tgm1

Chapter 6 – Tidak mungkin, pertarungan pertama adalah boss

Taring yang dengan mudah menghancurkan manusia muncul tepat di depan mataku.

Karena aku memiliki tubuh manusia super, aku bisa menghentikannya. Ayo maju dan coba itu.

Tidak mungkin aku akan mengatakan itu! Tidak ada sesuatu di dunia ini yang lebih tidak masuk akal daripada aku !!

Ini adalah satu hal yang pasti, tidak, kenyataannya seperti itu aku tidak berlebihan!

Dengan panik aku melompat ke belakangnya.

Naga itu, tanpa berpikir kalau gigitannya meleset, ia mulai mendekatiku lagi. Serangan menggigit lainnya muncul!

Seekor ular terbang di udara, kupikir itu sangat sulit untuk memprediksi gerakannya ?!

“Apa ?!” (Shin)

Membalikkan tubuhku, aku melompat ke samping.

Safe! Aku masih hidup.

Aku tidak membiarkan naga itu keluar dari pkamunganku. Dengan melihat ukuran mulut raksasa yang bisa dengan mudah menghancurkanku, aku bisa menentukan ukuran kepalanya.

Aku mencoba mencari tahu bagaimana seluruh bentuk tubuhnya.

Apa, jadi dia berkali-kali lebih besar dari pada shinkansen ya. Meskipun Aku tidak yakin dengan panjangnya.

Aku akan mati!!

Event bodoh macam apa ini, supervisor !! Hei bug, keluarlah bug !!

Kamu pasti harus memiliki senjata legendaris atau alat legendaris yang nganggur di sana kan ?!

Kabut akhirnya sampai di sini.

Aku tidak dapat dengan jelas melihat lingkunganku dan juga tanganku sendiri.

Aku bahkan tidak bisa melihat di mana aku berdiri.

Ada naga besar yang begitu dekat denganku, tapi aku bahkan tidak bisa melihat sosoknya.

jika naga itu bergerak, harusnya kabut juga terurai dengan itu. Tapi kabut tetap utuh, dan tidak berkurang sedikitpun.

Yang menciptakan kabut itu tentu saja, naga itu, Shin. Tidak adil.

Selain itu, kehadirannya.

Bahkan tidak bisa dirasakan sama sekali, itu terlalu aneh. Kabut ini bukan kabut biasa.

Tidak menguntungkan, ini adalah situasi yang sangat tidak menguntungkan.

Rasa dingin menuruni tengkukku.

Aku berlari pada saat itu dan kemudian menoleh untuk melihat ke belakang.

Sebuah mulut raksasa ada di sana.

“Apakah ini adil bahwa aku tidak bisa merasakan kehadirannya sebanyak ini ?!” (Makoto)

Aku tidak punya ruang untuk menyerang balik.

Saat kamu melawan lawan dengan tubuh raksasa, hal pertama yang harus dipikirkan adalah serangan pembukaan dan waktu untuk membalas serangan. Sudah ditetapkan bahwa kamu harus menghindari dan mempertahankan setiap pukulan yang dilakukan lawan. Mungkin.

Anyways, kesimpulan yang aku capai dari semua game action dan game fightingku adalah saat ini aku hanya harus tenang. Dalam situasi seperti ini aku tidak bisa bertahan dengan sembarangan.

Tapi aku tidak bisa melihat tubuhnya dan dia bisa tiba-tiba muncul di belakangku dan melahapku. Dalam hal ini aku bahkan tidak bisa melawan! Aturan game macam apa ini?

Seperti melawan bos terakhir dalam game fighting yang baru kamu dapatkan.

Dan terlebih lagi setelah menghindari tubuh seperti ular itu, malah kepalanya yang datang.

Jika aku menghindari serangannya, kepala itu akan berada tepat di depanku untuk mengejarku. Itu sebabnya aku tidak bisa memperoleh momen untuk mendapatkan satu pukulan ke tubuhnya. Dan aku bahkan tidak tahu kalau ada cakar di sana juga.

Apa yang harus kulakukan?! Apa yang harus kulakukan?!

3 kartu biru mulai melayang di dalam kepalaku. Nah, bukankah aku sudah cukup menenangkan diri? Ayo lihat.

  1. kamu seharusnya menghindarinya dengan semangat dan kemudian mendapat hit darinya!
  2. bersihkan kabutnya, sekarang pergilah dan hembuskan angin kencang!
  3. Orang yang menyerang pertama kali akan menang! Serang secara acak!

Yang pertama sepertinya tidak mungkin. Keenam indraku mengatakan bahwa aku tidak dapat menyerang dalam situasi ini.

Kedua. panggil Zhuge Liang.

Yang ketiga. Menurunkan kekuatan seranganku dan mengkamulkan kecepatan untuk memukul semua tempat. Lagi pula aku bisa melempar bola api ke mana-mana dan menemukan lokasi musuh. Dan di lokasi sudah kupastikan, aku akan menembakkan panah api.

Ya, itu dia Yang ketiga terlihat bisa dilakukan.

Lebih seperti, dengan kepalaku, itulah batasnya.

Aku hanya harus melakukannya. Dalam jarak hampir nol, aku tidak berpikir aku akan bisa bertahan lama. Jika aku jatuh dalam rasa panik aku akan diburu.

~ Shin POV ~

Menutupinya dengan kabut, aku akan membuat lawanku sadar akan seranganku dan kemudian menyeretnya ke ‘Asora’ dan membunuhnya.

Dalam jajaran naga, aku salah satu yang paling unggul. Aku disebut ‘tak terkalahkan’

Tapi alasan menjadi tak terkalahkan adalah karena kekuatanku ‘Asora’

Dengan menggunakan kabutku sebagai perantara, aku dapat menyeret segala sesuatu dengan kabutku dan memasukkan mereka ke dunia yang telah kubuat.

Di dunia itu aku bisa membatasi sihir, dan aku juga bisa membelokkan hukum fisika.

Bagiku untuk kalah di tempat itu adalah sesuatu yang tidak mungkin. Karena Aku yang di dalam Asora bukanlah aku yang sebenarnya.

Tubuhku dalam beberapa cara bisa terpisah sehingga bahkan jika aku kalah di sana, tubuh asliku sudah tidak ada disana lagi.

Begitu aku menyeretnya ke sana, aku akan menghilang. Dalam situasi itu, aku bisa menyerangnya dengan sepihak.

sebelumnya tidak ada kejadian dimana aku gagal menghilangkan musuhku di Asora.

Dan aku berencana melakukan hal itu kepada orang bodoh yang menghancurkan gerbangku.

Sebelum kabut tiba, aku akan menggigitnya dua kali, begitu tiba, aku hanya perlu menggunakannya sebagai perantara dan membawanya ke Asora, dengan itu seharusnya akan berakhir.

Namun.

Aku tidak bisa menyeretnya pergi.

Tidak peduli berapa kali aku mencoba, rasanya seperti berusaha keras untuk memasukkan sesuatu yang besar ke dalam lubang kecil. (TN: hehehehe ~)

Apakah pintu yang aku buat terlalu kecil?

Lalu aku hanya perlu memburunya di dalam kabut ini.

Aku mencoba menyerangnya dari belakang.

Tapi entah bagaimana dia bisa mendeteksiku dan menghindarinya.

Sungguh seorang hyuman yang sangat merepotkan. Tapi kalau begini ini aku tidak bisa membunuhnya.

Aku harus memeriksa mengapa aku tidak dapat menyeretnya ke Asora.

Bagaimana dia bisa menghindariku dalam kabut ini yang seharusnya memudarkan semua indra. Apakah itu kebetulan?

Jika ini berlanjut, tak terkalahkannya aku akan mulai goyah.

Jika orang yang menghasutnya untuk melakukan ini adalah naga unggul lain maka aku harus segera menyelesaikan ini.

Aku hanya tidur di ujung dunia ini jadi aku tidak tahu adanya hal negatif yang sudah aku tanamkan.

Jika hanya karena marasa iri padaku yang tak terkalahkan maka aku tidak akan memaafkannya. Tak peduli musuh apapun aku akan menjatuhkannya.

Aku memeriksa keadaan hyuman itu. Disudutku, aku bisa melihatnya dengan jelas.

Apakah itu bola api? Dia melemparnya ke sana-sini.

Aku merasa kasihan padanya, aku memiliki ketahanan terhadap elemen. Pada tingkat itu aku akan dapat dengan mudah menahannya.

Keputusan ini merupakan kesalahan.

Aku mulai mengitari mangsaku sambil bersikap hati-hati. Tentu saja aku membaca lintasan brid dan menghindari mereka tapi…

Salah satu dari mereka mengenaiku.

Ini menimpa tubuhku.

Itu tidak menyakitiku sedikit pun, tapi kabut yang mengelilinginya mulai berkurang. Tubuhku yang kurus sekarang terlihat jelas.

Itu adalah kecepatan yang bisa dikatakan dalam sekejap.

Hyuman, yang memusatkan maryoku-nya, segera menciptakan sebuah brid kental yang tidak normal. Dan secara akurat mengarahkannya ke tubuhku.

Aku mencoba membelokkan tubuhku untuk menghindari itu tapi…

Aku tidak bisa. Dalam sekejap mata itu datang dengan tajam ke arahku seolah itu adalah anak panah dan ‘menusuk’ tubuhku.

Di tubuhku yang tahan api denganbrid  yang seharusnya aku tidak akan merasakan panasnya dan itu sama dengan brid hyuman lainnya tapi…

Ini menusukku dengan kecepatan yang luar biasa, dan meledak.

Panas dan rasa sakit yang luar biasa.

“Agyaaaaaa !!!!” (Shin)

Tanpa disadari ledakan itu telah menyingkirkan sebagian besar kabut di sekitar.

Aku, pada saat pertama hidupku, telah melakukan hal yang disebut jeritan.

Tubuhku, apa yang telah terjadi dengan tubuhku ?!

Tidak memperhatikan situasiku sendiri, aku saat itu buru-buru memeriksa tempat yang telah menerima serangan tersebut.

Bagian yang telah menerima serangan mengerikan itu telah setengah terbakar dan terkelupas.

Bagian dalam hatiku yang telah kosong karena takjub segera dipenuhi dengan kemarahan.

Dengan mata merahku aku mencari hyuman itu!

Ini bukan mangsa lagi. Dia bukan mangsa yang harus aku buru, dia adalah musuh bebuyutan yang harus segera aku hancurkan!

Tapi saat ini aku seharusnya malah merasa cemas tentang lukaku.

Seharusnya aku tidak melupakannya.

Setelah mencari, akhirnya aku menemukannya didalam jangkauan penglihatanku!

Dia berada dekat dengan titik butaku.

Apa ini, apa ini, apa ini !!

“Desperation Hand Thrust!” (Makoto)

Mengatakan sesuatu yang tidak bisa aku mengerti dengan baik, dia mengepalkan tinjunya ke pipiku.

Aku Merasa seperti palu memukulku, bagian dalam kepalaku terasa seperti ada bintang yang berputar. Ini bukan kekuatan fisik hyuman! dia seperti Ogre atau Giant, atau mungkin bahkan lebih kuat dari itu ?!

“Kalau itu belum cukup! Fist backhanded! “(Makoto)

Apalagi dia menyerangku di tempat yang sama !!

Itu tidak sama dengan yang terakhir!

Ini adalah kekuatan yang sungguh keterlaluan. Tak hanya wajahku, seluruh tubuhku dihempaskan ke arah yang berlawanan.

Tapi setelah semua kerusakan yang aku terima, kesempatan itu datang!

Dengan ini aku akan bisa sekali lagi masuk ke dalam kabutku.

Aku mengoreksi diriku sendiri. Hyuman ini berbahaya, dia jelas tidak normal. Tidak ada keraguan bahwa dia berada di bawah perlindungan ilahi seseorang.

Seperti yang diharapkan, apakah dia salah satu naga unggul? Dia adalah seorang hyuman, kekuatan semacam ini sungguh luar biasa.

Lalu apa itu berarti … dewa ?!

Dewi yang selalu berubah-ubah itu ?!

Jika itu benar maka itu tidak akan menjadi hal yang mustahil. Tapi hyuman ini memiliki tampilan orang normal.

Dia tidak terlihat seperti orang yang bisa mendapatkan berkah dari Dewi itu.

Lalu siapa yang melakukan itu?. Aku tidak akan mundur dari rasa sakit, ini adalah pertama kalinya aku terkena pukulan di wajah. Bagian yang terbakar di tubuhku masih terasa sakit.

Tunggulah!

?!?!?!?!?!

“Mengapa ditempat aku berada ini …?” (Shin)

Sekarang, di sisi kananku. Dia … dia ada di sana.

Tidak mungkin. Tidak peduli bagaimanapun, di dalam kabut itu tidak mungkin. Memang benar bahwa itu telah menjadi lebih tipis baginya tapi untuk bisa …

“Sekarang setelah ini aku akan menggunakan skill membunuhku …” (Makoto)

Tangannya mulai menjadi merah. Dia mengatakan sebuah kata yang sangat berbahaya. Ap-Apa yang dia … coba lakukan?

“Frog Jump UPPER !!” (Makoto)

Dia menggerakkan tinjunya ke daguku.

Kemudian.

“jadilah BINTAAANNGGG !!!” (Makoto)

Setengah dari tubuhku terbang dihempaskan dengan tinjunya. Dan begitulah tubuhku remuk ke arah yang berlawanan.

aku hampir tidak dapat mempertahankan kesadaranku.

Bahkan jika aku belum binasa, ini adalah dilema yang sangat berbahaya.

Sungguh penghinaan.

Aku tidak akan peduli dengan metode yang akan kugunakan. Aku sangat memahami ini.

Dalam keadaan aku yang ambruk, aku berpura-pura kehilangan kesadaran dan mulai mencari lokasinya di dalam kabut.

Aku diam-diam menghembuskan kabut yang digunakan untuk membuat fatamorgana.

Bahkan tanpa Asora, kekuatanku tidaklah sesederhana itu.

Sifat sejatiku adalah fatamorgana. Aku bisa mengintip kenangan targetku, setelah itu aku dapat mereproduksi ilusi yang diinginkan atau tidak diinginkan musuhku.

Jika aku membuat penghalang kabut yang tebal dan menuangkan kekuatanku, aku bisa membuat ilusi menjadi lebih nyata lagi sehingga itu tidak akan berbeda dengan kenyataan.

Entah kenapa aku tidak bisa menarik orang ini ke Asora.

Lalu, dengan memperhitungkan situasi mendadak ini, aku akan menjebaknya di dalam kabut ini dan ‘menahannya’ sampai dia mati.

Tidak ada gunanya kalau itu ilusi yang tidak dia inginkan. Mungkin akan menjadi masalah jika dia memberontak.

Aku akan Menunjukkan kepadanya ilusi yang dia inginkan, di dalam kebahagiaan itu dia akan mati kelaparan. Hyuman, tidak peduli seberapa kuatnya kamu, dengan waktu 10 hari kamu harusnya akan mati.

Jika 10 hari tidak cukup 1 bulan, aku bahkan bisa menahannya selama 1 tahun.

Dengan tujuan baruku aku mencari hyuman itu.

Untuk berpikir aku harus berpura-puramati dan bahwa aku harus memilih cara membunuh seperti itu atau mencoba untuk mencari bantuan.

Dengan punggung tegak, pria itu bernafas lega.

Tapi dia kelihatannya hanya berpura-pura. Kabut di sekelilingnya mengatakan bahwa pria itu belum menurunkan penjagaannya. Sikap macam apa itu.

Dan dia perlahan menepi, dia memeriksa sekelilingnya. Dan tanpa sedikitpun lalai, dia pergi ‘keluar dari kabut’.

Kali ini pasti, kehati-hatiannya akan mengendur. Itu sesuatu yang normal. Tidak ada keraguan bahwa ‘dia keluar dari kabut’, atau begitulah menurutku!

Dia tidak mengucapkan aria!

Sekarang. Tempat dia berada adalah pemkamungan ‘kabut dari kabut’ yang aku proyeksikan tapi sebenarnya masih ‘di dalam kabut’.

Aku bisa melakukannya!

Aku membuka mataku! Dan hyuman itu melompat keluar dengan satu hembusan nafas. Seperti yang diharapkan. Untuk berpikir dia bisa bergerak sejauh itu.

Tapi kamu terlambat

“Ini adalah akhir” (Shin)

Dengan emosi yang meluap, aku membuat ruang persegi yang tertutup oleh kabut penghalang.

________

———————————– bersambung ——————————-