tgm1

Pov chapter – Bertemu dengan mamono, Ema

Sebuah wilayah yang disebut ujung dunia.

Itulah tempat kami tinggal.

memiliki lingkungan yang kacau dan orang bahkan tidak bisa hidup dengan baik di tempat yang luas ini.

Meskipun begitu, kami Orc dataran tinggi, tinggal di daerah yang relatif diberkati. Dengan memproduksi tanaman dan berburu, kami bisa bertahan hidup.

Sejujurnya, aku ingin tinggal di tempat yang lebih melimpah.

Tapi untuk mindahkan desa risikonya terlalu tinggi.

Bahkan pada saat ini, sejumlah besar pejuang kami telah pergi keluar untuk mencari sebidang tanah yang bagus namun, dalam lingkup yang bisa kita pindahkan, akankah ada tempat yang lebih baik dari yang ini?

Aku memiliki keraguan untuk masa depan, tapi, hari-hari terus berlalu.

Itulah kehidupan sehari-hari kami.

Namun, sejak beberapa tahun lalu situasinya berubah.

Dari pegunungan barat, naga yang menyebut dirinya Shin telah menuntut pengorbanan.

Tentu saja, kita tidak bisa menerima begitu saja.

Kami mencoba menentangnya.

Prajurit mengambil pedang mereka dan para penyihir memegang tongkat mereka.

Orc dataran tinggi dikalahkan dengan pedang dan sihir juga. Ini memalukan untuk mengatakannya sendiri tapi kita sebenarnya adalah ras yang kuat.

Kita telah bertahan di bagian dalam dari tanah kosong ini, kita memiliki sedikit kebanggaan diri kita sendiri.

Tapi dia adalah naga unggul, bahkan di kalangan naga raksasa pun dianggap paling kuat. Kekuatan Shin terlalu besar.

Shin berada di dasar yang jauh, unit ekspedisi tidak dapat mencapainya.

Yang bisa kami lakukan hanyalah menahannya, kami pikir jika setidaknya kami bisa melakukannya, pihak lain akan menyerah.

Tapi tindakan yang diambil Shin adalah menyelimuti seluruh desa dengan kabut yang diperintahnya.

Kabut itu, tidak hanya mengambil penglihatan sekeliling kami tapi juga melemahkan kekuatan fisik kami.

Bahkan tanaman kami pun tidak akan tumbuh dengan baik.

Bagaimanapun kabut itu mengelilingi sekitar desa kami.

Ini tidak boleh menjadi lebih buruk lagi.

Pedang dan sihir tidak bisa menyingkirkannya.

Keseimbangan telah hancur.

Keseimbangan penting yang memungkinkan kami untuk hidup di daerah kritis dan bertandus ini.

memang, kami tidak bisa langsung binasa.

Tapi semua orang tahu itu tidak akan lama lagi.

Setelah itu kami mencoba banyak eksperimen, pada akhirnya kami tidak bisa menyelesaikan situasinya dan kami harus menerima tuntutan Shin.

Setiap setengah tahun seorang gadis akan dikirim untuk dikorbankan.

Bahkan ini hanya cara agar tidak langsung binasa.

Itu adalah pilihan yang memalukan.

Agar terbebas dari kabut, kami harus menyembah Shin seperti dewa.

Hari-hari di mana kita harus menggunakan -sama (kehormatan) untuk seseorang yang hanya membawa kerugian bagi desa kami, dimulai.

Perlahan gadis-gadis dari desa ini mulai menurun.

Aku, putri kepala desa, tidak terkecuali.

Akhirnya momen itu datang.

Sebuah desa yang memiliki perasaan tertutup dan keputusasaan yang melayang di sekitarnya.

Bagaimana mungkin keadaannya seperti ini?

Kalau dipikir-pikir lagi.

Seringkali, ras yang jarang terlihat yang memiliki kulit biru, menawarkan diri untuk membantu kami, namun entah mengapa, ayah bahkan tidak mengindahkan kata-kata mereka.

Aku pikir dia bilang mereka disebut ras Demon.

Aku hanya berbicara dengan mereka sebentar tapi, mereka sepertinya memberikan perasaan kelembutan.

Kami disudutkan sebanyak ini, sebaiknya kita meminta bantuan mereka. Atau setidaknya itulah yang aku pikirkan.

Keputusan desa dilakukan oleh ayah dan orang-orang berpengaruh lainnya. Itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh seorang wanita sepertiku, jadi aku tidak pernah berbicara.

Berpikir bahwa tidak lama lagi aku akan sekarat, seperti kata-kata terakhirku, aku memutuskan untuk mengatakan kepadanya pendapatku.

Itu terjadi pada malam sebelum aku berangkat.

“Ayah, aku minta tolong”

“Ema, ya. Apa itu?”

“Ketika aku pergi, aku ingin Kamu mendengarkan apa yang ras Demon katakan. Aku tidak tahu apa yang mereka inginkan dari kita tapi pada tingkat ini desa akan binasa “

“…”

Ayah diam saja.

“Aku sudah menerima kenyataan bahwa aku akan menjadi korban. Tapi…”

“… Apakah kamu takut?”

Ayah mengatakannya dengan cara yang seakan ingin menyelamatkanku, aku tidak tahu apakah ada arti berbeda dengan itu, tapi dia bertanya apakah aku takut.

Dengan diam aku menggelengkan kepala secara horisontal.

“Jika desa lenyap, aku dan setiap gadis yang telah dikorbankan akan mati sia-sia. Aku tidak menginginkan itu Aku sangat menginginkan masa depan Orc dataran tinggi. Paling tidak, itulah yang aku inginkan untuk menjadi kenyataan “

“…”

“Tolong”

“Ema … aku mengerti. Jika bahkan saat Kamu menjadi korban, lalu dia masih menuntut pengorbanan lain, maka kami akan menerima aliansi dengan ras Demon.

“Terima kasih ayah”

Aku senang.

Dengan ini, aku bisa menjadi pengorbanan terakhir.

Jika kita mendapatkan kerja sama ras Demon, hubungan dengan Shin bisa berubah menjadi lebih baik.

Meskipun aku menghadapi ayahku sendiri, di suatu tempat di dalam diriku, aku merasakan perasaan yang senang saat aku melewati padang pasir.

Memilih jalan dengan view yang baik, ketika monster atau ras yang berlawanan muncul, aku mengambil inisiatif dan menggunakan sihir untuk meledakkannya. Dengan itu aku bisa sampai di sini.

Selama aku mengambil inisiatif, sebagian besar monster, bahkan hanya dengan aku, aku sanggup melewatinya dengan baik entah bagaimana.

Pada saat pengorbanan pertama seorang prajurit menemaninya ke gunung dewa tempat Shin berada, tapi sekarang mereka harus melewati sejumlah titik relay sendiri untuk sampai di sana.

Karena Tidak ada cukup kekuatan sehingga kami tidak punya pilihan lain.

Karena itulah gadis yang telah dipilih sebagai pengorbanan itu harus menghabiskan setengah tahun belajar sihir.

Gadis-gadis yang lebih terampil dengan pedang diajarkan cara menggunakan senjata.

Bukan hanya setengah tahun, aku sudah berlatih sejak aku bisa mengingat hari sehingga tidak ada masalah dengan aku.

Dalam setengah tahun itu aku berkonsentrasi pada praktik sihir, aku merasa sedikit gembira.

Itu adalah hal yang kecil tapi mengingat kesenangan yang aku alami dalam setengah tahun itu, wajahku tanpa sadar membuat senyuman.

Sekarang aku mempersiapkan diri.

Mengangkat wajahku, ada dinding batu yang kasar dan dengan banyak medan bebatuan di area yang luas.

Ini adalah titik terakhir.

Karena jarak pandang di daerah ini buruk, serangan mendadak mungkin terjadi.

Aku harus pindah dari daerah ini dengan cepat karena ini adalah tempat yang memiliki banyak bahaya.

Padahal jika aku melewati tempat ini dengan baik, aku akan sampai di sebuah gua yang akan mengarah langsung ke gunung dewa.

Baik!

Aku membuat langkah pertamaku di daerah berbatu.

◇ ◆ ◇ ◆ ◇ ◆ ◇ ◆

“Tolong, seseorang tolong bantu aku !!!!”

Bahkan aku tidak mengerti kepada siapa aku meminta bantuan.

Tongkatku terhempas angin dari tanganku dan akhirnya patah.

Sekarang itu tidak akan berguna sama sekali.

Aku, yang tidak memiliki senjata apapun di tangan, sekarang menghadapi binatang iblis.

Seekor anjing raksasa

Tapi dia punya dua kepala.

Seekor binatang iblis berambut biru gelap yang aku tahu.

“Kenapa Liz ada di tempat seperti ini?”

Liz.

Itulah nama anjing berkepala dua di depanku.

Ini adalah binatang iblis menakutkan yang menciptakan kelompok dan dapat menyemburkan api dan es.

Jika aku tidak menjaga jarak tidak mungkin aku bisa mengalahkannya.

Tapi kehilangan tongkat dan dibawa ke pertempuran fisik, bukan lawan yang bisa aku tangani.

Apa yang membuat mereka begitu mengerikan adalah cara licik mereka dalam berburu mangsa mereka dalam kelompok sehingga aneh bertemu dengan seekor saja disini, dalam hal ini bisa dikatakan bahwa aku cukup beruntung.

Bisa dikatakan begitu tapi …

Karena aku tidak bisa mengalahkannya, itu tidak ada gunanya.

Seharusnya tidak ada Liz di daerah ini bukan?

“Gurururururu” * Grrrrrr

Ini buruk, dia akan datang.

Napasku semakin pendek.

Tidak, mati dengan dikorbankan bukanlah masalah tapi, untuk mati karena menjadi mangsa Liz ini!

Jangan bercanda denganku!

“Seseorang tolong akuu !!!!”

Aku menjerit dari lubuk hatiku.

Aku melihat Liz tanpa henti meletakkan kekuatannya di kaki belakangnya dan sedikit merendahkan tubuhnya.

Ini akan menjadi akhir, untukku …!

Eh?

Telinga Liz terangkat.

Melepaskan kekuatan yang ia letakkan di tubuhnya, kedua kepala Liz menghadap ke arah yang sama.

Apa?

Apa yang terjadi?

Liz tertarik oleh itu dan aku mengikutinya.

Ada apa, apakah awan debu bertambah?

“Apa? ras yang belum pernah aku lihat sebelumnya? “

“Gurururoro !!!!”

Liz membuat raungan yang sangat kuat ke arah itu.

Jelas bahwa dia lebih disibukkan oleh si penyusup daripada diriku.

Dengan cara yang sama seperti kita Orc, bayangan itu berjalan dengan sepasang kaki dengan kecepatan yang tidak mungkin.

Tapi, eh?

Bukankah terlalu cepat?

Dengan bernafas, ia memperpendek jarak antara kami dan penampilannya tampak jelas.

“ASFHDSKJHFS !!” (TN: Ya, itu yang dikatakannya aku tidak main-main)

“Gururuo?”

Sambil menendang dengan teriakan, aku tidak bisa mengerti dengan baik, dia melepaskan tendangan terbang menuju Liz.

pertarungan fisik dengan Liz ?!

Apakah dia seorang pejuang?

Apakah akan ditahan atau dia akan mampu menghasilkan kerusakan? Bagaimanapun kekuatannya akan segera ditentukan.

Tapi dia sepertinya memiliki keyakinan besar pada kekuatannya jika dia menantang Liz dengan pertarungan fisik.

“Tidak mungkin…”

Gumamku rendah.

Butuh waktu untuk melihat itu dan aku yang mengatakan itu.

Itu cepat tapi, itu hanya tendangan terbang.

Dia tidak menggunakan sihir apapun dan mungkin dia tidak menggunakan peralatan khusus apa pun.

Tidak hanya itu, aku juga bisa merasakan kecanggungan dalam gerakannya.

Namun.

Dia merobek tubuh Liz saat dia menendangnya.

Meskipun aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, pikiranku masih belum bisa menerima ini sebagai kenyataan.

Saat mendarat, dengan lembut bangkit dan membelakangiku.

Tak jauh dari situ, ada benjolan daging Liz yang sebelumnya ada disana.

aku merasa jijik, aku benar-benar bisa mati sekarang.

Dengan hanya satu hit?

Liz, memiliki berat dan rambut di tubuh yang keras dan otot … itu membunuhnya?

“BJASDLKJSA”

dia mengatakan sesuatu.

Memalingkan matanya ke satu sisi, melipat tangannya, menutup matanya, memang banyak isyarat yang tidak aku pahami.

Bahasa kami mungkin tidak cocok

Pada saat aku berteriak dia pasti sama sekali tidak bisa memahaminya.

Meskipun aku pikir dia mungkin laki-laki.

Dengan mempertimbangkan suara dan fisik.

Dengan semua pengetahuan yang kumiliki, aku mencoba memikirkan apa adanya.

Wajah tak berbulu yang tampak mulus.

Pakaian sederhana terbuat dari kain yang belum pernah kulihat sebelumnya.

Tapi teknik menjahit yang digunakan untuk membuat itu jelas terlihat terampil.

Dia tidak memiliki cakar atau taring dan tidak ada ekornya.

Jenis makhluk seperti itu.

Mungkinkah dia seorang pejuang yang datang dari luar yang telah kami minta beberapa kali. Apa yang disebut hyuman?

Lagi pula, mereka adalah ras hyuman atau begitulah yang pernah kudengar.

Membongkar tubuh musuh yang telah dikalahkannya, menindas orang-orang yang melarikan diri yang telah kehilangan kemauan mereka untuk bertarung, nampaknya mereka adalah ras yang brutal.

Setelah memikirkannya, ada ras berbahaya yang telah dihadapi oleh ras setan.

Mungkinkah itu hyuman?

!!!!

Mata kita bertemu

Tanpa waspada dia mendekatiku.

Bahkan jika kita berdua tidak memiliki tongkat, hanya melihat tontonan itu, tidak mungkin aku mengira kita berada di level yang sama.

“Ah … senang bertemu denganmu”

“Haiiii! Dia berbicara?!”

Tanpa berpikir aku mengeluarkan suara yang menyedihkan.

Tapi aku tidak salah.

Beberapa waktu yang lalu aku belum bisa mengerti sepatah kata pun, tiba-tiba dia mengucapkan kata-kata yang aku pahami. Dia mulai berbicara dalam bahasaku.

Tidak mungkin aku tidak terkejut.

Sekilas dia melihat bahwa aku adalah orc dataran tinggi dan mengubah bahasa yang dia ucapkan?

Hyuman (sementara), menyeramkan.

“aku tidak aneh. aku lembut dan baik hati. Apakah kamu mengerti aku?

Boku?

Seperti yang diharapkan, dia adalah seorang pria.

aku pasti mengerti apa yang dia katakan.

Aku menggerakkan kepalaku ke atas dan ke bawah.

untuknya ini berarti hal yang sama dengan apa yang aku pahami, aku tidak dapat memikirkannya pada saat itu.

Tapi, aku merasa ada yang salah …

??! Aku – Aku lembut dan baik hati ?!

Apa yang kulakukan?!

Dengan segera aku menggelengkan kepalaku ke kiri dan kanan.

“Tidak mungkin seseorang yang membunuh Liz dalam satu pukulan menjadi ‘lembut and baik hati’!” (Ema)

Aku bisa merasakan tubuhku menggigil lagi.

benar.

Orang ini, omong kosong macam apa yang dia katakan?

“Oh begitu. Aku ini kuat! Aku lebih kuat darimu! “

“HIIIIIIIIIII !!!!” (Ema)

Aku tahu itu!

Tubuhku mengerut, aku juga gemetar.

Tanpa menyangkalnya, dia tiba-tiba datang dengan ancaman.

Dia tidak melakukan apapun setelah itu tapi, aku merasa dia mengintimidasiku.

Saat aku membuka sekilas tanganku dan meliriknya.

Dia mengangkat kedua tangannya dan melihat wajahku yang ketakutan dengan ekspresi bingung.

kamu kenapa?!

Tidak peduli betapa aku ingin tetap tenang, ketakutan di dalam diriku selalu membuatku seperti ini.

“Baiklah, tenanglah …”

Kedengarannya dia mengatakan pada dirinya sendiri.

Mengatakan itu, dia melanjutkan pembicaraan denganku.

Berbicara dengan dia, aku menyadari bahwa dia secara tiba-tiba adalah orang yang komprehensif.

Bagaimana mengatakannya … orang yang baik.

Di tengahnya aku bertanya apakah dia memiliki kekuatan unik yang disebut Tamer, tapi sepertinya tidak.

Ngomong-ngomong, Tamer adalah kekuatan unik yang jarang muncul dalam demon dan hyuman. Mereka bisa berkomunikasi dengan binatang iblis dan mamono, dan terkadang malah mengendalikannya.

Setelah mendengar bahwa dia berkata “Apakah kamu juga tersesat?”

Ketika aku memanggilnya seorang hyuman dia tidak merespon jadi aku pikir dia adalah seorang hyuman.

Tapi, apa maksudnya ‘juga’? Apakah dia tersesat saat berjalan sendirian di gurun ini?

Tidak, itu tidak mungkin.

Jenis absurditas apa yang terjadi agar hal itu terjadi?

Dan sepertinya dia tidak tahu bahwa ini adalah ujung dunia.

Siapa dia? Orang misterius ini.

Ketika aku mengatakan kepadanya bahwa aku adalah pengorbanan desa dan bahwa aku sedang dalam perjalanan menuju gunung dewa, dia membuat wajah yang lemah lembut dan khawatir denganku, dia bertanya tentang situasi desa dan bagaimana biasanya kami tinggal, hal-hal semacam itu.

Seperti yang diharapkan, aku pikir dia bukan orang jahat.

Dia adalah hyuman yang aneh.

Dia memperkenalkan dirinya sebagai Makoto, yang berusia 17 tahun sama sepertiku, dan dia mengantarkan aku ke tempat terakhirku untuk beristirahat, ‘Body Purifying Field’.

Karena dia adalah penolongku, aku memutuskan untuk memanggilnya Makoto-sama.

Dia kemudian memanggilku Ema-san. Aku merasa geli.

Tidak apa-apa untuk tidak memanggilku dengan kehormatan, tapi mungkin dia tidak memiliki kebiasaan seperti itu?

Sejak saat ia mulai mengawal perjalanan, semuanya terasa berjalan lancar.

Tidak ada serangan mendadak, hanya beberapa ras yang melihat kita.

Mereka sepertinya berhati-hati terhadap Makoto-sama dan tidak bisa mendekat.

Aku benar-benar bersyukur.

Aku merasa lega dalam hati karena sekarang aku bisa memenuhi tugasku sebagai pengorbanan.

Pintu masuk gua sudah terlihat.

“Makoto-sama tolong tunggu disini sebentar. Aku harus menjelaskan kehadiran Makoto-sama kepada orang-orang di gua “(Ema)

“Aku mengerti” (Makoto)

Kukatakan pada Makoto-sama untuk menungguku sebentar dan masuk gua dulu.

Dia dengan patuh setuju dan berhenti, dia mengirimku dengan melambaikan tangannya.

—-

“Ema-Sama, aku senang kamu sudah sampai dengan selamat”

“Terima kasih. Ada orang yang menyelamatkan hidupku di jalan. Tidak ada masalah jika dia datang untuk beristirahat kan? “(Ema)

“Ooh! Penyelamat hidup ?! Aku mengerti. Lalu, orang itu? “

“Tenang dan dengarkan aku. Aku belum pernah melihat mereka sebelumnya tapi mungkin dia seorang hyuman “(Ema)

“Hyuman ?!”

“Ya. Sepertinya dia tersesat tapi aku tidak mengerti keadaannya dengan baik. Tapi yang aku yakin adalah bahwa dia bergegas ke aku ketika aku dalam masalah dan mengalahkan Liz dalam satu serangan. Dengan segala cara aku ingin menyambutnya sebelum kita berpisah “(Ema)

“bagaimanapun hyuman ya. Aku belum pernah melihat salah satu tapi aku mendengar mereka brutal dan sangat serakah, di atas semua itu, sebuah ras yang sangat kejam “

“Aku sudah berbicara dengan Makoto-sama, tidak ada masalah dalam komunikasi. Aku mohon “(Ema)

Bersikeras demi permintaanku, mereka menerima apa yang aku katakan.

Mereka mungkin mendengar permintaan egoisku karena aku adalah pengorbanan.

Aku harus bersyukur untuk itu.

Dari pintu masuk itu aku melambaikan tanganku ke Makoto-sama sebagai isyarat.

Bahkan jika aku tertarik padanya tidak ada gunanya.

Karena aku akan segera mati.

Tapi.

Makoto-sama yang tiba-tiba muncul, sungguh benar benar misteri. Aku tidak bisa menghentikan rasa ingin tahu yang perlahan tumbuh di dalam diriku.

◇ ◆ ◇ ◆ ◇ ◆ ◇ ◆

Pada malam itu di gua bersama Makoto-sama, bagiku itu adalah kesenangan yang belum pernah kualami dalam waktu yang lama, itu adalah malam terbaik.

Aku cenderung mudah suka pada orang lain.

Bahkan jika itu adalah tamu yang datang ke desa, seperti untuk perayaan pertemanan.

Pada saat-saat seperti ini, jika aku harus mengatakan yang mana sebenarnya aku, aku adalah tipe orang yang menerima keramahtamahan dari orang lain. Ada banyak saat dimana aku berada dalam posisi istimewa. Biasanya aku menikmati saat-saat itu lebih dari biasanya.

Jika berbicara tentang Makoto-sama, dia sangat tertarik dengan sihir yang aku gunakan. Sepertinya dia tidak tahan lagi dan bertanya tentang hal itu.

“Ema-san. Itu, apakah itu sihir benar? “(Makoto)

“Y-Yeah. Ini adalah keajaiban yang biasanya kita gunakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Meskipun Hyumans menyebutnya sihir “(Ema)

Aku pernah mendengar bahwa Hyumans menyebutnya sihir. Aku sedikit terkejut bahwa ia menyebutnya sihir.

Saat itu, dia bertanya apakah dia bisa menggunakan sihir juga.

Ketika aku menjawab itu, “Bahkan jika aku terlihat seperti ini, aku sebenarnya adalah salah satu pengguna sihir paling menonjol di desa kami” Matanya mulai bersinar.

Aku benar-benar yang terkuat tapi aku mencoba menjadi sedikit rendah hati.

Lalu Makoto-sama memintaku untuk mengajarinya sihir.

Ummm …

Aku sungguh tidak percaya.

Saat berada di gurun pasir itu, tanpa senjata, dan terlebih lagi tanpa mengetahui sihir.

yah dengan kekuatan fisik itu bisa jadi mungkin tapi …

Dia juga mengatakan bahwa dia belum makan selama 3 hari. Sambil sungkan, ia makan cadangan makanan di gua kami.

Yah dia bertanya kepadaku tapi karena dia bilang dia bahkan tidak tahu adanya sihir, dengan harapan rendah aku akan mengajari dia tentang aria sihir yang aku gunakan sebagai bentuk ucapan terima kasih. Aku menjelaskan kepadanya sedikit tentang apa itu energi sihir.

Ketika aku melakukan itu, sungguh, bahkan jika itu adalah sihir dasar, hanya dengan satu percobaan aria, dia berhasil menggunakannya.

Ingin tahu seberapa kuat orang ini, aku mengeluarkan item dari penyimpanan yang mampu mengidentifikasi level dan hasilnya adalah … dia adalah level 1.

Tidak ada level 1 yang kuat.

Aku pikir dia level 100 atau 300 setidaknya.

Sebagian besar ras demon yang datang ke desa itu mempunyai level sekitar level 300.

Dia benar-benar orang yang misterius.

Apakah dia jenius?

Dari orang-orang yang memiliki bakat, biasanya ada pendekatan yang sulit untuk didekati. Tapi dari orang ini aku tidak bisa merasakan apapun sama sekali.

Pada akhirnya, setelah berjanji kepadanya bahwa aku akan memberinya arias yang aku tahu di lain waktu, hari itu sampai pada penutupan.

Pada malam itu aku mengambil sepotong kulit untuk digunakan sebagai kertas dan menulis dan menulis dan menulis seperti orang gila, setiap aria yang aku kenal.

Aku pikir jika pengetahuanku bisa tinggal di dalam penolongku Makoto-sama maka itu adalah sesuatu yang sangat membahagiakan.

Di malam di mana semua orang sudah tidur, aku pergi ke kamarnya dan diam-diam meninggalkan kertas di sana dan tertidur.

Tadi malam dia hidup harmonis sebagai satu-satunya penghuni tempat ini yang penuh dengan para Orc dataran tinggi.

Aku bisa merasakan kewaspadaan para pejuang dan yang lainnya.

—-

Keesokan harinya.

Aku yang telah tidur sampai larut malam pergi ke ruang tamu untuk melihat sosok penolongku.

Tapi, aku tidak bisa menemukannya.

Aku tidak bisa melihat sosok Makoto-sama di mana pun.

Apakah dia masih tidur?

Ini sudah waktunya sarapan.

Masih ada sedikit waktu sebelum aku harus pergi tapi jika hanya sedikit, aku ingin membicarakan sesuatu lebih banyak dengan Makoto-sama.

aku memeriksa bagian dalam, di tempat di mana dia seharusnya tidur dia tidak ada di sana.

Karena itulah aku pergi ke pintu masuk dan bertanya kepada penjaga di sana.

“Selamat pagi” (Ema)

“Jika ini tentang dia, dia berangkat pagi-pagi”

“EEEhh ?!” (Ema)

“Aku punya surat darinya”

“Surat dari Makoto-sama?” (Ema)

Dalam surat yang diserahkannya tentu ada pesan yang tertulis di dalamnya.

Dan tidak diragukan lagi itu ada dalam bahasa kita.

Apa-apaan dia ini?

Bahkan di desa kita tidak banyak yang bisa menulis.

Ayo lihat.

“Terima kasih untuk kemarin. Sudah lama sejak aku terakhir kali tidur di tempat atap. aria yang Kamu tinggalkan di samping bantalku, aku menerimanya dengan syukur. Mengajarkan sihir secara sopan kepada orang asing seperti aku, aku benar-benar tergerak. Demi Ema-san yang begitu baik padaku, aku ingin melakukan sesuatu. Apa yang aku pikirkan Aku tidak tahu apa yang aku sampaikan tapi tolong tunggu setidaknya satu hari sebelum pergi ke gunung dewa. Aku akan melakukan sesuatu tentang makhluk bernama Shin itu. Hanya saja, mungkin saja aku tidak bisa kembali kesana lagi. Jika besok Shin tidak berada di Gods Mountain maka kembalilah ke desa bersama semua orang. Karena kamu bersamaku saat aku mengira tidak akan bisa bertemu dengan orang lain lagi, aku benar-benar berterima kasih.

Makoto “

Hal seperti itu.

Makoto-sama pasti kuat.

Tapi kita berbicara tentang naga unggul, seekor naga yang berdiri di puncak naga. Sulit untuk mengharapkan sesuatu.

Tidak peduli jenis eksistensi apa, jika Kamu bukan Naga Unggul atau setidaknya spirit unggul, tidak mungkin Kamu bisa melawannya satu lawan satu.

Menantangnya dengan hanya sihir berkualitas buruk yang telah aku ajarkan kepada Kamu.

Itu tidak akan berguna, ini bunuh diri.

Aku buru-buru membuat persiapan berangkat.

Aku tidak yakin apakah aku akan bisa menyusulnya tapi tetap saja, jika aku mendapatkannya aku harus yakinkan dia untuk menyerah.

Aku tidak tahu apakah Shin tahu tentang hubungan kita dengan dia tapi jika dia melawan Shin dan dia tahu dan memutuskan untuk menghancurkan kita semua …

Aku mulai memikirkan hal-hal buruk itu.

Aku sudah menerima kematianku.

Karena itulah aku tidak ingin orang lain mati demi aku. Jika dengan mencoba menyelamatkan aku, desa tersebut hancur maka aku tidak menginginkan keselamatan sama sekali.

Aku sampai pada titik menyakitkan bahwa dia melakukan ini karena niat baik.

Tetapi tetap saja.

Niat baik itu adalah sesuatu yang tidak dapat aku ambil.

Aku harus buru-buru.

Dengan persiapan minimal aku sampaikan bahwa aku akan meninggalkan gua.

Di tempat itu.

Makoto-sama ada di sana.

Dengan seorang gadis yang aku tidak tahu.

Apa?

“Ah … kamu baca suratnya kan? Baiklah, aku minta maaf. Aku telah kembali. Tadaima “(Makoto)

Dia pasti sudah menduga apa yang akan aku lakukan dengan melihat pakaian dan ekspresiku.

Menghibur namun jahat, dengan wajah seperti seseorang yang telah mendapat hukuman.

Makoto meminta maaf dan kemudian berkata, “Aku kembali”, kepadaku.

◇ ◆ ◇ ◆ ◇ ◆ ◇ ◆

Wanita berwajah hyuman dengan pakaian aneh yang melilit tubuhnya, aku kaget kalau dia adalah Shin-sama!

Berbicara dengan Makoto-sama nampaknya dia jatuh cinta padanya dan sekarang akan melakukan perjalanan bersamanya.

Apa yang terjadi, aku sama sekali tidak tahu.

Apa yang aku mengerti dengan jelas adalah bahwa …

Kami meninggalkan ‘Body Purifying Field’, bergerak melalui semua titik relay ke arah yang berlawanan dan bertemu dengan tentara. Artinya kita sekarang kembali ke desa.

Apakah ini mimpi?

Shin yang telah menindas kita selama bertahun-tahun ini, sama sekali tidak melakukan apa-apa.

Dia Mengatakan bahwa dia hanya tidur.

Ketika aku bertanya apa yang terjadi dengan pengorbanan tersebut, Shin-sama mengatakan kepada aku bahwa kemungkinan besar perbuatan seseorang yang menggunakan namanya untuk meniru dan menipu kita.

Seorang wanita dengan rambut biru panjang dan perawakan tinggi.

Ini adalah Shin-sama.

Makoto-sama tidak mundur melawan Naga unggul dan terlebih lagi membawanya ke tempat yang menguntungkan dan bahkan membuat perjanjian dengan itu dan tampaknya sekarang menguasai dirinya.

Memerangi naga unggul, untuk menariknya ke keadaan yang menguntungkan baginya dan kemudian membentuk sebuah perjanjian?

Aku pikir dia kuat tapi jelas dimensi kekuatan yang sangat berbeda.

Melihat Shin-sama menggoda Makoto-sama, “aturan?” Aku ingin memiringkan kepalaku ragu, tapi melihat bentuk Shin-sama aku tidak bisa meragukannya.

Meniup wajahnya dan menyuruhnya untuk membuatnya menjadi istrinya, atau, sedikit lebih dan aku pasti menjadi stik naga.

Aku merasa seperti mendengar cerita, percayalah.

Tapi mendengar Shin-sama menjelaskan secara mendetail sambil tertawa, di suatu tempat di dalam kepalaku aku sudah menyetujuinya.

Melihat Shin-sama minum sake yang berharga seolah-olah itu adalah air, dan Makoto-sama yang, tidak seperti saat dia berada di dalam gua, sedang makan makanan tanpa menahan diri, aku merasa berada di dalam mimpi.

Ini pesta, pesta.

Dan terlebih lagi itu adalah pesta untuk merayakan masalah yang terselesaikan.

Berpikir kalau aku masih bisa melihat masa depan.

Prajurit mabuk itu kemudian meminta tamu kehormatan Makoto-sama dan Shin-sama untuk berdiri di depan dan menunjukkan cara bertarung mereka.

Itu adalah pertunjukan kemampuan sehingga tidak akan menjadi pertarungan sampai mati, tapi intensitasnya ditransmisikan secara menyeluruh. Sepertinya Makoto-sama sedang bersenang-senang.

Kali ini gadis-gadis yang memberikan permintaan tapi bukannya bertarung mereka menyarankan sebuah tarian.

Makoto-sama menerima sambutan hangat oleh ayahku, dia mengeluarkan wajah yang tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.

Itu adalah malam terbaik seumur hidup.

Kupikir begitu, tapi keesokan harinya mereka melakukan malam terbaik seumur hidup lagi. Aku tidak percaya.

Saat Makoto-sama meninggalkan tempat duduk, perayaannya sedikit mereda, tapi antusiasme tetap ada.

Pada tingkat ini akan berlangsung sampai pagi.

Tanpa keraguan sedikitpun.

Dengan senyum pahit aku melihat sekeliling dan dalam hal itu, di tempat yang agak terpisah, aku melihat Shin-sama dan ayah saling berbicara dan memutuskan untuk mendekat.

Apa yang mereka bicarakan?

“Begitulah adanya. Apakah Kamu menceritakannya kepada semua orang atau tidak, aku menyerahkannya kepadamu “(Shin)

“Aku mengerti. Lalu itu juga berarti Makoto-sama juga merasakan kebencian untuk gadis-gadis yang dikorbankan itu “

?!

Apa yang dia katakan?!

Membalas? Tapi Shin-sama mengatakan bahwa dia tidak mengenal orang yang menggunakan namanya.

Apa artinya ini?

“master tidak masalah untuk mengatakan hal-hal semacam itu” (Shin)

“Aku berterima kasih padamu. Biarkan aku sekali lagi mengucapkan terima kasihku “

“Aku tidak membutuhkan itu. namun, aku punya saran “(Shin)

“Apa itu?”

“Di ujung dunia ini adalah tempat yang berbahaya. Di dalamnya ada beberapa tempat subur, tapi mereka sudah diperebutkan dan akhirnya lenyap “(Shin)

“Benar. Dulu kita juga harus berjuang untuk tempat subur itu dan memaksakan diri kita sendiri. Menilai bahwa tidak ada gunanya kami memutuskan untuk membuat sebuah desa di sini. Dipaksa melindungi tanah yang telah kita dapatkan, hari-hari pertarungan tanpa henti melawan suku-suku hanya akan terus berlanjut “

“Ini mungkin pilihan bijak. yah, setidaknya Kamu mengerti. Tidakkah kamu ingin tinggal di tempat yang lebih melimpah? “(Shin)

“Apakah itu, apakah Kamu menyuruh kami bertarung lagi?”

“Tidak. Ketika aku membuat perjanjian dengan master, aku kebetulan menemukan sebidang tanah yang bagus. Tidak ada yang tinggal di tempat itu, dan tanpa izin master dan aku tidak mungkin untuk memasukinya. Hijau berlimpah dan di mataku itu akan lebih mudah untuk tinggal di tempat itu. Bagaimana dengan itu? “(Shin)

“Apakah Shin-sama mengundang kita ke tanah suci?”

Tanah yang subur

Tempat yang aman

Tanah suci

Tidak ada tanda-tanda topik tentang kebencian, tapi aku tidak dapat menahan minat pada apa yang mereka bicarakan.

“Dengan menyebutnya Tanah Suci membuatku gemetar. Asora kan. Oh well, penamaannya tidak penting. Mulai sekarang Kamu akan menerima perlindungan tuanku dan selama Kamu mencurahkan dirimu kepadanya, aku akan memberi Kamu tanah yang kaya untuk tinggal. Begitulah adanya “(Shin)

“Tapi itu, kita tidak tahu berapa banyak lahan yang ada dan tempat itu berada”

Ayah tampak bingung.

Memang benar itu akan menyusahkan dia, tiba-tiba saja mengatakan untuk meninggalkan desa.

Tapi, tanah yang dilindungi Makoto-sama dan Shin-sama.

Itu pasti tempat yang luar biasa.

“Fumu, kamu memang benar. lalu, aku akan meminpin dan membiarkanmu melihatnya sekali, kemarilah “

—-

Seperti yang diharapkan, Shin-sama dia cepat, Ayah dan Shin-sama diselimuti oleh kabut tebal dan hilang.

Apakah itu berarti mereka telah pergi ke tanah itu?

Untuk masuk dari kabut. Ini pasti akan menjadi tempat yang aman.

Aku mendengar suara gachigachi * (gemeretak) gigi.

Itu aku.

Perasaan menggairahkan dan menggembirakan.

Dengan perlahan mulai bergerak cepat dalam diriku.

Dengan mengikuti Makoto-sama dan melayaninya, kita akan mendapatkan tanah yang kaya dan gaya hidup yang aman.

Bagaimana mengatakannya, itu sangat menarik.

Memang benar aku masih belum tahu banyak tentang Makoto-sama tapi dia pasti tidak berada di sisi yang buruk.

Tanah yang kaya, mungkinkah tanah semacam itu yang hanya perlu sedikit mengolah, benih yang kita tanam akan tumbuh?

Jika di padang gurun, tanpa ragu semua orang akan memperjuangkan tanah itu dengan mata memerah.

Tempat seperti itu kita bisa tinggal di dalamnya dengan melayani Naga unggul Shin-sama dan Makoto-sama.

Usulan Shin-sama terdengar sangat menarik.

Saat ayah kembali aku harus ikut meyakinkannya.

Sementara aku diam-diam menguatkan tekadku, keduanya telah kembali.

Penampilan ayah terlihat aneh.

Tapi aku harus meyakinkannya.

Tanpa kusadari, aku mulai berjalan ke tempat mereka berdua, dan kemudian berhenti.

“Aya-” (Ema)

“Shin-sama. Aku akan memastikan untuk meyakinkan semua orang malam ini. Tolong, mari kita tinggal di tanah itu! “

“Eh?” (Ema)

“Huh, Ema?”

Aku tidak bisa merasakan keragu-raguan yang dia miliki beberapa saat yang lalu. Kata-kata ayah yang meminta migrasi membuat aku mengeluarkan suara yang tercengang.

“Fu, nampaknya putrimu juga setuju. Bisakah Kamu menjamin kesetiaanmu pada Misumi-sama? “(Shin)

“Dia adalah penyelamat putriku. Mulai sekarang dia akan menjadi penyelamat suku kita. Tolong, mari kita melayani dia di bawahnya! “

“Hidupku diselamatkan olehnya. Membayar dengan memberi “(Ema)

“Fumu. Baik. aku akan meyakinkan master untuk besok, malam ini kalian harus benar-benar merundingkan dengan orang-orang agar bersedia “(Shin)

“Iya!”

“aku mendapatkannya!”

Keesokan harinya.

Tidak butuh waktu lama untuk menerima migrasi.

Kami memutuskan untuk hidup baru di tanah yang Makoto-sama dan Shin-sama perintah.

Bingung karena takut betapa berbahayanya tanah itu, setiap orang mengarahkan pandangan melotot kepada ayah.

aku menantikan kehidupan sehari-hari yang akan datang.

 

 

————————– bersambung —————————