ws2

Episode 5 – (Quest Wajib)

Hari ke 83 setelah dipanggil ke dunia lain.

Ketiganya telah meninggalkan kota Mireish datang ke kota pelabuhan Fulzad di negara timur.

 Dengan buku-buku yang dipinjam dari Anamaria, Ryouma yang tahu bahwa kemungkinan baginya untuk dapat kembali ke dunia sebelumnya 「Bumi」 mendekati nol, berhenti mengejar cara kembali ke rumah dan mulai berpikir tentang hidup di dunia ini.

Sara dan saudara perempuannya yang penuh kasih sayang juga memainkan peran penting dalam mengubah pikirannya.

Namun, bahkan jika dia mengatakan bahwa dia akan hidup di dunia ini, dia tidak memiliki tujuan.

Untuk itu, harusnya akan lebih mudah hidup jika dia dipanggil sebagai pahlawan.

Dengan demikian Ryouma memutuskan untuk bepergian sambil mendapatkan uang dari quest yang dia terima dari guild.

Perjalanan untuk mencari tahu apa tujuan hidupnya di dunia ini.

“Mulai sekarang, apa yang akan kita lakukan?” (Ryouma)

Ketiga orang itu berbicara di depan guild di dalam kota Fulzad.

Tiga orang telah pergi dari kota Mireish dengan melewati hutan tanpa melalui jalan raya.

Karena itu, mereka berhasil mengumpulkan sejumlah besar bahan mentah.

Meskipun mereka berhati-hati dengan hanya memilih bahan dengan harga tertinggi, beratnya dengan mudah melebihi 40kg.

Itu adalah jumlah yang hampir tidak bisa dibawa saat bertarung.

Sudah 20 hari berlalu sejak mereka meninggalkan kota Mireish.

Karena pedang mereka bertiga telah berubah menjadi batang besi belaka, mereka memutuskan untuk membuangnya dan membeli yang baru di kota Fulzad.

 “laura akan pergi ke guild. Setelah melaporkan kembali quest kita, buatlah penyelidikan terlebih dahulu untuk quest mana yang harus kita ambil selanjutnya. Sedangkan untuk kita, kita akan mengatur koper, membeli barang-barang habis pakai, dan menjual bahan mentah di toko alat sihir. ” (Ryouma)

Jumlah bahan baku yang mereka dapatkan dari monster setelah mereka meninggalkan kota Mireish cukup besar.

Tidak mungkin bagi Sara sendiri untuk menanganinya, bahkan dengan mereka berdua, itu masih akan cukup sulit.

Jadi tidak ada pilihan lain selain Ryouma yang akan membawanya.

 (Yah. Aku kira ini tepat.)

“Yah, aku kira itu aja … Laura. Periksalah apakah ada quest yang bagus, lalu datanglah ke toko item magic. Mari putuskan quest mana yang harus diambil setelah mendapatkan peralatan baru setelah kita makan siang.” (Ryouma)

Ketiga orang itu terdaftar sebagai petualang sebelum meninggalkan kota Mireish.

Itu karena mereka dapat menghemat waktu dan upaya mereka dengan melaporkan dan menerima quest sendirian.

 “Dimengerti. Baiklah, sampai ketemu nanti.” (Laura)

Setelah menundukkan kepalanya, Laura masuk ke dalam gedung guild.

“Sekarang, mari kita mengubah semua hal ini menjadi uang dengan cepat.” (Ryouma)

Seperti itu, Ryouma mulai berjalan membawa tas berisi hal-hal seperti tanduk dan kulit.

“Ya. Peringkat Triple G. Laura Marfisto, kan? kami telah mengkonfirmasi pencapaian penyelesaian questmu. Terima kasih banyak.”

Resepsionis mengatakan hal itu kepada Laura sambil menyerahkan kartu dan hadiahnya.

Jumlah monster yang mereka tundukkan selama 20 hari terakhir cukup besar.

Karena semua monster target memiliki peringkat di bawah mereka, tidak ada perubahan dalam kenaikan peringkat saat quest.

(Haruskah kita leveling hingga peringkat F dengan segera?)

 Namun, dalam pikiran laura, Ryouma tampaknya tidak tertarik untuk menaikkan peringkatnya.

Bagaimanapun Laura secara pribadi berpikir bahwa Ryouma setidaknya memiliki kemampuan untuk naik peringkat ke peringkat D atau C dengan mudah.

Lalu ada seorang pria yang berbicara dengan Laura yang mencoba meninggalkan resepsionis sambil merenungi peringkat Ryouma.

 “Hou … Sepertinya kamu sudah menundukkan cukup banyak ya?”

Pria itu telah berjuang dengan sekelompok dokumen di belakang resepsionis, tetapi dia segera berdiri dari tempat duduknya sambil berjalan menuju Laura.

Seseorang dapat menebak bahwa dia setidaknya berusia sekitar 30 tahun.

Dia adalah pria dengan rambut pirang yang memberikan perasaan yang baik dan lembut.

Karena dia berpakaian dengan baik, seseorang bisa melihat dia dalam posisi yang baik di dalam guild.

“Laura Marfisto kan? Anggota party dari Mikoshiba Ryouma bersama Sara marfisto, apa aku salah?”

 Pria itu berbicara kepada Laura dengan nada lembut.

 “Itu benar tapi … Siapa kamu?” (Laura)

 “Oh, aku minta maaf untuk pengenalanku yang terlambat. Aku Wallace Heinkell. Aku guild master kota ini.”

Bertemu orang ini akan menjadi katalisator yang membuka jalan baru bagi Ryouma.

“Quest wajib?” (Ryouma)

Ryouma bertanya pada Laura sambil makan daging menggunakan garpu.

 Waktu saat ini sekitar pukul 13.00.

Karena waktu sudah lebih dari jam makan siang, ada banyak kursi kosong di tempat Ryouma makan siang.

Setelah menjual bahan mentah di toko alat sihir, dia bertemu lagi dengan Sara di depan toko.

Kemudian menemui Laura dan mendengarkan kisahnya di sebuah restoran yang terletak diagonal dari took alat sihir.

 “Ya. Sepertinya begitu.” (Laura)

Laura menganggukkan kepalanya ke arah kata-kata Ryouma.

“Quest Wajib ya … Itu adalah sistem di mana guild master dan beberapa eksekutif senior lainnya menominasikan tentara bayaran atau petualang tertentu untuk secara paksa menerima quest, kan?” (Ryouma)

Ryouma melanjutkan sambil menggelengkan kepalanya.

“Namun, itu hanya berlaku untuk tentara bayaran dan petualang tingkat tinggi. Setidaknya itu yang tertulis di informasi dari buku panduan yang kubaca.” (Ryouma)

 “Tapi bukankah itu aneh? Kami peringkat triple G dan belum dinominasikan kan? Dengan itu, bukankah peringkat triple G adalah peringkat rendah?” (Sara)

Tanya Sara sambil memiringkan kepalanya.

“Untuk itu, aku diberi tahu bahwa mereka akan memberikan penjelasan mengenai keadaan itu jika kita pergi ke guild pada pukul 14.00.” (Laura)

Laura sendiri tampaknya tidak terlalu antusias.

Untuk saat ini, rasanya itu hanya permintaan lisan.

Dan hal yang sama juga berlaku untuk Sara yang sepertinya tidak antusias tentang hal itu.

Quest wajib berarti tidak ada yang mau mengambilnya, dan itu adalah pencarian yang mendesak.

Jika tidak mendesak, tidak ada masalah bahkan jika itu dibiarkan sampai seseorang mengambilnya.

Dan dikatakan bahwa siapa pun yang menerimanya akan menemui kesulitan dan bahaya yang signifikan.

Pada awalnya, itu tidak terdengar seperti pekerjaan yang baik.

Ryouma yang berpikir sejauh ini bertanya pada Laura.

“Itu, apakah lebih baik kita mengabaikannya?” (Ryouma)

“Jika mungkin aku ingin melakukannya juga … Namun, ada sedikit kemungkinan bahwa mereka akan mengakhiri pendaftaran kita di guil jika kita melakukannya …” (Laura)

“Apakah kamu diancam?” (Ryouma)

 “Mereka tidak mengatakannya secara eksplisit; namun, aku bisa merasakannya dari apa yang mereka katakan.” (Laura)

 Mendengarkan Laura, Ryouma melihat ke langit.

Otak di dalam kepalanya mempertimbangkan keuntungan dan kerugiannya.

(Aku tidak suka diancam. Dan lebih jauh lagi, menggalang otoritas seseorang sejauh itu? Tentu mereka memiliki hak seperti itu, tetapi seharusnya tidak mungkin untuk mengakhiri pendaftaran secara sepihak.)

 Dalam sentimen hati seseorang, dapat dikatakan ini adalah yang terburuk.

Seseorang yang menekan sesuatu dari atas dapat dikatakan sebagai orang paling menjijikkan untuk Ryouma.

Di sisi lain, bagaimanapun, ada juga keuntungan darinya.

(Namun, kemungkinan darurat untuk ini juga ada. Saat ini, mereka adalah satu-satunya yang dapat menjamin status sosialku di dunia ini. Adapun emas, emas yang kami ambil dari pedagang budak masih tidak tersentuh, dan jika aku perlu uang, aku masih memilikinya dari hasil berburu yang cukup banyak. Mereka mengatakan Jika kamu punya uang, kamu dapat membeli sesuatu seperti status sosial. Tapi, tidak mungkin, aku tidak mungkin melakukannya karena aku tidak memiliki kenalan untuk membeli dan Cepat atau lambat aku mungkin harus meninggalkan guild, namun, untuk saat ini, status petualangku masih memiliki kegunaannya.Bahkan jika aku harus menutup mataku ke arah yang sedikit tidak masuk akal, aku harus tetap di guild untuk sekarang ya ?. ..)

 Pada akhirnya, ini semua tentang mengambil keuntungan atau mengambil sentimen seseorang.

Laura dan saudara perempuannya akan mengikuti keputusan Ryouma.

Setelah berbagai pemikiran, Ryouma akhirnya berkata,

“Kurasa, kita harus pergi ke sana untuk sekarang … Setelah mendengarkan cerita mereka, jika kedengarannya tidak menguntungkan, maka aku akan memikirkannya lagi.” (Ryouma)

 Para gadis mengangguk ke arah keputusan Ryouma.

———– bersambung ———–