hknt5

Part 3 – Yuuji, Menyambut kevin si pedagang yang Berkunjung

* Chomp * chomp * Suara kapak yang memukul kayu bisa terdengar di hutan.

Suhu telah meningkat; ini adalah saat di mana musim akan segera menuju ke musim panas.

Yuuji saat ini sedang membersihkan lahan.

「E ~ i! Ei! Hya! 」(Alice)

Tidak jauh dari Yuuji, Alice berteriak dengan manis; dia membantu membersihkan lahan dengan sihir. Bersama dengan suara gadis kecil yang imut itu, ada suara * bok * bok * dari tanah yang penyok yang tidak lucu sama sekali.

Kotarou, yang bertugas mengawasi, sedang menatap sihir yang digunakan Alice. Dia menonton dengan ekspresi serius, seolah mengatakan “Hmmhmmm, aku mengerti.”

「Baiklah Alice, pembersihan hari ini akan dihentikan di sini, mari kita makan siang!」 (Yuuji)

「Ya ~, Yuuji-nii!」 (Alice)

Yuuji memanggil Alice, dan melihat sekelilingnya.

Tanah selatan yang menghadap pintu gerbang sebagian besar telah dibersihkan. Dia telah menebang sebagian besar pohon yang terletak di antara rumah dan tali panjat yang dirntangkan dengan jarak 10 meter.

Masih ada beberapa tunggul yang tertinggal, tetapi Alice telah menggunakan Sihir tanah untuk menggali sehingga mereka bisa ditarik keluar.

Sejak memulai pekerjaan di musim semi ini, sekitar dua bulan telah berlalu.

Tampaknya semua pohon di sisi selatan akhirnya telah ditebang.

Meskipun demikian, masih perlu banyak waktu untuk membuat ladang di sini.

✦✧✦✧

Itu sore hari setelah mereka selesai makan siang, Yuuji berlatih sihir di kebun.

Karena Alice telah menggunakan sihir sejak pagi hari, sekarang dia bermain dengan Kotarou di taman. Kadang-kadang, dia tampak penasaran dengan mantra misterius Yuuji.

「Oh, delapan juta dewa yang ada di dunia. Penyihir Hutan Yuuji memohon padamu. Kekuatan yang dipercayakan sejak aku lahir, aku meminjamkan tubuhku untuk dimanifestasikan. Hinokagutsuchi! 」

Seperti biasa, itu adalah tumpukan kata yang dicampur adukkan.

Tentu saja tidak ada sihir yang diaktifkan.

「Oh, dewi tanah yang berkelimpahan. Ungkapkan bentukmu pada Penyihir Hutan Yuuji, untuk membawa berkah berharga ke tanah ini. Earth AbundanceWish to Demeter. 」

Hari ini, sepertinya dia memanggil berbagai nama dewa dan dewi. Dia benar-benar tidak bermartabat sebagai orang Jepang.

Tentu saja, tidak ada sihir yang diaktifkan.

「Hmm, tapi Alice bisa menggunakan sihir api dan bumi … Mungkin akan lebih baik jika aku mengubah beberapa disini ya !? Lalu, angin atau air? Atau karakter utama seperti petir atau cahaya, tidak tunggu, bukankah ruang&waktu lebih kuat …… Ayo coba semuanya! 」(Yuuji)

Apakah dia hanya bersikap optimis, atau apakah dia hanya mengalihkan pandangannya dari kenyataan bahwa dia tidak dapat menggunakan mantra sihir sejak dia datang ke dunia ini? Aku berani bilang bahwa itu yang terakhir.

“Jangan menjadi tidak masuk akal, dan menyerahlah.” (Kotarou)

Belakangan, Kotarou mulai menatap Yuuji dengan mata dingin seperti itu.

「Engkau yang menumbuhkan rambut dan jenggot merah. Engkau yang membanggakan perawakan bajamu. Engkau yang memegang keberanian liar. Dan kemudian kamu yang adalah Dewa Perang terkuat. Aku akan membuat mereka takut dengan menunjukkan kehebatanmu di tempat ini. God’s LightningThor’s Thunder Hammer. 」

Itu adalah puncak musim panas, jadi langit biru sekarang jernih dan tak berawan.

Jelas, tidak ada sihir yang diaktifkan.

Mungkin karena dia lelah bermain, Alice mulai agak mengantuk.

Kotarou, yang sedang bermain bersama Alice, menatapnya.

“Sepertinya itu akan menjadi waktu istirahat siang segera.” (Kotarou)

Maka dia membalikkan kakinya dan mulai masuk ke dalam rumah.

“Hmmm. Light Oh Light, Harap Bersinar Terang di Tanah Ini. Floating Light.”

Dia mengatakannya dengan setengah hati, mungkin karena dia sudah lelah? Dia juga tidak memanggil dewa apapun, kali ini dia selesai dengan cepat.

Apa yang-

Ada bola berdiameter satu meter, samar-samar bersinar, dan hanya mengambang di sekitarnya dan melayang ringan.

「Oh !? Ooooh! berhasil! Sihirnya berhasil! Oooooooo! Oooooooooalright! Lihat di sini Alice, Kotarou! 」(Yuuji)

「Whoa, Yuuji-nii, luar biasa.」 (Alice)

Alice, yang akan menuju ke dalam dan tidur siang, menghentikan kakinya dan memuji Yuuji dengan nada yang tidak menunjukkan terlalu banyak motivasi.

Wau-wau, Kotarou juga memberikan balasan yang tidak dididuga, seolah mengatakan,

“Kerja bagus, tapi aku agak ngantuk sekarang.” (Kotarou)

Seorang gadis dan satu binatang baru saja memasuki rumah dengan santai. Tampaknya mereka cukup mengantuk.

Mereka benar-benar wanita yang keren. Mereka adalah gadis kecil dan anjing.

Setelah itu, Yuuji, yang tertinggal, tanpa memerhatikannya, dengan riang menebarkan sihir cahaya ke sekelilingnya secara berurutan.

Umm Apa yang terjadi dengan “berbagi kebahagiaan dengan keluargamu”?

✦✧✦✧

「Yuuji-san! Yuuji-san, apa yang terjadi! Yuji-san! 」(Suara)

Yuuji membuka matanya karena seseorang memanggil namanya.

Dia sedang berbaring di taman, sepertinya dia tertidur sebelum dia tahu apa yang telah terjadi.

Dia terbawa suasana dan menggunakan sihirnya secara berlebihan.

Meskipun Alice telah mengatakan kepadanya, “Menggunakan terlalu banyak sihir dapat menyebabkan pusing.” Dia mungkin telah melupakannya. Atau mungkin, dia memang ingat, namun dia mungkin terlalu senang olehnya.

Yuuji duduk dan melihat sekelilingnya dengan gelisah. Kemudian garis pandangnya terfokus pada gerbang.

「Ah, itu bagus! Itu mengejutkanku, Yuuji-san. Selamat siang, aku datang lagi. 」(Kevin)

Di gerbang itu ada Kevin, pedagang yang datang di musim semi.

「Ah, selamat siang. Tolong tunggu sebentar. 」(Yuuji)

Yuuji yang jelas masih linglung dengan ringan menyambut Kevin dan kemudian menuju ke sisi rumah. Dia memutar keran dan dengan * percikan *, dia mencuci wajahnya. Dia memperhatikan bahwa tidak ada handuk, tetapi dia hanya bergumam, “tidak masalah”, dan menuju gerbang.

Setelah mencuci wajahnya dengan air, dan bergerak sedikit, dia sepenuhnya bangun sekarang.

「Fuu. Selamat siang, Kevin-san. Hahaha, sepertinya sebelum aku menyadarinya aku tertidur, aku agak terkejut. Sungguh memalukan. 」(Yuuji)

「Tidak, tidak sama sekali, aku senang kamu baik-baik saja. Aku juga terkejut dan berpikir sesuatu telah terjadi. 」(Kevin)

Sambil menyeka keringat yang mengalir, Kevin menjawab sambil tersenyum.

Sebagai kelanjutan dari kunjungan terakhir, kali ini Kevin juga membawa rak kayu besar di belakangnya (Punggungnya).

Itu adalah musim panas tahun kedua sejak Yuuji datang ke dunia lain.

Itu adalah awal dari pertemuan kedua dengan Kevin si pedagang keliling.

———- bersambung ———-