snmv1

Chapter 5 – Pertarungan Pertama

“Ukyi ~ i ~ i ~ i!”

“Aku minta maaf.”

Aku melakukan dogeza dengan segenap kekuatanku. Meskipun ada beberapa jarak dengan monyet pintar, itu adalah serangan pencegahan!(TLN: Monyet Pintar=Smart monkey, pke monyet pintar aja ane)

Kesampingkan itu … saat ini aku tidak bisa merasakan kehadirannya…. Yah jelas sih, aku bukan seorang master. Tunggu, serius, situasi ini? Ini Mengerikan. Karena aku membuat keributan itu, satu atau dua monyet pasti akan muncul. Sebaliknya, apakah situasi saat ini merupakan berkah atau kesialan? Bagaimanapun, bahaya adalah bahaya. Di depan monyet, aku menunggu dengan Ber-Dogeza.

….

A … apa?

Entah bagaimana, aku menyakini akan diserang. Dalam situasi ini, aku melihat dan bertanya-tanya apa yang akan terjadi. Apakah dia secara tak terduga tidak menyerangku?

Karena aku takut akan serangan yang bisa terjadi kapan saja, tanpa menggerakkan tubuhku, aku mengangkat wajahku dengan takut.

“Uh ..”

“Eh?”

Ketika aku mengangkat kepalaku, monyet yang berada di kejauhan bersiap menendang tanah dengan seluruh kekuatannya dan melompat di depan mataku. Penampilan itu hampir seperti pemain sepak bola sebelum membuat tembakan.

“Apakah kamu–” (Seiichi)

Kata-kataku dibungkam oleh aksi monyet itu.

“Ukyyyyyy”

“Ueeei ?! (Seiichi)

Monyet melepaskan kaki yang ditarik ke belakang dengan sekuat tenaga. Dengan kata lain, sebuah tembakan. Kemudian kaki itu menjadi serangan.

“Choichoichoichoi! Eh, Serius !? ” (Seiichi)

Serangan itu menghampiriku dengan kecepatan yang sangat cepat—–

“Guha ~ tsu!”

Zusha ~ a ~ aaa!

Aku terkena serangan itu!

“Sa ~ a ~ a ~ kiiiiitttt!” (Seiichi)

Aku berguling-guling di tanah.

“Ini memotongku! Ini bu ~ ruk! Darah … darah mengalir! ” (Seiichi)

Mengapa aku begitu sehat meskipun aku dipotong !? Tapi berkat aku memutar tubuhku sedikit sebelum dia memotongku, aku tidak terpotong seluruhnya. Hanya perutku yang dipotong ….!

Are? Ini cukup serius, bukan? Jika Perhatikan dengan seksama, perutku dalam keadaan di mana isi perutku muncul !!!

“Ukyakyakya!”

Monyet itu, ketika melihatku berguling kesakitan, malah bertepuk tangan dan tersenyum.

Kepribadiannya sangat buruk !! Itu sungguh sadis!

“menyakitkan … menyakitkan …!” (Seiichi)

Aku mengambil [Obat kelas satu] dari item boxku dan langsung meminumnya.

“N …… n …… puha ~ a!” (Seiichi)

Sementara aku minum semuanya, monyet itu tertawa terbahak-bahak tanpa menyerangku. menyebal ~ kan … ngomong-ngomong, aku baru meminum obat dengan warna tajam ini untuk pertama kalinya, tapi tidak disangka itu bagus. Bagaimana aku harus mengatakannya … rasanya seperti soda yang menyegarkan. Itu berkarbonasi. Menakjubkan. Sementara memiliki perasaan itu, beberapa titik luka di perutku hilang. [Obat kelas satu] itu menakutkan! Sekarang aku sudah sembuh – aku akan berbicara dengan monyet di depan mataku!

“Makhluk ini! Kamu bajingan! Kamu memiliki keberanian untuk mengabaikan dogezaku! Aku akan memukulmu sampai menjadi bubur. Datanglah— ” (Seiichi)

“Ukyi ~ iii!”

“Gufu ~ oa !?” (Seiichi)

Sebelum aku selesai mengatakan semua kata-kataku, monyet melompat ke dadaku dan menyerangku! Mekibakiboki! Suara tidak menyenangkan terdengar dari tulang. Gucha. Aku mendengar suara sesuatu yang dihancurkan.

“Gofa ~ tsu!”

Aku dibuang begitu saja, dan menabrak pohon terdekat. Aku dikalahkan. pohon di punggungku yang akhirnya menghentikan momentumku.

“Si … ..- itu …” (Seiichi)

Punggungku tertahan di pohon, jadi aku tetap seperti itu.

“Ukyakyakyakya!”

Melihat aku yang dalam keadaan seperti itu, monyet pintar itu membuat senyuman yang lebih bahagia lagi.

Yang pasti, serangan itu baru saja merusak beberapa tulang dan organ dalamku. Rasa sakit yang tidak bisa dialami dalam kehidupan nyata menyerang tubuhku. Heck … aku tidak bisa melihat gerakan monyet. Kapan dia memukul dadaku?

Ketika aku berada di Bumi, orang-orang yang memperlakukanku sebagai sandbag memiliki kekuatan yang tampaknya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan serangan itu sekarang … … meskipun kelompok itu memiliki anggota klub tinju.

Tubuhku merasakan sensasi terbang lagi.

“Go ho ~ tsu! Ga ha ~ tsu! “

Dari mulutku mengalir cairan merah-hitam membuat seragamku yang sudah kotor dan tubuhku menjadi semakin kotor.

Tunggu, kenapa dia menyerangku? Apakah aku telah melakukan sesuatu? Tidak mungkin, dia ingin membunuhku untuk memakanku? …

Lalu, apa alasannya membuat wajah bahagia itu! Aku akan membunuhmu dengan satu serangan. Aku berpikir seperti itu dari lubuk hatiku. Itu sulit. Tapi, untuk mengalahkanku sebanyak ini, apakah dia serius memikirkan untuk membuatku menjadi makanannya?

Bagaimana jika tujuan dia membunuhku hanya untuk menghabiskan waktu … u wa ~ a, aku tidak menginginkannya …. aku tidak ingin dimakan. Bukankah kamu juga tahu makanannya? Aku tidak bisa membayangkan seekor monyet memakan manusia.

“Pemulihan,,,,”

Aku mulai berguncang untuk beberapa alasan dan memaksa tubuhku yang tidak bergerak untuk bergerak. Dari dalam item box, aku mengambil satu [Obat kelas satu]. Aku, untuk kedua kalinya, ingin meminum ini tapi——

“Ukkyā!”

“!?” (Seiichi)

Monyet itu tidak mengizinkannya. Sekali lagi, dengan kecepatan yang melampaui perkiraanku, kepalaku dicengkeram dan diangkat dengan lengan yang memiliki kekuatan yang menakutkan.

“A ga …… !?” (Seiichi)

“Ukikyi ~ i!”

Nita ~ a. itu seperti munculnya kata onomatope. Disana Ada monyet pintar dengan senyum menjijikkan. Uwaa, aku ingin memukulnya! Ini adalah pertama kalinya aku melihat bentuknya dari dekat. Dia lebih tinggi dariku, sekitar 2 meter menurutku. Tinggiku tidak mencapai 170cm tapi beratku 100kg, kamu tahu. Monyet itu tinggi dan ditutupi bulu merah. Tubuh tidak terbentuk dengan baik. Aku melihatnya sepeti postur yang tampak rata-rata. Seperti itu, monyet pintar itu mengangkatku dengan lengannya seperti aku adalah cabang. Mouu itu mengejutkanku.

“Ukkyā!”

“~ Tsu!” (Seiichi)

Monyet pintar dengan kepalaku yang digenggamnya mulai diayunkan, akhirnya dia membantingku ke tanah.

“Gufu ~ tsu !?” (Seiichi)

“Ukyakyakyakya!”

Kepalaku sakit dan terasa seperti patah. Dia melakukan pekerjaan yang baik untuk menghancurkan kepalaku. Aku pikir itu hancur seperti tomat. Lebih jauh lagi, ketika dia mengayunkanku, aku pikir itu telah mematahkan leherku. Tubuhku, lakukan yang terbaik !!! Setelah ini, aku akan memujimu. Ketika semua tubuhku berdarah dan kesadaranku memudar, monyet itu masih memperhatikanku dan mengangguk satu kali.

“Ukyi”

………….

Kenapa dia mengangguk sekarang? Apakah karena Melihat kondisi tubuhku seperti itu? …… Untuk mengalahkannya, itu tidak mungkin. Setelah aku berpikir seperti itu, monyet pintar itu membuka mulutnya sepenuhnya. Eeeh, tunggu sebentar, serius? Eeh, apakah aku akan dimakan?

“Ukkikikkikyi ~!”

Kenapa dengan Pose seperti ‘itadakima ~ su’ !? Serius dia ingin memakanku?

Meskipun aku hampir tidak sadar, karena melihat aksi monyet yang tak terduga, aku terbangun sepenuhnya.

Hiyaa, aku tidak serius berpikir dia menatapku seperti aku makan siangnya! Tapi tidak peduli seberapa banyak aku terjaga, itu tidak akan baik. Kepalaku pasti akan direbut dengan segenap kekuatannya. Dalam situasi ini di mana aku tidak bisa bergerak bebas, itu tidak ada gunanya.

Monyet pintar itu mulai memakanku dari kepalaku dan membuatku semakin dekat ke mulutnya, tetapi mengernyit karena alasan tertentu.

“Kiki ~ tsu! ? Ki, kyi …… ”

Rasanya seperti itu mengatakan [uwa ~ a! ? Itu, bu ~ suk ……]. sial, ayolah!!

Dan itulah mengapa dia menjadi mual karena mencoba memakan kepalaku, jadi kali ini, dia mencoba memakan perutku. Tidak, tentu saja, itu adalah bagian dari tubuhku yang lebih berisi. Aku bisa menjaminnya. Bukankah lemak itu enak? Saat ini aku sudah menerima kenyataan bahwa monyet pintar itu akan memakanku dan aku menyerah. Begitu wajah monyet pintar semakin dekat dengan tubuhku ――――

“Ki ~ tsu! ? Ki, kyi ………… ”’Melempar’. [TLN: monyet melempar seiichi]

“Buhe ~ tsu!” (Seiichi)

Aku jatuh ke tanah. Ap … Ap … apa … kenapa !?

Aku tidak mengerti apa yang terjadi padaku lagi. Mengapa, bukankah sampai beberapa saat yang lalu, aku masih ditahan untuk dimakan dan kenapa tiba-tiba aku menemukan diriku di tanah. aku tidak bisa mengerti.

Aku berbaring telungkup di tanah, membuka kelopak mataku dengan putus asa dan mencoba memahami situasinya.

Kemudian, penampilan monyet yang pintar tercermin di mataku tapi …

“Eh …?” (Seiichi)

Yang tercermin di mataku adalah kaki monyet pintar. Terlebih lagi, itu tidak terlihat seperti kaki yang digunakan untuk berdiri. Sama seperti aku, kakinya tersebar di tanah.

“Ap … apa-apaan ini …?” (Seiichi)

Di kepalaku, aku tidak bisa mengikuti situasi saat ini. Aku mencoba untuk meraih obat kelas satu yang jatuh ketika monyet pintar itu mengayunkan aku.

“……”

Entah bagaimana … jika dalam situasi ini aku minum obat kelas satu, aku merasa aku akan baik-baik saja … -membuat keputusan itu, aku membuat tubuhku bergerak. Aku mencapai [obat kelas satu] yang jatuh dari tanganku dan meminumnya.

“N …… n …… n …… puha ~ tsu!” (Seiichi)

Rasa menyegarkan dari soda berkarbonasi menyebar ke seluruh tubuhku ~!

“Ge-pu” (Seiichi)

Aku mengeluarkan sendawa. Maa mau bagaimana lagi, aku minum minuman berkarbonasi ini dalam satu tegukan. [Obat kelas satu ini] sedikit berkarbonasi, tapi serius obat ini luar biasa. Luka-luka dari sebelumnya terasa seperti itu hanya kebohongan. Namun, itu tidak dapat memulihkan kehilangan darah dan staminaku, jadi aku merasa sedikit pusing.

“Ite tete …… n a?” (Seiichi)

Sekarang tubuhku entah bagaimana pulih, aku melihat monyet pintar.

“… Kenapa dia mengeluarkan busa di mulutnya? ” (Seiichi)

Monyet pintar itu, monyet pintar itu jatuh, dan dia berbusa.

“……”

Aku bisa memikirkan alasan mengapa monyet pintar itu kalah. Sebuah hipotesis dibuat di kepalaku.

“Ehh, iya…. Tapi bagaimana kalau itu benar …. ” (Seiichi)

Tapi, jika pemikiranku berubah menjadi kenyataan, aku mendapati diriku berada dalam situasi yang luar biasa. Pada akhirnya, aku mengatakan apa yang menyebabkan ini—

“… Bau badanku?” Itulah maksudnya.

Serius ?! Berapa banyak yang aku keluarkan sekarang !? aku pikir aku tidak dapat merasakan bauku sendiri. Tidak mungkin, apakah aku bau hingga ke tingkat babi !? (TLN: ada kemungklinan babi lebih wangi dari dia)

“Ooh…. Itu perasaan yang rumit….” (Seiichi)

Tentu saja, monyet pintar itu tadi mengerutkan keningnya ketika dekat dengan kepalaku. Itu karena kepalaku bau. Namun, bagian tubuhku yang sepertinya berbau lebih kuat daripada kepala atau kakiku, adalah perutku karena bau badanku… sepertinya.

Aku pikir aku memahaminya bahkan jika aku tidak mengatakannya, tetapi bau dari bagian bawah tubuh harusnya menjadi yang terburuk.

Mungkin, karena bau darahku sendiri, aku tidak menyadarinya, tetapi saat hidungku mendekati ketiakku, aku diserang oleh bau kelas pembunuhan.

“Serius … ..” (Seiichi)

Aku menjadi pucat.

“Mmnh ….” (Seiichi)

Tapi apakah bauku benar-benar mampu melumpuhkan makhluk ini?

“……”

Aku mendekati monyet pintar yang pingsan dengan matanya yang memutih.

“…… Bikubiku”

“… ..Ei” Aku berjongkok, dan mendekatkan ketiakku ke hidungnya.

Bikun ~ tsu! Bata.

“……”

Kehidupan monyet pintar itu telah berakhir

Aku bangkit berdiri dengan tenang, lalu bergerak ke tepi dan duduk sedikit.

……………………. Bolehkah aku menangis?

◆ ◇ ◆

Setelah beberapa saat, aku mendekati mayat monyet pintar itu.

“……”

Terlalu menyedihkan….! Dia Mati … … karena bau badanku, aku tidak bisa bertahan! Perasaan bersalah ini!

“Maafkan aku! Mohon maafkan aku!” (Seiichi)

“… ..”

“Hentikan kesunyian ini!” (Seiichi)

Yah dia sudah mati sehingga keheningan itu jelas, tapi … hanya saja kali ini, aku harus membuatnya jelas. Aku, sejak datang ke dunia ini, membunuh makhluk hidup untuk pertama kalinya. Meskipun aku tidak begitu keberatan ketika aku dengan mudah membunuh serangga tanpa ampun saat bermain di masa lalu di Bumi, tetapi monyet pintar di depan mataku adalah binatang besar. Aku tidak punya pengalaman membunuh seekor binatang besar. Aku harusnya merasa sedikit tertekan, pikirku, tapi metode pembunuhan itu …

“Aku tidak bisa mendapatkan suasana yang serius …!!” (Seiichi)

Lebih seperti, kamu tahu, harusnya akan ada perasaan bersalah yang menghancurkanmu bukan ?! Kenapa aku baik-baik saja !? Seperti yang diharapkan, apakah itu karena metode pembunuhan itu sendiri !?

Itu sebabnya, serius, aku akan meminta maaf dengan segenap kekuatanku!

“Ahhh …. Aku tidak percaya setelah datang ke dunia ini, kehidupan pertamaku berubah menjadi seperti ini” …. tetapi aku senang bahwa aku tidak memiliki perasaan yang tidak berguna. Jika setelah membunuh makhluk dunia lain ini, aku mengembangkan trauma dan aku tidak bisa berburu atau memakan hewan, maka aku pasti akan berakhir kelaparan. Protein hewani itu penting, kamu tahu … ..?

“… Pada saat ini, apa yang harus aku lakukan dengan ini ….?”
(Seiichi)

Aku menyentuh mayat monyet. Tiba-tiba monyet pintar menjadi partikel cahaya dan menghilang.

“Uohh? Ap … apa ini?” (Seiichi)

Aku Terkejut oleh kejadian yang tiba-tiba, monyet itu menghilang sepenuhnya menjadi partikel cahaya dan di tempat dimana mayat monyet pintar itu berada sampai sekarang, berbagai hal telah jatuh.

“Ini adalah…” (Seiichi)

Tidak mungkin, item drop !!? Ini benar-benar seperti dunia game !!

Aku mengambil item drop dan menggunakan [Intermediate level Analyze]. Aku mulai menganalisa sesuatu seperti tulang dengan Panjang 1m.

“[Ken Monkey Sword]: pedang yang terbuat dari tulang besar”

Itu adalah tulang besar yang mendukung tubuh monyet pintar. Ohh ini Seperti game … .setelah melihat dari hasil analisis, itulah yang aku rasakan… ..

Tapi, ada 3 tulang yang sama, semua dengan nama yang sama.

Sial, monyet pintar itu memiliki nama Jepang, ‘Ken’.

[Ken Monkey Sword] eh. Un. Sepertinya ini bisa digunakan sebagai senjata. Mari letakkan itu di item box.

“Selanjutnya adalah … .Bulu?” (Seiichi)

Aku mengambil apa yang tampak seperti bulu coklat kemerahan dan menganalisis lagi.

‘[Ken monkey Fur]’. Bulu yang menutupi tubuh monyet pintar. Baik untuk Pertahanan, tetapi lemah terhadap api.

Aku mengerti … bagaimana kesan yang harus aku miliki untuk ini?

Sepertinya Hanya teksturnya yang lebih baik, aku pikir aku bisa menggunakannya untuk menyeka diriku setelah mandi.

“Mari terus menganalisa …., apa ini? ” (Seiichi)

Yang berikutnya yang aku ambil di tanganku adalah sesuatu diikat dengan tali yang rapi dan dibungkus dengan daun.

“Maa, setelah menganalisanya, aku akan tahu”

Jadi, mari kita analisis. [Ken Monkey meat]…. Daging monyet pintar. Ini memiliki bentuk yang kuat dan sangat bergizi.

Ohhh Makanan pertama yang bisa aku dapatkan setelah benih evolusi. Dan terlebih lagi, itu daging !!!

“Lucky, sampai sekarang, itu sangat sulit ….” (Seiichi)

Maa sudah lama sejak aku terakhir kali makan daging. Perutku mungkin bisa terkejut dan mulai sakit.

“Tapi aku akan memakannya !!!!!” (Seiichi)

Mengapa? Karena itu daging tentunya !!!…. Tidak masalah.

“….Apa ini?” (Seiichi)

Benda yang aku ambil dari tanah adalah sesuatu seperti kartu.

“Maa mari kita analisa itu” (Seiichi)

Mataku terbuka lebar karena terkejut setelah melihat hasilnya. Hasilnya adalah kartu itu …………………….

Setelah memakan benih evolusi, aku mengambil langkah baru menuju kehidupan baruku.

————- bersambung ———–