innv1

Chapter 6 – Beremu Dengan Musuh

Aku terbangun.

Makan kelinci seperti biasanya, dipanggang untuk sarapan pagi dan mencuci muka. Mengeluarkan apa yang harus dikeluarkan dan memasukkan lagi yang lain kedalam tubuh.

Tujuan utamaku sekarang adalah untuk mendapatkan bibit tanaman yang dapat tumbuh di ladang.

Aku memegang peralatan pertanian serbaguna,dan melewati parit yang cukup luas.

Aku kaget melihat ladang.

Ada tunas kecil di gundukan tanah.

Apalagi dengan rentang yang baik.

…………………………………….

Apakah ada yang menabur benih?

Siapa?

Bahkan jika ada yang menaburkannya, pertumbuhan ini terlalu cepat.

Dewa.

Aku melihat peralatan pertanian serbaguna ditanganku.

………………………………………..

Aku berlari kehutan dan membuat pohon besar menjadi kayu dan mengukir sosok dewa yang aku temui sebelum aku datang ke sini.

Kalau dipikir-pikir lagi, pria tua itu mengatakan pria tua itu, pemuda itu mengatakan pemuda itu.

Itu adalah dewa yang misterius.

Itu tidak akan sempurna ditanganku, tapi aku menggambarkan dengan perasaan yang sama.

Ngomong-ngomong orang yang menyerahkan alat pertanian serbaguna kepadaku mengatakan tanggung jawabnya berbeda.

Aku tidak tau penampilannya dan mengukirnya dengan imajinasiku.

Karena dia bertanggung jawab atas pertanian , apakah berarti dia bertubuh gemuk?

Jika kamu melakukan pertanian, apakah sulit jika tidak pintar?

Sebagai hasil dari berbagai pemikiran, sebuah gambaran seperti hanasaka atau kakek dibuat.

Dan aku memotong pohon untuk dijadikan alas dan membuat tempat, meski kasar,aku meletakkan ukiran dewa dari kayu disana.

“terimak kasih dewa!”

Setelah lama berdoa, tujuanku telah berubah.

Lindungi ladangnya.

Secara tentatif, aku mengkonfirmasi situasi saat ini.

Pohon besar itu adalah tempat tidur.

Sumur, api, toilet, pagar, dan parit dengan pagar kayu yang dibuat mengelilinginya.

Ladang disekitar, dengan luas 50meter persegi, dengan dua belas tipe.

Empat ditengah dalah wilayah kehidupan, aku merasa seperti dalam lingkungan ladang.

inn6

Dan tunas kecil muncul disemua ladang.

Aku akan melindungi ladang ini.

Pertama siapkan pagar di sekitar ladang saat ini

Tidak ada yang mendekat.

Bila binatang buas.

Aku akan membuatnya menjadi pupuk dengan alat pertanian serbaguna ini.

Fufufu.

Aku membuat pagar dengan kayu bulat untuk mengelilingi ladang.

Aku juga membuat parit.

Aku membajak dan menghancurkan tempat didekat hutan.

Mendapatkan kayu itu tidak mudah, mau bagaimana lagi, mengingat itu berasal dari pohon.

Untuk sekali ini,aku menyiapkn tempat untuk menjadi pintu masuk dan keluar ke segalaarah dan sebuah papan untuk menyebrangi parit.

Butuh waktu sekitar 5 hari untuk melakukan pekerjaan itu.

Sementara itu ,tunas kecil tumbuh lancar, enam kelinci dengan taring menyerang ladang, lalu seekor tikusberukuran kecil menjadi pupuk di ladang.

Aku tidak berpikir untuk menumpuk makanan.

Itu karena aku punya babi hutan besar sebagai makanan.

Seperti yang terlihat didepan, tingginya sekitar 2 meter, lebarnya sama,babi hutan dengan panjang 4 meter.

Itu cukup bagus, tapi saat mendekati ladang, akumemutuskan pilihanku.

Dengan cangkul dari alat pertanian serbaguna, potong kepala babi hutan.

Aku memutuskan untuk mendapatkan tubuhnya yang lezat.

Hehe.

Aku sedang berusaha memenuhinya sekarang.

Aku bahagia.

Tentunya, penanggulangan binatang akan sangat sempurna.

Tapi binatang itu bukan musuh ladang.

Ada burung dan serangga.

Tidak seperti kelinci, tikus dan babi hutan,aku belum pernah melihat yang besar, tapi pasti ada burung dan serangga.

Itu karena ladangku belum layak, karena aku belum meletakkan tanganku di ladangku.

Tapi saat mereka mulai berbuah, ladangku pasti akan diserang mereka.

Aku harus memikirkannya entah bagaimana.

Itu.

Ngomong-ngomong, apa yang bisa dilakukan kuncup itu.

Itu sama di satu bidang, tapi jenisnya berbeda ditiap bidang.

Itu adalah sesuatu yang bisa dimakan.

Jika ini hanya tanaman hias, aku yakin itu akan membuatku lemas.

Kemudian, tidakkah itu butuh dukungan seperti splints?

Sial.

Aku hanya melakukan pertanian dari tayangan, pengetahuanku terlalu sedikit.

Jika saja aku belajar lebih banyak saat aku terbaring dirumah sakit…..

Mari lakukan apa yang bisa aku lakukan.

Untuk respon terhadap burung pada saat ini, apakah itu orang orangan sawah?

Aku mendengar suara binatang dari ladang.

Sepertinya itu anjing.

Rasanya seperti anjing yang berusaha sekuat tenaga untuk menyalak.

Aku mendekati suara sambil memegang cangkul dari alat pertanian serba guna.

Ada seekor anjng besar di belakang kayu yang mengelilingi ladang dan paritnya.

Itu adalah anjing hitam.

Dari ukurannya ini pastinya adalah anjing besar.

Kepalanya setinggi dadaku, danjika dia bangun maka pasti akan melewatiku.

Anjing hitam besar itu menggongong padaku.

Apa?

Aku heran mengapa aku tidak merasa permusuhan

Ada anjing lain dibelakang seekor anjing hitam, seekor anjing hitam dengan ukuran yang sama.

Jika diperhatikan dengan baik, kamu bisa melihat kedua hewan itu penuh dengan luka-luka.

………….

Aku membuka pintu masuk terdekat dan meletakkan papan diatas parit.

Anjing yang menggonggong itu diam dan menatapku.

Aku sedikit takut.

Aku akan memegang cangkul dari alat pertanian serbaguna.

Itu alami dan menenangkan pikiran.

Dengan tenang aku melihat dua anjing itu.

Seekor anjing dibelakang itu nampaknya betina.

Bahkan perutnya pun besar.

Apakah anjing didepan itu jantan?

Jadi, mereka adalah pasangan dilihat dari situasi.

Aku mengerti…..

Tidak ada gunanya mengusir mereka.

anjing betina berjalan terhuyung-huyung seperti pusing.

Terkadang seekor anjing jantan melotot ke arahku dengan tampak cemas

……………….

Seekor anjing adalah teman seorang petani.

Ketika aku masih kecil, aku ingin punya anjing, tapi itu tidak pernah menjadi kenyataan.

Memikirkan anjing anjing itu,aku menghilangkan pengaturan cangkul dari alat pertanian serbaguna,

Itu terlihat seperti anjing itu mengerti dan berhenti menggonggong ke arahku.

Aku tidak tahu apakah dia bisa mengerti kata-kataku, tapi aku memanggil dua anjing itu kedalam pagar untuk saat ini dengan isyarat.

—————- berambung —————