snmv1

Chapter 1 – Ke Dunia Baru

Namaku Hiiragi Seiichi. Anak kelas 11 yang masuk sekolah menengah yang unik.

Meskipun aku mengatakan unik, tetapi bukanberarti itu karena terdapat esper atau alien seperti di manga.

Ini disebut sebagai sekolah pelatihan Idol … atau sesuatu seperti itu.

Seperti yang kamu harapkan, ini sekolah dengan gadis-gadis Idol terkenal dan pria-pria tampan yang datang menghadiri sekolah dimana aku mendaftar.

Jadi tentu saja aku juga bagian dari Idol, kan? Salah. Benar-benar salah.

Meskipun aku tidak botak, tapi aku tidak enak dipandang dan memiliki bau badan yang mengerikan.

Bauku sangat mengerikan, hingga pada kenyataannya, tidak ada yang berani duduk di dekat tempat dudukku. Tidak hanya para siswa, bahkan para guru juga merasakan hal yang sama, jadi tidak ada yang bisa aku lakukan untuk itu.

Karena aku dikelilingi oleh pria tampan dan gadis cantik, aku menjadi begitu terkenal sampai dilevel semua orang mengenalku …. namun Tidak dalam cara yang baik, seperti pikiranmu.

Selain itu, akhir-akhir ini aku mulai menjadi gemuk, mulai dari 70kg (150lb) ketika aku mendaftar, hingga aku menggelembung menjadi 100kg (220lb). Bahkan aku sudah menganggap keburukanku ini tidak memiliki harapan.

Karena kematian orang tuaku dan kemudian kebiasaan hidupku yang terlalu banyak dimanjakan, berat badanku akhirnya. Tanpa orang tuaku, aku tidak punya orang untuk menunjukkan jalan atau membantuku membuat keputusan yang baik. Kamu menuai apa yang kamu tabur. Ibu, Ayah, aku sangat menyesal.

Dalam hal penampilan, aku sudah menyerah – tetapi satu-satunya hal yang membuatku benar-benar tidak tahan adalah namaku.

Maksudku, nama Seiichi terdengar dan terlihat keren, tetapi itu benar-benar bertentangan dengan penampilanku, aku tidak bisa menahan perasaanku yang ingin membuang namaku sendiri. Aku ingin bersuju di hadapan dunia ini dan meminta maaf.

Aku ingin tahu apakah itu karena aku seperti ini? Aku sudah tahu aku akan diganggu ketika aku pergi ke sekolah. Mungkin tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa itulah cara kerja generasi ini.

Jadi, kenapa aku bisa ada di sekolah seperti ini? Itu pasti pertanyaan yang ingin kamu tanyakan selanjutnya.

Alasannya hanya karena sekolah itu dekat dengan rumahku, dan kamu tidak perlu pintar untuk dapat mendaftar di sekolah pelatihan Idol itu. Bahkan pria biasa sepertiku dapat hadir.

Itu benar-benar Cukup bodoh, kan? Tertawalah semaumu! Aku telah merenungkannya, dan sepenuhnya menyesalinya!

Tapi sungguh, karena aku menginginkan pendaftaran yang nyaman dan tidak merepotkan, aku akhirnya malah ditindas dengan tidak berdaya. Meskipun aku mungkin akan ditindas di mana pun aku pergi.

Meskipun aku berbicara terus-terusan dalam monolog yang tampak tidak ada akhir ini, ada alasan bagus untuk itu.

Monolog ini membantuku menenangkan diri.

Dan mengapa aku melakukan hal seperti itu?

Mari kita kembali ke beberapa waktu yang lalu, haruskah kita —-

◆ ◇ ◆

“Hai babi ~! Belikan kami roti ~!”

“Dengan uangmu sendiri tentu saja ~”

Gyahahahahaha!

Tawa itu milik beberapa siswa laki-laki yang memanggilku di belakang gym selama istirahat makan siang, secara paksa tentu saja.

Hanya karena seseorang memiliki ketampanan, tidak selalu berarti mereka juga memiliki kepribadian yang baik. Tetapi orang-orang yang menghadiri sekolah ini memang luar biasa … sebagai Idola nasional, mereka memiliki ketampanan dan kepribadian yang baik. Mereka bahkan berbicara denganku seperti orang normal.

Namun, mereka hanya menggunakanku untuk membuat diri mereka terlihat lebih baik.

Pada akhirnya mereka memaksaku membeli roti untuk mereka dengan uangku sendiri, dan setelah itu mereka menggunakanku sebagai karung pasir (Sandbag) untuk menghilangkan stres mereka.

“Ini rasakan ~!”

“Gah!”

Salah satu dari mereka memukulku tepat di perut.

“Agh! Ugh!”

“Hahaha ~! Ini benar-benar hebat ~! Aku merasa, seperti, semuanya menjadi segar kembali ~!”

“Ah, sepertinya kelas berikutnya akan segera dimulai.”

“Ah, sudah waktunya ya? Kalau begitu ayo kita berpisah. Sampai nanti, babi ~!”

Para siswa pria tertawa saat mereka pergi.

“Urrgh …!”

Menahan rasa sakit yang luar biasa, aku entah bagaimana berhasil berdiri di atas kakiku dan bertahan agar lututku tertekuk dan roboh.

“Haaah …. haaah …..”

Aku meringis dan menunggu rasa sakitnya hilang.

“Hi-Hiiragi-kun ?!”

Salah satu siswa perempuan datang untuk memeriksaku.

“A-apa kamu baik-baik saja?”

Dia memiliki rambut cokelat alami yang mencapai seluruh punggungnya, dan memakai ikat kepala di kepalanya. Kedua matanya yang besar itu berwarna coklat, dan bibirnya yang indah itu diwarnai dengan warna merah jambu.

Gadis yang dengan cemas melihat wajahku adalah gadis paling cantik di sekolah. Hino Youko dari kelas sebelah.

Tidak memperdulikan bauku, dia adalah satu dari sedikit orang yang benar-benar memperlakukanku seperti manusia normal.

“apa kamu bisa berdiri?”

“Ah, aaaah ….”

Tanpa ragu-ragu dia memegang tangan seseorang seperti diriku, dan aku yang tidak bisa menolak berpikir dia adalah orang yang sangat baik.

Ngomong-ngomong, aku tidak cukup bodoh untuk salah paham terhadap niatnya untuk tindakan baiknya ini. Melihat dari keadaannya, kamu pasti sangat paham. Jangan buat aku mengatakannya!

“Hiiragi-kun, apa yang terjadi?”

“… Tidak apa-apa, kamu tidak perlu khawatir, Hino. Sebenarnya, bukankah seharusnya kamu menuju ke kelasmu, bukankah kamu akan terlambat?” (Seichi)

“Ah … benar. Itu benar, tapi …” (Hino)

“Kalau begitu cepat pergi. Lagi pula, kamu seharusnya tidak terlihat bersamaku.” (Seichi)

“Kenapa?” (Hino)

“Karena orang akan salah paham dan menggosipkanmu. Juga, aku tidak ingin menyeretmu ke dalam masalahku.” (seiichi)

“Eh?” (Hino)

Mengatakan itu, aku memaksa tubuhku yang sakit untuk berjalan di depan Hino.

Hino benar-benar mengkhawatirkanku, tapi jika dia terlalu menggangguku, akulah yang akan bermasalah. Tentu saja, itu sebabnya dia sangat populer, dan karena itu aku tidak ingin melibatkannya dalam masalahku, aku menolaknya.

Dengan demikian, kelas akhirnya dilanjutkan, dan pada hari ketika sekolah selesai dan orang-orang mulai pulang ke rumah, saat itulah terjadi.

Ding-don-dan-dong.

Siaran pengumuman tiba-tiba dimulai.

❝Perhatian semua siswa, harap hentikan semua aktivitas kalian dan duduk dengan tenang.❞

Sungguh siaran yang tidak jelas.

Semua orang berhenti sejenak dan memiringkan kepala mereka, bertanya-tanya tentang pengumuman yang akan dijelaskan dan mengharuskan mereka untuk duduk.

“Apa ?!”

“Tu-tubuhku- ?!”

Bahkan aku, yang bersiap-siap untuk pergi meskipun kesakitan, dengan kekuatan tak terlihat tiba-tiba membuatku duduk.

“Apa yang sedang terjadi…?”

Aku bergumam pada diriku sendiri dan mencoba berdiri —-

“Uhg, aku tidak bisa bergerak ?!”

“Apa yang terjadi?!”

Sepertinya aku tertahan di kursi, aku tidak bisa bergerak!

Tidak peduli betapa aku berjuang, aku tidak bisa melawan.

Aku benar-benar tertahan pada kursi itu.

Semua orang di kelas menjadi cemas tentang situasinya, lalu siaran dimulai lagi.

❝Kalian semua siap? Aku adalah apa yang kalian sebut ≪Dewa≫.❞

Suara misterius yang tidak dapat diidentifikasi sebagai laki-laki, perempuan, muda, atau tua, terdengar melalui pengeras suara.

 ❝ Sepertinya semua orang bingung tentang apa yang sedang terjadi saat ini. Ketika hal-hal membingungkan terjadi, kalian manusia cenderung panik. Inilah mengapa manusia adalah makhluk yang menggelikan dan menyedihkan

Apa yang dibicarakan oleh suara ini? Memanggil dirinya sendiri sebagai dewa?

Dalam keadaan normal, jika seseorang dengan serius mengatakan itu, kamu akan berpikir mereka gila.

Namun, saat ini terdapat kekuatan yang tidak diketahui yang memaksa kita semua untuk duduk, sampai-sampai kita bahkan tidak bisa bergerak. Bahkan tidak ada yang tampak seperti mengikat kita.

Itulah mengapa aku mulai percaya bahwa orang yang mengaku dewa yang menyiarkan ini adalah nyata.

 ❝Ini terlalu menjengkelkan untuk menjelaskan setiap detail kecil kepada kalian manusia, jadi aku akan menyingkatnya.❞

Suara dari speaker mengeluarkan nada riang.

 ❝Segera kalian semua akan dipindahkan dari Bumi ke dunia yang berbeda —- Sebuah 【Dunia Baru】 .❞

“…” “…” “…”

Semua orang tidak bisa berkata-kata dengan kata-kata itu.

Seseorang berhasil mendapatkan kembali dirinya dan membuka mulut untuk mengatakan sesuatu, tetapi tidak ada kata yang keluar.

Setiap orang yang melihat itu menjadi khawatir, maka suara dalam speaker berlanjut.

❝Ah, aku lupa menyebutkannya, aku tidak ingin kalian ribut atas setiap hal kecil yang aku katakan, jadi aku sementara telah menonaktifkan kemampuan kalian untuk berbicara.

Dengan pernyataan itu, aku sepenuhnya percaya pada eksistensi ini yang menyebut dirinya “Dewa”. Sebaliknya, tidak ada hal lain yang terjadi.

Ini tidak mungkin. Ini tidak mungkin.

❝Kembali ke apa yang aku katakan sebelumnya, ada alasan bagus kenapa kalian dibawa ke dunia lain … Populasi Bumi sekarang telah meningkat terlalu banyak, kamu tahu. Kalian manusia juga tetap berjuang hidup mau tak mau ~. Tapi Bumi sedang menangis, dan akan berbahaya jika lebih banyak dari kalian terus bermunculan. Itu sebabnya Dewa seperti diriku ini mengambil masalah ini dengan tangan kita sendiri dan mengirim kalian semua ke dunia lain, semua untuk menyelamatkan Bumi.

Sebuah ide muncul di benak dewa yang mengangguk dalam kepuasan diri seolah-olah semuanya sekarang masuk akal.

❝Saya cukup baik hati, kalian tahu? Aku tidak hanya menghapus kalian dari muka Bumi tanpa penjelasan sama sekali. Tapi, aku mempertimbangkan untuk membiarkan kalian hidup dan dipindahkan ke dunia lain. Kalian harusnya bersyukur ~ ❞

… dia menyombongkan dirinya sendiri …

❝Jadi dunia dimana kalian akan dikirimkan adalah apa yang biasakalian sebut ‘Dunia Fantasi’ … atau mungkin ‘Dunia game atau RPG’ untuk lebih mudahnya. Pokoknya, ke sanalah kalian akan pergi. Aku mengatakan ‘Fantasi’ karena ada hal-hal seperti iblis di sana, dan tentu saja, sihir. Namun, karena hal-hal seperti sains dan teknologi tidak dapat digunakan, lebih buruk daripada masa kini, seperti kalian akan berada dalam bahaya serius di dunia ini, mengerti? ❞

Apakah kamu serius? Aku lebih suka dihapus daripada dibawa ke kehancuran …

❝Karena dunia lain begitu berbahaya, aku tidak perlu khawatir kalian berkembang biak, jadi aku bisa lepas ‘tangan’. Karena ini bukan dunia yang secara aktif dimanipulasi oleh dewa, jangan berharap ada keajaiban yang terjadi. Tapi jangan takut karena kalian akan memiliki Level, Keterampilan, dan Atribut, jadi bersenang-senanglah dengan itu. Di dunia baru ini, kalian akan menjadi makhluk yang jauh lebih unggul daripada diri kalian sekarang, dan atribut kalian akan mencerminkan diri baru kalian yang luar biasa. Jadi kalian bisa pergi tanpa penyesalan, aku akan menghapus ingatan tentang kalian dari keluarga kalian dan dunia pada umumnya

Oh baiklah, itu membuat semuanya mudah. Setidaknya tidak ada yang akan berpikir aku sudah mati.

Tetapi menghapus eksistensi kami dari memori keluarga kami apakah benar-benar bisamembuat kami pergi tanpa penyesalan? Tentu saja aku tidak terlalu mempedulikannya karena orang tuaku meninggal …

❝ Kalian dapat memeriksa atribut yang aku alokasikan untuk kalian di menu yang dapat kalian panggil. Kalian dapat melihatnya sesering yang kalian suka hanya dengan membayangkannya, kalian juga bisa menyimpan seuatu didalam item box yang berada di saku pribadi kalian. Dan, agar kalian tidak mengalami kesulitan, aku juga telah memberi kalian kemampuan memahami bahasa dunia lain dan keterampilan ‘Analisis’ sebagai hadiah. Sangat penting untuk melihat ini secara positif, oke? Kalian semua sangat beruntung karena kalian bisa pergi ke dunia lain setelah semua. Ada kelompok manusia lain yang akan diangkut juga. Dan seperti itulah, kalian akan diangkut dari sekolah ini. Tentunya tidak dengan bangunan itu sendiri. Oh itu benar! Kalian juga dapat memeriksa hal-hal seperti keterampilan dan title/gelar dari layar menu kalian.

Banyak yang bisa kita lakukan … bukankah kita beruntung kita bisa pergi ke suatu tempat seperti dunia lain? Tapi setiap orang di sekolah? Ini kebanyakan! Sekolahku memiliki total 800 siswa, itu termasuk banyak. Dan di atas itu, bahkan akan ada lebih banyak orang akan dikirim ke dunia lain ini.

Namun … untuk disebut ‘hadiah’, bukankah kemampuan itu biasanya memang diperlukan dalam situasi ini? Kemampuan pemahaman bahasa itu, jika kamu tidak memilikinya, kamu akan menghancurkan dirimu sendiri karena tidak dapat berkomunikasi dengan orang lain.

Aku tidak tahu tentang keterampilan atau tittle atau apa pun, tapi aku cukup senang dengan kemampuan ‘Analisis’ itu. Sepertinya itu akan berguna ketika menemukan makanan yang tidak dikenal.

❝Yah, sudah sejauh ini aku menjelaskan. Aku masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Terakhir, aku akan memberi kalian satu jam untuk mempersiapkan diri. Jika kalian membentuk grup, kalian dapat diangkut ke tempat yang aman. Jika kalian sendirian … aku tidak bisa menjamin apa pun.❞

Setelah mengatakannya, siaran itu berakhir.

Kami sekali lagi bisa menggerakkan tubuh kami dan keluar dari kursi kami.

Namun semua orang tetap tidak bergerak.

Dewa benar tentang manusia, ketika hal yang tak terduga terjadi, kita semua akan jatuh ke dalam kekacauan dan kemarahan. Meskipun di sisi lain, di saat-saat sulit, kita bisa tetap tenang dengan sempurna.

Mungkin itu sebabnya semua orang tetap diam secara tidak normal.

Meskipun kami bisa bergerak lagi, tidak ada satu pun orang yang bergerak.

Setelah sedikit waktu berlalu, seorang siswa, Aoyama Hiroki, mengambil tindakan.

“H-hey teman-teman! Untuk sekarang mari kita periksa situasi saat ini.”

Aoyama bukan Idol, tapi kapten tim Sepakbola. Dia sangat populer di kalangan gadis-gadis.

“Pertama, untuk orang lain … jika siaran itu untuk semua, itu artinya seluruh orang di sekolah ini akan diangkut. Apakah pintu kelas terbuka? Lebih baik periksa jendelanya juga.”

 Para siswa yang duduk di dekat jendela dan pintu dengan cepat memeriksa apakah mereka bisa dibuka.

“Ini Buruk, tidak bisa terbuka. Ini bahkan tidak dikunci, namun …”

Semua orang akhirnya sampai pada kesimpulan yang sama, lalu Aoyama mengangguk sekali.

“Semua yang dikatakan pada siaran itu benar-benar nyata …”

Dia menahan dagu di tangannya dalam pose Thinker.

“… Aku mengerti! Jika siaran itu benar, kita harusnya dapat memeriksa statistik …”

“Eh? Bukankah kita hanya bisa melakukan itu di dunia lain?”

“Itu hanya teori. Para guru harusnya tetap berada di ruang guru, jadi kita harus memeriksanya sekarang selagi ada kesempatan. Untuk sekarang … Status!”

Siaran mengatakan kamu hanya perlu membayangkannya, tetapi Aoyama masih meneriakkannya seperti suatu frasa untuk aktivasi.

Ketika dia melakukannya, kartu semi-transparan muncul di depannya.

“Itu … itu benar-benar muncul!”

Aoyama menyentuhnyanya dan segera memeriksanya.

“Aku mengerti sekarang … itu benar-benar seperti statistik permainan. Semuanya, lihatlah sendiri!”

Mengikuti sarannya, semua orang mengecek kartu status mereka sendiri dan memeriksanya.

Itulah inti dari situasi ini. Aku bersyukur semua orang begitu asyik di dunia kecil mereka sendiri.

Aku mengikuti mereka dan memeriksa statistikku sendiri.

≪Hiiragi Seiichi≫

Ras: Hampir Manusia

Jenis Kelamin: Pria Jelek

Pekerjaan: Sampah Masyarakat (pengangguran)

Umur: 17

Level 1

Sihir: 17

Kekuatan: 1

Pertahanan: 1

Agility: 1

Serangan sihir: 1

Pertahanan Sihir: 1

Keberuntungan: 0

Karisma: Tak terukur (terlalu rendah)

≪Peralatan≫

Seragam sekolah kotor, celana sekolah kotor, kaos kotor, celana dalam kotor.

≪Ketrampilan≫

Analisa

 ……

Pelecehan apa ini ?!

Apa maksudnya ‘Hampir Manusia’ ?! Apakah kamu mengatakan kalau aku sangat kotor hingga kamu bahkan tidak tahu apakah aku orang?

Dan untuk jenis kelamin ‘Pria Jelek’ … harusnya cukup mengatakan ‘Pria’! ‘Apa-apaan maksudmu menambahkan kata’ Jelek ‘untuk itu ?!

Juga bukankah statistik ini terlalu rendah ?! untuk Karisma, itu menjadi ‘tak terukur’ !? kamu Membuatnya terdengar menyesatkan dan menempatkan konotasi buruk didalam kurungnya! Dan itu maksudnya bukan nol untuk keberuntungan, kan ?!

Dan mengapa semua peralatanku harus dimulai dengan ‘Kotor’ ?! Apakah tubuhku benar-benar kotor ?! kamu membuatku ingin menangis di sini! Statistik bodoh ini hanyalah daftar penghinaan bagiku!

Pekerjaanku ‘sampah masyarakat’ kamu bilang? Aku bahkan tidak memiliki pekerjaan! Pada dasarnya, aku bukan pengangguran, aku seorang siswa! sialan! Apakah kamu bercanda denganku ?!

Yah, kurasa melakukan ini hanya sia-sia, bukan? Apa yang harus kulakukan? Apakah Mati? Kamu ingin aku Cuma berbaring dan mati sekarang kan ?!

… Haaah … haaah …

… Ada terlalu banyak tsukkomi yang harus kubuat …!

Seolah-olah tidak selesai hanya dengan statistik burukku, aku mendengarkan orang-orang di sekitarku, dan itu membuatku merasa lebih buruk.

“Pekerjaanku adalah swordsman!”

“Sepertinya aku sudah menjadi sage”

“Semua statistikku 100, bukankah itu luar biasa ~?”

“Ah, milikku juga 100.”

…. apa, serius ?!

Statistik awal semua orang adalah 100 ?! Itu 100 kali punyaku !! aku sudah tidak bisa tertolong …!

Perbedaan antara aku dan orang lain membuatku depresi.

Mengapa perbedaan status ini sangat kejam … Tidak ada penjelasan yang jelas di belakang distribusi statusku. Aku bahkan tidak benar-benar ingin tahu entah mengapa.

“Baiklah. Sepertinya semua orang melihatnya. Lalu selanjutnya kita harus membentuk grup. Tidak banyak waktu tersisa …”

 Setelah Aoyama selesai, aku melihat jam, yang untungnya masih berfungsi, dan sudah 50 menit sejak siaran berakhir.

“Sepertinya tidak ada batasan pada berapa banyak orang dapat berada dalam grup. Siarannya tidak menyebutkan itu setidaknya. Jadi, jika setiap orang bergabung dengan grup kita tidak perlu khawatir berada dalam bahaya. Aku ‘ Aku tidak yakin bagaimana caranya membuat grup itu … “

Aoyama kemudian mulai bergumam pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba kartu semi-transparan muncul di depannya sekali lagi.

“Ooh … Aku ingin tahu apakah kita bisa mendaftarkan nama-nama anggota grup di sini … Ya! Oke, semuanya tolong ucapkan nama kalian satu per satu.!” (aoyama)

Setelah membuat penemuan itu, semua orang di kelas mulai berkumpul di sekitar Aoyama dan mendaftarkan nama mereka padanya.

Jika aku tidak mendaftar dengan orang lain, aku tahu aku akan menjadi yang pertama mati.

Jadi aku pergi ke tempat orang lain berkumpul yaitu di sekitar Aoyama dan berkata,

“Da-daftarkan aku juga!” (Seiichi)

Tetapi yang aku dapatkan hanyalah pandangan dingin.

“Hah? Begitukah caramu meminta tolong pada seseorang dengan baik?”

“Eh?” (Seiichi)

“Kenapa kami harus membiarkanmu di grup kami?”

“A-aku hanya … pada tingkat ini aku akan sendirian …” (Seiichi)

“Kalau begitu, tinggallah sendirian. Sementara kau melakukannya, tolong matilah, dasar kau babi. Dan mundurlah, kau bau.”

Aku terdiam.

Tidak mungkin … Aku masih ditindas bahkan dalam situasi seperti ini ?!

Semua teman sekelasku yang lain menatapku seperti sampah, beberapa bahkan mengejekku.

Aku sudah ditinggalkan. Tidak ada seorang pun di kelas ini yang biasanya berinteraksi denganku.

Serius, hari ini bukan hariku … keberuntunganku menjadi nol, sepertinya statistik itu benar.

Sambil memikirkan itu, seluruh murid dikelas menatapku seperti mereka sedang mengamati makhluk yang lebih rendah, dan kemudian seseorang mulai tertawa dengan sinis.

“Tu …! Bahahahaha! Oh Tuhan, perutku ~”

“Hei, hei, kamu baik-baik saja, bro?”

Semua orang melihat orang ini, bingung karena tawanya yang tiba-tiba.

“Aku-maksudku… lihat …! Orang ini, statistiknya benar-benar payah!”

“?!”

Bagaimana dia tahu ?! Seharusnya tidak ada yang bisa melihatnya!

Apakah dia membaca pikiranku? Mari kita lihat, pria yang tertawa itu … Aku pikir itu Ooki, dia tersenyum dan tertawa.

“Biar kuberitahu padamu sesuatu. Siaran itu sebelumnya menyuruh kita untuk memeriksa statistik kita, dan memberi kita keterampilan ‘Analisis’ sebagai hadiah. Dan kemudian … Ahahahahahah!”

Apakah dia mengatakan Analisis? Serius ?!

Menindaklanjuti pengamatan Ooki, semua orang memeriksaku sambil melihat jijik padaku.

Lalu—-

“Ahahahahahaha!”

Semua orang mulai tertawa.

“Tidak mungkin … ini aneh!”

“Se-semua hanya 1 …!”

“Dia pasti mati … orang ini pasti akan mati …!”

Daripada dikasihani, tampak seolah-olah mereka semua menemukan mainan yang menyenangkan untuk dimainkan.

“Kamu benar-benar akan memperlambat kami! Siapa yang menginginkan orang ini berada dalam kelompoknya?! Heeheehee!”

“Astaga … dia benar-benar sampah, orang ini …”

“‘Sampah masyarakat’ … cocok sekali denganmu!”

Mereka semua mengolok-olokku dan mengejekku.

Aku juga secara diam-diam menggunakan “Analisis” pada Aoyama, tetapi apa yang aku lihat hanya membuatku lebih tertekan.

〖Karena perbedaan kekuatan, Analisis tidak bisa didapat dengan lengkap〗

Setelah pesan itu, satu-satunya informasi yang dapat aku kumpulkan dari Analisis adalah nama Aoyama. Untuk statistiknya itu menjadi kacau dan tidak bisa dibaca.

Dengan kata lain, meskipun kita semua berada di level 1, ada perbedaan yang jauh antara aku dan mereka.

Aku tidak memiliki kualitas lebih di Bumi ini, lebih rendah dari manusia lain, dan bahkan untuk di dunia berikutnya kekuatanku masislah peringkat terendah.

Penglihatanku menjadi gelap.

Tidak peduli dengan keadaanku, teman-teman sekelasku makin membuatku terpojok.

“sesat, sampah!”

“Kenapa dia ada di kelas kita?”

“Secara terbuka menindas seseorang di Bumi adalah kejahatan, tapi itu tidak masalah ketika kita sampai ke dunia lain, kan?”

“Serius, pergi saja sana dan matilah.”

“Mati”

“Mati”

“Mati”

“Mati”

“Mati”

“Mati”

“Mati”

“Mati”

“Mati”

“Mati”

“Mati”

“Mati”

“Mati”

“Mati”

“Mati”

“Mati”

“Mati”

“Mati”

“Mati”

“Mati”

“Mati”

“Mati”

“Mati”

“Mati”

“Mati”

Tutup mulutmu !! Aku bisa merasakan kata “Mati” mencabik-cabik diriku.

Apa-apaan ini ?! Bajingan ini! Seberapa banyak kalian ingin aku mati ?! Tidak mungkin aku tidak sekarat! Itu menakutkan!

Dengan cepat aku pergi ke belakang kelas. Aku tidak peduli tentang apa pun lagi.

Syukurlah mereka tidak mengizinkanku berada di kelompok mereka. Jika aku berada disana, intimidasi pada diriku hanya akan menjadi lebih buruk lagi.

Mari berpikir positif. Ya benar.

“Eyuck … dia menyeringai …”

“Uuh menyeramkan …”

Seberapa jauh kalian berencana untuk melakukan bullying ?! Apakah ini tidak akan ada ujungnya ?!

Pada akhirnya aku memilih tidak bergabung dengan grup, dan satu jam itu berakhir.

Kemudian siaran dilanjutkan.

Ding-don-dan-dong.

❝ Sepertinya semua orang masuk ke grup … kecuali salah satu dari kalian.❞

Eh, aku satu-satunya yang sendiri ?! Cuma aku?!

❝Hanya karena pertengkaran sepele seperti itu…. bahkan dalam situasi seperti ini, kalian manusia tidak akan pernah tumbuh … Ah, aku keluar jalur. Pertama-tama, Aku perlu meminta maaf kepada kalian semua, aku kira❞

Mi-minta maaf? Untuk apa?

❝Jika kalian semua membentuk kelompok, aku harusnya menempatkan kalian di tempat yang relatif aman, tetapi beberapa negara tertentu di dunia lain memulai ritual Pahlawan Pemanggilan(Hero). ❞

Pe-Pemanggilan Pahlawan(Hero)?

❝Aku berterima kasih kalian telah membentuk grup, dengan ini seluruh sekolah akan mulai dipanggil bersama. Sepertinya mereka dengan sengaja menyabotase proses transfer dariku … tapi tetap saja, untuk yang sendiri mungkin akan keluar dari jalur pemanggilan.❞

Keluar…?! Dimana semua orang dipanggil bersama, apakah aku satu-satunya yang akan pergi ke tempat lain ?!

❝sepertinya, seorang Raja Iblis telah muncul di dunia dimana kalian akan pergi, sehingga kalian mungkin akan berada dalam bahaya lebih dari yang direncanakan sebelumnya. Karena itu, kalian kemungkinan akan tiba di tengah-tengah konflik. Karena kalian tidak memiliki waktu untuk mendapatkan pengetahuan tentang dunia itu, aku memutuskan untuk menambahkan sebuah buku ke item box kalian. itu berisi pengetahuan dasar tentang dunia lain. Karena Aku tidak bisa mencampuri hidup kalian disana. Ini yang paling bisa aku lakukan

Kamu pasti bercanda?! Bukankah seharusnya dewa itu berkuasa …?

Dan itu gila, harus pergi ke pertempuran segera hanya karena Pemanggilan pahlawan. Mungkin ini hal yang baik karena aku sendirian … nah, itu bohong. Aku akan kesepian sendirian.

❝Oh … tampaknya ritual telah dimulai … ❞

Saat suara di speaker berkata demikian, semua teman sekelas yang bisa aku lihat memiliki sesuatu seperti lingkaran sihir muncul di bawah kaki mereka.

❝Maaf, kalian akan dibawa begitu saja. Aku berdoa untuk kesuksesan kalian. Semoga berhasil di dunia baru kalian! ❞

Dengan berakhirnya siaran, murid dikelas mulai berubah menjadi partikel cahaya dan menghilang satu demi satu.

Di tengah-tengah itu, mereka semua mencibir padaku saat mereka menghilang. Itu bahkan Tidak berakhir …

Dan akhirnya semua orang tampaknya telah dipanggil pergi.

“……”

… Hah, bagaimana denganku ?!

Aku mungkin bukan bagian dari Pemanggilan pahlawan, tapi aku seharusnya diangkut ke suatu tempat, kan?

Seolah menyadari ketidaksabaranku yang meningkat, dewa mulai berbicara melalui speaker lagi.

❝Sekarang, sekarang, mohon kesabaranmu. Kamu akan dikirim. Tapi karena kamu sendiri, aku tidak punya kendali atas dimana kamu akan berakhir, paham? Ini akan acak

“Apa?” (Seiichi)

“Dengan kata lain, kamu tidak pasti pergi ke tempat yang aman, itu bahkan bisa sangat berbahaya.”

“Apakah kamu bercanda?” (Seiichi)

Omong kosong, aku lupa … aku orang dengan nol keberuntungan. Aku sudah bisa melihat ini akan terjadi …

Sementara aku mengadakan pesta menyedihkanku, suara pada sistem PA mengatakan ini,

❝Ya, maksudku ini luar biasa, hanya kamu satu-satunya yang tersisa di seluruh sekolah. Bahkan para guru diambil dengan ritual pemanggilan. Jadi aku memutuskan untuk memberimu satu keahlian lagi.❞

“Eh?” (Seiichi)

“Apa yang kira-kira terbaik … Ah, ini sepertinya bagus. 【Absolute Disassembly】 … hadiah terakhirku untukmu.”

“A-Absolute Disassembly?” (Seiichi)

A-apa itu? Keahlian dengan nama itu …

❝Ini menjadi sedikit lebih bermanfaat untukmu, seperti skill 【Analisis】 kamu dapat menggunakannya tanpa risiko apa pun. Ini tidak seperti sihir di mana kamu membutuhkan kekuatan sihir untuk menggunakannya, ini keterampilan yang benar-benar bebas dan berguna untuk digunakan. Kamu dapat mencobanya ketika kamu sampai ke dunia baru, oke? ❞

“Be-benarkah ….” (Seiichi)

❝Oh, sepertinya transfermu sudah dekat.❞

“Ah…” (Seiichi)

Seperti yang suara itu katakan, pada titik tertentu tubuhku mulai terbungkus partikel cahaya.

❝Heh heh, baiklah, semoga kau beruntung juga di dunia baru! ❞

“Ya, tentu.” (Seiichi)

❝Aku berdoa untuk kesuksesanmu.❞

Dan kemudian aku menghilang sepenuhnya dari Bumi.

Di sinilah petualanganku dimulai …!

… Ah maaf, lupakan bagian terakhir itu.

◆ ◇ ◆

Dengan sekolah yang sekarang steril, siaran itu masih berlanjut.

❝Sial, manusia-manusia itu benar-benar jelek … Mereka benar-benar perwujudan dari tujuh dosa mematikan dalam kitab suci. Keserakahan, Kebanggaan, Kemarahan, Kerakusan, Nafsu, Keirian, kemalaasan …. Mereka tidak pernah memperbaiki diri. Itu sebabnya mereka berlari sesuka hati sampai Bumi menjerit.❞

Suara itu tanpa emosi.

❝ Siapa sebenarnya pemilik Bumi ini? Manusia? tidak. Manusia hanyalah makhluk yang hidup di permukaan Bumi. Melakukaan perang yang tidak menyenangkan, hanya untuk mendapatkan wilayah dan sumber daya. Perang Salib juga tidak berbeda. Mereka semua hanya mengganggu Bumi.

Sampai saat itu, kata-kata itu tanpa emosi, tetapi selanjutnya mereka menunjukkan nada riang.

❝Meskipun tetelah ditolak, dia tidak membiarkan hatinya menjadi hitam. Aku terkesan. Sepertinya dia tidak memiliki niat untuk membalas dendam juga … Nah, jika kamu melihat lebih dekat, kurasa itu lebih seperti dia menyerah dan pasrah kan? ❞

Suara itu tertawa sedikit.

❝Jika manusia benar-benar tidak bisa dirubah, kita tidak akan pernah menciptakannya sejak awal. Kadang-kadang manusia seperti dia akan datang, dan menunjukkan pada kita bahwa manusia bisa berubah dari jelek menjadi menawan

Suara itu penuh dengan kasih sayang seperti ibu yang penuh kasih.

Kurasa kita akan mengawasi dan membimbing umat manusia sedikit lebih lama. Aku berharap untuk kebahagiaan di masa depan — ❞

Setelah itu, suara itu tidak pernah berbicara lagi.

◆ ◇ ◆

“Hah, dimana aku?”

Aku … Hiiragi Seiichi, telah mendarat di suatu hutan yang tidak diketahui.

Akan lebih baik jika ada sebuah kota yang dekat ….

Tapi pertama-tama, aku harus memeriksa lingkunganku.

—- Dan sekarang kita kembali ke awal cerita.

“Aku tidak bisa tenang sama sekali!”

Aku mencoba berbicara kepada diri sendiri untuk mendapatkan kembali ketenanganku tetapi itu tidak berhasil! Dewa sialan!

“… Yah, tidak ada gunanya bagiku untuk terus tinggal di sini.”

Setelah aku akhirnya tenang, aku memutuskan untuk keluar dari sana.

Bagaimanapun, tidak ada yang akan berubah jika aku tetap berdiri di sini.

Sekali lagi aku menyelidiki sekitar dan menemukan diriku di tengah hutan lebat, yang cukup terang, dan menyeramkan.

“Te-terasa seperti sesuatu akan muncul … sebentar?”

Aku sangat gelisah saat aku mencoba terus maju.

Tanpa sadar, kata-kataku tampaknya telah memicu semacam kejadian —

————- bersambung ————–