cmv1

Episode 1 – Hero

Kehadiranku secara bertahap semakin jauh dan tipis. Jiwaku terasa seperti keluar dari diriku. Meskipun aku tidak menggunakan mesin VR, aku merasakan sensasi seperti aku menggunakannya. Aku perlahan-lahan sadar dan dengan lembut bangun. Melihat ruangan seputih salju di sekelilingku membuatku merasa tidak nyaman. Ini adalah yang keenam kalinya aku di sini. Titik awal dalam game IRURANDE. Aku didalam wadah jenis silinder transparan besar. Cairan hangat mengisi wadah yang membuat kulitku merasakan sensasi berlendir.

(Kami-sama) 「Bagaimana kabarmu, jiwa yang hanyut. Aku adalah Kami-sama! 」

cmc1

Seorang gadis dengan karakteristik rambut merah jambu dan wajah tanpa gender, itu adalah wajah yang sudah aku kenal yang selalu aku lihat saat memulai permainan dari awal.

(Kami-sama) 「Apakah kamu mengerti apa yang aku katakan? Untuk jaga-jaga, aku akan memberikanmu kemampuan berbahasa dan akal sehat dunia ini. Ayo, biarkan aku mendengar suaramu, tangisan pertamamu di dunia ini. 」

Orang yang memproklamirkan diri sebagai kami-sama itu terlihat sangat bahagia dari lubuk hatinya. Aku mulai berbicara. Cairan itu mulai mengalir di dalam mulutku tetapi anehnya aku masih bisa bernafas.

(???)”Halo Dunia”

Itu adalah kebiasaanku yang tidak bisa dihilangkan untuk selalu mengatakan ini di awal permainan. Aku menunggu jawabannya dengan antisipasi. Jika Seperti biasa, harusnya Kami-sama akan membalas kembali dengan sapaan pada kehidupan baru seperti berkah telah datang.

(Kami-sama) 「Kamu selalu seperti itu, kan? terkadang ada baiknya untuk berubah dan mencoba sesuatu yang berbeda 」

Namun, di luar dari apa yang aku harapkan, Kami-sama menjawab dengan kata-kata yang sama sekali berbeda dari permainan.

(Kami-sama) 「Fufufu, apakah kamu terkejut? Itu memang hanya permainan sampai sekarang. Namun, mulai saat ini dan seterusnya, itu akan berbeda. Sekarang saatnya bagimu untuk bangun dan melihat kenyataan. Kehidupan baru yang kamu pilih sendiri 」

Wadah mulai retak lalu pecah, dan aku dibuang bersama cairan yang terisi didalam wadah.

◇ ◇ ◇

(Kami-sama) 「Etto, haruskah aku memanggilmu Souji? Atau lebih baik memanggilmu dengan nama dalam gamemu yaitu Cland yang biasanya kamu gunakan? 」

Souji adalah nama asliku. Dan Cland adalah nama karakter gameku.

(Souji) 「Souji saja, itu tak masalah. Tapi, bagaimanapu aku ingin menggunakan apa pun yang berhubungan dengan kehidupan nyataku sebelumnya. 」

(Kami-sama) 「Oke! Aku mengerti」

Kami-sama menulis namaku di perkamen dengan pena bulu sambil berkata 「Memo ~ ♪ Memo ~ ♪」.

(Kami-sama) 「Sekarang, apakah kamu ingin menanyakan sesuatu dariku?」

(Souji) 「Pertama-tama, aku ingin tahu apakah ini benar-benar bukan permainan lagi seperti yang baru saja kamu katakan」

(Kami-sama) 「Uun, itu benar. Itu bukan hanya permainan lagi. Jika aku memasukkannya ke dalam kata-kata yang biasa kamu gunakan maka itu adalah dunia yang berbeda mungkin? 」

(Souji) 「Aku mengerti」

(Kami-sama) 「Kamu cepat mengerti ne」

(Souji) 「Setelah semua, kamu telah dikirim ke dunia ini tanpa menggunakan mesin VR atau apa pun. Selain itu, aku juga ingin kamu percaya bahwa itu benar. 」

Aku tidak punya masalah dengan itu, karena dengan cara ini aku bisa datang ke IRURANDE.

(Kami-sama) 「Hmm … Begitukah. Apa ada yang lain? Hanya tersisa empat menit dan tiga puluh detik, aku akan menjawab semuanya dalam jangka waktu itu 」

(Souji) 「Apa? Ada batas waktu? 」

(Kami-sama) 「Ada batasan tentang bagaimana Tuhan dapat mencampuri kehidupan manusia dan berapa banyak kekuatan yang dapat kita gunakan. Aku benar-benar menggunakan banyak kekuatanku hanya untuk membawamu ke sini. Empat menit dan sepuluh detik tersisa … Dan karena aku telah menggunakan semua kekuatanku, aku tidak akan aktif untuk beberapa waktu 」

Seakan itu tidak ada apa-apa, Kami-sama tertawa riang. Aku tidak punya banyak waktu, jadi aku akan mempersempit pertanyaanku.

(Souji) 「Pertama-tama, Kami-sama mengatakan sebelumnya bahwa ini adalah kenyataan. Kalau begitu, Bagaimana dengan IRURANDE yang aku masuki selama ini? 」

(Kami-sama) 「Itu hanya permainan. Namun, itu adalah simulasi dari dunia yang aku buat menggunakan kekuatanku. Kalian semua secara pribadi mengalami masa depan dunia ciptaanku dalam game itu. Karena aku adalah Dewi Masa Depan dan Takdir. Aku cukup pandai dalam hal semacam ini jika aku mengatakannya sendiri 」

Anehnya, Aku cukup yakin dengan itu. IRURANDE jelas-jelas memang overspec.

(Souji) 「Untuk alasan apa, apakah kamu yang membuat game itu?」

(Kami-sama) 「Karena seorang pahlawan diperlukan untuk menyelamatkan dunia ini」

(Souji) 「aku tidak mengerti apa yang kamu maksudkan dengan itu」

(Kami-sama) 「Maa, maa, tenangkan dirimu. Haruskah aku bicara secara berurutan? 」

Kami-sama sedang menatap mataku, seolah mengatakan bahwa itu tidak bisa dihindari.

(Kami-sama) 「Ada aturan yang menyatakan bahwa Dewa tidak bisa ikut campur dengan dunia. Jadi aku tidak bisa menjadi pahlawan itu sendiri. Itu sebabnya, pertama aku akan membuat tubuh yang berpotensi menjadi pahlawan. Itu adalah homunculus tanpa jiwa. Karena itu melanggar aturan jika aku menciptakan jiwa, aku pertama-tama membuat jasad. Aku menggunakan semua kekuatanku sampai batasnya untuk membuat homunculus terbaik dan menginkubasinya selama enam tahun lamanya. Sungguh membuat nostalgia 」

Kami-sama tampaknya sangat menyukainya hingga ia menepuk tubuh Homunculusku dengan “Peta ~ ♪ Peta ~ ♪ Peta ~ ♪”.

(Souji) 「Ini aneh. Aku sudah tahu ini karena aku sudah menggunakan ini dalam permainan, tetapi homunculus ini tidak sekuat saat memulai dari awal. Jika ini tidak tumbuh seperti yang direncanakan aku akan mudah dikalahkan oleh para preman disana 」

(Kami-sama) 「Unn, itu benar. Karena awalnya aku tidak bisa membuat sesuatu yang menyimpang dari manusia. Tetapi jika itu hanya manusia dengan wadah yang kuat,aku bisa membuatnya. Tapi, tidak akan ada artinya untuk melakukan itu. Itu sebabnya, aku mengabaikan kekuatan absolut dan fokus pada kualitas hingga batasnya. Dengan itu, peluang menjadi pahlawan meningkat 」

(Souji) 「Tetap saja, homunculus ini dipenuhi dengan bakat」

(Kami-sama) 「Benarkah? ~ ♪? Tetapi masalah berikutnya muncul. Jika anak ini tidak tumbuh dengan baik, ia tidak akan dapat memanfaatkan kekuatan di dalam dirinya. Bakatnya hanyalah talenta dan tidak lebih dari itu. Semua tergantung Jiwa yang akan dimasukkan ke dalam anak ini. Aku bermasalah dengan apa yang harus dilakukan dengan itu 」

Sepertinya mengerti. Ketika IRURANDE masih hanya permainan, ada hampir 200.000 pemain yang bermain, bahkan menggunakan homunculus hingga batasnya tidak menjamin orang bisa berhasil.

(Souji) 「Jadi itu sebabnya, gamenya seperti itu」

Aku hanya memiliki satu hipotesis tentang ini.

(Kami-sama) 「Mungkin, itu mungkin seperti apa yang kamu pikirkan. Aku membiarkan kalian semua menggunakannya sebagai latihan, dengan asumsi bahwa jiwa terbaik dapat ditemukan. Di duniamu, ini mungkin hanya permainan, ini seperti melakukan tes selektif ratusan ribu pemain tanpa rasa keganjilan. Aku menyamarkan ini agar menjadi seperti permainan fantasi dan membiarkan kalian mengalami simulasi dunia ini. Dan di antara orang-orang itu, hanya kamu yang bisa menggunakan homunculus itu sepenuhnya. Itu sebabnya aku memanggilmu 」

Pidato yang luar biasa. Setelah menyamarkan itu sebagai permainan, ia lalu menciptakan homunculus dengan kualitas terbaik dan mencari jiwa yang tepat, kemudian membiarkan kami mengalami masa depan dunia itu dan akhirnya memilih jiwa terbaik dari ratusan ribu pemain dan menariknya ke dunia mereka.

(Kami-sama) 「Itu adalah produk yang menarik. Keajaiban yang kamu buat. Untuk mendapatkan itu Dibutuhkan tiga ratus tahun untuk hingga masukkannya ke standar di dunia ini. Itu pasti akan menjadi bantuan untukmu. Ketika itu masih permainan, aku mendengarkan saran dari penyihir hebat dari permainan itu dan pertukaran informasi seperti itu menciptakan struktur perkembangan sihir. Pilihanku sepertinya sangat tepat. 」

(Souji) 「sihir ya, tapi aku tidak bisa mengakses database lagi」

Jika seperti biasanya, aku hanya perlu membuka menu dan mengakses database untuk mengunduh sihir itu tetapi sekarang aku tidak bisa melakukannya lagi. Dibutuhkan Virtual Development Enviroment untuk pembuatan penciptaan di dalam pikiranku, tetapi aku sudah tidak dapat mengumpulkan data apa pun. Pada tingkat ini, sihir yang tak terhitung banyaknya yang dibuat dan disusun oleh pemain berbeda tidak lagi tersedia.

(Kami-sama) 「Jangan khawatir tentang itu, semua informasi yang dipertukarkan dan sihir yang terdaftar di databasemu semuanya ada di dalam dirimu」

Kami-sama menepuk kepalaku dengan “Ton ~ ♪ Ton ~ ♪ To ~ ♪”.

(Kami-sama) 「Coba ingat mereka, kamu harusnya akan mengetahui itu」

(Souji) 「Ah, Aaaah!」

Satu demi satu, informasi membanjiri kepalaku. Sihir yang dibuat semua pemain dari game berkembang dan terakumulasi. Dan semua informasi dari dunia nyata dan informasi yang terdaftar di dalam game masuk ke kepalaku.

(Kami-sama) 「Tubuhmu akan mengatur informasi itu untuk sementara waktu, itu akan di indeks」

Kami-sama menyesap tehnya tanpa berpikir sambil mengabaikan aku yang menderita keracunan informasi. Aku memaksa menerima informasi itu dengan segenap kekuatanku. Dan juga ada hal-hal yang perlu dia dengarkan.

(Souji) 「Ini pengalamanku dalam game, benar kan?」

(Kami-sama) 「Kamu bisa menganggap itu benar, dan pada saat yang sama itu juga salah. Ini adalah hasil yang dihitung dari mengambil semua informasi dari dunia permainan yang meluas ke hingga bagian terakhirnya. Secara alami, hal-hal itu mungkin sedikit berlebihan 」

(Souji) 「Terakhir, Mengapa kamu membutuhkan pahlawan? Tindakan apa yang harus aku ambil? 」

(Kami-sama) 「Akhir dunia akan datang, jadi mereka membutuhkan seorang pahlawan. Aku tidak bisa mengatakan bagaimana kehancuran itu akan terjadi. Mengganggu dunia adalah terlarang bagi kita para Dewa. Dalam permainan yang pernah kalian alami, kehancuran itu tidak disimulasikan. Jadi aku tidak bisa mengatakan apa yang harus kamu siapkan atau apa yang seharusnya kamu lakukan. Ini juga diluar campur tangan Kami-sama. Aku benar-benar ingin kamu menjadi lebih kuat daripada orang lain. Itu satu-satunya harapanku 」

Kami-sama berdiri ketika dia selesai berbicara.

(Kami-sama) 「Sudah waktunya. Aku harus beristirahat. Aku berharap kamu dapat menemukan kebahagiaan di dunia itu. Itu karena bagaimanapun kamu adalah putraku. Dan juga, uangnya ada di tempat biasa. Selamat malam」

Dan dia mencium pipiku, lalu dengan senyuman…. dia menghilang.

(Souji) 「Mengatakan hal egois seperti itu dan pada akhirnya dia menghilang begitu saja」

Aku membelai pipiku. Sensasi bibirnya masih ada. Aku menjadi termotivasi. Dalam tubuh dengan bakat terbaik ini, kristalisasi kebijaksanaan ratusan ribu orang dari dunia nyata juga ada di dalam diriku. Tentunya, bahkan ketika kehancuran datang, aku harusnya dapat bertahan hidup.

 

———— bersambung ————