tgm1

Chapter 10 – pemukiman hyuman masih tetap jauh

2 hari setelah itu. Bagaimanapun, sepanjang hari terasa begitu penuh sehingga aku merasa seperti ingin muntah. aku menyadari bahwa kehidupan SMAku penuh dengan kedamaian dan ketenangan.

Orc dataran tinggi sepertinya sudah beradaptasi dengan Asora. Pada siang hari aku istirahat dan makan, malamnya aku melakukannya juga, aku juga menanyakan keadaan terkini dan situasi dari Ema-san dan yang lainnya.

Tidak ada masalah dalam semua kebutuhan sehari-hari, mereka sangat bersyukur. Aku sendiri belum melakukan apapun.

Shin tampaknya serius mencoba membuat TV.

Dia mencoba membuat perangkat yang bisa memproyeksikan kenangan. Di saat kita beristirahat di Asora, dia mengerutkan pikirannya dan berpikir.

Hal-hal seperti rekaman, HDD dan DVD yang luar biasa, dia memiliki beberapa gagasan tentang mereka dan dengan segera dia mengambilnya. Itu adalah kristal transparan yang tampak seperti itu memiliki nama tersendiri. Aku bisa merasakan bahwa itu jelas kelas tinggi.

Kemampuannya bertindak untuk beberapa alasan membuat aku mendapat firasat buruk untuk masa depan.

Omong-omong, apakah ingatan orang itu sesuatu yang bisa diubah menjadi gambar yang jelas? Dengan pertanyaan itu, aku bertanya kepada Shin tapi.

Shin mengatakan bahwa benda yang disebut ‘kenangan’, orang hanya melupakan tempat mereka meletakkannya, kenangan yang direkam itu sendiri tidak akan memburuk.

Jadi itu berarti hanya dia yang bisa ikut campur di daerah yang kenangannya belum hilang.

Mungkin saja dia menarik kembali kenangan yang bahkan terlupakan orang itu sendiri. Betapa bergunanya kekuatan yang dimilikinya.

Akulah penguasa yang mengendalikan kekuatan ini, Shin. aku telah mencegahnya untuk mengintip kapan pun dia mau, aku harus berbahagia karenanya.

Dari semua itu, saya memikirkan gunung berapi yang akan segera kami datangi.

Sepertinya ada dwarf di sana.

Akhirnya tipe humanoid.

Shin sekarang juga dalam bentuk humanoid.

Jika memang itu yang aku bayangkan, mereka pasti akan memiliki jenggot lebat dan menjadi pandai besi. Jika memang benar, aku merasa Shin akan meminta mereka untuk membuatkannya katana. Aku kasihan dengan mereka.

Melihat Orc dataran tinggi yang diperintahkan olehnya dan mencoba yang terbaik untuk menjahit kimono untuknya, aku merasa ingin menangis.

Rencana Shin untuk meningkatkan populasi yang pernah aku dengar sebelumnya.

Jika kita terus seperti ini, pada saat kita keluar dari ujung dunia, aku memiliki kegelisahan bahwa kita akan berakhir dengan sekumpulan tentara dari ras di ujung dunia.

Tempat ini bukan hanya daerah yang terkenal tapi juga mencakup rasio yang baik dari dunia, sebuah gurun yang disebut ujungnya.

Di lingkungan kasar inilah tinggal binatang iblis brutal atau setengah manusia yang memiliki satu atau dua keganjilan.

Setiap ras di sini terbiasa untuk tinggal di sini dan kekuatan tempur mereka berada pada batas ysng cukup tinggi. Jika kita menggunakan mereka keseimbangan kekuatan dunia akan hancur.

“yah, dengan mempertimbangkan bahwa dwarf menggunakan gunung berapi sebagai markas mereka, aku pikir mungkin tidak akan ada masalah. aku hanya harus mengabaikan bendera pertempuran dan melakukan yang terbaik yang aku bisa “(Makoto)

Kami telah sampai pada titik ini dan orang-orang dwarf tidak meminta untuk diselamatkan. Dan tempat tinggal mereka adalah gunung berapi, ya, tempat yang pas. Seharusnya tidak masalah, seharusnya baik-baik saja.

Shin mungkin melakukan sesuatu tapi jujur, tanpa sinyal atau semacamnya, aku akan merasakan suatu benjolan di tubuhku tidak tahu kenapa.

Gadis yang bercerita tentang sebuah kota fatamorgana dan drama zaman dulu, dan banyak hal lain yang dia ingin lakukan, aku hanya tidak memiliki energi untuk menghentikannya.

Anyways, sekarang aku dalam keadaan meraba-raba sekitar. aku tidak memiliki tujuan lagi setelah mencapai pemukiman manusia.

Bahkan jika aku tinggal di Asora, yang aku lakukan pada dasarnya adalah melatih dan mengkonfirmasi keseimbangan dari kekuatanku.

Aku benar-benar terpuruk.

Kekuatan dengan menggunakan diriku sebagai pusat dan menciptakan suatu daerah, aku terus memeriksanya dengan cara yang benar.

Seperti yang diharapkan ruang lingkup dan kekuatan yang bekerja berada dalam proporsi terbalik. Dan kemudian, saat mengaktifkannya maryoku di sekitar tetap tidak berubah. Bahkan Shin pun tak bisa merasakan saat aku mengaktifkannya.

Tipuan yang luar biasa, bukankah ini cheat. Aku akan mengatakannya berapa kali, seperti yang diharapkan dari salah satu dewiku, yang mengambil seluruh energinya dan dengan murah hati memberikannya kepadaku.

Pada kenyataannya, aku telah memanggil orc yang telah terluka, menciptakan area kecil yang sesuai dengan dua orang dan memberikan efek penyembuhan untuknya. Aku bisa melihat luka itu hilang di depan mataku. Efektivitasnya lebih baik dari perkiraanku.

Ketika aku membuatnya jadi area hanya menutupiku, aku bisa memberikannya efek tambahan dan memotong sebatang pohon dengan pisau. Tanpa melakukannya dengan benar, pepohonan dan semak di daerah itu dipotong seperti mentega.

Menambahkan perangkat tambahan menggunakan maryoku-ku bisa menghentikan pedang prajurit orc dataran tinggi hanya dengan tanganku. Peningkatan yang menggunakan maryoku memiliki afinitas yang baik di tubuhku, rasanya sangat nyaman untuk menggunakannya.

Untuk saat ini aku memutuskan untuk menyebutnya ‘Sakai’ (TL: Field) saat aku menggunakannya.

Saat ini aku hanya bisa menyebarkannya ke satu bagian tubuhku. Artinya kalau menggunakannya untuk serangan langsung maka akan ada keterbatasan untuk itu.

Aku suka ini, menambahkannya pada alat juga tidak masalah.

Aku ingin mendapatkan senjata.

Bahkan jika aku mengatakan itu, itu hanya beberapa busur yang dibuat dengan terburu-buru dan belati untuk tanda seremonial saja.

Sepertinya Orc tidak banyak menggunakan busur, jadi desa mereka hanya bisa minta maaf untuk busur tersebut.

Itu lebih baik daripada tidak sama sekali, aku dengan penuh syukur mengambilnya. Itu adalah busur yang bisa aku gunakan jika aku menahannya diri saat menariknya sehingga itu masih berguna.

brid yang aku gunakan di Shin, aku telah lama melatihnya dan jika aku harus menggunakannya sebagai senjata maka aku akan melakukannya. Mungkin itu karena aku sudah mulai mengerti arti di balik aria dalam mantra tapi aku merasa bahwa efek dari latihan ini telah meningkat.

Mungkinkah ‘pemahaman’ yang diberikan oleh bug itu lebih bermanfaat daripada yang aku duga?

Ketika aku mencoba bertanya kepada orang yang mengajari aku sihir, Ema, dia mengatakan kepadaku bahwa dia hanya mengucapkan kata-kata yang telah ditentukan sebelumnya dan dia tidak mengerti artinya. Namun aku bisa memahaminya, ada kemungkinan itu karena kekuatan ‘pemahaman’ yang diberikan oleh dewi itu kepadaku.

Dari benda-benda yang aku terima dari orc, selain busur, adalah belati yang mereka minta agar aku memilikinya terasa seperti barang tingkat tinggi.

Benda itu penuh dengan hiasan yang jelas tidak dibuat oleh Orc.

Belati itu bukan sekedar membiaskan tapi juga belati yang jelas terbuat dari logam yang memiliki transparansi tinggi. Saat aku mengarahkannya ke sinar matahari itu indah sekali.

Pegangan dan pisau terbuat dari bahan berkualitas. logam ini terasa nyaman di tanganku dan jika itu adalah batu, dalam hal-hal yang aku tahu aku belum pernah melihat yang seindah itu. Mereka sepertinya merupakan bahan misterius.

Melihat disain, ornamen dan corak yang diukir pada belati, panjang keseluruhan belati itu akan menjadi 15cm. Bagian ujungnya dari depan sampai belakang 30cm atau lebih.

Mereka mengatakan kepadaku bahwa itu untuk upacara atau sejenisnya jadi mungkin itu adalah belati seremonial. Ini pasti yang mereka sebut pisau Athame.

Kemampuan pemotongannya juga cukup bagus sehingga aku memutuskan untuk menggunakannya dalam pertempuran jarak dekat. Meskipun aku agak ragu untuk mengayunkannya dengan segenap kekuatanku. Dengan pola dan desainnya, itu adalah karya seni yang indah.

Sarung itu transparan dan sepertinya terbuat dari bahan berwarna putih, di bagian ini aku juga bisa melihat adanya kemampuan  yang bagus dalam mengolahnya. Aku pikir itu mungkin terbuat dari tulang atau sesuatu yang mirip dengan itu.

Untuk belati yang biasanya digunakan, itu benar-benar dibuat dengan baik, aku mungkin menyebutnya belati seremonial tapi memiliki fungsi yang cukup praktis. Pada saat dibutuhkan aku bahkan bisa mengubahnya menjadi uang jadi aku harus merawatnya dengan baik.

“Untuk saat ini aku hanya harus bergerak serta bekerja sama dengan Shin. Masalahnya adalah apa yang akan aku lakukan setelah aku bertemu dengan hyumans dan melihat dunia ini “(Makoto)

Aku memutar-mutar telunjuk tangan kananku . Di ujungnya ada bola dengan 4 warna merah, biru tua dan kuning yang berputar dengan itu.

Aku mencoba menggabungkan segala macam unsur ke dalam brid dan memproduksinya.

Yah, ini benar-benar memiliki berbagai kegunaan.

Brid awalnya adalah bola api yang digunakan untuk melempar lawan tapi aku mencoba menempatkan sesuatu seperti menyebar seperti buckshot. Ketika aku mengatur ulang aria itu, itu menjadi keterampilan yang sama sekali berbeda.

Hanya dengan mengotak-atik efek brid dan prosesnya, aku bisa mengubahnya menjadi keterampilan menarik yang aku inginkan.

Bisa seperti sifat dai aritmatika dalam fondasinya atau semacamnya.

Dalam beberapa hari ini aku tidak mempunyai sesuatu untuk dilakukan, aku belajar sihir sepanjang waktu dan ada formula umum untuk light dan brid.

aku memikirkan ini beberapa waktu yang lalu, jika esensi aria itu adalah untuk memanggil api maka light akan memanggil cahaya , menurutku. Padahal, biarpun aku mengubah aria ‘api’ menjadi ‘light’ itu tidak berubah menjadi light. Pasti aku masih memiliki lebih banyak yang perlu aku pahami.

Dasar-dasar aria dalam penyembuhan sihir belum diajarkan kepadaku jadi aku belum mencobanya, tapi jika seperti ini, aku mungkin bisa mengubah penyembuhan menjadi detoksifikasi.

Aku yakin bahwa aria sihir sudah tetap dan seperti kehidupan sihir jadi aku agak takut untuk mencobanya tapi ini adalah hasil yang membahagiakan.

Untuk mendapatkan ide dalam formula dan mengendalikannya membuatku merasa nyaman. Di duniaku sebelumnya, aku tidak ahli dalam bidang sains tapi kita tidak tahu apa yang akan menarik minatmu di masa depan.

Untuk melihat hasil karyamu oleh matamu sendiri adalah hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Alangkah baiknya jika aku seperti ini di sekolah dulu.

Ups, yang tersisa hanya warna biru dan kemudian menghilang. Apakah urutannya kuning, merah dan hitam?

Elemen hijau untuk angin, aku tidak bisa menciptakannya sama sekali. Sepertinya kompatibilitasku dengan angin adalah yang terburuk. Tapi unsur (atau setidaknya saya pikir itu) dari petir, aku juga tidak bisa mengendalikannya dengan baik.

aku memeriksa kesesuaianku pada elemen dan nampaknya yang nomor satu berwarna biru. Unsur air. Berikutnya adalah hitam, elemen kegelapan. Lalu api dan petir terakhir. Dalam hal petir aku bisa merasakan kalau aku bisa sedikit menggunakannya tapi untuk menggunakannya dengan mudah masih jauh jalannya.

Ada juga beberapa lainnya tapi air itu nomor satu tidak ada keraguan.

Memo, memo, Bahkan jika maryoku-ku adalah cheat sepertinya kompatibilitas elemenku bukanlah cheat.

Di Asora aku melewati hari-hariku di tenda sambil mempraktikkan sihirku.

Ketika aku pikir aku akan membantu para orc, Shin menghentikanku dan sekarang aku tidak melakukan apapun untuk dilakukan!

Tch … hari ini aku akan mencari alasan dan bebas!

Aku telah ditetapkan sebagai tuan tanah feodal disini tapi aku tidak cocok menjadi tipe yang mengabaikan kelas bawah.

Apalagi rumah-rumah masih dalam konstruksi dan kita sekarang tinggal di tenda. Aku bahkan tidak bisa terlihat seperti hidup dengan bergaya.

Orc dataran tinggi telah membawa seluruh desa mereka bersama mereka sehingga tidak termasuk rumah yang rusak, setiap orang memiliki rumah sendiri. Hanya Shin dan aku yang harus tinggal di tenda.

Di tenda yang aku masuki, entah kenapa ada foto serial dan proyeksi drama zaman dulu di mana-mana. Ini pasti adalah perbuatan Shin.

“N?” (Makoto)

namun.

Ada beberapa gambar yang tidak memiliki hubungan apapun dengan drama zaman dulu.

“Gambar keluargaku ya” (Makoto)

Foto keluarga Misumi.

Itu adalah gambar yang diambil di pintu masuk. aku ingat bahwa ayah setiap tahun akan selalu membuat masalah hanya  untuk mengambilnya. Kami akhirnya bisa mengambil satu.

Kenyataannya, mereka bahkan tidak membiarkan kita pergi bersama teman kita di Malam natal dan tahun Baru. Itu adalah peristiwa yang membuat kita bingung. Nah, ibu juga bisa dihitung dalam hal ini.

‘Jika Kamu ingin pergi keluar maka mintalah temanmu datang ke rumah ini’ adalah apa yang mereka katakan.  seperti itu rasanya saat bulan Januari dan di hari Natal. Wa wa, sangat nostalgia.

Kami berbaris dalam urutan, dari kiri itu adalah ayah, Yukiko-neesan, di tengah adikku Shinri, aku dan ibu.

Ini yang terbaru. Gambar yang diambil tahun ini.

“Aku mengerti, ini tidak akan pernah bertambah lagi. Ini foto terakhir ya “(Makoto)

Ini buruk. Aku pikir aku telah mengakhiri ini.

Bahkan jika menurutku kemauanku sendiri rendah.

aku bisa mengerti bahwa manusia itu tidak hidup sendiri.

Berpikir tentang orang-orang di sekitarku dan masa depan yang akan datang, aku bisa merasakan perasaan menyesal yang terus berlanjut mengalir di dalam diriku.

Keluargaku secara khusus, teman-temanku di sekolah, teman-temanku di klub.

“Berhenti berhenti! Pemikiran seperti ini tidak baik “(Makoto)

Tidak ada artinya untuk memikirkannya. Aku hanya akan menekan diriku sendiri.

Tidak, tunggu sebentar.

Aku mengerti. Jika aku bisa mendapatkan gambaran keluargaku seperti ini.

“Ini akan menarik untuk menggunakan gambar ini untuk menyelidiki apa yang telah dilakukan keluargaku di dunia ini” (Makoto)

Apa yang harus aku lakukan setelah keluar dari ujung dunia. Untuk saat ini, aku hanya akan mengabaikan kata-kata dewi yang telah memutuskan untuk meninggalkanku tanah kosong ini.

Dengan menggunakan ini sebagai dasarku, aku akan meminta seseorang untuk membuat gambar dari mereka dan menelusuri jejak orang tuaku. Jika aku mendapatkan gambaran tentang mereka, itu lebih baik lagi.

Oh, ini semakin menarik.

Sekarang aku tahu apa yang akan aku lakukan saat bepergian ke seluruh dunia. Seharusnya aku tidak bosan.

Oke, aku sudah memutuskan!

“Sekarang sudah diputuskan” (Makoto)

Aku harus mulai dengan menemukan orang yang bisa menggambar dengan baik. Pertama aku akan menemui orc-san yang nampaknya bisa menggambar sketsa. Jika itu tidak baik maka aku hanya perlu mencari hyuman untuk bertanya dan meminta untuk menggambarnya secara akurat.

aku sangat buruk dalam bakat artistikku sehingga pilihanku menggambarnya sendiri tidak akan pernah ada di sana. Aku mendapatkan masalah dalam Kelas seni rupa di sekolah menengahku.

Umumu. Aku telah menemukan sesuatu untuk dilakukan.

“Ini agak cepat tapi mari kita mulai hari ini ♫” (Makoto)

Ketika aku meninggalkan tenda, aku menuju gerbang keluar yang telah dibuat Shin. Bahkan jika aku mengatakan gerbang itu bukan konstruksi yang luar biasa, itu hanya kabut yang berkilau.

“Master ~” (Shin)

Itu Shin. Ah itu benar Aku harus memberinya nama segera.

Dia sangat berisik sehingga aku menyarankannya untuk membiarkan namanya tetap Shin tapi dia menolaknya dengan semua yang dimilikinya. Aku tidak berpikir itu adalah nama yang buruk.

Kemudian dengan mempertimbangkan hubungan fatamorgananya, Phantom Illusion, coba dibalik, Dream Mirage. Adalah Apa yang aku sarankan satu demi satu tapi dengan cara yang lebih menakutkan lagi dia menolak semuanya.

Ada apa dengan kadal terbang ini? Singkatnya Kamu mengatakan bahwa Kamu menginginkan nama bergaya Jepang? Apakah Kamu orang Jepang, tidak, kamu adalah Edo junkie.

Jika sesuatu yang terdengar mirip cukup baik, apakah aku harus memberinya nama Kiyohime?

Kemudian.

“O ~ apa ini? Apakah Kamu akan segera pergi? “(Shin)

Aku melihat arah dari mana suara itu berasal.

Di sana ada Shin.

Di sana, dia membawa sesuatu yang jelas-jelas terluka parah dan tertutupi rambut. Keindahan berpola tinggi apa sedang dilakukannya, seorang putri membawa seorang tua yang tertutup rambut lebat.

sungguh adegan yang aneh.

Luar biasa.

Secara naluriah aku memalingkan mukaku.

Ah ~ aku sangat ingin segera berangkat kamu tahu?

Bukan masalah bagi mereka untuk tidak datang sebentar kan? aku telah melewati pertempuran bos dan sekarang seharusnya istirahat kan ?!

“aku pikir lebih baik jika Kamu mengesampingkan itu untuk nanti” (Shin)

“Apakah orang itu alasannya?” (Makoto)

Sangat tidak menyenangkan, aku pikir itu kasar tapi aku menunjuk menggunakan jariku pada orang tua itu. Karena kamu tahu, itu tidak menyenangkan!

“Ya itu benar. sungguh penglihatan yang tajam “(Shin)

Shin sepertinya bahkan tidak terburu-buru.

“Apa lagi kali ini?” (Makoto)

“Serangan musuh” (Shin)

Tiba-tiba dia berbicara omong kosong.

Serangan musuh ~ serangan musuh ~ adalah apa yang dia katakan ?!

“Tunggu, bukankah ini duniamu? Siapa yang kamu katakan akan datang? “(Makoto)

Ini adalah Asora. Dunia lain di dalam dunia lain.

Bagaimana bisa ada serangan musuh, sungguh, aku ingin Kamu menjelaskannya dengan cara yang bisa aku mengerti. Kamu, yang dulunya ular.

Minta maaf kepada burung dan ular sebagai orang tuamu!

“Yah, ini agak spesial. Seperti biasa dengan nafsu makan kelaparan … Oh, itu datang “(Shin)

“Apa yang kamu katakan seolah-olah itu bukan apa-apa ?!” (Makoto)

“Master” (Shin)

Jawablah pertanyaanku! Tunggu dulu, master Apakah tadi dia membicarakan aku?

“disana” (Shin)

“Eh?” (Makoto)

Kaki hitam yang mengesankan tampak seperti CG yang sedang memecahkan area di daerah itu dan menusuknya, mencoba menembusnya.

Saat sejumlah kaki menembus, muncul kegelapan di celah besar itu. Aku bisa melihat taring yang sepertinya milik semut atau tawon.

Ini menuju padaku yang sedang linglung.

“Mencoba untuk memakanku! Seberapa enak aku terlihat ?! “(Makoto)

Aku menjerit pada situasi yang terlihat mirip dengan saat melawan Shin.

————————- bersambung ——————————