tgm1

Chapter 7 – Mimpi yang ditunjukkan naga itu padaku

“N? Ini … dojo klub memanah? “(Makoto)

Bagian dalam pikiranku menjadi tidak jelas. Kenapa aku disini?

Tiba-tiba … bukan, kan?

Jika aku berada di dalam dojo, berarti sekarang adalah kegiatan klub. Ketidaknyamanan yang aneh lenyap saat aku menyusun ulang pikiranku.

Aku masih memakai dogiku (TN: seragam untuk latihan yang digunakan di jepang).

Di tanganku aku memegang busurku.

Ini tempat diman aku seharusnya berada kan. Tentu saja, setelah semua orang pergi, aku berlatih sendiri dengan busurku.

Ini buruk, Pikiranku pergi entah ke mana dalam waktu aingkat aku sudah berada di sini.

“Aku merasa bahwa kapten akan marah padaku lagi” (Makoto)

Untuk mengubah mood aku, aku duduk dan memutuskan untuk maju dengan ‘hit di tengah’

tembak. kena.

Tidak ada lawan.

Melanjutkan dengan panah yang lain. kena.

Target di depanku terkena panahku. Aku mengambil panah bambu dan panah lain yang tersisa.

“Un, kondisiku bagus” (Makoto)

Sekarang aku memikirkannya, sudah saatnya mengganti posisi ya.

“Kapten paling suka menjadi Higashi. Aku bertanya-tanya siapa yang akan menjadi wakil kapten “(Makoto)

Mu. Lagi. Hatiku gugup.

Untuk ‘hit di tengah’ dengan jarak yang jauh bukanlah sesuatu yang sering terjadi.

Kenapa ini?

Aku menempatkan busurku untuk sementara dan duduk seiza.

“Wakil kapten. Wakil kapten … apakah, aku? “(Makoto)

Aku menemukan alasan kegugupanku.

Hal membingungkan macam apa ini.

Aku tidak ingat pernah ingin menjadi bagian itu. Apakah secara tiba-tiba aku menjadi orang yang ambisius?

Lalu aku seharusnya menginginkan posisi untuk kapten paling tidak. Aku sangat sederhana.

Lebih seperti, perubahan posisi seharusnya ‘belum’ terjadi.

‘setiap tahun’, sebelum liburan bon festival, Senpai  akan mengumumkan kapten dan wakil kapten berikutnya. Mungkin di dalam kelompok, mereka telah memutuskan ini sejak lama.

Itu seharusnya sudah menjadi kebiasaan.

Aku melihat sekeliling dojo.

Aku melihat bayangan yang sepertinya sedikit tergerak. Tapi, ketika aku mencoba untuk melihat lagi tidak ada siapa-siapa. Sebuah ilusi optik?

Nah kalau belum ada yang mendengarnya, maka itu bagus.

“Fu …” (Makoto)

Perasaanku tenang.

Tembakan ketiga berada tepat di tengah. Ini menusuk panah sebelumnya. Entah bagaimana, bisa terjadi.

Mari selesaikan ini untuk hari ini.

Tanpa diduga aku memutuskan untuk menyelesaikan lebih cepat, aku pergi dengan sedikit penyesalan. Jika kondisiku bagus, aku akan melanjutkannya.

Di dalam penglihatanku, aku melihat wadah alatku.

Aku menemukan ada busur pribadi yang biasa aku lihat.

Itu benar, sebelum selesai aku akan selalu menggunakan yang itu setidaknya satu kali. Mengapa aku hampir lupa untuk melakukan itu?

Ini Kecemasan yang membuatku gelisah.

Saat Memegang busur aku menarik talinya. Dibandingkan dengan yang sebelumnya, yang satu ini menawarkan lebih banyak perlawanan. Namun, bagiku itu terasa lebih nyaman.

“Fu !!” (Makoto)

Tanpa disengaja aku mengeluarkan suara dari sensasi yang belum lama aku rasakan. Aku telah melakukan ini setiap hari dan mengapa aku merasa seperti ini?

Panah yang aku tembak di tempat yang jauh dari sasaran, menusuk tepat sasaran.

sial. Meski aku selalu berusaha untuk tidak tepat sasaran.

“Tidak ada pilihan lain. Meski mengambilnya terasa cukup merepotkan “(Makoto)

Sambil menghela nafas, aku kembali untuk mengambil anak panah, lalu setelah mengakhiri pekerjaan yang menyusahkan itu, aku meletakkan semuanya dan selesai menggantinya.

Baku mengganti dengan seragamku saat selesai memeriksa dan menuju pintu keluar.

Di tempat itu, ada seorang gadis di sana.

__

“Senpai, otsukaresama (TN: terimakasih atas kerja kerasmu hari ini)”

Orang yang mengatakan ungkapan ini adalah kohaiku.

Aku ingat bahwa dia adalah gadis yang terlambat bergabung dengan klub kami. Dia adalah orang yang benar-benar bersemangat dan telah mencapai level dari rekrutan baru. Sebaliknya, dia telah melampaui mereka.

Toh, tidak banyak yang memiliki pengalaman memanah sebelum masuk sekolah menengah. Orang yang berpengalaman mengatakan seperti itu.

“Ah, Hasegawa ya. Apa yang salah? Apakah kamu tinggal di sini sampai sekarang? “(Makoto)

“A, iya. Aku, sebelum liburan, ada sesuatu yang harus aku … kamu tahu … “(Hasegawa)

“N? Jika itu untuk mencapai target bukankah telah kamu lakukan dengan benar? “(Makoto)

Jika aku tidak salah, dia mengatakan kepadaku bahwa dia memiliki tujuan seperti itu.

Tapi jika aku ingat benar, dia sudah mencapai tujuannya di bulan Juli, saat dia mengenai target.

Di mataku, itu adalah tembakan kebetulan. Dan itu bukan di tengah tapi hanya menjadi kena.

Meskipun, meski itu kebetulan, itu berarti bahwa dia telah mencapai tingkat di mana dia bisa mencapainya. perkembangannya cepat. Setidaknya dia jauh lebih cepat dariku.

“Bukan, bukan begitu, a ~ … tidak tahukah kamu ?!” (Hasegawa)

“Tentang apa? Aku sama sekali tidak tahu. Aa, apa kamu lupa sesuatu? “(Makoto)

Hasegawa sedikit menganggkat bahunya setelah mendengar kata-kataku.

Gadis itu menundukkan kepalanya ke bawah, rambut hitamnya yang berwarna merah oleh cahaya matahari bergoyang karena angin. Sama seperti saat aku mengajarinya tentang postur tubuh, rambutnya disatukan dengan model kuncir samping.

Sebuah ponytail biasanya akan menjadi satu roman dari pria, tapi kuncir samping juga memiliki arti tersendiri.

Melihat gadis itu dengan gaya rambut yang berbeda, dan membantuku dalam hal baru yang aku alami, aku tanpa sadar mengatakan kepadanya bahwa ‘itu cocok denganmu’.

Setelah itu dia dengan setia selalu datang dengan gaya rambut yang sama membuatku mengingat nama gadis itu.

Aku yang memiliki rambut pendek belum pernah mencobanya sebelumnya tapi dengan rambutnya, bukankah sakit saat dia memasangnya seperti itu?

“Misumi-senpai” (Hasegawa)

Suara gadis itu membawa aku kembali dari mode khayalan aku.

“un? Ada Apa? “(Makoto)

Jika dia ada kesusahan, aku harus membantu mengatasinya. Tentu saja, jika itu berada dalam jangkauan yang bisa aku lakukan. Sebagai senpai aku ingin menunjukkan kepadanya kapasitas aku.

“Aku sangat mengagumimu sejak lama. Aku suka kamu. Tolong jalan bersamaku “(Hasegawa)

“??”

“??”

“??”

Keheningan yang luar biasa. Meski ada suara misa macam geez. Aku tidak bisa merasakan atau mendengarnya.

… Iya?

Apa yang gadis ini katakan?

akuselalumengagumimu?

Akusukakamu?

tolongjalandenganku?

Apa yang aku katakan? Aku bahkan tidak begitu menarik. Aku ingin mengatakan bahwa bagian dalam lebih penting tapi berdasarkan selera orang, tipe orang seperti itu sangat langka. Tingkat seperti itu.

Belajar, hanya di mata pelajaran yang aku suka, sepertinya aku hanya biasa-biasa saja.

Selain panahan, secara fisik. Aku di pertengahan, tidak, tepat di tengah.

Apalagi kohai di depanku mengagumiku, sedikit, sedikit!

Sedikit oke ?!

Namun, di klub, terutama gadis ini, seharusnya tidak memiliki perasaan seperti itu bahkan untukku sekalipun?

“Sen, pai?” (Hasegawa)

Segera setelah pengakuannya, dia mengangkat kepalanya yang diturunkan. Hasegawa menatapku dengan sungguh-sungguh.

Kamu terlihat sedikit lebih ting-, te! Sekarang bukan waktunya untuk itu.

“Tidak, tidak, Tidak. Tunggu, tunggu dulu “(Makoto)

Aku membayangkan situasinya. Untuk dapat memahami skenario ini, aku harus mengajukan sejumlah pertanyaan kepada gadis itu. Pertama, dari yang terpenting.

“Kamu, apa yang Kamu katakan pada hari pertama ketika Kamu mendaftar ke klub, apa itu?” (Makoto)

“Itu?” (Hasegawa)

“Kamu tentu saja menyatakan itu meskipun aku tidak bertanya, bahwa Kamu sudah memiliki pacar bukan? Lalu ada apa? Apakah kamu bilang kamu sudah putus dengan dia ?! “(Makoto)

“Itu, sebelum aku masuk ke klub, teman-temanku memberitahuku tentang Ibuki-senpai. Aku pikir aku harus memiliki beberapa perlindungan jadi aku tidak sengaja … “(Hasegawa)

“Itu bohong ?!” (Makoto)

“Ya” (Hasegawa)

sungguh kata-kata yang menggembirakan! Maksudku, untuk berpikir teman-temannya akan khawatir kemudian berhati-hati saat dia memutuskan untuk bergabung, semua karena teman burukku, Ibuki (air mata)

“Tapi Kamu, ketika aku mencoba memperbaiki postur tubuhmu, Kamu mencoba memukul aku dengan busur lalu ‘Hiaaaa !!!’ atau sesuatu seperti itu dan berteriak dengan keras” (Makoto)

Karena itu agar dia tidak salah paham, aku selalu mengingatkan diriku agar memiliki sedikit sentuhan dengannya.

Awalnya aku menggunakan metode untuk meminta salah satu anggota gadis untuk mengajarinya apa yang aku katakan kepadanya, tapi.

Itu butuh 2 orang jadi aku putuskan itu sangat tidak ada gunanya dan menghentikannya.

jatuh cinta karena itu ?! Tidak, itu tidak mungkin! Jika karena itu aku pasti sudah punya pacar sekarang!

Seberapa tidak populernya aku? Nah, sampai pada titik inilah aku ingin menyegelnya dalam sejarah gelap aku. Seperti itulah bagaimana tidak populernya aku.

Jika aku mengatakannya satu per satu, aku akan berdiri di sini sepanjang hari, jadi aku ingin menahan diriku melakukannya!

“Ya, karena Kamu menyentuhku begitu tiba-tiba Jadi itu tidak sengaja. Senpai datang dari belakangku saat hatiku belum siap … “(Hasegawa)

“A ~ aku mengerti, aku minta maaf. Hei, Hasegawa “(Makoto)

“Ya” (Hasegawa)

“Aku minta maaf, aku tidak berniat pergi bersamamu. Ini mungkin terlihat kuno tapi aku ingin mulai berkencan saat aku jatuh cinta. Itu sebabnya jika Kamu tiba-tiba mengatakannya, aku tidak dapat menerimanya “(Makoto)

Kesempatan ini mungkin tidak datang dua kali tapi, ‘Aku akan menyukainya setelah aku berkencan’, pemikiran seperti itu aku memiliki beberapa penentangan terhadap itu.

Jika aku mencintai seseorang yang akan aku akui dari pihak aku dan kemudian jika dia menerima, aku akan berkencan. Begitulah yang aku suka.

Aku pikir itu bodoh. Ibuki juga banyak bercerita padaku. jika ada gadis yang menyukaimu dan mengaku kepadamu, kenapa Kamu harus menunggu sampai Kamu memiliki perasaan yang sama untuk menerimanya dan menolak semua gadis itu? Apa yang dia katakan

‘Apa yang salah dengan jatuh cinta saat berkencan?’ Kata-kata yang dia katakan padaku, aku pikir mereka benar dan aku memahaminya tapi, tidak peduli apapun, perasaanku tidak bisa menerimanya. Aku bodoh

“Aku tidak mau!” (Hasegawa)

“Eeee ?!” (Makoto)

Ada apa dengan perubahan peristiwa ini?

Ini tidak seperti ingatanku.

“Kalau begitu tidak masalah kan kalau mencobanya dulu! Setelah itu silahkan jatuh cinta denganku! Apakah itu tidak bagus senpai? Ma … Makoto-san! “(Hasegawa) (TN: untuk mengatakan nama depanmu adalah hal yang sangat aneh di Jepang (lol))

Bufuwu !!!

Apa dengan perkembangan dewa seperti ini? game? Game cinta macam apa ini?

Bahkan dengan paham oportunisme ini terlalu berlebihan! Ini terlalu mudah bagi anak laki-laki. Dengan memperhitungkan apa keadaan menjadi seperti ini ?!

Aku sedikit panik.

“H-Hey Hasegawa! Kamu, apakah itu baik-baik saja denganmu ?! “(Makoto)

“Tolong panggil aku Nukumi! Atau apakah kamu … kamu sebenarnya sudah punya cewek lain di hatimu ?! “(Hasegawa)

“Tidak, tidak ada, tapi …” (Makoto)

Itu adalah nada yang sedikit kasar. Ditekan setiap saat adalah sesuatu seperti ini ya.

Selanjutnya ketika aku mencoba memikirkan sedikit dan menurunkan kepalaku, tubuh yang berkembang dengan baik yang bisa aku ceritakan bahkan dengan seragamnya, aku tidak bisa langsung melihatnya.

Penglihatanku bergeser ke dadanya!

Akhirnya aku harus berbicara dengannya sambil menatap langsung ke wajahnya.

“Tidak apa-apa kan ?! Sebuah percobaan, jika setelah itu Kamu menolak ku, aku tidak akan menangis! “(Hasegawa)

Itu bohong! Kamu pasti akan menangis dengan air mata yang mengalir.

Uuhh …

Aku tidak bisa menolaknya.

“Nah, jika Kamu benar-benar baik-baik saja dengan itu. Tapi aku ingin mendengar satu hal dulu. Kenapa Ini terdengar menyedihkan bagiku untuk mengatakannya tapi, apa yang membuatmu jatuh cinta? “(Makoto)

“penampilan senpai menggunakan busur seperti tadi” (Hasegawa)

“Kamu tadi melihatnya ?!” (Makoto)

mengangguk.

“Pertama kali aku melihatnya, saat kau tetap tinggal sebagai yang terakhir pulang, aku  selalu melihatmu” (Hasegawa) (TN: hasegawa yang menakutkan atau hanya pikiranku?)

“… lalu?” (Makoto)

“Aku pikir itu sangat indah. Saat itu, tidak hanya di klub, tanpa ketertarikan pada hal lain, aku berlatih dengan busur setiap hari. Untuk masuk kesini aku mencoba yang terbaik sehingga ketika aku melewati ini, tujuanku tiba-tiba lenyap “(Hasegawa)

“??” (Makoto)

“Lalu, melihat sosok senpai beberapa kali aku …” (Hasegawa)

“Kamu sering memperhatikan aku?” (Makoto)

Aku bahkan tidak menyadarinya. Betapa cerobohnya aku.

“Aku mulai berpikir bahwa aku ingin tahu lebih banyak tentang orang ini. Karena itulah aku memasuki klub panahan “(Hasegawa)

Jadi sejak awal. Kesenangan pribadiku setelah pelatihan terlihat dan terlebih lagi oleh seseorang yang bahkan bukan anggota. Mulai sekarang aku akan menahan diri, tidak bisa melakukannya sembarangan. Mari kita lebih waspada terhadap lingkungan sekitar mulai dari sekarang.

“Untuk memberitahumu setelah aku bergabung adalah … tidak bagus lagi jadi…” (Hasegawa)

“Aku, aku mengerti. Terima kasih Hasegawa. Aku sedikit senang “(Makoto)

Aku menghentikan gadis itu yang mencoba melanjutkan, dengan ucapan syukur. Dia merasakan sesuatu untukku setelah melihatku menggunakan busur, ini adalah pertama kalinya aku mendengar kabar itu dari seorang gadis dari generasiku sendiri.

“Nu.Ku.Mi des!” (Hasegawa)

“Maafkan aku. Ini bukan sesuatu yang bisa diperbaiki dengan usaha. Untuk sekarang mohon maafkan aku Dan untuk hari ini pulang saja. Sudah larut dan gelap. Stasiunnya dekat dengan sini jadi seharusnya kamu baik-baik saja kan? “(Makoto)

Tidak masalah sebenarnya jika aku mengatakan bahwa aku akan menemaninya di sana tapi seperti yang diharapkan, aku tidak dapat mengatakannya.

“A, iya! Entah bagaimana, setelah mengatakan itu aku merasa segar kembali. Senpai, di liburan musim panas mari bermain dengan takdir oke? “(Hasegawa)

“Ya. Aku menantikan itu “(Makoto)

Aku melambai padanya. Tiba-tiba aku merasakan perasaan berderit dan tidak nyaman. Aku merasa seolah ada sesuatu di dalam diriku yang berteriak keras.

Aku telah mengaku ‘untuk’ untuk pertama kalinya dalam hidup aku, sebuah event yang sangat penting. Di tengah melihat dia pergi,aku merasa agak aneh, tidak, ini aneh.

Yah aku belum ‘melakukannya sendiri’. Untuk sekarang. (TN: dia mengacu pada pengakuan)

“Wa ~ aku kaget. Untuk berpikir ini akan terjadi padaku dalam hidupku “(Makoto)

Memakai sepatuku aku memutuskan untuk akhirnya meninggalkan dojo.

“Kamu pulang larut sekali misumi”

Di tempat itu.

“Higashi” (Makoto)

Teman sekelas yang menurutku kemungkinan besar akan menjadi kapten.

Dengan punggungnya yang berskamur ke dinding, dia menatapku dengan ekspresi yang cukup canggung.

“Ini agak mengejutkan. Misumi mulai melangkah juga “(Higashi)

“Y, ya” (Makoto)

Aku dan Higashi Azuma. Dari gerbang sekolah aku menemani Higashi dalam perjalanan pulang.

Tanpa keraguan ia melihat peristiwa perubahan hidupnya yang terjadi sekarang.

Aku merasa bahwa Higashi sangat gugup, tidak diragukan lagi.

Pada saat seperti ini apa yang harus kubicarakan, aku sungguh tidak tahu.

“Aku tidak berpikir aku akan menyaksikan kejadian seperti itu. Ketika aku melihat orang-orang dari klub, itu bukan sesuatu yang mustahil tapi … “(Higashi)

Sambil tersenyum pahit Higashi menatapku. Tinggi matanya seharusnya sama dengan milikku, namun rasanya aku sedikit lebih tinggi sekarang. Aku masih remaja aku jadi aku masih punya ruang kan ?!

“Tapi, aku minta maaf! Aku tidak mengharapkan situasi seperti itu terjadi padamu! Bukannya aku datang ke sini karena tahu itu akan terjadi jadi aku benar-benar minta maaf! “(Higashi)

“Apa yang mengganggumu terasa sangat kasar. Meski sakit rasanya aku tidak bisa mengatakan apapun terhadap hal itu! “(Makoto)

Mu ~ aku mengerang.

Sekarang aku memikirkannya.

Higashi pasti punya sesuatu untuk diajak bicara kepadaku karena dia menungguku di sini. Dia bukan tipe yang memulai percakapan dengan orang lain.

Dia memiliki kepribadian seperti anak laki-laki yang jujur. Bukan hanya karena itu tapi mudah untuk berbicara dengannya.

Ini adalah jenis yang membuat iri yang membuatnya populer bagi pria dan wanita.

Kalaupun aku bilang begitu, tubuhnya tidak kurus namun memiliki gaya hidup sehat dan juga membuat aku berpikir bahwa dia terlihat feminin. Abaikan Hasegawa yang dewasa sebelum waktunya. Aku mohon, bagikan beberapa tinggimu denganku.

Nah itu tidak seperti yang lebih besar lebih baik.

Gaya yang bagus dan proporsinya berada pada level yang tepat memberinya nilai sempurna adalah apa yang aku pikirkan.

Di dalam diriku, Higashi terlihat sebagai gadis yang atraktif. Jika ada rangking teman cewek ideal, di dalam sekolah dia pasti akan berada di puncak.

Omong-omong, ada peringkat ane-sama yang sebenarnya rahasia (TL: older sis) dan dia menempati posisi kedua. Bahwa ada banyak tahun ketiga yang berpartisipasi juga adalah bagian yang mengerikan.

Untuk membuat bahkan para senpai mendambakannya, hehe, mari kita cukupkan disini.

“Baiklah, tidak apa-apa. lalu? Tidakkah kamu mempunyai urusan denganku? “(Makoto)

Umu? Tunggu sebentar. jika dia juga punya urusan, mungkinkah?

Sekali lagi aku bertemu dengan suatu gagasan. Aku tidak bisa melihatnya.

“yah , yaa” (Higashi)

Suara Higashi yang sepertinya agak ragu. Nada suaranya juga satu tingkat lebih rendah. Lalu mungkinkah apa yang aku pikirkan ?!

“Apakah Kamu juga melihat aku saat aku melakukan ‘hit di tengah’ sendirian ?!” (Makoto)

“Ha?! kenapa begitu tiba-tiba? Yah aku telah melihatnya sih “(Higashi)

“Gupooo, aku pikir tidak ada yang melihatnya” (Makoto)

Aku sangat menderita. Aku memegang kepalaku dengan kedua tangan.

Itu adalah waktu rahasiaku. Untuk alasan itu aku menerima untuk membersihkan semuanya setelah semua orang pergi !!

Situasi macam apa ini  !!

Higashi membuat wajah seperti ‘ada apa dengan reaksi itu setelah sekian lama’

Aku menggeliat lagi !! Aku jatuh dalam rasa sakit!

“Well, sesekali. Dan tidak seperti Kamu menutup dojo sehingga tidak ada yang berpikir itu rahasia “(Higashi)

“Tapi, dojo panahan ada di pinggiran sekolah kamu tahu? Saat kegiatan klub selesai dan semua orang pulang, seharusnya tidak ada yang tersisa ?! “(Makoto)

“Jika seseorang lupa sesuatu, itu akan langsung ketahuan” (Higashi)

“Aku sudah memastikan tidak ada hal seperti itu sebelum aku mulai jadi tidak ada masalah” (Makoto)

“Mengapa Kamu berbicara seperti anak manja? Bahkan jika tidak ada hal seperti itu, ada orang yang akan datang serta berpikir begitu kan? Lebih seperti, begitulah yang terjadi denganku “(Higashi)

“Apakah ingatanmu baik-baik saja ?!” (Makoto)

“Yah aku juga kan manusia” (Higashi)

Wu wu, aku merasa seperti aku telah benar-benar dikalahkan.

“Aku akan melanjutkan pembicaraan oke?” (Higashi)

Higashi-san terlihat seperti mengasihani aku.

Tidak apa-apa, teruskan apa yang ingin Kamu katakan.

Aku menyerah dan mengangguk. Saat pulang ke rumah aku akan memulai memainkan game baru. Akan baik jika itu bisa menyembuhkanku.

“Hari ini, sebelum memulai aktivitas klub. Senpai ‘memanggil aku dan mengatakan kepada aku apakah aku ingin menjadi kapten berikutnya “(Higashi)

“Dan?” (Makoto)

Apa yang dia coba katakan padaku? Lebih seperti, semua orang berpikir Kamu adalah kandidat nomor satu kamu tahu?

“Dan?! Tidak bisakah kamu memiliki reaksi yang sedikit lebih dari itu ?! “(Higashi)

“E?” (Makoto)

Kali ini giliran Higashi yang menjadi bingung. Aku tidak benar-benar mencoba untuk mengacaukannya jadi aku menjawab dengan jujur ​​padanya. Karena aku tahu dia serius berbicara.

Sama dengan seberapa buruk wajah ku (mengatakan ini terasa sangat asin) aku adalah sabuk hitam saat membaca mood.

“Izinkan aku bertanya dengan cara lain. Selain Kamu, siapa lagi yang bisa? “(Makoto)

“E, a, nah, umm, kamu mungkin?” (Higashi)

Di sana dia tiba-tiba menyerangku aku yang berada di luar jangkauan.

“Kamu tahu, aku tidak akan tampil di turnamen. Aku tidak akan melakukan pertandingan eksternal, apa yang akan terjadi pada orang-orang terbaik di klub kami? Apalagi klub ini selalu disokong oleh wanita “(Makoto)

Benar. Selain fakta bahwa aku tidak akan berpartisipasi dalam pertandingan, di klub kami karena alasan tertentu kaptennya selalu wanita.

“Kamu mengatakan itu tapi aku pikir Kamu bisa membatalkan janjimu itu” (Higashi)

“Hei hei” (Makoto)

“Selain itu, yang paling dihormati di klub mungkin Kamu” (Higashi)

“Hei hei hey!” (Makoto)

Apa itu, Higashi hari ini sangat negatif.

Bagi orang yang riang yang bisa mematahkan bambu menjadi dua, gadis itu, ini benar-benar tidak biasa.

“Itu karena senpai tidak tahu kemampuan sejatimu. Aku mencoba untuk merekomendasikanmu tapi pada akhirnya mereka mengatakan bahwa mereka ingin aku yang melakukannya “(Higashi)

Rekomendasi berbahaya apa yang sedang Kamu lakukan? Pembahasan semacam itu tidak pernah dibicarakan oleh anee-sama dan yang lain (TN: gadis yang lebih tua) jadi aku yakin itu tidak akan terjadi.

Untuk berpikir itu adalah kesempatan setipis kertas. Hidup bermalas malasan.

Apakah itu imajinasiku, aku bisa mendengar keringat dinginku mengalir turun.

Kami berdua yang sedang berjalan bersama sekarang berada di tengah bukit yang panjang. Saat kita selesai menyeberang ini kita sampai di area pasar. Ada banyak orang yang lewat tapi kami satu-satunya orang yang kembali dari sekolah saat ini.

“Hei” (Higashi)

Higashi, mengatakan itu dan dia membalikkan wajahnya padaku.

Saat aku berbalik untuk menanggapinya, dia memegang kedua lenganku erat-erat di siku dengan kedua tangannya dan Higashi membalikkan tubuhku untuk menghadapnya.

Tentu saja, kita saling berhadapan.

Aku merasa bahwa kekuatan kedua tangan yang menahan aku sedikit melemah.

“Misumi. Maukah kamu menjadi kapten? “(Higashi)

“Higashi, aku tidak bisa melakukan itu. Seperti yang kupikirkan, semua orang di klub juga berpikir bahwa Kamu akan menjadi kapten, kami pikir Kamu bisa “(Makoto)

“Itu, kalau Misumi hanya menunjukkan kemampuan di depan semua orang, itu pasti baik-baik saja! Jika Kamu menunjukkan kepada mereka bagaimana Kamu bisa menusuk panah sebelumnya dengan yang lain mereka semua akan menjadi setuju! “(Higashi)

“Higashi!” (Makoto)

Aku bingung dengan apa yang harus aku lakukan tapi aku melepaskan tangan gadis yang memegangku dan sebaliknya aku memegang kedua bahunya.

Tubuh gadis itu sedikit gemetar, saat aku memeluknya, dia gemetar berat dan kemudian berhenti. Matanya tampak sedikit mendung.

akungnya, aku tidak bisa memilih kata-kata yang ingin dia dengar. Higashi memiliki kapasitas untuk menjadi kapten sudah itu jelas. Karena itulah aku harus memberinya kepercayaan diri.

“Ini mungkin terdengar biasa-biasa saja tapi, aku tahu Kamu bisa melakukannya. Orang-orang di sekitarmu pasti akan bekerja sama juga. Tidak, aku akan membuat mereka melakukannya! Bagaimanapun, Kamu, coba lakukan yang terbaik saja? “(Makoto)

“Benarkah?” (Higashi)

Apakah dia takut? Aku sama sekali tidak pernah meneriaki Higashi. Lebih seperti, dia sangat bagus sehingga tidak perlu lagi.  Disamping dia merupakan Seseorang yang asyik.

Benar, gadis ini tidak pernah menunjukkan sisi lemahnya padaku. Itu sebabnya melihat Higashi seperti ini di depanku agak sulit bagiku.

“Ya, aku jamin. Tentu saja, aku juga akan membantu “(Makoto)

“Kalau begitu, maukah kamu menjadi wakil kapten?” (Higashi)

“A ~ tentu saja aku bi- Ha ?!” (Makoto)

“Kamu akan melakukannya benar?” (Higashi)

Apakah aku sudah siap?

Apakah aku … ditipu?

Tidak, kita berbicara tentang Higashi. Ini pasti bagaimana perasaannya yang sebenarnya.

Aku merasa tidak dapat menolak sama sekali. Untuk menolak di sini adalah seperti mencoba menolak permintaan para raja dan terjebak dalam lingkaran tak terbatas, tingkat yang tidak mungkin!

“Itu curang ~ Ya ya, aku akan melakukannya, wakil kapten. Dalam tahun-tahun yang akan datang, tolong jaga aku, pemimpin masa depan “(Makoto)

“Heee ~ maka tidak apa-apa jika aku bertanya satu hal lagi?” (Higashi)

Dengan matanya yang masih mendung dia menunjukkan senyuman padaku.

berderit Sekali lagi sesuatu seperti itu …

Alarm berdering. Dan itu bahkan lebih kuat dari sebelumnya. Apa ini?

“Hei, jalanlah bersamaku” (Higashi)

“A ~ iya iya Tunggu, waaaa ?! “(Makoto)

“Aha! Ini bagus untuk dicoba. Tolong urus aku, pacarku ~ ♫ “(Higashi)

“Wa wa wa wa” (Makoto)

“Apa ~ itu ~?” (Higashi)

“Jangan ‘apa itu?’ Aku! Kamu lihat kan ?! “(Makoto)

kejadian dimana aku ditembak.

Jawaban dari aku yang tidak keren dan ‘hasil’nya itu.

“Yeah” (Higashi)

Dia memberiku jawaban yang sangat membosankan.

Aku tidak tahu, Higashi semacam ini belum pernah aku lihat sebelumnya. Ini adalah jenis ‘feminim’ yang dimunculkan Higashi.

“Tapi kamu dalam masa percobaan dengan Hasegawa kan? Aku tidak keberatan Kamu tahu? “(Higashi)

“Wa ?!” (Makoto)

Ini seperti mengatakan bahwa aku bisa memiliki dua-duanya.

Higashi? kohai yang juga menembakku dan dia berada di klub yang sama?

Creak, berderit.

Aku merasakan sakit seperti ada yang menusuk-nusuk dalam pikiranku dan alarm yang berlanjut seolah menemani itu.

Ini salah. Ini bukan Higashi.

“Hal seperti ini tidak pernah terjadi dalam kenyataan!” (Makoto)

Juga. Perasaan yang sama seperti diawasi yang aku rasakan di dojo. Tapi ada yang berbeda!

“Jangan terlalu memikirkannya. Aku dan gadis itu boleh kamu coba. Kamu bisa dengan bebas mencicipinya dan kemudian memilih yang Kamu sukai. Aku, jika itu Misumi aku baik-baik saja dan menjadi orang kedua kamu tahu? “(Higashi)

Dengan wajah menyegarkan, Higashi dengan lembut melangkah maju. menuju tempatku serta Tangannya diletakkan di atas dadaku. Apakah dia sedikit menekuk lututnya, wajahnya menempel di pipiku.

Kreak! Kreak! Kreak! Kreak!

Ya, ini salah!

Aroma rambut Higashi menanamkan hasrat pada diriku. Tapi!!

Ini salah! Itu bukan ‘seperti’ ini!

Pada kenyataannya.

Dalam kenangan di dalam diriku!

Itu adalah sesuatu yang telah meninggalkan kenangan yang jauh lebih buruk.

Kreak. Rasa sakit dari alarm berkurang. Sebagai gantinya, sekelilingku mulai melemah. Apakah ini karena air mata? Bukan itu bukan itu!

Itu adalah kenangan yang berat tapi masih penting untukku! Itu, bukanlah hal bodoh seperti ini !!

Hasegawa dan Higashi.

Mereka keras kepala, tapi mereka tidak teguh mengenai hal ini! Dua orang yang telah aku sakiti!

Itu sebabnya ini …

Kepalaku mulai terketuk. Alarm terus berlanjut. Tapi itu lemah. Itu benar, alarm itu adalah realitaku.

“Ini bukan kenyataan milikku” (Makoto)

Walaupun aku lemah, aku malu dengan aku yang dipermainkan sampai saat ini.

Bagi aku yang menginginkan kedua orang ini, melakukan permainan bodoh semacam ini, aku merasa malu.

Air mata yang mengalir dari penyesalanku, aku menghapusnya dengan lengan bajuku.

Dunia yang sangat berat.

Berpikir kalau ini adalah ilusi.

Aku yang sudah mengerti situasinya sekarang dan melihat dunia di sekitarku sekali lagi.

Itu aku, aku di dalam kabut yang sangat tebal.

“Itu bukan tingkat fatamorgana. Sialan, sialan itu !! “(Makoto)

Jika aku sedikit ceroboh aku pasti akan ditelan oleh ilusi itu lagi. Mungkin dengan keinginan duniawi, yang mana orang lain yang tidak dapat aku temui lagi akankah aku menodai mereka?

Hal seperti itu, aku tidak ingin melihatnya lagi. Aku tidak akan bisa menerimanya.

Tapi sebelum aku memikirkan cara yang jelas untuk keluar dari sini. Aku harus memukul dinding dunia kecil ini setidaknya sekali atau hatiku tidak akan tenang.

Aku harus menghapus penyesalan dan kesedihan ini. Tidak, aku tidak bisa pergi tanpa melakukannya.

“Shin, terima kasih telah mengingatkan aku pada kesedihanku” (Makoto)

Tanpa usaha aku menemukan dinding. Dinding yang menutupiku dalam kabut tebal ini.

Maafkan aku Ibuki Teman burukku yang penting, Aku selalu ingin memberi tahu Kamu sesuatu dan karena ketidaksabaranku, aku tidak dapat memberi tahumu.

Tapi ini adalah dunia lain. Seperti berbicara dengan bahasa asing, untuk mengatakannya disini sama saja dengan mengatakanpada sumur atau rongga pohon tidak akan menjadi masalah kan?

Temanku di dunia sebelumnya, tindakannya setelah melihat wajah memalukanku, melayang di dalam pikiranku.

Tentu saja, aku yang terlalu malu untuk mengatakan apa pun membuatnya seolah-olah dia salah, wajahku yang ingin aku pukul ‘juga’ muncul di dalam diri aku.

“bagaimanapun, kau …!” (Makoto)

Hasratku sedikit mendingin jadi aku membisikkan aria brid beberapa kali.

“Memanggil gadis-gadis yang lain !!” (Makoto)

cahaya merah berputar dan menyelimuti tangan kananku dan membentuk bola. Mungkin hanya imajinasiku tapi aku merasa bahwa kekuatan ini jauh lebih tinggi daripada terakhir kali aku gunakan.

Ini kemungkinan besar karena keteganganku !!

Aku berdiri tegak di permukaan dengan kaki kiriku seolah-olah coba dijatuhkan.

aku menembak lurus mengikuti sebuah manga tinju sebagai referensi!

Di tanganku aku membawa bola api!

“Aku sudah bosan dengan bualanmu, Ibukiiii !!!” (Makoto)

Untuk teman klubku, kepada temanku Ibuki yang telah menerima sangat banyak talenta dari surga, bersamaan dengan semua ketidakpuasanku, aku dengan segenap kekuatanku memukul dinding !!

Penjelasan:

Ya, bab ini mungkin tidak begitu jelas dan terlihat menjadi ‘misterius’ karena masa lalu MC. Jadi apa yang terjadi pada kenyataannya kita belum tahu.

Tapi yang terjadi di sini pasti BENAR-BENAR, BENAR-BENAR dekat dengan kenyataan. Misalnya: bagian yang dia tiru menjadi wakil kapten atau saat dia menembak. Mungkin semuanya benar kecuali bagian-bagian yang bahkan setelah ditolak mereka masih terus menyerang.

Sekarang hubungan Ibuki dan MC menunjukkan tiap orang mempunyai masalah. Ibuki adalah teman buruk MC. Dia menertawakan kesengsaraan MC setiap kali mendapat kesempatan. Dia juga seorang wanita dan sangat berbakat sehingga MC tidak menyukainya.

————————– bersambung —————————-