rpgcover

Prolog

“Halo, Ramuan HP ini harganya 5 gold, terima kasih atas dukungan anda”

“Tak bisakah ini menjadi sedikit lebih murah? Setelah semua, aku sudah membeli 30 ramuan HP di sini sebelumnya…”

“Halo, Ramuan HP ini Harganya 5 gold, terima kasih atas dukungan anda.”

“Hei, saat aku membeli barang-barang darimu, kamu menjadi seorang NPC. Bukankah kita telah mengobrol riang beberapa saat yang lalu?”

“Halo, Ramuan -“

“Ok, cukup!”

Aku memindahkan kembali langkahku, seyum Paman Kane yang dipaksakan menghilang, dan kembali ke kondisi normal. Tentu saja, ‘kembali ke normal’ yang aku maksud adalah kembali ke bagaimana seseorang biasanya berperilaku.

“Hai Fir! Apa kau senang dengan barang-barang itu?”

“… Itu ok, sampai ketemu nanti.”

“Jangan lupa untuk berkunjung lagi!”

“Ya~”

aku mengangguk dan meninggalkan kawasan perbelanjaan. Lelucon apa ini! Aku tidak akan pernah kembali ke sana lagi!

Aku harus menemukan cara untuk meninggalkan Desa permulaan ini, dan mencapai kota berikutnya, atau orang-orang ini akan benar-benar membuatku gila!

Namaku Lin Fir, dan tentu saja, itu bukan nama asliku. Namun, saat aku datang ke dunia ini, aku sudah lupa namaku yang sebenarnya. Lin Fir, ini aneh, nama itu menjadi nama baruku.

Namun, Kecuali namaku, sisa kenanganku tetap utuh, dan aku jadi sedikit bingung.

Ah, tempat ini disebut Benua Raya.

Namun, apa yang menggelikan adalah bahwa aku tidak bisa menemukan sesuatu yang mirip dengan peta yang akan memungkinkanku untuk melihat seluruh dunia.

Sebenarnya, yang mengejutkanku, tempat ini disebut Desa Pemula. Pada saat yang sama, warga di sini semuanya pada aneh-aneh. Biasanya, aku dapat berbicara kepada mereka dengan normal, tapi setiap kali kita terlibat dalam percakapan tertentu, mereka akan beralih menjadi NPC yang hanya bisa mengulang kalimat yang sama.

Ini mengerikan, benar-benar mengerikan! di mana dunia yang telah aku pijaki ini!

“Hei, ingin mendapatkan beberapa bantuan kecil? Apakah kamu tahu bagaimana untuk meninggalkan desa ini?”

ketika aku sedang bersedih, suara seseorang memanggilku.

Aku berbalik, apa yang kulihat sebelumnya adalah seorang gadis yang bahkan tidak setinggi dadaku. Dia mengenakan black light armor, dan memiliki dua pedang pendek di punggungnya. Gadis dengan twin-tail putih berkilau mengerutkan alisnya ketika dia menatapku.

“Kau tidak sama seperti NPC yang hanya bisa tinggal di tempat yang sama, kan?”

 

 

—————— bersambung —————–

 

 

 

P.S

Terima kasih kepada Akino Shin Yang mau mentranslate web novel ini