ws2

Episode 2 – (Keputusasaan dari mereka yang dipanggil 2)

Hari ke 63 setelah dipanggil ke dunia lain

“Apa katamu?” (Ryouma)

Untuk pertanyaan Ryouma, Anamaria menjawabnya tanpa menggerakkan alisnya.

“Aku berkata bahwa kamu akan berakhir hanyut selamanya di ruang antara waktu dan ruang, yang berarti, kamu akan mati.” (Anamaria)

“Jangan bercanda denganku!” (Ryouma)

Semua emosi yang telah dibangun di dalam hati Ryouma sejak saat dia dipanggil ke dunia ini meledak sekaligus.

* Bang! *

Kepalan Ryouma jatuh ke meja kayu, dan retakan menembus permukaan meja.

Meskipun tampaknya itu meja yang mahal, namun untuk Ryouma, hal seperti itu tidak masalah sekarang.

“Ryouma-sama!” (Laura)

“Tanganmu!” (Sara)

Laura dan saudara perempuannya yang diam selama ini menjerit.

Darah keluar dari tinju Ryouma setelah dia memukul meja tanpa menahan diri.

“Ryouma-sama! Tanganmu.”

“Diam! Jangan  ikut campur!” (Ryouma)

Dia mengusir para gadis yang mencoba untuk mengobati tangannya, dan terus cemberut pada Anamaria sambil mengabaikan darah yang menetes dari tangannya.

“Coba katakan itu lagi!” (Ryouma)

Kebencian dingin yang mendalam yang berdiam di dalam matanya dan suaranya yang tampaknya mengandung niat membunuh yang jelas.

“Bahkan jika kamu mengancamku, kesimpulannya tidak akan berubah. Dunia aslimu. Dengan kata lain, kamu tidak bisa kembali ke dunia terbalik「 Belakang] 」” <TLN: Mereka menyebut dunia asli Ryouma sebagai “裏 大地 リ ア ー ス”, リ ア ー ス dapat dibaca sebagai “Belakang” juga, itu membingungkan TL eng.>

“dunia terbalik, Belakang? ” (Ryouma)

“Itu benar. Dunia asalmu. Kami menyebutnya Dunia Terbalik「 Belakang 」Sisi lain dunia tempat kami tinggal,「 Bumi 」” (Anamaria)

Setelah mendengar penjelasan Anamaria lebih lanjut, Ryouma kembali tenang.

Tidak peduli betapa marahnya dia, tidak ada yang akan berubah.

Dengan demikian, mendengarkan semua cerita telah menjadi prioritas utama Ryouma.

(Tapi tetap saja, dunia ini juga 「Bumi」? Dan tempat yang pernah aku tinggali sebelumnya adalah dunia 「Belakang」ya? Yah, itu adalah nama yang diberikan oleh orang-orang yang tinggal di dunia ini setelah semua …)

Ini juga merupakan kisah umum yang terjadi di dunianya.

Meskipun matahari memberi cahaya sama untuk semua negara, negara yang disebut sebagai matahari terbit adalah Jepang, sementara Bumi itu bulat, namun Cina disebut sebagai Kekaisaran Tengah.

Ketika kamu harus menyebutkan nama tempat untuk mewakili kedua sisi, itu wajar bagi psikologi manusia untuk membuat prioritas dunia di sisi di mana mereka tinggal,

Anamaria kemudian melanjutkan pembicaraan.

“Namun, secara fisik tidak ada yang namanya belakang dan depan. Penamaan seperti itu dengan mudah muncul karena di antara semua dunia, termasuk kita, hanya dua yang memiliki kehidupan di dalamnya.” (Anamaria)

“Aku tidak peduli sisi mana! Katakan padaku alasan mengapa aku tidak bisa kembali!” (Ryouma)

Anamaria mengangkat bahunya.

“Ini sederhana. Untuk memanggil manusia dari dunia Belakang ke dunia ini 「Bumi」, kita harus menawarkan Prana kepada Dewa yang ada di dunia ini 「Bumi」 untuk mendapatkan otorisasi untuk memanggil mereka. Ini karena ada penghalang di sekitar dunia untuk mencegah interupsi dari luar; namun, ada juga penghalang serupa yang didirikan di dunia Belakang juga.” (Anamaria)

“Tunggu sebentar? Cukup tentang hal-hal seperti penghalang. Aku dipanggil ke dunia ini bukan? Bukankah itu cukup hanya dengan meminta lagi pada Dewa yang memanggilku? ” (Ryouma)

“Tidak bisa. Entah kamu bisa masuk atau tidak, tergantung pada Dewa di dalam setiap dunia apakah mereka akan membiarkanmu masuk atau tidak. Dengan kata lain, untuk memasuki dunia Belakang setelah meninggalkan dunia ini 「Bumi」, kamu harus mendapatkan izin untuk memasuki dunia Belakang dari Dewa yang mengelola penghalang di dunia Belakang.. ” (Anamaria)

Kepala Ryouma mengubah penjelasan yang Anamaria berikan menjadi sesuatu yang mudah dimengerti.

(Jadi, Bebas untuk pergi? Tapi masalahnya adalah izin untuk kembali … Bukankah itu mirip dengan pintu self-locking?)

Sistem kunci otomatis yang umum di hotel.

Sangat mudah untuk membuka pintu dari dalam, tetapi ketika pintu menutup, itu secara otomatis mengunci, dan untuk masuk ke dalam dari luar, itu membutuhkan kunci.

Mengganti dua dunia dengan permisalan kamar hotel, dan mengganti ruang antara ruang dan waktu sebagai pintu hotel dapat mempermudahnya.

“Dengan kata lain, Jika itu hanya melewati penghalang batas di sisi ini maka itu mungkin, namun, sulit untuk melewati penghalang batas di sisi dunia Belakang. Akibatnya untuk itu? Kamu akan hanyut dalam ruang waktu…” (Ryouma)

“Benar, seperti itu …” (anamaria)

“Tapi, jika itu masalahnya, bagaimana jika kita tahu Dewa yang mengelola penghalang di sisi dunia Belakang !? !? ” (Ryouma)

Ryouma mengatakan kepada Anamaria sebagai bantahan, dan mengharapkan jawaban atas argumen ini.

Tidak diketahui sejak kapan orang-orang di dunia ini 「Bumi」 telah memanggil duniaku 「Belakang」, bagaimanapun, tentunya itu adalah sesuatu yang telah dilakukan selama lebih dari 10 atau 20 tahun.

Dengan kata lain, ada lebih dari ribuan orang yang telah dipanggil ke dunia ini 「Bumi」.

Beberapa dari mereka mungkin mencoba untuk kembali ke 「Bumi」 asli mereka setelah melarikan diri seperti yang dilakukan Ryouma.

Setidaknya, Ryouma bukan orang pertama yang mencoba untuk kembali.

* Bang! *

Anamaria melempar buku dengan warna kusam di meja yang retak.

“Ini adalah catatan manusia dari dunia lain yang mencoba kembali.” (Anamaria)

Buku yang Anamaria tawarkan setebal buku Kamus Jepang yang diterbitkan oleh Iwanami.

“Tidak sulit untuk mempersiapkan ritual pulang ke rumah. Karena aku bisa mengubah ritual pemanggilan sedikit. Tapi tidak ada yang bisa kulakukan jika aku tidak mengenal Dewa yang harus aku persembahkan Prana.” (Anamaria)

Ryouma membuka halaman buku yang diberikan padanya.

“Nama Dewa yang ada di duniamu tertulis di sini. Dengan kata lain, ini adalah nama Dewa yang kami coba gunakan dalam ritual dan belum memiliki efek.” (Anamaria)

“Itu artinya … Kecuali aku tahu nama Dewa yang belum disebutkan di sini …” (Ryouma)

“Kamu tidak akan bisa kembali ke dunia sebelumnya.” (Anamaria)

Sebuah deklarasi tiba-tiba menembus dada Ryouma.

“Tsukiyomi, Susano, Amaterasu, Jehovah, Yahweh …” (Ryouma)

Di dalam penginapan setelah kembali dari Mireish, Ryouma mengurung diri di dalam kamarnya meninggalkan Sara dan saudara perempuannya dan memeriksa buku itu dengan putus asa.

Wajah Ryouma ketika kembali dari tempat Anamaria seperti wajah penuh dengan tragedi, dimana Sara dan saudara perempuannya tidak dapat menggambarkannya dengan kata-kata.

Di depan ruangan tempat Ryouma tinggal, para gadis itu berdiri.

Tatapan mereka tertuang di pintu kamar Ryouma.

“Sudah 5 jam …” (Sara)

Laura menganggukkan kepalanya ke arah kata-kata Sara.

Ini sudah larut malam.

“Ryouma-sama …”

Para gadis tahu bagaimana perasaan Ryouma yang tidak dapat kembali ke rumah.

Dingin berlari di tubuh mereka hanya dengan membayangkan apa yang akan mereka lakukan jika mereka dalam posisi Ryouma.

Namun, para gadis tidak dapat menyelamatkan Ryouma.

Apa yang bisa mereka lakukan hanya merasa prihatin dengan kondisi Ryouma saat berdiri di depan pintu.

————- bersambung ————