10ngv4

Part 3 – Yuuji, Meminta para Adventurers

「…… Selamat pagi Yuuji-nii!」 (Alice)

Pagi hari setelah bertemu dengan para petualang tadi malam.

Alice yang baru saja terbangun, menyapa Yuuji.

「Yuuji-nii, apa kamu sudah di depan komputer sejak pagi?」 (Alice)

「Selamat pagi Alice. Ya, hanya untuk sementara waktu. 」(Yuuji)

Jawab Yuuji sambil tertawa dengan ekspresi lelah.

Lalu, karena Alice sudah bangun, ayo kita sarapan pagi! Sambil menirukan monolog dengan suara nyaring, Yuuji menekan keyboard dengan bunyi klik sebelum membiarkan Alice menariknya ke bawah.

✦✧✦✧

Alice sedang duduk di sofa di ruang tamu, sementara Yuuji mengintip ke luar dari jendela.

Para petualang juga terbangun dan sedang menyiapkan sarapan di depan gerbang.

Baiklah, Yuuji membuat pose kecil.

Karena ada pria besar Joss yang telah dengan jujur meminta izin untuk mendirikan kamp tersebut dan menunjukkan rasa hormat kepadanya, tidak mungkin orang tersebut menjadi pembohong.

Sepertinya Yuuji meminta sesuatu dari petualang.

✦✧✦✧

Dan setelah mereka selesai makan sarapan mereka, Yuuji mulai mengajukan pertanyaan kepada Alice.

「Alice, aku punya sesuatu yang ingin aku dengar darimu …… apa tidak apa-apa?」 (Yuuji)

「Ya, tidak apa-apa. Apa itu Yuuji-nii? Kamu sudah aneh sejak pagi ini 」(Alice)

Alice memiringkan kepalanya.

Kotaro juga menatap Yuuji, dengan mata yang sepertinya berkata,

“Kamu memang agak aneh hari ini, apa yang kamu mainkan?” (Kotarou)

「Hm, itu bukan apa-apa. Baiklah kalau begitu, Alice. Ketika kamu tinggal di Anfore Village, apakah kamu mengenal orang lain yang tinggal di luar desa? Seperti saudara di kota atau desa lain? …… 」(Yuuji)

Iya.

Desa tempat Alice tinggal sebelum diserang oleh bandit.

Karena dia bertahan, tentu saja ada kemungkinan ada orang lain yang berhasil melarikan diri, tapi mencari mereka bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan.

Namun.

Alice mungkin punya kenalan di luar desa.

Jika dia dapat mengetahui dengan di mana mereka tinggal di desa atau kota lain, maka mudah untuk menghubungi mereka.

Karena hari ini, ada sarana untuk menghubungi mereka.

Sebab, didepan gerbang, ada petualang yang datang dari kota.

「Di luar desa? Hmm …… Karena Papa dan Mama kawin lari, tidak ada yang bisa dianggap sebagai keluarga, hmm, hmm. 」(Alice)

Sambil mengusap alisnya dan meletakkan kedua tangannya di atas kepalanya, Alice merenung dan bersenandung.

Sepertinya Kotaro tahu maksud Yuuji.

Dia duduk di samping Alice, dan menatapnya dengan mata bulat seolah ingin mengatakan,

“Itu benar Alice. Lakukan yang terbaik untuk mengingatnya. “(Kotarou)

「Apakah begitu, lalu adakah orang yang kadang mengunjungi desa ….. siapa saja?」 (Yuuji)

“Ah! Jika seseorang yang kadang mengunjungi desa, Alice mengenal seseorang! Ojichan pedagang! 」(Yuuji)

“Betul! Pedagang yang telah mengajarkan perhitungan pada Alice untuk membantunya! Oh yeah! 」(Yuuji)

Jika kamu memikirkannya, sudah jelas. Pedagang itu tentu saja tinggal di luar desa.

Alice, apakah kamu tahu nama pedagang itu? Apakah hanya ada satu pedagang yang datang ke desa? Apakah kamu tahu dimana dia tinggal? 」(Yuuji)

Mungkin karena dia senang, Yuuji menanyai Alice kecil dengan pertanyaan cepat.

Kotarou pindah dari sisi Alice ke depan Yuuji dan menyerang kaki Yuuji berulang kali dengan forepaw kanannya,

“Tenanglah sebentar!” (Kotarou)

Berbeda dengan kemarin, dia tidak menggunakan cakarnya, tapi hanya sedikit menyentuh dengan padnya.

“Ah, tidak apa-apa Alice, kamu bisa menjawab dengan lambat.” Akhirnya Yuuji mengubah kata-katanya.

「Etto, ano nee, ano nee … Pedagang ojiisan hanya datang ke desa selama musim semi dan musim gugur. Juga, satu-satunya pedagang adalah ojiisan! Dia bilang dia tinggal di kota! Namanya …. namanya … Alice tidak tahu …… 」(Alice)

「Itu sudah cukup, Alice! Terima kasih! Silakan tunggu sebentar, Alice. Kotaro, ayo kita kedepan! 」(Yuuji)

Dengan dentuman, Alice duduk kembali di sofa, sementara Yuuji menuju pintu gerbang.

Dan Kotaro mengikuti persis di belakangnya.

✦✧✦✧

「Selamat pagi Joss-san, Irene-san. Aku ingin meminta sesuatu dari kalian. Apakah kalian punya waktu sekarang? 」(Yuuji)

Yuuji menuju gerbang dan menyapa para petualang.

Sambil acuh tak acuh, dia tidak menyapa pria dengan armor mencolok itu, Hector.

「Selamat pagi, penyihir hutan, Irene tolong minta Hector membereskan tempatnya. 」(Joss)

Mendengar permintaan itu, dia sepertinya mengerti bahwa itu berarti negosiasi.

Seakan mengerti mengapa Yuuji mengecualikan Hector dari ucapannya, Joss juga mengalihkannya.

「Lalu, permintaan macam apa itu? Kami masih petualang peringkat ke-8. Jadi kita tidak bisa melakukan pekerjaan yang terlalu besar …… 」(Joss)

Pria besar itu mulai berbicara sambil sedikit gugup.

Itu tidak mengejutkan.

Penyihir yang membuat dinding tak kasat mata dan tinggal di rumah besar yang belum pernah terlihat jauh di dalam hutan di tempat tak seorang pun pernah datang.

Ini mengingatkan Joss tentang legenda dan kisah pahlawan, jadi mengapa dia berjaga-jaga itu adalah sesuatu yang wajar.

「Tidak, ini bukan sesuatu yang sulit. Setelah ini kamu akan kembali ke Purumie City kan? Di Kota Purumie tolong cari pedagang yang pergi ke Anfore Village dua kali setahun, dan kemudian aku ingin kalian membawanya ke tempat ini. 」

「Jadi, seorang pedagang? …… Jika dua kali setahun maka itu berarti sebuah rute tetap. Jika aku bertanya kepada guild pedagang maka aku mungkin bisa mengetahui identitas pedagang itu, itu tidak akan menjadi masalah. Lalu, setelah itu, bawa dia ke sini, kan? …… 」(Joss)

「Jadi kamu mengerti? Baik! Maka tidak ada masalah! Alice, gadis kemarin itu, apakah kamu ingat ceritanya tentang melarikan diri saat desanya diserang oleh bandit? Itu Anfore Village. 」(Yuuji)

「Tentu saja, aku pernah mendengar tentang Anfore Village yang diserang oleh bandit di kota ……」 (Joss)

「Dan kemudian, ketika pedagang itu datang ke desa, Alice mengatakan bahwa dia membantunya. Karena itu jika aku tahu siapa pedagang itu, aku rasa aku ingin memberitahunya untuk datang kesini. Alice masih hidup, datanglah menemuinya, tolong sampaikan ini padanya. 」(Yuuji)

「Fumu …… Tentu ada kemungkinan seperti itu. Namun, itu ….. 」(Joss)

「…… Sekalipun kita peringkat 8, kita masih petualang. Jika ada permintaan maka akan ada hadiah. Bagi kami dan pedagang. 」(Irene)

Irene yang diam-diam melihat percakapan Yuuji dan Joss sampai sekarang, tiba-tiba bergabung dengannya. Saat ini dia tidak memegang busur, dengan kata lain tidak bersenjata.

「Tentu akan ada! Mohon tunggu sebentar! 」(Yuuji)

Setelah mengatakannya, Yuuji berlari menuju rumah.

Kotarou tetap di tempat.

Dia tidak mengalihkan pandangan dari ketiga petualang tersebut, tapi dia tidak menunjukkan kekhawatirannya seperti kemarin.

Tapi kemudian, sepertinya dia belum mempercayai mereka sama sekali karena dia tidak pernah mengalihkan pandangan dari mereka.

✦✧✦✧

Dengan terengah-engah, Yuuji kembali dan berdiri di depan pintu gerbang.

Di tangannya ada empat benda datar, panjangnya 20 sentimeter dan lebarnya 15 sentimeter, kira-kira seukuran A5.

「Satu lembar untuk hadiah pedagang. Tiga lainnya untuk kalian masing-masing setelah kalian membawa pedagang ke tempat ini. Apakah ini hadiah yang cukup untukmu? 」(Yuuji)

Memegang satu di tangan kanannya, Yuuji mengangkutnya melintasi gerbang dan melewati batas.

Joss lalu dengan malu-malu menerima benda datar itu.

「Ini …… Apa ini? Tampaknya agak keras dan licin, ini papan aneh.(Joss)

「Tolong buka. Tekan tombol kecil itu dengan jari Anda, seperti ini, dan itu akan terbuka. 」(Yuuji)

Yuuji menunjukkan bagaimana membuka papan di tangannya

Cahaya pagi bersinar terang dipapan.

Papan datar itu adalah cermin.

Itu adalah cermin kompak yang biasa selalu dibawa oleh wanita di Jepang di dalam tas tangan mereka.

Pada empat papan yang disiapkan Yuuji, itu adalah cermin kompak yang megah.

*meneguk*

Suara air liur tertelan bisa didengar satu demi satu dari Joss dan Irene.

Di perkemahan, Hector sedang menyenandungkan sebuah lagu sambil terus membereskan kamp.

Di dekat kaki Yuuji, Kotarou menepuk ekornya. Dia mengusap tubuhnya melawan Yuuji seolah mengatakan, “Pekerjaan bagus!” Tapi dia masih tidak mengalihkan pandangannya dari petualang.

「Penyihir Hutan-dono. Ini …… Jika kita bawa pedagang ke tempat ini, kita akan menerima tiga ini? Kemudian kita akan dengan senang hati menerimanya …… 」(Joss)

“Itu cukup. Imbalannya sudah cukup. Untuk Batas waktunya? 」(Irene)

Joss ragu-ragu, tapi Irene yang bergairah itu secara kasar menyela dan menjawab

「Batas waktu …… aku menginginkannya sesegera mungkin, tapi …… apakah 10 hari tidak masalah untukmu?」 (Yuuji)

「Penyihir Hutan-dono, batas waktu itu terlalu pendek. Perlu tiga hari penuh untuk pergi dari sini ke kota dan ada kemungkinan bahwa pedagang itu tidak ada di kota sekarang. 」(Joss)

「…… beri kami 20 hari. Jika kita berhasil membawanya dalam 10 hari, maka kita menginginkan yang lain. 」(Irene)

「Irene!」 (Joss)

「Tidak, tidak apa-apa. Karena sebelumnya sudah di sepakati, aku semakin bahagia. Di sisi lain, ketika kalian kembali, aku ingin kalian tidak menyebutkan cermin ini atau tempat ini kepada orang lain selain pedagang. 」(Yuuji)

Menempatkan kondisi tidak boleh ada sepatah kata pun kepada siapapun, Yuuji menerima usulan hadiah tambahan.

Bahkan jika Yuuji sepertinya mengerti nilainya di dunia lain ini, cerminnya hanya bernilai sekitar 1000 yen. Jika kamu tidak peduli dengan kualitasnya maka barang itu bisa diperoleh dari toko lain.

Tadi malam, dia membuat keributan mencari kamar orang tuanya dan kamar imoutonya, Yuuji memperoleh delapan cermin kompak dengan berbagai ukuran.

Terlepas dari cermin panjang, cermin kamar mandi, dan cermin rias orang tuanya, dia mengambil semua.

Sebuah cermin tambahan jika mereka bisa menyelesaikannya di bawah 10 hari adalah sesuatu yang murah, adalah apa yang Yuuji rasakan.

「Lalu, aku akan menantikan pekerjaanmu」 (Yuuji)

“Kami mengerti. Kami akan melakukan yang terbaik. 」(Joss)

Yuuji membungkuk.

Ketika Yuuji mengangkat kepalanya, yang dilihatnya adalah penampilan Joss dan Irene yang entah mengapa meletakkan telapak tangan kanan mereka di dada kiri mereka tepat di bawah tulang selangka. [1]

Mungkin itu kebiasaan dunia lain ini.

Maka hari kedua interaksi dengan petualang pun berakhir. Trio petualang tersebut membuat suara sloshing saat mereka bergerak melalui tanah basah dan kembali ke kota dengan kecepatan tinggi.

✦✧✦✧

Yuuji dan Kotarou melihat mereka dari balik gerbang.

Setelah sosok petualang menghilang dari pandangannya, Yuuji mendesah lama dan berjongkok.

「terima kasih tuhaaannn, ini berjalan baik!」 (Yuuji)

Dia kelelahan dan sepertinya berbaring di kebun yang masih basah.

Kotaro melompati Yuuji yang sedang berbaring, dia dalam suasana hati yang baik.

Sementara ekornya berayun kencang, Kotarou menjilat wajah Yuuji.

“Kamu luar biasa sejak pagi ini, kamu bisa melakukannya kalau kamu coba, kan Yuuji? aku sangat senang dengan ini. “(Kotarou)

Sepertinya dia mengekspresikan ini dengan seluruh tubuhnya.

Meskipun Kotarou dalam kondisi gembira, dia tidak mengotori dirinya sendiri. Dia adalah seorang wanita.

✦✧✦✧

Semua hal telah dipertimbangkan.

Aku Mengonfirmasikan jika Alice memiliki kenalan di luar desa.

Meminta petualang untuk mencari kenalan itu dan membawa mereka bersama.

Mempersiapkan cermin kompak sebagai hadiah.

Tidak termasuk Hector, negosiasi, dan menentukan batas waktu.

Itu adalah hal-hal yang dilakukan dengan sangat baik oleh Yuuji.

Apakah hujan akan turun dari langit besok? Atau langit telah runtuh?

Jika tidak, apakah dia mencapai suatu kebangkitan? Atau apakah ini hanya sebuah kebetulan acak?

Sulit dipercaya bahwa kemarin, tidak ada goresan, bahkan Yuuji yang sekarang bisa melakukan prestasi seperti itu.

Tentu saja, itu bukan karena Yuuji tiba-tiba tumbuh dewasa.

Wajahnya memiliki eyebag yang gelap. Bagian pinggang, bahu, pergelangan tangan, telapak tangan dan jari-jarinya benar-benar kaku.

Iya.

Yuuji sedang berkonsultasi dengan papan buletin sepanjang malam, dari malam sampai pagi ini.

Tidak, itu juga bukan konsultasi.

Yuuji menerima perintah dari papan buletin sepanjang malam, dari malam sampai pagi ini. Tingkah lakunya pagi ini karena dia menjalankan perintah yang di hafalnya ….

————— bersambung —————-