang.

Dengan tenang aku melihat orc saat aku berdiri di depannya.

“Ah ~ senang bertemu denganmu” (Makoto)

“Hiiii !!! dia bicaraaa! “(Orc)

E?

????????

Apa? Apakah aku sudah gagal sejak awal?

Tidak tidak, ini pertemuan pertamaku dalam tiga hari kamu tahu? Tidak mungkin aku akan menyerah. Mustahil.

“aku bukan orang yang aneh. Aku lembut dan baik hati. Apakah kamu mengerti kata-kataku? “(Makoto)

Orc-kun (mungkin) menggelengkan kepala ke atas dan ke bawah tapi segera merubahnya ke kiri dan kanan.

Aku tidak mengerti artinya. Apakah itu isyarat yang hanya ada di dunia ini?

Dia juga berjalan dengan dua kaki sehingga seharusnya dia cukup dekat dengan manusia.

Tidak, sabar, Melihat piggy-san berdiri, mungkin karena terlihat dekat dengan manusia, aku secara tidak sadar terlalu menyudutkannya.

“Seseorang yang membunuh seekor “Liz” dengan satu serangan tidakmungkinorangyanglembutdanbaikhati!” (Orc)

Oh begitu. Aku setuju untuk itu. Itu terlalu luar biasa. Aku pikir juga begitu.

Sepertinya dia menggumamkan sesuatu tapi tidak aku sangka dia orang yang tenang. Mengatakan “Itu … cara melakukannya” atau semacamnya.

“Baiklah aku mengerti. Aku ini kuat. Aku lebih kuat darimu! “(Makoto)

“Hiiii !!!” (Orc)

Piggy itu ketakutan dan melingkari tubuhnya.

Ada apa dengan gambaran ini? bukankah ‘dia tadi berbicara ?!’ dan sekarang merasa takut. Untuk menenangkannya, aku mencoba sejumlah isyarat.

Ooh, ini tidak benar.

well, dalam situasi seperti ini, aku pikir aku akan mengatakan ‘aku menaruh minat padamu’ atau sesuatu seperti itu tapi mungkin aku terlalu banyak bermain game. (TN: Harus mengacu pada fakta bahwa ras binatang di kebanyakan novel dan game terlihat seperti orang kuat).

Aku mengerti, itu adalah sesuatu yang bisa bekerja dengan baik untuk jenis beast. tapi lebih pas untuk si anjing.

Apakah Babi bukan beast?

Sesuatu yang mirip dengan itu, berarti menjadi goblin ya. Tapi bukankah dia seorang gadis? Tapi aku merasa bahwa Oni juga akan sesuai dengan citranya.

Aku berpikir telah bermain terlalu banyak game, tapi aku tetap mencari informasi di dalamnya, pasti karena keberadaan yang seharusnya hanya tampil di game, mamono, telah ada di depanku.

“Baiklah, tenang. Memang benar bahwa aku kuat tapi juga benar bahwa aku datang untuk membantumu, kamu tahu? “(Makoto).

Mengangkat kedua lenganku, aku menjelaskan kalau aku tidak berbahaya.

Ya. Alih-alih mengatakan ‘aku lebih kuat darimu’ akan lebih baik mengajukan alasan bahwa aku tidak datang ke sini untuk menyakitinya.

Bagaimanapun, intimidasi bukanlah bagian dari karakterku.

“kamu adalah orang yang berteriak ‘Selamatkan aku ~!’ Jadi aku datang ke sini dan menyelamatkanmu. Aku adalah sekutumu”

Orc-kun (mungkin) mengangkat kepalanya dan menghadap ke arahku. Sepertinya gemetarnya sedikit berkurang.

Bagus, sepertinya aku telah mendapatkan niat baiknya. Dilihat dari bagaimana ini semua terjadi …

“Be-benarkah?” (Orc)

Walaupun Masih takut dia menghadapiku dan menatap mataku, aku mengangguk padanya.

kewaspadaan dalam ekspresinya sudah meredup tapi kemudian dia menjadi takut lagi.

“Apa yang terjadi ?!” (Tl: Nande ya nen ?!)

Di tempat dimana tidak ada yang membuat tsukkomi.

Sungguh buruk. Berpikir kalau berkomunikasi pun begitu rumit.

Aku tidak punya uang atau barang apapun di tangan jadi aku tidak punya apa-apa untuk ditawarkan.

A-Akankah ini berakhir dengan kegagalan? Tidak mungkin, aku tidak boleh menyerah!

“Me-Mengapa hyumanbisabicara denganku?! Mungkinkah, kamuituhyumanyangberkemampuansebagaipenjinak ?! “(Orc)

Penjinak?

Apa itu?

Jika kau bertanya kepadaku mengapa aku bisa berbicara denganmu, itu karena perbuatan seekor Serangga yang menganggap dirinya dewi.

Aku mengerti, seorang manusia normal, tidak, biarpun itu manusia normal, seharusnya tidak bisa berbicara dengan mamono ~

kekuatan apa yang telah kamu berikan kepadaku!

Orang akan salah paham dengan ini!

“Ah, gezz !! aku, bukan penjinak! aku tersesat! Aku berakhir menyelamatkanmu! “(Makoto)

Untuk sekarang mari kita langsung saja.

Aku akan memberitahumu hal-hal yang pasti.

“??”

Mu, dia sedang berpikir. Dia gemetar tapi dibandingkan dengan sebelumnya itu terlihat lebih baik. aku telah membuat jarak antara kami jadi aku ingin kamu berhenti melakukan itu.

Apalagi aku ini sebenarnya juga sangat takut, kamu tahu?

Dalam situasi di mana aku menghadapi piggy yang berdiri menggunakan dua kakinya, untuk menunjukkan niat saling pengertian benar-benar membuatku terharu.

Mengembara di tempat ini selama 3 hari tidaklah percuma.

“??”

Aku menunggu tanpa suara. Bagaimana reaksi disana? Tidak ada percakapan sekarang.

“aku – aku mengerti” (Orc)

YEEAAHH!

Aku berhasil! Terima kasih! Arigatou! ShieShie!

“terimakasihtelahmenyelamatkanku” (Orc) (TN: dia berbicara seperti itu)

Gureito(great), ini adalah percakapan yang benar-benar bisa disebut percakapan. Dan lagi, dengan niat baik. Ini adalah sesuatu yang sangat membahagiakan.

“Bukan, aku senang kau baik-baik saja. Lagi pula, apakah desamu dekat sini? “(Makoto)

aku akan mengubah caraku berbicara dengan ‘kimi’ (kamu). dari Mengatakan ‘omae omae’ (TL: kamu dengan cara yang kasar) agak tidak sopan atau setidaknya begitulah yang aku kira.

Bahkan jika itu adalah sebuah desa, sebuah kota atau bahkan sebuah rumah.

Apapun baik-baik saja, saya hanya ingin tidur di tempat dimana ada atap.

Tapi sayangnya dia menggelengkan kepalanya secara horisontal.

“Mu-Mungkinkah kamu juga tersesat?” (Makoto)

Dia sekali lagi menggelengkan kepalanya secara horisontal tanpa semangat.

“aku … ingin mengatakan yang sebenarnya, aku telah tersesat selama 3 hari. Tahukah kamu dimana aku bisa menemukan orang di sekitar sini? “(Makoto)

Sekali lagi dia bergetar.

Ya Tuhan. Apakah situasiku berubah? Ini adalah acara yang tepat? Benarkan?

“Tidak ada desa hyuman di sini. Ini disebut ‘ujung dunia’, sebuah gurun tandus”(Orc)

Ujung dunia?

Itu … aku rasa sudah pernah mendengarnya belum lama ini.

… Hei!

Serangga itu, mungkinkah dia benar-benar melemparkanku ke ujung dunia ?!

Itu bukan hanya sekedar omongan ?! kenapa kamu melakukan sejauh itu ?!

Aku merasa kedengkian, serta Kebencian yang sangat besar!

Jujur saja kamu juga akan meragukan kalau ini Cuma pelecehan.

Eh?

Ini mungkin disebut ujung dunia tapi mungkinkah ada kota besar di sekitarnya?

Terlalu naaiiiiifff !!!! lebih naif dari kebaikan Tsuki-sama!

Tidak mungkin, benar-benar tidak mungkin.

aku sudah mengerti bagaimana kepribadian Serangga itu. Dia tidak mengakui apapun yang tidak indah. Dia sangat mengutamakan penampilan.

Kemungkinan besar dua orang lainnya benar-benar terlihat indah. karena disenangi oleh Serangga pembenci manusia itu, dia telah memberi mereka kekuatan dan perlindungan dan berkah pa-pastilah mereka benar-benar indah kan ?!

“aku dalam perjalanan ke gunung dewa Shin-sama untuk mengorbankan diriku sendiri” (Orc)

Sementara aku berputar-putar dengan kebencianku kepada dewi yang belum pernah aku lihat bentuknya, dia melanjutkan percakapannya.

Yaay sebuah flag event ~. (TN: omg perubahan moodnya sangat gila)

aku bahkan belum sampai di sebuah desa atau kota dan aku sudah mengalami sebuah peristiwa yang berbau pertempuran mid boss.

Aku akan mimisan ~

Saat air mata mengalir di matanya, dia menceritakan kenyataan mengejutkan padaku.

Mendengarnya, aku mengerti bahwa dia adalah orc dataran tinggi yang tinggal di dataran tinggi, nampaknya merupakan suku orc tingkat tinggi.

Meski dari penampilan itu tidak terlihat seperti itu.

Setiap setengah tahun sekali, pemilik gunung yang disebut dewa tersebut meminta wanita muda untuk dikorbankan.

Jika mereka tidak melakukannya, kabut tebal akan menutupi desa dan hasil panen tidak akan tumbuh dengan baik.

Orc dataran tinggi yang luar biasa. Jangan menjarah dan lakukan perburuan dan pertanian. kalian memiliki mata pencaharian yang layak.

Mereka seperti manusia. Dari penampilan.

Ngomong-ngomong.

Untuk beberapa alasan aku merasa seperti flag berdiri satu demi satu. (TN: Flags seperti acara dalam game yang memajukanmu ke titik tertentu)

Dari beberapa baris penjelasan dan situasi, kamu seharusnya sudah tahu seperti apa flag setiap orang itu, benarkan?

Sebuah flag pertempuran? Tidak tidak, itu sedikit berbeda.

Rasa optimisme? Atau mungkin racun yang manis yang disebut harapan?

Oke, mari lihat fakta.

aku dilempar ke dunia lain.

Aku mengikuti jeritan dan membantu seorang gadis (orc) dari seekor mamono.

Jadi, gadis pertama yang aku temui di dunia ini mengatakan bahwa dia akan segera dikorbankan.

Dan kemudian aku pergi dan menghancurkan pembicaraan tentang pengorbanan ini.

Apakah kamu mengerti sekarang?

Ini adalah he.ro.i.ne flaaaaaggggg !!!?! “?!”?!? (Karena ini adalah tontonan yang mengerikan, kami memutuskan untuk tidak menggambarkan reaksi karakter utama kami).

Dan sekarang aku akan coba lakukan yang(belum)kulakukan!

Ini sungguh berdiri! (TN: flag lechersmu)

Mustahil, pastinya tidak mungkin.

Tentu saja, aku bukan tipe yang menilai seorang gadis dengan penampilannya. Dia normal. Dan kesannya cukup ramah.

Tapi, tapi jika aku harus pergi dengan seseorang yang aku inginkan, itu haruslah manusia (lihat)!

Apakah ini berkahku?!

Jika (melihat) itu maka orc juga termasuk?

tidaktidaktidak, itu disebut sophism.

aku juga memiliki pengalaman seperti manusia normal. aku tidak akan memusatkan perhatian pada hal-hal seperti praduga atau prasangka.

sebenarnya dari gadis orc ini, aku tidak bisa mencium bau busuk yang aku tahu. Sebaliknya, aku bisa mencium bau harum dari dirinya seperti bau bunga.

Seperti senpai yang kamu kagumi?

Ha!!

Sa-Salah! Bukan begitu!

Dengarkan dengan baik, dalam ‘pengalaman’ku juga ‘ada’ pelanggaran moral.

Dari glamor sampai terlihat tidak alami, orang-orang yang tubuhnya telah berhenti tumbuh pada tahap awal, gadis yang mewakili ras elf, ras beast dengan telinga binatang dan baju besi yang terbuat dari ku.

spirit yang memiliki bentuk humanoid, ras iblis yang memiliki warna biru atau hitam atau kadang hijau. Bergantung pada tampilannya bahkan robot juga tidak masalah!

Seorang Orc

Tapi untuk Orc sepertinya tidak mungkin.

Bukankah Itu adalah diskriminasi ?!

Diam!! Jika dasar wujudnya tidak seperti manusia-aku tidak mau! Bagian itu aku tetap tidak akan berubah! Aku tidak akan berubah!

Semua pengalamanku yang melimpah dalam game, sangat disesalkan, sungguh disayangkan aku belum pernah memilih gadis orc sebagai target untuk ditaklukkan.

Tu, pengalaman? Itu benar,  game! Apakah itu buruk?!

Yang terpenting, kamu mengerti kan. Baginya untuk dijadikan target penaklukkan, itu tidak akan pernah terjadi!

“Jadi itu sebabnya, aku minta maaf” (Makoto).

aku meminta maaf kepada gadis itu sebelumnya. Hal semacam ini lebih baik diselesaikan sesegera mungkin.

“E, apa yang kamu bicarakan?” (Orc)

Sial. aku mengacaukan pembicaraan dengan konflik di hatiku. Ini adalah kesalahanku.

“W-Well ~ Tidak ada apa-apa ~” (Makoto)

Gadis itu bingung. Tapi itu hanya untuk sesaat, karena dia segera tersenyum lagi (mungkin aku tidak tahu) kepadaku.

“ngomong-ngomong, jika tidak apa-apa denganmu, tolong biarkan aku membayarmu, Makoto-sama” (Orc)

Wow, untuk berpikir dia ingat namaku setelah kemunculanku itu. Ya, aku akan melupakan fakta bahwa setelah itu dia berkata ‘dia berbicara ?!’

Sungguh wanita yang santun. Sungguh disesalkan. Lebih dari sekadar seorang gadis manusia, aku lebih suka jika dia menjadi gadis anjing atau gadis kucing ~

“Tidak, aku Makoto. Ngomong-ngomong, aku berumur 17 tahun. Senang bertemu denganmu “(Makoto)

“aku Ema. Aku juga berumur 17 tahun “(Ema)

Usianya juga pas! Apakah Ini benar-benar ras yang membuat flag itu menjadi battle flag.

Omong-omong, ‘jangan menikah’ yang dikatakan bug/Serangga itu bahkan tidak ada dalam pikiranku.

Tsuki-sama bilang aku bisa melakukan apapun yang kuinginkan setelah semua ~

“Tepat di depan sini, ada titik terakhir ‘Body Purifying Field’ untuk mencapai dewa gunung. Tolong istirahatkan tubuhmu yang sudah lelah dengan perjalananmu disana “(Ema)

Apakah itu seperti tempat untuk beristirahat? Dia adalah gadis yang sangat baik.

Ini cukup murah, tapi sepertinya dia membuatku menjadi pengawalnya sampai kita mencapai tempat ‘Body Purifying Field’. Nah kalau seperti sebelumnya, maka tidak akan ada masalah. Jika ada batu jatuh aku merasa aku bisa menangkisnya.

“T-Thanks Ema” (Makoto)

Aku menerima ajakannya dan kami mulai berjalan ke arah yang disebut Gunung dewa.

Anehnya, semakin aku berbicara dengannya semakin jelas aku bisa mengerti caranya berbicara. (TN: Ya, dia sudah berbicara berantakan sejak beberapa waktu yang lalu, aku tidak ingin kalian melewati masalah itu)

Bug/Serangga itu pasti memberiku kekuatan yang memungkinkan aku memahami bahasa dari ras lain, semakin aku berbicara kepada mereka. Sepertiaku memahami pikiran mereka.

Yah, aku tidak punya masalah dengan itu.

Saat berbicara dengannya, aku melanjutkan perjalananku.

Dia bercerita tentang bagaimana desanya perlahan-lahan kehilangan gadis mudanya. Dia bercerita tentang festival yang dilakukan desanya di masa damai.

Jika 2 gadis muda pergi setiap tahun sebagai korban, maka dimasa depan desa akan binasa. Itu adalah perhitungan sederhana. Bahkan anak kecilpun akan tahu itu.

Sejak awal, Ema itu adalah pengorbanan dan sedang menuju ke tempat kematiannya.

Karena caranya berbicara terlihat menjadi suram sesekali, itu tidak mengherankan.

Aku hanya menanggapinya dan mengikutinya tapi, aku masih memiliki sejumlah pertanyaan.

aku kemudian memikirkannya dengan hati-hati.

Saat aku sampai pada titik istirahat terakhir, apa yang harus saya lakukan.

Jika aku pergi dan mengalahkan midd boss, flag tersebut akan benar-benar berdiri, benarkan?

Dia adalah gadis yang baik tapi … dia adalah gadis yang sangat baik tapi….

Dia memiliki kepribadian yang bagus, usianya juga sama. Dia juga putri kepala desa sehingga mungkin terlihat seperti aku adalah penambang emas.

Muu ~ benarkan, kenapa kamu bukan manusia Ema?

Bisa jadi kamu sebenarnya adalah seorang putri cantik yang telah dikutuk.

Peradaban manusia terlalu jauh dari sini sehingga tidak ada kesempatan.

“Ah, itu tempatnya” (Ema)

Ema-san menunjuk satu jari ke sebuah gua. Ini tentu terlihat seperti dibuat secara artifisial. Keadaan pintu masuk sekaligus jalan menuju ke sana. Terlihat kalau itu buatan tangan.

“Um, Makoto-sama. Aku minta maaf tapi bisakah kamu menunggu disini sebentar? Aku harus menjelaskan kepada orang-orang yang melindungi tempat ini tentang Makoto-sama dulu “(Ema)

“Dipahami” (Makoto)

Ini cukup masuk akal. Jika aku tiba-tiba pergi bersamanya, aku mungkin akan diserang.

Aku sudah mengerti sifat Ema-san sedikit.

Tidak mungkin dia membawa tentara untuk menyerangku.

Bahkan jika itu terjadi, aku dapat dengan jelas melihat jalan masuk dari sini, aku masih bisa melarikan diri.

Mengkonfirmasi bahwa sosok Ema telah menghilang ke dalam gua, aku mulai memikirkan masa depan.

Pada tingkat ini Ema-san akan mati. Dia adalah pengorbanan.

Gadis itu benar-benar orc yang baik. Apalagi dia adalah orang pertama yang aku ajak bicara.

Mungkin sedikit berbeda tapi dia itu seperti kawan.

Jika mungkin aku ingin menyelamatkannya tapi, flag itu terlihat kuat. Dan kekuatan musuhku juga tidak diketahui.

Jika aku memikirkan semua yang telah terjadi, tidak aneh jika aku mungkin menghadapi eksistensi seperti bos terakhir.

Ini benar-benar game maso.

Meski ini bukan game tapi kenyataan, jadi mungkin akan sangat sulit.

Jika aku berhasil mendapatkan informasi di gua itu.

Di pagi buta aku akan menyelinap, kemudian mengalahkan ‘dewa’ itu dan akibatnya aku akan menyelamatkan gadis itu.

Tidak apa-apa jika aku menghilang begitu saja setelah itu.

Jika aku berjanji kepadanya bahwa desanya akan aman, dia pasti harus kembali ke desa.

Bos yang Ema-san panggil Shin-sama, jika mungkin aku ingin bisa berbicara dengannya. Harus ada cara lain untuk mengatasi hal-hal seperti ini selain bertarung.

Kulihat Ema-san yang melambaikan tangannya di pintu masuk gua. Dia tersenyum. Dia pasti telah berhasil dalam negosiasi.

Melihat penampilannya.

aku berpikir sebentar, seperti yang dewi katakan, untuk berperan sebagai pahlawan bahwa sepertinya aku tidak perlu melakukannya.

———————— bersambung ————————-