tgmv2

Chapter 27 – Untuk berjaga-jaga, aku akan melakukannya juga kamu tahu?

Aku mendengar kata ‘Ah ~’

Terdengar desahan yang dalam.

Dari muatan kereta.

Ketika aku melirik sekilas, aku bisa melihat 4 kepala mengintip ke luar untuk melihat dinding tinggi di depan kami.

Masih sedikit jauh dari tempatku tapi aku bisa melihat itu cukup tinggi. Itu dianggap kota besar mungkin ada benarnya.

Pada akhirnya, 5 orang yang berada di kota terakhir ‘dulu’, ingin menemaniku ke Tsige.

Aku tidak punya alasan untuk menolaknya, atau lebih tepatnya, aku tidak bisa menolaknya.

Aku merasa bersalah karena pengikutku menghancurkan seluruh basis sehingga aku mendengar keinginan mereka.

Jaraknya kira-kira dua minggu, dengan kereta yang dipenuhi orang, kami tidak terburu-buru dan maju dengan santai hingga tiga minggu.

Saat ini, di sampingku adalah Mio yang mengenakan kimono dan Rinon yang diliputi oleh kelelahan.

Aku punya dua bunga di kedua sisiku. Meskipun satu sisi adalah pengikutku yang sesat, dan yang lainnya adalah anak kecil.

Meskipun aku menyebutnya kimono, itu adalah sesuatu yang dibuat oleh para dwarf dengan menyalin desain dari Tomoe.

Itu sebabnya tidak ada klasifikasi khusus untuk itu, tapi bajunya bisa dipakai dengan aman sebagai pakaian santai. Itu yang mereka sebut pongee.

Ini memiliki lengan panjang, seperti yang diharapkan, jadi aku ingin membantunya. Pasti merepotkan saat dia berjalan.

Dengan alasan ‘latihan’ aku menyuruh Tomoe melakukan tugas terpisah, seperti yang direncanakan, terimakasih telah memakan umpan itu.

Orang-orang yang menemani kami menatapku dengan tatapan yang mengerikan.

Mereka melihat pria yang mengatakan oke dengan tingkah yang biasa saja.

Ada yang harus kulakukan dan Tomoe baik-baik saja sendiri, jadi pasti dia baik-baik saja.

Jika aku membiarkan Mio pergi bersamanya, aku merasa bagianku akan berantakan sehingga aku menyuruh Mio untuk tinggal bersamaku.

… Jujur saja, Mio masih tetap tidak masuk akal. Meskipun aku telah melihatnya selama ini.

Rinon sangat terikat pada Mio dan aku, kecuali saudara perempuan Toa-san, orang-orang yang menemani kami sama sekali tidak banyak berbincang dengan kami.

Aku pikir itu adalah sesuatu yang patut disesali, tapi ketika aku memikirkan pemicu yang membuat mereka menemani kita, aku pikir itu sama sekali tidak mengherankan, jadi aku menyerah untuk mencoba membuat hubungan yang lebih baik.

Seharusnya aku senang setidaknya ada yang terikat padaku.

Lagi pula, aku tidak merasa perlu untuk bersahabat dengan sekelompok petualang yang terlihat seperti penonton.

Aku akan membantu mereka, sampai di Tsige dan tinggalkan mereka sebagai kenalan saja.

Percobaanku berjalan dengan baik.

Kabut Tomoe, kegelapan Mio dan pengetahuannya.

Dengan menggunakan itu, aku mencoba membuat mereka melupakan sedikit lebih cepat kejadian yang terjadi di kota, ini secara tak terduga sukses besar.

Butuh waktu tapi, setidaknya dalam 2 minggu ini akan bisa menghndar dari pengakuan mereka.

Demi tidak menyentuh topik terlalu banyak.

Aku harus bergerak hati-hati.

Kami belum ‘membuang’ ingatan tentang masalah dengan Toa-san dan Rinon.

Baiklah, aku akan memikirkannya nanti. Aku berencana tinggal di Tsige untuk sementara waktu.

“luar ~ biasa !! Sebuah tembok besar ~! “(Rinon)

Rinon akhirnya meninggikan suaranya dan mulai gembira.

Ini tentu besar.

Tapi, bukankah dia pernah kemari setidaknya sekali?

[Rinon, kamu belum pernah lewat disini]? (Makoto)

“Eh, ah, Onii-chan. Aku dipindahkan ke sini dengan sihir transfer karena itu sebenarnya aku belum pernah berada di luar itu “(Rinon)

Rinon benar-benar menggunakan Onii-chan untuk memanggilku sekarang. bagaimanapun, shir transfer ya. Mereka memiliki sistem yang nyaman.

“Ara, sihir transfer-desu ka. Lalu, bukankah lebih cepat dan lebih aman jika kita semua menggunakannya untuk bergerak? “(Mio)

Mio-san mengatakan itu. Dia secara tak terduga rajin mempelajari masyarakat, dia semakin baik dalam menyembunyikan fakta bahwa dia adalah orang sesat. Aku bersyukur untuk itu. Suatu hari aku berdoa semoga dia bisa menyembuhkan tingkah lakunya yang sesat itu.

“Uhm, biaya untuk transfer itu luar biasa jadi itu sesuatu yang tidak bisa kita ajukan padamu ~” (Toa)

Oh.

Ketika aku berpaling ke belakang, aku melihat Toa-san, yang pada saat itu, telah mengeluarkan kepalanya dari kereta.

Dia sudah mulai memanggil Mio sebagai Mio-sama, dia bahkan berharap agar Mio membawanya sebagai murid. Untuk saat ini aku tidak bisa membiarkannya.

Hubungan yang begitu rumit seperti ‘murid dari pengikutku’, aku ingin kamu melepaskanku dari hal itu!

[Seberapa mahal itu?] (Makoto)

“Jika sampai ke Tsige, satu orang akan menelan 20 koin emas. Kopernya terpisah dan bergiliran “(Toa)

Uee ~  itu seperti hanya untuk selebriti.

Bahkan jika aku mengatakan itu, aku mendapat sejumlah uang yang tidak masuk akal dari produk yang aku dapatkan secara gratis di Asora, untuk mengeluarkan banyak uang tidak akan banyak melukaiku. tapi itu adalah kerugian bagi orang-orang yang menemaniku.

Bagi orang-orang yang bertujuan untuk berlatih dan menjadi kaya, aku tidak berpikir mereka akan membuang kesempatan untuk mendapatkan pelatihan dan uang dan menggunakan sihir transfer. Aku harus menganggap ini sebagai kemewahan yang dibuat khusus untuk pedagang dan bangsawan.

[Betapa mahalnya. Yah, hanya 8 hari sebelum kita sampai, tidak mungkin kita akan menggunakan trnsfer saat ini ~] (Makoto)

“A wa wa, kamu benar, Lebih seperti, ini sudah terasa nyaman sekarang. Dengan keamannya itu, bahkan ini bisa digunakan sebagai bisnis untuk hidup”(Toa)

Kata-kata kekaguman dari Toa-san.

Mio menggunakan kipas lipat untuk menyembunyikan senyumannya. Seperti biasa, dia lemah terhadap pujian.

Kipas lipatnya bertulang besi sehingga itu tidak lucu sama sekali. Aku bertanya-tanya mengapa Mio mendasarkan desain senjatanya pada kipas lipat. Kekuatan serangannya tidak setinggi itu. Apakah tulang besinya terbuat dari logam fantasi seperti mithril? Nah, dia menggunakannya seperti itu jadi pasti begitu. Bahkan jika aku menyebutnya kipas lipat mithril, aku tidak merasa seperti itu.

Pada kenyataannya, perjalanannya sangat aman.

Orang-orang yang mengetahui kekuatan Mio tidak berani mendekat, orang-orang yang tidak tahu diurus seketika. Itu lebih cepat dari satu pukulan mematikan. Rasanya seperti medan pertemuan yang aman.

Rasanya tidak seperti ada pergantian serangan.

Lebih seperti, mengumpulkan dan menguliti, masa-masa itu terasa lebih lama.

Kami berpikir untuk meninggalkan mereka di sana tapi Toa-san dan petualang lainnya memiliki wajah ‘memelas’ pada mereka dan seperti ‘apakah kamu akan meninggalkan bahan disana?’, Jadi aku membiarkan mereka mengambilnya.

Karena mereka melihat mayat binatang buas dan mayat serangga seolah-olah mereka akan menangis.

Terutama Toa-san yang terlihat persis seperti Kohai-ku. Melihat binatang yang terlihat seperti mereka terlibat dalam kecelakaan lalu lintas dan serangga yang hancur, seolah-olah mereka permata, itu benar-benar membuatku……

Berkat itu, aku bisa belajar sedikit tentang cara mengambil bagian-bagian tertentu dan hal-hal mendasar lainnya.

Tentu saja, bahan yang kami kumpulkan diletakkan di bagian bagasi kereta.

Karena itu, para petualang yang tidur di sana perlahan kehilangan tempat mereka.

Tapi meski begitu, mereka memiliki wajah senang. Seberapa senangnya mereka ketika mereka harus membengkokkan tubuh mereka untuk tidur?

Untuk saat ini aku memiliki satu dari setiap jenis yang dikemas dalam kotak terpisah.

Ini akan kugunakan sebagai bahan belajar.

Nah, sebaiknya tidak hanya mendistribusikan barang saat kita akan berpisah. Itu akan menghalangi perpisahan.

[aku tidak punya niat untuk tinggal di perbatasan. Aku seorang pedagang karena profesiku tapi aku berpikir untuk berkeliling di berbagai negara] (Makoto)

“aku mengerti, sungguh disayangkan. Kamu memiliki banyak kekuatan dan belum lagi……”(Toa)

Dari segi Toa-san, begitulah adanya. Bagi petualang, penghasilan itu penting. ‘kekuatan’ yang dia maksud ditujukan kepada pengikutku, membuatku sedikit sedih.

Nah, aku akan bisa memikirkannya dengan santai saat kita sampai di kota.

“Onii-chan, ada sesuatu disana !!” (Rinon)

“Waka-sama, di sana-desu” (Mio)

Mendengar suara kedua orang di kursi kusir, aku menoleh ke depan. Itu adalah serangga.

Semut yang menggunakan empat kaki mereka untuk berjalan sementara kaki depan mereka seperti sabit dan lebah yang berwarna merah cerah. Keduanya berskala besar dan jumlahnya … 1, 2, 3 … 10.

Mereka bilang nama mereka adalah Size Ant dan Red Bee, mungkin?

Nah, itu bukan masalah besar. Ini adalah tipe yang bisa kita temui dengan cukup banyak.

“Aaaaahh ~ !!”

Apa itu?!

Saat aku melihat, semua orang yang berada di dalam kereta telah mengintip dari kain itu. aku ingin mengatakan bahwa mereka tampak seperti kura-kura.

Tapi, mengapa mereka mengangkat suara mereka?

“Ra-Ra-Raidou-san! Itu, itu! “

[size ant dan red bee kan? kenapa dengan mereka?] (Makoto)

“Bukan begitu! Itu Si lebah satu! “

“Yaitu, real deal …”

“Luar biasa, Rubee-eye …”

Oh, monster itu berbeda ya. Reaksi ini, apakah ini monster langka?

“bukankah itu biasa-desu ka?” (Mio)

Dari apa yang kulihat, ada 6 di antaranya. Mereka tampaknya telah memperhatikan kita tapi akan memakan waktu lama sebelum kita bertemu dengan mereka.

“Luar biasa! Itu sangat Langka! Sampai-sampai mustahil berada di dekat kota! “

“Dan mereka sangat kuat! Sihir tidak bekerja, mereka cepat dan toksisitasnya kuat! “

Mereka sangat senang ya, jika mereka begitu kuat, bukankah itu buruk?

[Jadi, apakah kalian bisa mengalahkannya? Jika demikian, aku tidak keberatan menyerahkannya kepada kalian] (Makoto)

Jika mereka bisa melakukannya maka sebaiknya menyerahkannya kepada mereka. Hanya berada di sana sepanjang waktu akan mempengaruhi keterampilan mereka.

“Benar-benar tidak mungkin! Ini akan memusnahkan kita semua! “

Hei hei.

“Untuk bisa melakukan sesuatu terhadapnya, kamu memerlukan party dengan level lebih dari 130”

Itu berarti, orang-orang yang hampir pada tingkat itu adalah Toa-san dan gadis dwarf dan prajurit pendeta itu. Aku lupa namanya.

Tapi mereka adalah sekelompok yang sangat senang dalam menikmati perjalanan ini seolah-olah itu adalah safari. Aku bisa mengerti bahwa orang-orang ini bodoh.

[Mio, aku mengandalkanmu] (Makoto)

“Astaga, semut itu, itu mengotori pakaianku terakhir kali kamu tahu?” (Mio)

Mengatakan itu, dia menunjukkan bagian yang gosong di ujung lengan bajunya … hanya beberapa sentimeter. Jika hanya itu, seharusnya kamu tidak terlalu khawatir.

[Ketika kita sampai di kota, aku akan memperbaikinya untukmu, untuk saat ini …] (Makoto)

“mau bagaimana lagi …” (Mio)

Sepertinya dia akan menerima, itu sangat membantuku.

“Mio-sama! Tinggalkan sabit dari size Ant! “

“Jangan menghancurkan kepala Rubee-eye bagaimanapun!”

“Juga sayap Rubee eye …”

Sebelum bersorak sorai, mereka mulai menuntut banyak hal. sungguh sekelompok yang mementingkan kepentingan pribadi.

“… Waka-sama” (Mio)

Aku punya firasat buruk.

[Apa itu?]

“aku tidak ingin melakukannya-desu. Aku sudah mengatakan padamu Waka-sama “(Mio)

“Tunggu!”

Wow, semua orang mengeluarkan ekspresi kaget di wajah mereka. Omong-omong, bahkan aku juga.

[I-Itu apakah aku harus melakukannya?]

“Ya ampun, setiap waktu setiap saat setiap saat … itu sakit-desu no! Tinggalkan bagian itu, arahkan ke tempat itu. Sampai sekarang aku telah menahannya tapi aku sudah di batasku-desu! “(Mio)

[Ta-tapi Mio. Mereka adalah bahan penting setelah semua, itu juga akan membantu pelatihanmu kan?] (Makoto)

“aku sudah cukup melakukan latihan untuk menahan diri! Ini juga akan menjadi latihan yang baik untukmu Waka-sama. Aku meninggalkannya di tanganmu! “(Mio)

Dia memalingkan kepalanya dengan marah dan menolakku.

Hah ~

Bukannya aku tidak mengerti perasaannya. Singkirkan jika sihir gelap bisa bekerja atau tidak, jika dia dengan paksa menggunakan kegelapan dan menghancurkannya, lalu teringat untuk mengumpulkan materi, itu benar-benar akan menjadi sumber stres.

Jika jarak ini …

Tidak ada pilihan. Aku pikir aku akan pergi tanpa menunjukkannya tapi.

Rasanya agak buruk jika mereka menganggapku tidak kompeten.

Aku akan melakukannya.

 

———– bersambung ————