innv1

Chapter 11 –Sudut pandang Kuro

Aku tidak punya nama.

Aku adalah makhluk yang mengembara didalam hutan dan mengulangi hari-hariku hanya dengan berburu mangsa.

Aku terus hidup seperti itu dan aku pikir akan terus seperti itu kedepannya.

Namun, ada sebuah pertemuan yang mengejutkanku.

Seorang wanita dengan sosok yang sama sepertiku. (TN: ane juga bingung mau nulis seorang atau seekor, tapi karena ini sudut pandang kuro kita anggap aja dia seperti manusia)

Saat aku memikirkan kalau dia itu wanita yang baik, aku diserang.

Aku tersadar dan balas melawan tapi aku tidak mengerti, kenapa aku tidak memakai tangan atau kakiku

Aku yakin dengan dengan kekuatan tempurku, tapi dia tidak terlihat seperti musuh.

Aku sudah siap untuk mati,tapi wanita tersebut malah memerintahkanku untuk menemaninya setelah dia menunjukkan wajah kemenangan kepadaku.

Tidak ada alasan untuk melawan.

Aku telah hidup sendiri hingga sekarang, tapi aku memutuskan untuk hidup berdua mulai saat ni.

Jika seorang pria dan wanita tinggal bersama, mereka pasti akan melakukannya juga, sehingga perut wanita itu bisa membesar.

U ̄ mu.

Apakah ini artinya aku akan punya keluarga?

Ma, itu tidak membuat suasana hatiku memburuk sih.

Lalu aku menjalani kehidupan keseharianku dan bertemu musuh terburukku di saat anak anakku akan lahir sebentar lagi.

Mereka yang tinggal dan bersembunyi di dalam hutan mengatakan itu.

Beruang grappler.

Dia adalah raja hutan.

Tubuh yang besar dengan kekuatan yang sepadan dengan tubuhnya.

Meski gerakannya tubuh lamban, tapi kecepatan tangan dan kakinya sangat cepat

Pada dasarnya, aku bisa dengan mudah lolos dari lawan seperti ini, namun ini adalah pertemuan yang mendadak dimana aku membawa wanita yang sedang hamil.

Aku tidak bisa melarikan diri.

Aku muncul didepan beruang grappler untuk melindungi wanita itu.

Aku takut.

Aku mengerti ini mustahil.

Tapi aku tidak bisa melarikan diri.

Aku harus mengulur waktu untuk melarikan diri.

Saat aku sedang berpikir begitu, itu datang sebelum aku menyadarinya.

Lengan beruang grappler menghantam pepohonan, menjadikan itu fragmen fragmen kecil dan menyerangku dengan wanita itu.

Aku melindungi wanita itu dan wanita itu melindungi perutnya.

Tak bisa dielakkan, takan itu, dan benar benar terpental.

Sulit dipercaya.

Seluruh tubuhku babak beluk karena pukulan itu sekarang.

Wanita itu juga terluka.

Aku sudah mempersiapkan berbagai hal.

Tapi beruang grappler malah mengabaikanku sebagai ejekan.

Aku tidak mengerti atau tidak tau apa apa mengapa perutku terasa bengkak, tapi aku mengabaikannya.

Sungguh tidak beruntung.

Benar-benar tidak beruntung, aku tidak bisa menahannya.

Daripada itu,kami harus bergerak sebelum beruang grappler itu berubah pikiran.

Beberapa hari tela berlalu sejak saat itu.

Badan terluka berat, pemangsa tidak dapat berburu.

Mengetahui keadaan kami ada juga mangsa yang meneriaki kami.

Bunuh binatang itu.

Bagaimanapun kamu tidak akan mendapatkan apapun didepan.

Mendengar itu hanya membuatku semakin lapar.

Bagaimanapun aku harus mencarikan wanitaku sesuatu.

Aku khawatir dengan anak yang dikandungnya.

Ketika aku berpikir harus melakukan sesuatu, aku pergi ke tempat yang aneh.

Ada pohon yang terbaring, dan bagian depannya digali.

Terlepas dari masalah galiannya,pohon yang ditebang adalah pohon keras yang tidak akan bis kugores meski saat aku berada dalam keadaan sehat, ini disebut pohon besar yang takkan pernah mati.

Lalu selanjutnya?

Beberapa dari batang pohon itu telah diatur?

….. …….

Bagaimanapun, aku akan mencoba menggonggong.

Mungkin karena lapar, suraku menjadi lebih menyedihkan dari pada yang aku pikirkan.

Tapi itu ternyata tidak sia sia.

Seorang manusia keluar dari balik pohon.

Aku melakukannya.

Itu adalah oang yang malang.

Itu adalah mangsa.

Saat aku berpikir begitu, perasaan buruk menimpa tubuhku.

Ini ketakutan yang lebih kuat dari pada saat berhadapan dengan beruang grappler.

Itu yang kurasakan dari pria didepanku.

Kalau dipikir pikir, manusia selalu terlihat malang, mereka berada dilingkar luar hutan,  mereka tidak akan berani jauh kedalam.

Bahkan bagi mereka yang lebih kuat dari manusia yang tinggal bersembunyi didalam hutan, tidak mungkin juga memilih tinggal ditempat seperti itu.

Kamu disana.

Penampilanmu tidak seperti yang diharapkan.

Sekarang, aku pikir itu sangat buruk.

Manusia itu mengeluarkan tongkat, dan memegangnya.

Saat aku menggonggong aku malah memanggil orang seperti ini.

Penyesalanku sudah terlambat.

Wanita dibelakangku juga memutuskan untuk bersiap dan berdiri bersamaku.

Dengan ini, aku akan melakukannya sebisaku.

Jika memungkinkan, selamatkan wanita ini tapi sepertinya itu akan sulit.

Wanitaku menampakkan wajahnya.

Ketika aku berfikir bahwa inilah akhirnya, aku merasa takut.

Tapi ini sepertinya bukan akhir.

Pria itu mengundangku dan wanitaku.

Aku tidak bisa melarikan diri karena suatu alasan.

Saat aku mengikuti manusia itu, getoboa ada disana.

Itu adalah babi hutan besar.

Ini adalah suku yang bertarung untuk penguasaan hutan bersama kita.

Bahkan aku dan si wanita tidak akan bisa mengalahkan mereka sendiri.

Itu robo.

Tidak, itu telah menjadi mayat.

Aku akhirnya sadar kekuatan manusia ini.

Setelah itu, si manusia memberi kita getoboa dan memberi tempat untuk lahiran wanita.

Bahkan masuk ke hutan dan berburu mangsa.

Ini seperti berkat.

Aku tidak ingin melawannya.

Tidak, aku dan wanita mengakui manusia ini sebagai dewa.

Aku belum tahu kondisi anak-anak yang baru lahir, jika mungkin, aku tidak ingin melawan dewa.

“Yoshi Yoshi Yoshi”

Ada satu masalah.

Dewa memperlakukan kita seperti anjing.

Aku, wanita, dan anak-anak adalah suku yang disebut Inferno Wolf … …

Apakah ini baik-baik saja?

Aku bukan anjing dan hentikan ini agak menakutkan.

 

 

——— bersambung ———