_OVLnovels_cover_v6

Chapter 48 – Perjuangan Mira

—Mira POV—

Di gerbang depan G.I.Jou.

Di area antara dinding dan G.I.Jou, para alkemis, termasuk aku, dan para pembangun yang dikumpulkan oleh Dignity akan bekerja bersama.

Anggota guild lainnya akan memilih material seperti batu, tanah liat, dan material monster tingkat tinggi lainnya yang dikumpulkan dari sekitar G.I.Jou. kami para alkemis yang akan membuat logam untuk dinding eksterior satu demi satu.

Pandai besi bertugas memproses mithril dan orichalcum dalam menempa bahan bangunan.

Pada pandangan pertama, tampaknya berjalan dengan baik.

Mulai dari yang panjang hingga lebar, semua bahan bangunan disedot dengan mantap ke dalam item box Dignity.

Bagaimanapun, sebenarnya ini seperti lelucon yang kasar.

Pertama-tama, tidak hanya anggota yang tersedia dengan pekerjaan produksi yang mengumpulkan bahan tetapi juga anggota lain yang seharusnya sedang istirahat.

Ini tentu hal yang bagus karena banyak yang dikumpulkan tapi …

「Oh, terlalu banyak …」(Mira)

Saat aku bersuara, alkemis lain mengalihkan pandangan mereka ke samping.

Gunung batu, tanah liat, dan material monster ada di sana.

Aku melihat ke anggota lain dan menghela nafas.

「Kastil itu pasti akan menggunakan banyak bahan ini tapi …」(Mira)

Ketika aku bergumam, Camry si pandai besi yang duduk di kejauhan berteriak.

「Jangan mengatakan hal-hal bodoh. Alchemist hanya menggunakan skill mereka satu kali. Kami pandai besi akan menggunakan keahlian kami dua kali karena kami juga akan mengukir segel sihir nanti. 」(Camry)

「Kami adalah orang yang menyortir material dan kami tidak memiliki siapa pun untuk membantu kami. Jika kamu memiliki keluhan, mengapa kamu tidak membuat ketebalan bahan bangunannya menjadi lebih tipis? 」(Mira)

Ketika aku mengatakan itu, Camry mengguncang janggutnya dan mengaum dengan hidungnya.

“Sialan! Kita ini sedang membangun kastil tempat bos akan menginap. Apakah kamu ingin membuatnya dengan buruk?” (Camry)

Camry melipat tangannya dan menatap Dignity.

Dignity memeriksa bahan bangunan yang sudah selesai satu per satu dan menyimpannya di item box.

「Ini tidak ada masalah kan? Aku mulai terbiasa dengan sesuatu yang bagus … Ara? Ini Agak pendek, bukan? Aku tidak punya rencana untuk melakukan hal seperti tambal sulam, dapatkah kamu dapat meningkatkan panjangnya? 」(Dignity)

Dignity memanggil anggota pandai besi terdekat dan yang dipanggilnya buru-buru mulai merevisi bahan bangunan tersebut.

「Orang itu … terlalu tertarik dengan detail. Meskipun sudah ada cukup banyak papan yang akan ditempelkan di dinding kastil, dia masih mengeluh tentang bahan-bahan itu karena satu sentimeter lebih pendek. Mari kita memperpanjang panjang bahan berikutnya sebanyak itu. 」(Camry)

「Tidak, itu benar-benar sesuatu yang harus dikeluhkan.」(Mira)

Ketika aku mengatakan itu, Camry menatapku dengan mata terbuka.

「Kamu kan hanya perlu memberi tahu boss. Kamu sudah menerima bantuannya, kan? Hmm? 」(Camry)

「A-A-Ap-Apaa… !?」(Mira)

Camry tiba-tiba mengayunkan percakapan ke arah yang aneh. Aku merasa wajahku panas sehingga aku mengalihkan wajahku.

「Mengapa kamu mengatakan itu !? Itu tidak ada hubungannya dengan pekerjaan! 」(Mira)

「Hehehe, jangan malu.」(Camry)

Ketika aku marah, Camry tertawa dengan wajah borosnya. Karena bagian bawah wajahnya ditutupi dengan jenggot, matanya tampak menjijikkan.

“Kalian!? Mengapa kalian melakukan percakapan bodoh?  Kita harus bergerak cepat, hari akan berakhir kalian tahu?” (Dignity)

Dignity, yang sadar akan apa yang sedang kita bicarakan, menjadi marah sambil bergetar.

Itu Kasar. Meskipun aku sedang berbicara dengan Camry, tanganku tidak beristirahat.

“Itu tidak mungkin! Mengapa kecepatan hari ini seperti ini! Jika kecepatannya berkurang sedikit, ini masih hanya akan memakan waktu tiga hari untuk menyelesaikan kastil kan !?” (Camry)

「Aku ingin ini dibangun besok」(Mira)

「「 Apa kamu ingin menpunyai bayi *? 」」(Camry& dignity)

Dignity dan Camry berteriak bersama.

Baiklah, mari kita bekerja cepat untuk menerima pujian tuan.

Semua bahan bangunan selesai pada malam hari itu. Para anggota dengan pekerjaan produksi yang telah selesai mengumpulkan bahan-bahan tadi telah mulai membuat jendela, perabotan, dan sebagainya.

Pada tingkat ini, kastil akan benar-benar selesai besok.

Berjalan menyusuri lorong, aku menuju ke tempat tuan untuk menyerahkan laporan hari ini. Itu membuat hatiku berdebar.

Aku akan memberi tahu hasil hari ini kepada tuan dan melepaskan aura ingin dipuji.

Tentu saja, aku tidak ada keterampilan seperti itu, tetapi tuan akan menepuk kepalaku dengan senyuman.

Itu yang aku duga.

Aku entah bagaimana berhasil membuatnya berjanji untuk mandi bersama denganku.

Aku tidak sengaja tertawa Huhehehe dengan keras.

Itu tidak terdengar menyeramkan, kan?

Ngomong-ngomong, selama percakapan kami, Eleanor mendengarkan dari samping dan mengangguk sambil tersenyum.

Ini Sudah menjadi pembicaraan di mana kita akan mandi bersama jadi dia senang karena suatu alasan.

Dia bisa bergabung dengan cerdik.

Seperti yang diharapkan dari Eleanor.

Aku terkejut oleh kecerdasan Eleanor.

———— bersambung ————