_OVLnovels_cover_v6

Chapter 41 – Malam Di Hari Keenam, Kesetiaan Eleanor

– POV Eleanor—

“Selamat datang kembali. Terima kasih atas kerja kerasmu, tuan. “ (Eleanor)

Ketika aku mendengar tuanku, yang menunggang di belakang Lagreat dalam bentuk naga, telah kembali, aku buru-buru menghadap tuan untuk menyambutnya.

“Ah, aku pulang. Aku lelah jadi aku akan mandi. “ (RenRen)

“Apakah kamu yakin tidak ingin makan? “ (Eleanor)

“Ah, aku tidak lapar.” (RenRen)

Dia mengatakannya dan pergi ke Istana. Meskipun dia terlihat lelah, dia masih tersenyum padaku.

“Tuan. Jika aku dibolehkan, dapatkah aku membantumu mandi? “ (Eleanor)

“Tidak perlu. Aku akan baik-baik saja sendirian. “ (RenRen)

Tuan tertawa malu ketika dia menolak saranku dengan melambaikan satu tangan.

Aku dengan enggan berjalan di belakang tuan.

Ketika aku melihat bagian belakang tuan yang berjalan di depanku, aku melihat bahwa punggung tuan meringkuk sedikit lebih banyak dari biasanya.

Aku menuju ke tuan dengan terburu-buru dan memastikan kondisi fisiknya secara detail.

“Hnn? Apa?” (RenRen)

“Tidak, tolong jangan pedulikan aku.” (Eleanor)

Aku memeriksa wajah tuan yang memiringkan lehernya. Aku melihat bahwa matanya sedikit merah.

Wajah tampannya juga sedikit jenuh.

Dia pasti lelah.

Mari pijat seluruh tubuhmu sebelum tidur hari ini.

Kalau aku ingat, tampaknya dia merasa tidak enak pagi ini.

Tidak, tentu saja, ketika aku mengatakan hal seperti itu, itu karena Tuan yang bertindak sedikit berbeda sejak kami datang ke dunia ini.

Namun, aku mengakui bahwa dia hanya mengubah cara hidup kita dibandingkan dengan saat hidup untuk pertempuran seperti sebelumnya.

Sebagai anggota guild, aku adalah orang pertama yang dibuat oleh Tuan tetapi aku bahkan tidak tahu bagaimana dia menjalani hidupnya sampai saat itu.

Tuan, yang telah membangun guild dari hanya sekitar lima kamar, itu terukir kuat dalam ingatanku yang paling awal. Dia pendiam tetapi cukup berani untuk selalu melangkah maju.

Tetapi bagaimana jika dia tidak seperti itu sejak awal?

Tuan yang kita tidak tahu mungkin adalah keberadaan yang sangat lemah.

Bagaimana jika dia mengalami banyak kekhawatiran, penderitaan dan kekalahan? Apa yang akan aku lakukan?

Dulu saat dia mengalami hal itu, dia masih tetap lebih kuat dari siapa pun, satu-satunya kata yang dapat menggambarkan kesanku tentang dia adalah rasa hormat.

Namun, datang ke dunia ini mungkin telah membuatnya merasa gelap/sendirian. Aku ingin mengurangi bebannya dalam pikirannya bahkan meskipun Cuma sedikit.

Tidak peduli kapanpun, aku akan berada di sisi tuan.

Kapanpun aku bisa, aku akan mempertaruhkan hidupku untuk melindungi tuan.

________________________________________

Waktunya untuk mandi tuan.

Aku berhasil menahan kakiku tetap di tanah sementara terus gelisah dalam melindungi tahta.

Jika tuan tidak memimpin guild, aku yang akan menjadi wakilnya.

Aku berdiri di depan tangga menuju tahta dan menerima laporan hari ini dari anggota guild yang datang satu demi satu kemudian meringkasnya.

“Eleanor, apakah kamu mendengarkan?” (Sedeia)

“Ya, aku dengar.” (Eleanor)

Aku mengembalikan jawaban untuk Sedeia yang menatapku dengan wajah yang meragukan. Aku lalu mengangkat kepalaku.

“Benarkah? Jawabanmu hari ini sangat singkat, atau lebih tepatnya kurang… Apakah ada sesuatu yang mengganggumu? “ (sedeia)

“Tidak masalah. Ini adalah peran penting yang diserahkan padaku “ (RenRen)

“Eh? Ah, sebagai perwakilan Leader? Tentu, itu beban yang berat. Karena mengganti Leader itu tidak mungkin, tidakkah kamu berpikir demikian? “ (Sedeia)

Sedeia berkata demikian dan tertawa.

Sambil mendengarkan tawa Sedeia, aku mengkonfirmasi laporan dari Sedeia.

Tuan memutuskan untuk membagi anggota guild menjadi korps dan pemimpin dari masing-masing tim harus menyerahkan laporan kepadaku.

Tetapi untuk mereka yang telah mengawal Tuan harus menyampaikan laporan secara bergiliran karena sulit untuk memutuskan siapa pemimpinnya.

Umumnya tidak ada masalah tetapi Sunny berbeda.

Laporan Sunny tidak bisa aku pahami dengan baik. Ini mirip dengan buku harian anak-anak.

Oleh karena itu, Sunny dibebaskan dari mengirimkan laporan.

Namun, ada banyak orang yang membuat laporan yang mengerikan.

Laporan Sainos Cuma hal hal sepele seperti senjata.

Lagreat menghilangkan banyak hal tanpa izin dan tulisannya berantakan.

Anehnya, Cartas menulis banyak keluhan. Sepertinya dia ingin menemani tuan tetapi tidak pernah punya kesempatan untuk melakukannya.

Dan Sedeia menulis laporan yang cukup sopan.

Acara hari ini. Orang yang mereka temui. Informasi yang dia dengar.

Dia bahkan menulis hal-hal penting secara detail.

Ketika aku membaca laporan Sedeia, informasi yang aku baca tentang Sunny menarik perhatianku.

Ujung jariku gemetar ketika aku membaca laporan tentang bagaimana tuan memerintahkan pemusnahan pasukan Galland Empire.

Namun, ia tampaknya telah kembali ke tuan yang biasanya ketika mereka berpindah dari Kerajaan Rembrandt ke Galland Empire sesudahnya.

“Itulah sebabnya, aku memberi tahu Sainos. Maafkan aku. Namun demikian, Sainos masih mengeluh ketika kami berada di Galland Empire… Apa yang salah, Eleanor? “ (Eleanor)

Sedeia mengernyitkan alisnya saat dia dengan cemas memandangku saat aku sedang membaca laporannya.

“…Tidak. Tidak apa.” (Eleanor)

Ketika aku berkata demikian, Sedeia mendongak dan menghela nafas.

“Tidak, pasti ada sesuatu. Hei, mungkin sudah waktunya bagimu untuk beristirahat hari ini. Menyuruh Soarer atau Milenia… “ (Sedeia)

“Aku setuju. Maka aku akan bertanya kepadamu, Sedeia. “ (Eleanor)

“Wa?” (Sedeia)

Ketika aku menanggapi usulannya yang luar biasa, Sedeia berhenti bergerak.

Ketika aku mendorong semua laporan terhadap Sedeia, dia memulai menolak.

“Ti-tidak, tidak, tidak! Aku tidak bisa melakukannya! “ (Sedeia)

“Apa yang kamu katakan? Sedeia adalah satu-satunya yang bisa aku tanyakan tentang ini. Terima kasih. Karena Sedeia, duri kecemasan mungkin telah lolos dari hatiku. “ (Eleanor)

Aku bercanda karena mengatakan demikian kepada Sedeia.

Namun, itu juga benar. Sedeia bisa meringkas laporan itu dengan saksama.

Ini adalah pekerjaan yang rumit bahkan untukku dan tuan tetapi aku bisa mempercayai Sedeia.

Aku akan langsung memarahi tuan karena mengabaikan tugasku.

“…..Ah! aku mengerti! Leader akhirnya akan bertanya pada Eleanor. Juga, Leader tampaknya lelah. “ (Sedeia)

“… Apakah kamu menyadarinya?” (Eleanor)

Ketika aku menghentikan kakiku dan melihat kembali ke Sedeia, dia menjadi merajuk.

“Jika kamu anggota guild, kamu akan memperhatikannya. Tidak, jika kamu adalah anggota guild wanita, kamu pasti akan melihatnya, bukan? “ (Sedeia)

Sedia mengatakan itu padaku dengan ekspresi tertentu dan menunjukkan senyum.

“Benar.” (Eleanor)

Ketika aku tersenyum kembali ke Sedeia, aku kembali menguatkan tumitku dan menuju ke Tuan.

________________________________________

“Permisi.” (Eleanor)

Ketika aku mendapat jawaban, aku memasuki kamar tidur Tuan tetapi tuan telah mematikan lampu di kamar tidurnya.

“Eleanor, kemarilah.” (RenRen)

Tidak biasa, tidak, ini adalah pertama kalinya.

Bahwa aku dipanggil oleh tuan di kamar tidur.

“Y-ya” (Eleanor)

Tapi hatiku berdebar sangat dalam dengan cara yang berbeda.

Ketika aku mendekat, aku melihat tuan duduk di tepi tempat tidur sambil menatapku.

Senyum di wajahnya terasa agak gelap.

“Apakah ada yang salah tuan?” (Eleanor)

Ketika aku bertanya, tuan lalu menatapku dan menjawab.

“Aku pikir aku baik-baik saja. Tapi aku tidak bisa menghentikan jari-jariku agar tidak gemetar. Mengapa begini, Eleanor? “ (RenRen)

Tuan berkata demikian dan menunjukkan tangannya padaku.

Aku menyadarinya sejak aku melihatmu, tuan.

Aku Melihat lagi, ujung jari tuan terus gemetar.

Aku dipenuhi perasaan dimana aku ingin memeluk tangan tuan. Tetapi sekarang, aku merasa aku harus mendengarkan cerita tuan.

“Tuan, tolong perintahkan aku untuk melakukan apa saja. Eleanor akan memenuhinya. Jadi tolong, semangatlah. “ (Eleanor)

Ketika aku mengatakan itu, tuan tersenyum dan menurunkan tangannya.

“… datang ke dunia ini, aku merasa seperti bukan diriku lagi.” (RenRen)

Saat tuan bergumam, aku meraih tangannya.

“Perasaan ini, cahaya mata Eleanor, bau ruangan ini dan kamu, aku dapat merasakan bahwa ini adalah kenyataan. Tetapi aku tidak yakin dengan diriku sendiri. Apakah kamu mengerti?” (RenRen)

Tuan berkata demikian dan mengalihkan pandangannya kepadaku.

“…Aku tidak mengerti. Namun, tuan adalah tuan. “ (Eleanor)

Aku menjawabnya dengan perasaan ingin mati karena malu.

Aku tidak keberatan menjadi sengsara jika aku dapat membantu tuan.

“Orang-orang disini … Kamu benar, Eleanor. Apakah Eleanor pernah bertemu seseorang yang kamu hormati? “ (RenRen)

“Itu Tuan” (Eleanor)

“…Tidak tidak. Aku adalah orang pertama yang kamu temui di dunia ini. “ (RenRen)

Aku memutar isi kepalaku karena kata-kata Tuan.

hormati?

Seseorang yang bisa aku hormati?

“Tidak ada.” (Eleanor)

Aku membuat jawaban cepat. Bahkan setelah membaca laporan para anggota guild, tidak ada yang akan keluar.

“Mengapa? Misalnya, bagaimana dengan Earl Villiers? Dia adalah seorang bangsawan dengan posisi tertentu di negara besar. “ (RenRen)

“Itu posisi yang tidak berarti bagiku.” (Eleanor)

“Hakim Galland Empire?” (RenRen)

“Itu sama saja.” (Eleanor)

Ketika aku menjawab tanpa pertanyaan, tuan mengangguk dengan senyum masam.

“Tentu saja, itu memang bukan urusan kita. Namun, dari sudut pandang pihak lain, kita seharusnya memberi mereka beberapa penghormatan. Aku pikir bahwa bangsawan akan menjadi pendukung untuk negara. Tetapi jika aku mengatakannya dengan tegas, aku akui bahwa aku sedikit menghormati petualang seprti Wolf. Meskipun dia mungkin manusia yang sama dengan yang lain. “ (RenRen)

Tuan berkata demikian sambil memberikan tawa haus sambil mengangkat wajahnya.

Namun, dari sudut pandangku, kamu bukan manusia yang sama.

Tuan lebih suci daripada dewa. (TLN : Anjir wkwkwk)

Namun, tuan tidak ingin mendengar jawaban seperti itu.

“… Tuan adalah pencipta kita, eksistensi tertinggi manusia, high human … dan …” (Eleanor)

“Apa? Apa yang baru saja kamu katakan?” (RenRen)

“Y-ya?” (Eleanor)

Tuan tiba-tiba menatapku ketika aku sedang memilih kata-kata untuk memberitahunya.

“High Human … Ya, Aku adalah High human. Jiwaku memang milikku tetapi, apakah pikiranku dipengaruhi oleh tubuhku? Tidak, tunggu … Lalu harusnya masih ada perubahan fisik lain … “ (RenRen)

Tuan tiba-tiba menggumamkan sesuatu dengan mulutnya dan mengalihkan pandangannya dari aku ke dinding.

Setelah beberapa saat, tuan memandangku dengan wajah yang sedikit lebih cerah.

“Terima kasih, Eleanor. Aku pikir kamu memberiku petunjuk. “ (RenRen)

“Tidak, Tuan. Aku merasa seperti naik ke surga hanya dengan berada di sisi tuan.“ (TLN: Anjir lagi wkwkwk)

Aku berlutut ketika aku mengucapkan kata-kata yang berasal dari lubuk hatiku.

Dalam kata-kataku, tuan tertawa riang.

“Bisakah kamu tetap di sisiku untuk waktu yang lama?” (RenRen)

“Iya! Tentu saja!” (Eleanor)

Ketika aku mengatakannya dengan sangat keras, aku mengangkat wajah dan melihat wajah tuan.

“Aku akan berada di sisimu kapan saja.” (Eleanor)

“Aku akan melindungi Tuan kapan saja.” (Eleanor)

“Aku, Aku sangat mencintai tuan.” (Eleanor)

Aku mengatakan pada tuan perasaanku yang meluap-luap.

Kemudian, tuan membuka mulutnya dengan senyum pahit dan meletakkan tangannya di atas kepalaku.

“Kamu terlalu fanatik. Meski begitu, Eleanor. Penggunaan honorifikmu sedikit aneh. “ (RenRen)

…Apa!

———— bersambung ————-