innv1

Chapter 13 – Sungai

Menjelajahi dengan gerobak dorong membuatku tersesat seperti dugaanku.

Namun, berkat para kuro, aku bisa pulang dan tidur, jadi jangkauan gerakku menjadi lebih berkembang.

Lalu sekitar lima hari penjelajahan.

Aku menemukan sungai.

Sungai itu berbatu batu, itu terlihat seperti hulu.

lebarnya apakah itu sekitar lima meter?

Berjalan kaki sepanjang sungai dengan tujuan mencari hulu, aku menemukan dinding batu dan air terjun yang mengalir dengan deras.

Untuk mengatakan bahwa itu air terjun, itu tidak turun secara vertikal, rasanya seperti turun dari tebing sekitar 60 derajat.

Namun, ketinggianya sepertinya cukup bagus.

Tujuh, tidak,itu mungkin sekitar delapan meter.

Ini terlihat megah.

cantik.

Aku mencoba untuk mengambil air yang mengalir dengan satu tangan, itu cukup dingin.

lalu, itu adalah air yang sangat bersih.

Aku berharap bisa meminumnya Setelah itu ……

Karena kuro juga meminumnya seteguk, sepertinya itu tidak apa-apa.

Kuro, setelah kamu selesai minum air, cari arah kita pulang.

Kuro tanpa ragu-ragu, mengubah kepala.

Aku mengubah gerobak menjadi cangkul dari [alat pertanian serbaguna], aku mulai menuju ke arah itu/ arah yang ditunjukkan kuro.

Ini dalam rangka untuk menghubungkan tempat tidur dengan air terjun di sini.

Pokoknya, karena sudah siang hari, aku segera menggunakan cangkul, aku kembali ke tempat tidur dan dan hari sudanh menjadi semakin gelap.

Jika aku mengikuti kuro,aku bisa ke arah air terjun itu,lalu  membajak menuju tempat aku tidur di hari berikutnya.

Butuh waktu sekitar 15 hari untuk membuat persiapan yang lain, tapi entah bagaimana akiu berhasil menyelesaikannya.

Air terjun ada di lokasi sekitar lima kilometer dari tempat tidur, menuju ke arah barat.

Itu Cukup jauh.

Sungai, termasuk air terjun akan aku coba belokkan, tapi tampaknya secara keseluruhan itu mengalir ke arah selatan-barat daya dari utara.

Jika aku pergi ke hilir, mungkin akan ada sesuatu.

Nah, setelah itu.

Aku membuat jalan ke air terjun, untuk memastikan air.

Aku menggunakan air sumur sebagai air untuk air minum dan kebutuhan lainnya, tapi itu sulit untuk diambil karena berada di posisi yang cukup dalam.

Tapi, air terjun memiliki ketinggian yang layak.

Artinya, jika kamu membuat jalur air dari posisi air terjun, kamu akan mampu mengamankan sejumlah besar air.

Untuk penyiraman ladang, serta untuk sawah.

Dan, mandi.

Meskipun aku memikirkan masalah bak mandi beberapa waktu yang lalu, sulit untuk membawa jumlah air yang bisa diambil orang dari sumur, jadi aku menunda hal itu.

Namun ……

Sulit untuk membuat saluran air dari sungai ke tempat aku tidur.

Meskipun ada kuro yang hadir, tapi bukankah hewan berbahaya sering berada di hutan.

Jika aku membuat saluran air didalam pagar kayu, ada kemungkinan aku akan tenggelam karena sungai itu.

Jadi, aku memutuskan untuk membuat waduk besar di luar pagar kayu yang mengelilingi ladang dan parit.

Ukurannya 100 × 100 meter di sebelah ladang.

Semakin dalam menuju pusat itu menjadi seperti piramida terbalik.

Untuk mengatakan itu, itu sekitar lima meter di bagian terdalam.

Karena ini juga dilakukan saat melakukan pekerjaan lain, butuh waktu sekitar sepuluh hari.

Berikutnya adalah, menggali jalur air untuk drainase di tanah.

Hal ini tidak begitu sulit karena hanya membuat jalur ke sisi hilir sungai.

Meskipun memakan waktu.

Itu selesai setelah beberapa hari.

Buat pintu air dari pohon diantara kolam dan saluran air, setelah membuat selat/ jalur, tapi ……

Bagaimana aku membuatnya.

Jika aku tidak mengambil air dari sisi air terjun, air tidak akan mengalir.

Dengan kata lain, Aku harus membuat sesuatu yang tinggi

Konsep 1, olahan dari kayu.

sepertinya,itu mungkin mudah untuk di buat.

Kekurangannya, itu rapuh.

Ini mungkin berguna.

Mengolah kayu bisa dilakukan dengan alat pertanian serba guna tapi aku harus meakitnya sendiri.

Selain itu, bahkan jika mungkin membuat penahan air dari kayu, tidak ada paku dan tali untuk membuat pijakannya.

Ini harus dianggap kalau ini tidak mungkin untuk diwujudkan.

Draft dua, buat dari olahan batu.

Keunggulannya ini sulit untuk hancur.

Kekurangannya, ini sulit untuk di buat.

Sepertinya ini cukup parah.

Setelah mengatur bebatuan, hanya perlu digali agar airnya mengalir ……

Tidak realistis untuk mengatur batu sampai kolam dari air terjun.

Lagi pula, sebelum kita membajaknya itu mashlah hutan dan setelah membajaknya itu menjadi tanah datar.Tidak ada batu besar.

Untuk batu yang akan digunakan pun sepertinya tidak ada batu yang tingginya lebih dari satu meter

Itu akan sulit untuk mempertahankan ketinggian untuk jarak sekitar lima kilometer sebagai jalur air.

Draft tiga ………… tanah?

Mengapa tidak dibuat di dalam tanah?

Jika aku memukulnya dengan palu dari [alat pertanian serbaguna], tanah itu akan menjadi seperti beton.

Itu dia!

Tanah bisa digunakan untuk itu, ada juga tanah yang digali untuk drainase.

Tampaknya ide yang sangat bagus.

Dan dengan itu aku memulainya.

Ini adalah awal dari sebuah urusan yang panjang.

———— bersambung ————