gksv1

Chapter8 – 「Apa, ini bukan obat herbal? Ini adalah Monster! 」Bagian 1

Keesokan paginya, aku terbangun dengan suara bising dari pasar.

Aku menginap di penginapan yang sama seperti sebelumnya. Posisi tidurku juga sama seperti sebelumnya, duduk di tempat tidur dengan punggung menghadap dinding.

Meluruskan tubuh kaku-ku, aku mengambil barang bawaanku dan membawanya ke lantai satu.

Melewati resepsionis. Aku membuka pintu dan memasuki jalan utama, menuju gerbang timur.

Untuk melengkapi permintaan yang aku terima kemarin, aku harus pergi ke desa rata yang berjarak setengah hari dengan kuda.

Aku menemukan sebuah toko yang menjual roti saat aku berjalan melewati pasar. Hanya ada satu jenis roti, teksturnya seperti baguette, tapi berbentuk seperti roti melon. Harganya pun sama dengan kelinci bakar yang kubeli kemarin. Rasanya agak mahal, tapi aku membelinya hanya untuk mencobanya.

Setelah itu aku melanjutkan perjalananku, lalu berhenti di saluran air untuk mengisi labu milikku. Di Plaza kecil di depan gerbang terlihat beberapa orang lapis baja berkeliaran, dan mata mereka sering melihat sekeliling. Mungkin mereka adalah anggota korps tentara bayaran yang berbasis di kota.

Gerbangnya sama dengan yang lain, jadi aku hanya menunjukkan kepergianku dan meninggalkan mereka. Aku berjalan ke utara sepanjang tembok kota, sampai aku melewati parit ladang gandum. Sepanjang jalan, petani di tengah ladang menghentikan apa yang mereka lakukan dan menundukkan kepala ke arahku. Mereka tampaknya berpikir bahwa aku adalah seorang ksatria kerajaan.

Ketika aku sampai di sisi utara Rubierute, jalur yang lebih besar daripada yang ada di sini muncul. Aku melangkah maju ke arah utara ini. Begitu aku keluar dari jarak pandang dan rute pejalan kaki, aku melanjutkan untuk maju dengan langkah 【Dimensi】.

Rute yang diberitahu padaku, menginstruksikan agar aku menempuh jalur di sisi kiri di jalan bercabang. Setelah beberapa saat dalam perjalanan, sebuah tiang yang tertancap di tanah tampak memecah jalan. Sisi kiri berubah menjadi jalur rumput yang rata, menunjukkan bahwa setidaknya ada yang menggunakannya. Sambil memperhatikan bahwa jalan itu melintasi hutan, aku melanjutkan perjalananku ke jalan rumput sekarang.

Di sisi lain hutan, sebuah desa dikelilingi oleh lumpur dan dinding kayu, dan bersebelahan dengan ladang kecil terlihat. Desa ini dikelilingi oleh paritnya sendiri, dan gerbangnya sepertinya ditahan dengan beberapa tali yang kokoh. Jika musuh mencoba menyerang, desa bisa menjatuhkan bagian gerbang pada mereka.

Di depan gerbang, ada dua orang tua yang memiliki tombak, yang sedang duduk dan berbagi cerita.

Dari sini aku harus berjalan, ketika salah satu pria menatapku, dia segera memberi tahu rekannya. Kedua pria tua itu memberi isyarat tangan ke arahku sebelum mereka kembali berbicara satu sama lain.

Sementara salah satu pria mengangkat tombak mereka, aku berlari sampai ke desa. Sejujurnya, kesan penjaga gerbang yang dipanggil sepertinya tidak semua bisa diandalkan.

“Kn-kn-Knight-sama! Bisnis apa yang membawa Anda ke desa terpencil seperti ini? “

“Hmm, tidak perlu terlalu formal. Aku hanya petualang. Aku datang ke sini hari ini untuk memenuhi permintaan Marca dari desa Rata. “

“Marca? Bukankahyang kamu maksud anak tertua Senna? “

“Pak Tua, bisakah kamu membimbingku ke rumah Marca?”

‘”Y-ya! Tidak masalah.”

Setelah jawabannya, orang tua itu membiarkan aku masuk ke desa. Sementara penjaga gerbang lainnya tampak kesal karena kerja ekstra, aku tidak mengindahkannya saat melanjutkan ke desa.

Begitu aku masuk, setiap pasang mata di desa terpusat padaku. Mereka mungkin berhati-hati karena penampilanku, terutama karena mengenakan pelindung tubuh penuh, merupakan hal yang langka. Aku merasa bahwa reaksi mereka akan sama dimanapu aku pergi ……

Rumah-rumah di desa tersebut, tidak mengeluarkan nuansa rumah yang sebenarnya. Mereka lebih seperti gubuk-gubuk.

Orang tua itu mengetuk pintu salah satu gubuk, dan memanggil penduduk di dalamnya.

“Senna, apa kau di sana !? Ada pengunjung disini untukmu !! “

Kudengar jawaban seorang wanita dari dalam, setelah beberapa saat pintu dibuka dengan lembut. Namun, aku tidak melihat siapa pun di dalam celah itu. Menurunkan pandanganku, ada seorang gadis yang terlihat sekitar usia 10 tahun.

“Ah, Helena? Dimana ibumu? Ksatria ini perlu bicara dengannya. “

Ketika gadis yang dipanggil Helena mendengar pertanyaan orang tua itu, dia membuka pintu sepenuhnya dan menyuruh kami untuk masuk.

“Baiklah Knight-sama, dengan ini aku ……”

Orang tua itu hanya mengatakan itu, sebelum kembali ke pintu gerbang.

“aku akan masuk”

Begitu berada di dalam rumah, aku melihat sebuah lubang api dari batu besar, yang memiliki pot di atasnya. Di sudut jalan, beberapa peralatan makan kayu diatur. Di lantai sisa rumah, ada beberapa perabot kayu. Meja dengan empat kursi di sekelilingnya, dan dan 2 tempat tidur dengan kelambu di sekelilingnya.

Gadis itu berdiri di samping meja dengan ekspresi cemas. Dia memiliki rambut pirang gelap bergelombang, dan mata cokelat yang mencerminkan pikiran yang aktif di belakang mereka.

Dari tempat tidur, terlihat pincang, datang seorang wanita. Dia juga memiliki rambut pirang gelap seperti gadis itu, tapi diikat di belakang dan sampai di bahunya. Mata birunya yang jernih dikelilingi oleh wajah yang lembut dan berbintik-bintik. Tingginya sekitar 170 cm, dan dadanya yang melimpah diikat dengan paksa di dalam pakaiannya.

“Aku ibu Helena, Senna. bisnis apa yang mungkin kamu miliki bersamaku? aku tidak percaya bahwa keluargaku memiliki koneksi ke rumah ksatria …… “

“Namaku Arc. Aku bukan seorang kesatria, aku seorang petualang. Jadi, santailah. Seorang wanita dengan kaki yang buruk, dia seharusnya duduk saat dia berbicara. “

“Terima kasih sekali …… Jadi apa yang membawamu ke rumah kami?”

Ibu, Senna, membungkuk sedikit sebelum duduk di salah satu meja kursi. Aku juga duduk setelah dia duduk dengan tegak. Kursi itu kokoh.

Untuk pertanyaan tentang tujuanku di sini, aku meraih kantongku dan menunjukkan kepadanya plakat permintaan.

“Seperti yang aku katakan, namaku adalah Arc, dan aku telah menerima permintaan ini dari serikat petualang. Seorang gadis bernama Marca adalah orang yang mengajukan permintaan. Apakah dia disini?

“Eh? Dia melakukan hal seperti itu ?! Marca sudah di ladang sekarang ……, dia harus kembali sore ini. “

Sayangnya, gadis yang membuat permintaan itu sepertinya keluar untuk sementara waktu. Dia akan kembali sekitar tengah hari, seharusnya tidak masalah menunggu. Aku bisa tinggal di sini sampai saat itu.

“Aku bisa menunggu di sini untuknya. …… Jika tidak merepotkan, bisakah kamu menceritakan apa yang terjadi pada kakimu? “

Untuk membunuh kebosananku, aku mencoba memulai percakapan. Agak sedih melihat dia bergerak dengan perban kain di kaki kirinya.

“Tidak apa-apa. Rakasa besar baru saja nampak baru-baru ini …… Aku melukai kakiku saat melarikan diri, jadi sekarang Marca harus bekerja di ladang. Namun, aku salah satu yang beruntung. Pada saat kejadian seseorang meninggal, menyebabkan seluruh desa dilemparkan ke dalam gejolak …… “

Tampaknya aku memilih topik yang salah, memberi suasana seperti ini di rumah. Helena, yang telah bersembunyi di belakang ibunya, melirik ke arahku saat atmosfer menjadi berat.

Itu mengingatkanku, bukankah aku memiliki subkelas paus? Bukankah seharusnya aku bisa menyembuhkan luka-lukanya? Lagi pula, itu adalah batas tertinggi kelas pendeta. Jadi, mantra pelepasan penyembuhan dan pengutukan yang luas harusnya dimungkinkan.

Tunggu, kemampuan penyembuhan tingkat tinggi dari seorang paus tidak akan dibutuhkan. Pertama, aku harus menguji mantra penyembuhan pendeta tingkat rendah. Karena aku belum terluka sejak aku datang ke sini, aku belum sempat menguji sihir penyembuhan. Aku hanya menggunakan sihir serangan 【Flame】 sejauh ini.

“nyonya, jika tidak apa-apa denganmu, bolehkah aku memeriksa kakimu. Karena sudah lama, aku tidak tahu apakah ini akan berhasil, tapi aku bisa mencoba menyembuhkan kakimu.

“Hah? Ti-tidak, itu …… “

Bingung pada proposisi tersebut, sang ibu mengeluarkan suara yang tinggi.

Tidak heran, maksudku, kita baru bertemu hari ini. Lalu wajah pihak lain disembunyikan oleh helm. Jika tiba-tiba diminta untuk menunjukkan kakimu, kamu pasti akan menolak.

Namun, ketika Helena muda mendengar bahwa kaki ibunya bisa disembuhkan, dia menatapku sejenak. Kemudian dengan lembut dia mengangkat kaki yang terluka itu, sehingga aku bisa memeriksanya.

Sang ibu, Senna, tersenyum kecut saat ia menyerahkan diri pada takdir.

Setuju, aku meletakkan tangan kananku di atas kaki yang terluka dan mencoba memanggil mantra itu.

Dengan nyanyian lembut 【Sembuhkan】, cahaya putih muncul dari tanganku dan melilit kaki Senna. Setelah kontak, cahaya terserap ke kulitnya.

Ibu dan anak perempuannya dengan kosong menyaksikan tontonan di depan mereka, namun kemudian Helena melepaskan perban dari kaki ibunya. Yang muncul dari perban itu adalah kaki yang sangat halus.

“Bu! Tidak ada cedera! Tidak ada bekas luka apapun !! “

Sikap Helena benar-benar berubah dari beberapa waktu yang lalu. Sekarang dia memiliki senyuman lebar dan sepertinya tidak bisa berhenti melompat gembira.

Melihat senyum putrinya, Senna mengusap kepalanya sebelum membungkuk padaku.

“Terima kasih banyak. Arc-sama, kamu pasti pastilah pastor yang terkenal. Aku tidak percaya bahwa tidak ada bekas luka yang tersisa …… “

“Tidak, aku hanya ingin mencoba karena sudah lama, aku bahkan tidak yakin bahwa itu akan berhasil. Luka itu sembuh, dan itu bagian yang terbaik “

Sebenarnya, ini adalah pertama kalinya aku menggunakan sihir pemulihan dalam kehidupan nyata, jadi akulah yang paling diuntungkan …… Menilik dari reaksinya, sepertinya ada kesadaran akan sihir penyembuhan. Sekarang hanya tingkat kemampuan dunia ini yang tidak diketahui.

“aku pulang ibu.”

Putri sulung, Marca, akhirnya kembali ke rumah dari ladang. Gadis itu penasaran lalu menaruh keranjang koleksi besar di dekat pintu. Tingginya sekitar 150 cm, dan rambutnya yang cokelat muda diikat menjadi kuncir, yang berada di atas bahunya. Mata birunya sama seperti milik ibunya. Dia juga kecokelatan, warna kulit yang sehat.

“Marca, apakah kamu mengajukan permintaan kepada guild petualang? Aku di sini untuk menyelesaikan permintaan itu. Kamu pemohonnya benar? “

“Ah! Permintaanku diterima oleh Knight-sama ?! Permintaan itu untuk pendamping pengumpulan ramuan obat-obatan. “

“Apa kamu gila! Koleksi ramuan itu sendiri berbahaya! Namun kamu bermaksud pergi, bahkan dengan kemunculan monster baru-baru ini ?! “

“Tapi ……, biaya permintaan sudah dibayarkan dan keuntungan sudah diterima ……”

Sang ibu, yang mendengar isi permintaan tersebut, dengan kasar menolaknya. Marca mengerutkan kening, karena permintaan itu sudah dibayarkan. Aku bertanya-tanya apa yang terjadi ketika klien meninggalkan permintaan itu? Gagasan absurd tentang bayaran yang hilang muncul dari kepalaku.

“Begitu! Aku akan pergi untuk mengumpulkan ramuan sebagai gantinya! “

“Tunggu sebentar ibu! Bagaimana kamu bisa mengumpulkan dengan kaki yang terluka itu? “

“Cukup menunduk dan dengarkan Marca! Knight-sama sudah menyembuhkan kakiku! Karena itu aku akan masuk hutan !! Mengerti.”

Senna mengangkat ujung roknya sedikit, untuk menunjukkan pada Marca kaki yang benar-benar sembuh. Setelah melihat kaki yang sembuh, Marca melihat keheranan padaku.

“aku bersyukur kaki ibuku benar-benar sembuh. Ibu, kamu bahkan tidak tahu di mana ramuan tumbuh! Jadi tidak ada gunanya bagimu untuk pergi! “

Ternyata pengetahuan ibu tentang obat tidak begitu tinggi. Malam bisa datang sebelum ibu dan anak menyelesaikan argumen ini.

“kamu adalah alasanku mencari pendamping. Apakah kamu melihat keadaanmu yang cedera itu ibu ?! “

“Kalau begitu mau bagaimana lagi, sudah diputuskan !! Knight-sama akan membimbingmu melewati hutan! “

Setelah diberi tahu, Marca mengambil keranjangnya dan pergi keluar. Setelah menyadari apa yang baru saja terjadi, aku mengejarnya. Saat meninggalkan rumah, aku menerima ucapan terima kasih dari Senna. Jika muncul masalah, aku bisa saja meraih Marca dan melarikan diri dengan langkah 【Dimensi】.

Ketika aku melihat berkeliling di desa, Marca melambaikan tangannya ke arahku di dekat pintu gerbang.

gksc8

Aku mengangkat karungku dari balik bahuku lagi dan mulai menuju ke sana. Bersama Marca, aku meninggalkan desa dan berjalan di sepanjang jalan utara.

“Knight-sama, terima kasih sekali lagi atas permintaan ini. Setengah dari alasanku perlu mengumpulkan ramuan itu adalah karena luka ibuku. Namun, karena Knight-sama sudah menyembuhkanny, aku hanya punya satu alasan sekarang.

Marca berkata begitu, sambil tertawa girang.

“Hmm, jadi apa alasannya?”

“Tahun lalu, ayahku meninggal dunia karena sakit. Saya membantu di ladng, tapi masih cukup sulit bagi kita. Ramuan obat bisa dibeli dengan harga bagus di kota, bisa mengurangi ketegangan pada ibu sedikit …… Setiap tahun, aku memetik ramuan dengan ayahku, dan dia akan menjualnya, kamu tahu. “

“Untuk meredakan ketegangan ibumu, banyak sekali manfaat ramuan. Bukankah perjalanan itu juga berbahaya? “

“Tidakkah kamu tahu, jika pergi dari hutan ini kamu akan berada di kaki pegunungan naga. Di bagian yang lebih dalam, kamu akan menemukan hal-hal seperti naga darat atau wyverns, tapi sebaiknya lebih aman jika kita tinggal di daerah dangkal. Meski begitu, kita tidak bisa bertahan lama karena ada lebih banyak monster di sini daripada di hutan lainnya. “

Aku mendengarkan penjelasan Marca saat kita memasuki hutan. Rupanya, timur laut lokasi kita sekarang adalah pegunungan naga liar. Jauh dari puncak gunung putih itu bisa dilihat.

Sementara maju melalui hutan, tekanan untuk meninggalkan tempat ini terus tumbuh semakin jauh kita masuk.

Marca sepertinya sudah menemukan sesuatu, saat ia mulai berlari. Kami mendekati sebidang tanah yang lebih cekung daripada di sekitarnya, dan memiliki banyak batu di tengah pit. Di antara batu karang itu, sebidang kecil tanaman bisa dilihat.

Marca turun ke sana, dan mulai mengisi keranjangnya dengan tanaman. Jumlah tanaman teratai yang tak terhitung jumlahnya tampaknya telah dikumpulkan dengan cepat.

“Ini ramuan obat cocla. Hal ini efektif dalam pengobatan luka dan penyakit kulit.”

Sambil mengumpulkan rempah-rempah, Marca menggoyangkan kepangnya dan menjelaskan kegunaan tanaman itu. Aku mengamati sekeliling kita, tapi tidak ada tanda-tanda binatang atau monster. Jadi aku turun untuk membantu mengumpulkan tanaman cocla itu sendiri. Melihat keadaan kikukku, Marca mulai tertawa.

Sepertinya melihat seorang pria, yang tingginya lebih dari 2 meter dan besar, berjuang untuk memilih tanaman adalah pemandangan yang lucu.

Setelah satu jam, keranjang itu setengah penuh dengan tanaman cocla. Meski masih ada beberapa tanaman yang tertinggal di antara bebatuan, Marca mengatakan bahwa kami akan pindah ke tempat berikutnya. Tempat berikutnya rupanya merupakan tempat koleksi utama.

Sekali lagi tekanan untuk pergi meningkat saat kita melangkah lebih jauh. Ketika binatang liar merasakan tekanan, mereka berbalik dan berlari, meski kita belum menemukan monster apa pun.

Kami maju di hutan untuk sementara, sebelum menemukan tempat terbuka. Kemiringan yang landai memanjang, saat aku melihat bahwa cabang pohon di sekitarnya berwarna putih pucat, dan pepohonan ditutup oleh lingkaran bunga putih yang jatuh. Aroma manis juga dibawa angin.

“Kita berhasil! Bunganya mekar penuh! Cabang pohon kobumi berwarna putih pucat !! “

Dipenuhi dengan sukacita, Marca mulai berlari menuju pohon kobumi dengan kecepatan penuh. Dengan cepat aku mencoba mengeluarkan sebuah peringatan agar Marca tetap diam. Di luar pohon, aku melihat sebuah batu seperti benda. Tapi tidak seperti batu normal, benda ini memberi perasaan makhluk hidup.

“Marca, jangan bergerak !! Ada yang bersembunyi disana !!! “

“Eh?”

———————– bersambung ——————–