innv1

Chapter 14 – Mulai membuat saluran air

Aku membuat sedikit kemajuan dalam membuat saluran air.

Gali tanah untuk irigasi menuju air terjun dan keraskan dengan palu.

Meskipun tidak melelahkan karena aku menggunakan alat pertanian serbaguna untuk mengerjakan itu, tetap saja hanya ada satu tenaga kerja.

Apalagi ladang juga harus dirawat.

Butuh sekitar 10 hari untuk 500 meter.

Sepertinya ini Cukup.

Apalagi kerapatan tanah meningkat saat menuju ke air terjun.

Ini Tidak bisa dibayangkan akan berakhir dalam sembilan puluh hari.

Haruskah aku terus melakukannya dengan mengabaikan siang dan malam.

Namun, jika aku beraktivitas mengabaikan siang dan malam, para khawatir.

Muu.

Saat aku melakukannya, sepertinya tomat, lobak dan tebu sudah bisa dipanen.

Jadi itu membuat pembuatan saluran air terganggu.

Aku mengalihkan Fokus pada panen.

Seperti biasa para kuro nampaknya sangat menyukai tomat.

Mereka memakannya dengan perasaan yang baik.

Karena pemerasan minyak harus dengan memeras dari biji, kami hanya mengumpulkan benihnya untuk disimpan.

Aku akan memerasnya nanti.

Saat aku mengunyah tebu, aroma dan rasa manisnya menyebar ke mulutku.

Namun, perasaanku sedikit meluap, karena rasa manis yang sudah lama tidak aku rasakan.

Ketika aku terjebak dengan rasa tebu, para Kuro menunjukkan mata seperti menginginkannya, jadi aku menyerahkannya.

… ….

Sepertinya hanya Yuki dan Kurosan yang suka, yang lain tidak.

Sama seperti saat stroberi.

Potong dan satukan.

Gandum dan kedelai itu aku potong. Ini agak bermasalah karena aku tidak tahu caranya.

Aku masih belum bisa melakukannya bagaimanapun juga.

Untuk saat ini, aku memotong semuanya seperti yang aku pikirkan.

Mengenai beras … … aku berencana untuk membuat bibitnya, tapi karena aku mengutamakan pencarian garam dan membuat saluran air, aku akan meninggalkan itu sebentar.

Eksperimen Sawah memang berjalan dengan baik.

Nah, aku akan membuat waduk untuk padi di sawah, aku harus membuat jalur air dulu … …

Aku pikir akulah yang tidak berguna, tapi bukan itu masalahnya.

Bibit tumbuh seperti biasa, dan isinya muncul.

Apakah itu hasil dari sawah?

Atau apakah berbeda dengan biasanya?

Hanya karena aku mengagumi pertanian, aku menyadari bahwa aku tidak memiliki pengetahuan.

Bagaimanapun, aku bisa memanen semua beras.

Pohon telah tumbuh besar, tapi belum menghasilkan buah.

Aku kira itu akan memakan waktu lebih banyak.

Namun, tingkat pertumbuhannya benar-benar jauh dari akal sehatku.

Dan setelah aku perhatikan.

Mungkin bisa menanam cemara jepang?

… ….

Tidak perlu khawatir tentang pengamanan kayu?

Jangan panik, ayo kita lakukan sedikit demi sedikit.

Setelah panen, ladang hanya menyisakan tomat, aku membiarkan yang lain kosong.

Bahkan jika aku memperluasnya, itu tetap akan sulit.

Pertama-tama aku ingin menyelesaikan jalur air dan membuat waduk.

Aku kembali membuat saluran air.

Membuat tanpa henti.

Karena aku merasa jengkel saat melakukannya, aku menuju hutan untuk perubahan suasana.

Aku belum menyerah mencari garam dari batu.

Tapi garam batu adalah garam yang mengkristal.

Karena nampaknya tidak berada di dekat tepi pantai, kami memutuskan untuk mencari arah lain yang berbeda dari arah sungai.

Nah, tidak ada hasilnya tidak lebih selain perubahan suasana.

Lalu tiga puluh hari.

Aku melihat tomat yang ditanam siap dipanen.

Suhu sedang turun.

… ….

Musim?

Itu benar!

Aku tidak memikirkan kemungkinan musim dingin!

Sial.

Itu aku tidak sadar karena pertumbuhan tanaman cepat.

Ada musim di dunia ini.

Meskipun dunia yang berbeda.

Sudah berapa lama sejak aku sampai disini?

Panen dua kali, yang ketiga sebentar lagi.

Ini adalah sekitar empat sampai lima puluh hari semenjak pembuatan ladang hingga panen.

Mengingat itu empat puluh hari, apakah itu berarti seratus dua puluh hari?

Semenjak aku mulai membuat tanaman, apakah kira kira itu sudah empat bulan?

Meskipun aku menganggap musim semi sekarang …

Musim ketika aku meninggal adalah Mei.

Jika sama, berarti sekarang bulan September. Atau haruskah kita pertimbangkan sekitar bulan Oktober?

Jika kamu berpikir bahwa itu sama dengan Bumi, sekarang pasti akan terasa dingin untuk beberapa alasan.

Haruskah lebih baik berpikir bahwa ada musim dingin paling tidak sekitar sembilan puluh hari?

Sementara itu, bisakah aku menyimpan makanan seperti biasa?

Jika salju turun, bukankah aku akan terjebak?

… ….

Ini berbahaya.

Ini Bukan waktunya untuk membuat saluran air.

Aku membuat ladang dengan terburu-buru.

Kentang, kentang manis, lobak, wortel, ini mungkin bisa bertahan lama.

Dan untuk melawan dingin di musim dingin, api.

aku membutuhkan maki untuk membuatnya.

Awalnya, Maki dibuat dengan mengeringkan kayu bekas tebangan, tapi pohon yang ditebang dengan [alat pertanian serbaguna] bisa segera digunakan sebagai maki.

Aku mensyukurinya.

Aku menumpuk sejumlah besar maki di belakang sebuah pohon besar yang merupakan bekas tempat tidur dan gudang penyimpanan saat ini.

————– bersambung ————–