seigensou4

Chapter 63 – [Menuju Kehidupan Sehari-hari setelah Melewati Titik Ini]

Part 1

「Kamu bertanya tentang sesuatu yang sedikit terlalu tinggi. Apakah kamu percaya pada kehidupan sebelumnya atau orang-orang yang bereinkarnasi? 」(Rio)

Tanya Rio dengan nada tenang.

Itu adalah kisah yang tidak dapat dipercaya jika itu adalah kasus normal.

Namun Celia percaya.

Meskipun dia merasa agak cemas, dia menyembunyikannya, Rio melihat Celia dengan senyum lembut.

Celia juga menatap wajah Rio dengan mata melebar.

「……. Aku percaya 」(Celia)

Sesaat dia diam, tapi, dia menjawab.

Tidak ada skeptisme(Keraguan) dalam kata-katanya.

Rio berpikir demikian.

Setelah terkagum-kagum dengan Celia yang menjawab, itu bahkan tidak berlangsung seketika.

「Terima kasih banyak 」(Rio)

Rio mengucapkan terima kasih sambil tersenyum padanya.

「Ketika kami bertemu untuk pertama kalinya, Sensei merasa sesuatu yang tidak nyaman di dalam diriku, bukan?」(Rio)

「……Betul. Aku pikir kamu secara tidak normal dapat tenang untuk seorang anak berusia 7 tahun. Juga anehnya untuk pengetahuan seorang yatim piatu, aku merasa bahwa ada juga banyak tempat yang tidak cocok 」(Celia)

Mungkin karena dia menyadari sesuatu, Celia menjawab sambil melihat seolah-olah memikirkan sesuatu.

「Itu alami. Karena ada ingatan tentang kehidupan sebelumnya dalam diriku 」(Rio)

「Memori kehidupan sebelumnya ……」(Celia)

Celia bergumam dengan suara rendah.

「Ini akan menjadi cerita yang agak panjang tapi, tolong dengarkan」(Rio)

Rio memberitahunya.

Hal tentang dia yang semula adalah seorang siswa yang tinggal di suatu tempat yang disebut bumi.

Tentang hal itu saat suatu hari dia tiba-tiba saja tinggal di permukiman kumuh Kerajaan Bertram.

Tentang kapan ia kebetulan bertemu Christina dan Flora di tempat penculikan secara kebetulan tepat setelah mendapatkan kembali kenangan kehidupan sebelumnya.

Tentang kapan ia ditangkap sebagai tersangka di istana kerajaan tepat setelah itu.

Tentang dia sedang diatur untuk masuk ke institut kerajaan ketika dia menyadarinya.

「setelah itu, aku juga berkenalan dengan Celia-sensei」(Rio)

Rio mengangkat bahunya sedikit sambil mengatakan itu.

「…… .. Ketika kamu bertemu denganku, itu adalah waktu ketika kamu baru saja mengingat kenangan dari kehidupanmu sebelumnya. Berapa umurmu? 」(Celia)

Meskipun Celia sedang mendengarkan dalam diam, dan menunjukkan pose tangannya di bibirnya, dia bertanya.

「Aku 20 tahun」(Rio)

「20 tahun kamu bilang, itu tidak jauh berbeda dengan usiaku saat ini」(Celia)

Celia menatapnya dengan tercengang.

「Yah, aku akan menjadi lebih tua dari sensei jika kamu menambahkan usia dari kehidupanku sebelumnya」(Rio)

「Lebih tua ……. Itu berarti …… .. 」(Celia)

Celia menatap Rio dengan mata serius sambil menggumamkan kata-kata itu.

Melihatnya dari atas ke bawah, lalu dari bawah ke atas, akhirnya pandangannya tertuju pada wajahnya.

Dan kemudian, ketika dia melihat wajah Rio, dia melihat ke arahnya dengan wajah bingung.

「……!」(Celia)

Wajah Celia diwarnai dengan warna merah dan kemudian mengalihkan pandangannya dari Rio.

「Apakah ada yang salah ? 」(Rio)

Rio bertanya dengan penasaran.

「U-Uuhn! Bukan apa-apa! 」(Celia)

Jawaban Celia dengan wajah sedikit gemetar.

Jantung Celia berdetak cepat, dia merasa seluruh tubuhnya menjadi panas.

「Apakah begitu. Apakah kamu benar-benar baik-baik saja? 」(Rio)

Rio menatap wajah Celia yang tampak sedikit mencurigakan.

「Y-Ya! Aku baik-baik saja! Hei, tolong lanjutkan ceritamu segera karena aku merasa tidak enak karena membuat Miharu menunggu」(Celia)

Celia mengatakan itu dengan wajah bingung sambil melihat Miharu dan rekannya yang menonton dengan diam sambil duduk di sofa di depan mereka.

Rio juga melihat Miharu.

Meskipun Masato yang bisa mengerti kata-kata mereka menunjukkan wajah penasaran, Miharu dan Aki menunjukkan sedikit senyum canggung.

「Uhm, mengerti」(Rio)

Rio menyetujui itu dengan wajah yang sedikit menggantung.

Meskipun dia merasa reaksi Celia agak aneh, dia merasa tidak enak karena menanyakan lebih banyak lagi karena orang itu sendiri mengatakan bahwa dia baik-baik saja.

Sepertinya tidak ada masalah dengan kesehatannya.

Melihat Celia yang membersihkan tenggorokannya, Rio memutuskan untuk kembali ke ceritanya.

「Meskipun aku tidak bisa mengatakan apa-apa selain itu. Ngomong ngomong, sekarang kamu tahu alasan kenapa aku bisa berbicara dalam bahasa mereka kan? 」(Rio)

「Ya. Karena semua bukti sesuai pada titik ini sampai pada titik percakapan dengan anak-anak itu dalam bahasa yang tidak ada di dunia ini. Apalagi, bahkan tanpa itu …… A-Ehhm ……. 」(Celia)

Meskipun Celia berbicara dengan ekspresi serius, kata-katanya tiba-tiba tersendat di tengah kalimatnya.

「Bahkan? 」(Rio)

Berpikir bahwa itu aneh, Rio menekannya untuk melanjutkan.

「Ah, Ehm, Ka-Karena aku mengatakan bahwa aku akan mempercayai Rio apa pun yang kamu katakan, aku …….. Ha-Hanya bercanda」(Celia)

Celia menjawab dengan wajah merah.

Setelah itu, mata Rio terbuka lebar.

「Uhm …… Terima kasih」(Rio)

Dia dengan kikuk mengatakan rasa terima kasihnya.

Beberapa detik keheningan canggung terjadi di antara mereka.

「Uhm, tolong jangan beri tahu siapa pun tentang kisah ini. Karena aku mungkin dianggap sebagai orang yang tidak normal untuk orang lain 」(Rio)

Dan kemudian, Rio melepaskan keheningan itu.

Part 2

「U-Uhm, Aku tidak akan memberi tahu siapa pun tentang kisah ini」(Celia)

Celia juga menjawab sedikit gugup seolah berusaha menyamai cerita Rio.

「Nah, aku mohon」(Rio)

「Iya. Bagaimanapun, tidak perlu mengatakan kata-kata ketidaknyamanan seperti itu 」(Celia)

Setelah mengatakan itu, Celia melihat ke Miharu.

Miharu menjawab dengan senyum agak canggung di wajahnya.

Meskipun ada pepatah “Mata tidak bisa memberitahukan pikiran sejati”, ada batasan untuk bertukar plot hanya dengan saling berhadapan.

Saat ini, tampaknya mereka harus mengambil prioritas maksimum bagi Miharu untuk mempelajari bahasa lokal.

「Iya. Aku berencana untuk mengajarkan bahasa lokal kepada mereka secepat mungkin 」(Rio)

「Aku mengerti. Aku juga berpikir kita harus melakukan itu. Cukup katakan jika kamu butuh bantuanku, aku akan membantumu jika mungkin 」(Celia)

「Aku berterima kasih. Aku akan senang jika kamu mengambil pendekatan aktif dengan berbicara sebanyak mungkin kepada mereka meskipun mereka tidak dapat berbicara dalam bahasa lokal 」(Rio)

「Oke, itu yang akan aku lakukan」(Celia)

Meskipun mereka dapat berkomunikasi dalam bahasa Jepang dengan Rio, mereka tidak dapat berbicara dalam bahasa dunia ini jika mereka berbicara dengan Celia.

Kata-kata Celia itu sangat baik, itu sebabnya dia akan menjadi pendamping yang baik.

「Baiklah, karena ada sesuatu yang ingin aku ajarkan sedikit, silakan ngobrol dengan mereka」(Celia)

「Baik」(Rio)

Setelah mengangguk ke Celia yang mengangguk padanya, Rio melihat ke arah Miharu.

「Maaf teman. Ini akan menjadi pembicaraan yang agak berat 」(Rio)

Dia meminta maaf karena dia sedang berbicara dengan Celia, hanya mereka berdua.

「Bukan apa-apa, masalah yang ingin kamu bicarakan adalah sesuatu yang penting kan?」(Miharu)

Miharu menjawab sambil tersenyum ramah.

「Iya. Dia bertanya mengapa aku bisa berbicara dalam bahasamu. Jadi aku secara singkat menjelaskan mengenai kehidupanku sebelumnya 」(Rio)

Kemudian, Rio menjelaskan situasinya.

「Uhm, apa tidak masalah untuk memberitahu kami tentang itu? Uhm, kamu tidak perlu menjelaskan tentang hal itu jika tidak ada kami, benar? …… Maaf」(Miharu)

Miharu meminta maaf dengan wajah bingung.

Rio, kecuali untuk masalah Amakawa Haruto, Miharu tahu soal reinkarnasi Rio.

Dan kemudian, dia mengatakan bahwa dia ingin mendengar tentang itu suatu hari nanti.

Bahkan Miharu tidak bisa membayangkan seperti apa ceritanya.

Tapi, dia tahu itu tidak akan menjadi cerita yang ringan, kisah itu sangat penting bagi Rio.

Keberadaan mereka menjadi dorongan baginya untuk memberi tahu orang lain tentang kisah itu.

Karena dia merasa bersalah untuk itu, Miharu meminta maaf kepada Rio.

「Tidak masalah, karena itu adalah cerita yang harus kukatakan pada Celia-sensei suatu hari nanti. Aku pikir tidak apa-apa memberitahunyanya. Itu mungkin tidak ada hubungannya dengan Miharu-san. Itu sebabnya tolong jangan pedulikan itu 」(Rio)

Agar tidak menimbulkan kecemasan pada Miharu, Rio berbicara kepadanya dengan nada ringan.

「Ya……」(Miharu)

Meski begitu, Miharu masih menggantungkan kepalanya seolah-olah masih merasa bertanggung jawab untuk itu.

Karena Aki dan Masato tidak pernah mendengar tentang kehidupan Rio sebelumnya, mereka tidak tahu banyak tentang fakta itu.

「Apa yang kamu maksud dengan kehidupan sebelumnya?」(Masato)

Masato bertanya dengan suara yang sedikit riang.

Aki yang duduk di sampingnya bergumam 「Uwaa, sekarang dia bertanya dengan suara rendah. 」

Melihat reaksi itu, Rio memperhatikan bahwa keduanya memiliki kesalahpahaman yang sama dengan Miharu.

Itu benar, mereka salah paham bahwa Rio adalah orang yang dipanggil seperti mereka dan bukan orang yang bereinkarnasi.

「Aku telah mengatakannya sebelumnya bukan? aku pernah tinggal di Jepang. Aku orang Jepang 」(Rio)

Rio dengan cepat menjelaskan fakta itu untuk memperbaiki kesalahpahaman mereka.

「orang ………… Jepang?」(Aki)

Aki bertanya dengan wajah sedikit bingung.

Rio tidak terlihat seperti orang Jepang murni menurut pandangan orang luar.

Wajahnya tampak seperti setengah jepang dengan darah campuran antara orang barat dan orang oriental, rambutnya dicelup dalam warna perak karena alat sihir.

Selain itu, karena jeda waktu yang lama, pengucapannya di Jepangnya juga entah bagaimana menjadi canggung.

「Itu benar」(Rio)

Rio mengangguk sambil tersenyum canggung.

Dia melihat wajah Aki seolah melihat ke tempat yang agak jauh.

「……」(Aki)

Aki juga diam-diam menatap kembali ke wajah Rio.

「Apakah itu alasanmu bisa berbicara dalam bahasa Jepang. Aku dulu berpikir bahwa kamu seperti orang asing 」(Masato)

Masato yang duduk di sebelah Aki menunjukkan ekspresi yang tercerahkan.

「Tentu saja wajah ini tidak terlihat seperti orang Jepang. Tapi, warna rambutku yang sebenarnya adalah hitam, kamu tahu 」(Rio)

Rio mengangkat kalungnya sambil mengatakan itu.

Warna rambutnya langsung berubah dari perak menjadi hitam.

「OOH! Apakah ini juga semacam sihir?」(Masato)

Mata Masato berkilauan.

「Ya, itu disebut alat sihir. Ada sihir di dalam kalung ini. Sihir yang aku masukkan ke dalam ini yang mengubah warna rambutku 」(Rio)

「Hee ~, itu benar-benar nyaman. Sihir 」(Masato)

Masato mengerang seolah-olah mengaguminya.

「Ya, Kamu dapat memberi banyak warna jika kamu memiliki pengetahuan yang cukup untuk itu」(Rio)

「Tolong ajari aku untuk menggunakan sihir juga suatu hari nanti!」(Masato)

「Tapi, kamu harus belajar bahasa dunia ini dulu」(Rio)

「Aa, Un. Itu masih jauh untuk memulainya ya …… ​​」(Masato)

Masato menunjukkan ekspresi pahit.

Melihat kondisinya, sepertinya dia tidak ingin belajar.

Part 3

(Apakah itu benar-benar tidak apa-apa? Persamaan sihir cukup rumit lho)

Rio menjawab Masato dengan senyum kering sambil memikirkan hal semacam itu.

「Ngomong-ngomong, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepada semua orang」(Rio)

Rio berbicara kepada mereka bertiga sambil mengirimkan garis pandang yang mengandung arti.

Setelah memastikan bahwa perhatian Miharu dan lainnya berkumpul padanya.

「Itu hanya kemungkinan tapi, aku mungkin tahu apa yang sedang dilakukan semua kenalan kalian sekarang」(Rio)

Setelah mengatakan itu.

「Be-Benarkah?」(Aki)

Aki mengangkat suara terkejut.

「Bagaimanapun aku tidak percaya itu」(Rio)

「Apa yang sedang oniichan lakukan sekarang?」(Aki)

「Mungkin mereka …… adalah pahlawan」(Rio)

Rio dengan jujur ​​mengeluarkan jawaban itu.

「…… Eh?」(Aki)

Aki tidak percaya apa yang dia dengar.

Tidak, Aki bukan satu-satunya.

Miharu dan Masato juga tampak tercengang bersama dengan Aki di samping mereka.

「Seorang pahlawan. ……. apakah itu cara mereka memanggil oniichan dan Satsuki-san. Mereka dipanggil ke dunia ini sebagai pahlawan 」(Aki)

「Pahlawan……」(Aki)

Aki bergumam dengan suara tercengang.

「Apakah mereka pahlawan seperti protagonis dalam game? Serius? 」(Masato)

Masato bertanya dengan senyum agak kaku.

Cerita itu tiba-tiba berubah menjadi arah yang tidak bisa dipercaya.

Mungkin reaksi mereka alami.

「Mungkin. Aku pikir itu kemungkinan terbaik untuk saat ini 」(Rio)

「Nah, jika itu aniki itu mungkin saja」(Masato)

Masato mengerang seolah mengatakan bahwa entah bagaimana dia memprediksi itu.

「Kemudian, apa yang disebut pahlawan itu apakah mereka kuat?」(Masato)

「Bahkan aku tidak tahu detail lengkapnya, tetapi menurut legenda, tampaknya mereka cukup kuat Setidaknya lebih kuat dari rata-rata ksatria di wilayah ini. Namun demikian, mungkin karena mereka menggunakan semacam alat sihir, mereka dapat berbicara dengan penduduk lokal 」(Rio)

「Eeh, alangkah bagusnya! Mereka tidak harus belajar lagi!」(Masato)

Masato mengeluarkan suara cemburu.

「Benar」(Rio)

Rio membalas sambil tersenyum kecut.

「Dan, ada enam dari mereka. Aku tahu nama mereka berdua secara kebetulan tetapi, itu bukan kenalanmu. Dan aku tidak tahu di mana empat yang tersisa 」(Rio)

Rio mengatakan bahwa dengan wajah bermasalah saat melihat ke arah Aki.

Meskipun ketika menyangkut pahlawan, ada kemungkinan besar bahwa mereka sudah menjadi milik negara di suatu tempat.

Ada juga kemungkinan bahwa mereka berkeliaran di tempat tanpa orang lain di mana mereka dipanggil.

Dalam hal ini, tempat mereka tidak dapat ditemukan dengan mudah.

(Tapi, mereka akan selalu merasa cemas karena ini menyangkut keselamatan keluarga mereka ……….)

Rio juga memahami perasaan cemas itu jika mereka tidak mengetahui keselamatan keluarga yang penting bagi mereka.

Rio tahu perasaan itu karena Amakawa Haruto selalu hidup seperti itu.

Itu sebabnya, bagi Rio, ia ingin membuat Aki bertemu dengan kenalan mereka secepat mungkin.

(Tapi, apa yang akan dilakukan Mii-chan saat mereka bersatu kembali? Akankah kita ………… Terpisah?)

Membayangkan masa depan yang paling buruk, Rio diserang oleh perasaan seolah-olah tiba-tiba kehilangan pijakannya.

Dia senang dia bisa bertemu Miharu, sampai lupa kemungkinan itu.

Di tempat itu, dia bertanya-tanya siapa pemuda yang disebut Takahisa ini oleh Miharu.

Mungkinkah itu kekasihnya?.

Atau mungkin tidak.

Tapi, Rio secara intuitif memikirkannya.

Orang itu adalah orang yang dia lihat di sebelah Miharu selama pendaftaran sekolah menengah.

(Aku mengerti …………)

Rio menunjukkan senyuman mengejek di wajahnya.

Celia yang meliriknya dengan santai dari sisinya menyadari bahwa ada sedikit perubahan.

Tapi, Celia terdiam tanpa mengatakan apapun.

Meskipun Rio tidak tahu apa yang harus dia katakan, senyum itu langsung menghilang ketika dia melihat Miharu.

「Untuk saat ini, aku juga akan mencari informasi lebih lanjut, aku ingin kamu menunggu dengan sabar untuk sementara waktu. Karena negara mana pun, mereka akan mengumumkan bahwa mereka akan melindungi pahlawan itu cepat atau lambat, pada dasarnya jika itu terjadi, kami tidak punya pilihan selain menunggu 」(Rio)

Negara akan membuat pengumuman besar untuk kepentingan otoritas jika mereka melindungi pahlawan.

Meskipun waktunya tergantung pada masing-masing negara, dia ragu bahwa mereka akan menyimpan fakta itu dalam kegelapan.

Jika dia menunggu dengan sabar, satu atau dua rumor tentang pahlawan mungkin datang kepadanya.

Dia tidak akan melewatkannya jika dia terus mendengarkan rumor ketika dia pergi ke kota.

「Jangan khawatir karena kami juga meminta hal-hal yang tidak masuk akal kepadamu. 」(Aki)

Aki bertanya sambil menundukkan kepalanya ke Rio.

「Dipahami」(Rio)

Rio menjawab itu sambil sedikit tersenyum kesepian.

「Yah, mungkin kita harus sabar dan tidak melakukan cerita di tempat lain. Bagaimanapun kami berlima akan tinggal bersama di rumah ini untuk saat ini, salam terbaik 」(Rio)

「Iya. Tolong jaga kami juga! 」(Miharu)

Miharu juga membungkuk padanya.

Celia yang menerima itu juga membungkuk sambil tersenyum pada mereka.

Setelah menyelesaikan tahap pertama, Rio kembali menatap Celia.

 「Pembicaraan telah berakhir. Aku pikir aku harus memandu sensei ke kamarmu sendiri 」(Rio)

「Ruangan, Aku akan mendapatkan kamar pribadi?」(Celia)

「Ya, karena masih ada kamar yang tidak terpakai」(Rio)

「Terima kasih banyak. Rio 」(Celia)

Part 4

Celia tersenyum gembira dengan “fufufu”.

「Miharu-san, maaf sudah mengganggumu, tapi karena aku harus menyiapkan kamar Celia-sensei, bisakah aku meninggalkan persiapan makan malam untukmu?」(Rio)

「Ya, serahkan padaku!」(Miharu)

Miharu menjawab dengan tangan tergenggam seolah-olah antusias tentang hal itu.

「Terima kasih」(Rio)

Setelah mengatakan itu, garis pandang Rio kembali ke Celia.

「Baiklah, Celia-sensei Tolong ikuti aku karena aku akan memandumu ke kamarmu」(Rio)

「Ya. Terima kasih 」(Celia)

Meninggalkan ruang tamu seperti itu, Rio sedang berjalan menuju ruang yang tidak terpakai sambil membimbing Celia.

「Silakan gunakan kamar ini」(Rio)

「Waah, ini cukup lebar. Apakah benar-benar tidak apa-apa bagiku untuk menggunakan kamar yang indah untuk diriku sendiri? 」(Celia)

「Iya. Pada dasarnya pengaturan ruangan ini mirip ruang ruang-watu 」(Rio)

「Mirip dengan ruang ruang-waktu? Ini benar-benar sesuatu yang unik ya. Maksudku, kamu juga bisa membawa rumah indah seperti itu 」(Celia)

Celia sedang melihat interior ruangan dengan penuh minat.

Meskipun dia tidak keberatan dengan kamar yang nyaman, dia tidak bisa menyembunyikan keheranannya pada saat yang sama.

「Jika ada Material yang diperlukan dari laboratoriummu, aku akan mengambilnya, bagaimana itu?」(Rio)

Rio bertanya sambil tersenyum kecut pada Celia itu.

「Uhn, sepertinya kita perlu mengatur semuanya dengan terampil. Ngomong-ngomong, bisakah kamu mengeluarkan semuanya? 」(Celia)

「Dipahami. Karena aku akan mengambilnya satu per satu, tolong katakan jika ada sesuatu yang kamu inginkan. Karena aku akan membantumu dengan pengaturannya 」(Rio)

「Terima kasih banyak. Baiklah kalau begitu–」(Celia)

Setelah itu, pada suatu kesempatan dia mengatur perabotan dalam ruangan kemudian mengambil barang-barang yang ada di laboratorium Celia.

Pertama adalah memutuskan susunan perabotan, setelah mengatur tempatnya ia mengambil koper kecil dan alat sihir.

「Apa fungsi dari alat ajaib ini?」(Rio)

Rio bertanya sambil memegang alat sihir dalam bentuk kristal gelap.

「Ah, itu ……… Benar juga」(Celia)

Jawaban Celia dengan wajah merenungkan tentang sesuatu.

「Rio, apakah kamu ingin mencoba mengukur seberapa besar kekuatan sihirmu」(Celia)

Dan dia berkata dengan sedikit ekspresi bangga.

「Kekuatan sihirku?」(Rio)

「Ya, Aku berhasil mengembangkan alat sihir yang dapat mengukur jumlah perkiraan kekuatan sihir. Silakan sentuh permukaan kristal untuk sementara 」(Celia)

「Ya……」(Rio)

Setelah tertarik dengan berapa jumlah kekuatan sihirnya, Rio menempatkan tangannya di permukaan kristal.

「Menguku」(Celia)

Celia melantunkan mantra untuk mengaktifkan alat sihir.

Setelah itu kristal mulai memancarkan cahaya.

「Meskipun hanya jumlah kasar, itu dapat mengukur jumlah kekuatan magis sesuai dengan intensitas dan warna cahaya kristal」(Celia)

Celia menjelaskan kemampuan kekuatan gaib yang dia temukan sendiri.

Warna kristal akan dinilai menjadi 12 tahap sesuai dengan kedalaman yaitu ungu, biru, merah, kuning, putih, dan hitam sesuai dengan jumlah kekuatan sihir. [TL: Itu artinya setiap warna dibagi menjadi dua kelas. BTW nilainya adalah, Tertinggi–> Terendah]

「Batas model sebelumnya berada di sekitar sama dengan 200 mage kekaisaran tetapi, jumlah itu tidak terukur ketika digunakan untuk mengukur pahlawan. Jadi aku membuat pengukuran hingga dua kali lipat dengan lebih dari 400 mage imperial tetapi, aku belum merencanakan untuk pengukuran yang lebih baik 」(Celia)

Mengambil sejumlah besar kekuatan gaib menjadi pertimbangan, itu tidak cocok untuk nilai numerik yang terperinci.

Tapi, karena saat ini ada salah satu alat itu di tangan Celia, dia tidak bisa tidak ingin menggunakannya untuk mengukur kekuatan sihir Rio.

「Nah, bersabarlah karena itu tidak dapat membantu. Bagaimana bisa itu menjadi sesuatu yang absurd seperti jumlah 400 mage imperial ………. EH? 」(Celia)

Bahkan ketika Celia berbicara, warna kristal dengan cepat berubah mulai dari hitam pucat, hitam pekat, putih pucat, putih pekat, kuning pucat, kuning pekat, merah pucat.

Celia menatap tercengang dengan perubahan cepat itu.

「Tidak mungkin ……. Merah pekat sekitar 180 mage kerajaan kamu tahu. Itu masih meningkat ………. Biru, 280 mage imperial ……. 」(Celia)

Segera warna berubah menjadi ungu dan kemudian kembali ke tahap awal hitam setelah mencapai batas pengukuran.

Meskipun Celia tercengang, dia bergerak ke arah Rio dengan wajah penasaran.

「TIDAK MUNGKIIIINN! BAGAIMANA CARA ITU TIDAK BERHASIL!」 (Celia)

Dia memegang kepalanya Sambil berteriak seperti itu.

「Ahaha. Itu …… .. Produk gagal kan? 」(Rio)

Rio bertanya sambil tersenyum kecut.

「Kamu tidak mengerti! aku adalah seseorang yang telah mengotak-atik nilai numerik persamaan sihir! Tidak mungkin itu GAGAL!」(Celia)

Mengangkat kepalanya dengan penuh semangat, Celia memberikan penolakan yang kuat untuk pertanyaan Rio.

「Yah, itu mungkin terlihat seperti kekuatan sihirku besar untuk suku manusia ……」(Rio)

Itu merujuk ke desa Seirei no Tami yang jumlah keseluruhan kekuatan sihir mereka besar untuk suku manusia.

Meskipun dia tidak pernah mengira dalam mimpinya bahwa jumlah kekuatan sihirnya adalah lebih dari 400 mage imperial.

「Ada batasan kamu tahu, BATAS! Maksudku, sekarang, kekuatan sihirku cukup besar untuk manusia. Bahkan itu masih di putih pucat! Itu berarti bahwa aku kira-kira sekitar 20 mage imperial! 」(Celia)

Bukan maksudnya mencoba untuk menyombongkan dirinya tapi jumlah kekuatan magis Celia memang cukup menonjol bahkan di kerajaan Bertram.

Namun, jumlah keseluruhan kekuatan magis Rio lebih dari 20 kali lipat dari dirinya.

「Ya-Yah, mari kita hentikan diskusi ini untuk saat ini dan kembali bekerja. Untuk jumlah kekuatan sihirku, mari kita periksa nanti 」(Rio)

Dia menenangkan Celia yang mendekatinya dengan wajah seolah ingin menjatuhkannya.

Tampaknya jumlah kekuatan magis Rio tidak dapat diukur dengan perangkat saat ini di tempat ini.

Itu bukan sesuatu yang dapat dipahami bahkan jika mereka membahasnya.

Part 5

「Muu. Yah, aku tidak punya pilihan selain mengakuinya karena kenyataannya adalah kebenaran tapi …… .. 」(Celia)

Celia sedang menatap tajam ke wajah Rio sambil mengatakan itu.

「Kalau begitu, di mana kita harus menempatkan meja ini? 」(Rio)

Rio mulai bekerja seolah mencoba melarikan diri dari garis pandangnya.

Bahkan setelah itu, Rio terus menatap Celia selama sepuluh detik penuh.

Setelah secara tidak sengaja mendesah, Celia juga bergerak untuk bekerja.

Pekerjaan mereka mencapai titik jeda setelah satu jam, selama waktu itu tampaknya Celia juga melupakan masalah sebelumnya.

Mereka saling berhadapan sambil duduk di kursi yang dipasang di ruangan.

「Terima kasih banyak, Rio. Aku secara sepihak membawa masalah seperti itu untukmu tetapi, selama aku bisa melakukannya. Katakan saja jika kamu butuh sesuatu 」(Celia)

Celia mengatakan itu dengan senyum lembut.

「Bukan apa-apa, silakan nikmati hidupmu sepenuhnya di rumah ini, sensei. Meskipun aku mungkin berpindah ke suatu tempat, aku akan memastikan untuk sering kembali 」(Rio)

「Aku mengerti …… aku akan Memahaminya. Tolong jaga aku setelah ini 」(Celia)

「Ya, Aku juga. Untuk pergi ke luar, aku harus membuat alat sihir untuk mengubah warna rambut segera 」(Rio)

「Ya, saat ini Rio menggunakan alat sihir kan. Pastinya, kesan dengan warna rambut yang berbeda akan membuat perbedaan yang sangat signifikan. Silakan lakukan itu 」(Celia)

「Iya. Setelah kami pergi, mari kita pergi ke kota untuk membeli barang sehari-harimu 」(Rio)

「Iya」(Celia)

Dan kemudian, mereka berdiskusi.

「Haruto-san. Makan malam sudah siap 」(Miharu)

Miharu memanggil mereka sementara kepalanya muncul dari pintu ruangan yang sedikit terbuka.

「Maaf, Miharu-san」(Rio)

Rio membalas sambil tersenyum gembira.

Celia di sisinya dengan santai mengintip ekspresi wajahnya.

「Celia-sensei, sepertinya makan malam sudah selesai, mari kita pergi」(Rio)

「AH, U ~ hn. Ini akan menjadi sebuah pesta 」(Celia)

Dipanggil oleh Rio, Celia menjawab sambil tersenyum tiba-tiba.

Pada saat itu, garis pandang Miharu dan Celia saling tumpang tindih.

Miharu tersenyum manis.

Celia juga tersenyum kembali padanya.

Melihat pertukaran mereka, Rio berpikir bahwa mereka mungkin sedang berkomunikasi tentang sesuatu.

Setelah mengangguk sedikit.

「Baiklah, mari nikmati pesta ini, Miharu-san. Ayo pergi, Celia-sensei 」(Rio)

Rio tersenyum ringan dan mendesak mereka untuk pergi menuju ruang makan.

———– bersambung ———-