tgmv4

Chapter 78 – Makoto yang terbangun

Aku diam-diam membuka mataku dan bangun. Apa yang tercermin di mataku adalah langit-langit yang aku kenal.

Ini kamarku?

Sudah lama sejak aku pingsan. Perasaan seperti anemia kembali muncul. aku pikir aku belum merasakannya sejak terakhir waktu aku kecil dulu. Aku benar-benar lemah di masa lalu.

Caraku tidur seolah-olah sebuah tiang sedang tidur di atas tempat tidur. Betapa indahnya diriku. Aku tidak akan mendengar pendapat seperti “itu kasar”.

Aku membuka selimut berteknologi tinggi yang menyegarkan di musim panas dan hangat di musim dingin, dan menarik tubuhku ke atas. Sangat menyenangkan, tidak ada yang akan percaya material ini digunakan oleh orc yang tinggal di tanah tandus ini.

Mungkin bagus untuk menggunakannya sebagai barang dagangan.

Namun…. sangat lamban. Aku tidak bisa menempatkan kekuatan di dalam tubuhku. Apakah ini membuktikan aku telah tertidur selama beberapa hari?

“N, fu ~”

?

Eh, ada seseorang di sini?

Aku akhirnya melihat ke arah lain selain ke atas. Aku menggosok mataku, mencoba untuk pulih dari penglihatan yang agak kabur yang aku miliki karena aku baru saja bangun.

Apa-apaan ini?

Aku mungkin sangat bersyukur bahwa aku masih setengah tidur. Karena tanpa membuka mulut, aku bisa menganalisis situasi seolah-olah menempatkan filter di pikiranku.

Di kamarku, ada 3 orang selain aku.

Pertama, Tomoe dan Mio sedang tidur di kiri dan kananku. Tidur bersama? Yah bagaimanapun mereka tidak melekat pada diriku. Tapi Mereka cukup dekat.

Tomoe memakai yukata. Aku tidak tahu apa yang dia pukul, tapi setidaknya dia tidak mengarahkannya padaku jadi tidak apa-apa. Hanya saja, yukatanya sangat kusut. Dan juga, aku tidak ingin mengatakan terlalu banyak tentang pakaian dalam, tetapi mengapa itu * sarashi *?

Bukan seperti aku ingin melihat mereka, aku dibuat melihatnya, adalah alasan yang aku buat meskipun tidak ada orang tertentu.

Mio tidur seperti bayi, menggulung tubuhnya. Dia mengenakan piyama yang sangat berani sehingga aku mempertanyakan alasan dia memakainya. Apa-Apaan penampilan itu? itu adalah racun bagi mataku. Yah, dia memakai celana dalam dengan benar sehingga kupikir itu aman.

Sebagai seseorang yang memiliki saudara perempuan baik kakak dan adik, ini bukanlah sesuatu yang belum aku alami sebelumnya. Jika kamu bertanya kepadaku apakah aku tidak keberatan sama sekali, aku akan menjawab bahwa itu memalukan.

Fumu, bagiku untuk bangun ketika semua orang sedang tidur, aku punya waktu yang buruk ya.

Di pintu masuk ruangan, klon baru Tomoe ada di sana. Dia bersandar di pintu dan melakukan PE(TLN:ane ga tau PE ini apa) duduk sambil tidur. Apakah dia berniat menjadi penjaga? Aku harus menarik untuk membuka pintu, jadi tidak ada gunanya.

Dia memiliki katana bergaya eldwarf yang bersandar di pintu persis seperti yang dimiliki Tomoe. Itu mungkin senjatanya. Penampilannya adalah siswa SD, jadi apapun yang dia lakukan akan terlihat menawan.

Dia terlihat seperti Tomoe chibi, jadi aku memberinya nama acak seperti Komoe. Sampai sekarang, aku menyesali keputusan itu sedikit. Yah, aku pikir itu terdengar lebih baik daripada Tomoe-mini sekalipun.

Ketika aku melihat ke jendela, aku melihat cahaya tipis dari antara tirai. Mungkin masih pagi. Juga, memikirkan waktu, aku merasa agak terlalu keren. Sial Asora. Apakah kamu mengubah musim lagi?

Namun … serius, sudah berapa hari sejak saat itu? Aku pikir itu mungkin 1 atau 2 hari. Aku berdarah sedikit, tetapi tidak sampai ke titik aku akan mati. Bagaimanapun, aku entah bagaimana bisa kembali ke Asora sendirian.

Aku sendiri ya.

Pembunuh naga Sofia. Dia kuat. Bagaimana mengatakannya, aku merasa dia memiliki kekuatan seperti manusia. Dalam hal kekuatan dan kecepatan, aku telah bertemu banyak orang yang beberapa kali lebih kuat, tetapi itu lebih seperti cara dia menggunakan kekuatan itu. Dalam situasi itu mungkin peralatan dan sihirnya mungkin ikut membantu.

Hal-hal seperti mampu mengubah posisinya dengan pedang Lancer, atau hanya kemampuan untuk mengubah posisinya sendiri secara bebas. Atau mungkin itu sesuatu yang tidak ada dalam pikiran apa pun, semacam keterampilan teleportasi. Masalahnya adalah, dia bisa bertindak sambil mengabaikan jarak sampai batas tertentu. Untuk seseorang yang mengkhususkan diri dalam serangan jarak jauh seperti diriku, ini adalah topik yang membawa rasa sakit di kepalaku.

Mungkin agak kasar mengatakan ini, tapi itu lebih menakutkan daripada waktu bersama Tomoe atau Mio. Jika mereka mengatakan padaku bahwa dia sudah di atas 2.000, aku akan percaya itu. Untuk itu menjadi level 920, akan berbahaya untuk menerima angka tersebut dalam nilai nominal. “Itu juga berlaku untukmu”, adalah apa yang aku rasakan seperti seseorang akan membalasku.

Serangan yang memanfaatkan celah terbuka. Aku tidak berpikir gaya bertarung seperti ini akan menciptakan kerugian seperti itu untuk sihir penghalang. Mungkin karena bagian-bagian yang tidak kamu sadari lebih mudah dihancurkan.

Atau itu hanya karena senjata Sofia tidak normal? Dia adalah orang yang memiliki banyak pengalaman jadi mungkin saja.

Jika aku tidak punya [Sakai], jika kekuatan sihirku lebih rendah, jika aku tidak memiliki peralatan dari eldwarf; jika salah satunya hilang, dalam kasus terburuk, aku mungkin sudah mati.

Sekarang aku berpikir tentang itu, waktu dimana aku mempelajari sihir bahkan belum 1 tahun. Aku seorang amatir di antara amatir. Jika aku membandingkan diriku saat ini dengan aku yang hanya memiliki 1 tahun pengalaman dalam memanah, aku dapat memahami hal ini dengan jelas. Waktu ketika aku bahkan tidak bisa memegang busur dengan benar. Itu berada di tahap di mana aku tidak keberatan yang penting panah mencapai target.

Bahkan jika demi menyembunyikan kekuatan sihirku, aku benar-benar senang aku memprioritaskan pertahanan ketika aku datang ke dunia ini.

Tidak peduli apakah kekuatan sihirku sedalam laut, tidak ada gunanya jika aku hanya memiliki sendok dan ember dimana itu hampir tidak menggunakan sebagian dari itu. Meskipun aku masih belum bisa menggunakan seluruh lautan, aku harus belajar cara menggunakan sebagian atau itu hanya akan sia-sia.

Untuk memiliki batas dalam jumlah kekuatan gilaku dan hanya bisa menggunakan bagian yang sangat kecil darinya. Bagaimanapun Aku bukan maso jadi aku tidak ingin berkelahi setiap saat.

Seperti yang diharapkan, menuju ke kota Akademi adalah pilihan yang tepat. Hanya saja ini terjadi sebelum aku pergi ke sana. Jika mereka mengatakan itu karena nasib burukku, aku akan mempercayainya.

Masalah ya. Kali ini menyusahkan bahwa aku bahkan tidak tahu di mana aku berada dan bagaimana aku bertempur. Alasan aku dilemparkan di tempat itu, mungkin karena suara itu. Bagaimana dengan “aku menemukanmu”, si brengsek Dewi. Demi kenyamanannya, dia melemparkanku di tengah pertempuran antara hyuman dan iblis. Setelah melemparkanku ke tanah kosong sekarang kamu melemparkanku ke medan perang. Aku akan menyebutmu dewa yang jahat dengan serius.

Melewati kesulitan melakukan itu dan tidak memberikan instruksi atau dukungan apa pun, dia benar-benar suka menganggapku bodoh. Jika ada panggilan berikutnya, aku pasti akan menentangnya. Yah bahkan jika aku mengatakan demikian, aku akan menyerahkan sebagian besarnya kepada pengikutku. Dalam hal pergerakan ruang, dari Tomoe, Mio dan Shiki; mana yang lebih pas? Itu mungkin Tomoe. Tetapi jika itu tentang menolak sihir, Mio juga merupakan opsi yang valid.

Mari bertanya kapan mereka bangun. Aku harus memastikan Tomoe dan Mio tidak mencari imbalan juga. Tidak, itu bukan karena pertempuran tidak baik. Aku juga memiliki banyak hal untuk dipikirkan sehingga aku hanya akan meninggalkan kesenangan untuk nanti.

Ah benar, Shiki. Di mana Shiki? Jika aku ingat dengan benar, aku seharusnya teleport ke kota bernama Felika. Yah, jika dia pergi ke Akademi begitu saja, aku akan bisa tiba di sana juga. Sungguh, untuk dapat membuka gerbang kabut di lokasi para pengikutku, itu cukup mudah.

Sebelum Felika … Uhm, kota sebelum aku dipaksa ke medan perang, Ube-sesuatu. Alih-alih menuju ke sana dan melakukan teleportasi lagi, akan lebih nyaman untuk langsung tiba di Kota Akademi.

Bahkan ketika dia terlihat seperti itu, Shiki sebenarnya tipe orang yang mengkhawatirkan sesuatu, jadi mungkin dia kembali ke sini. Mari coba hubungi dia sekali dan lihat.

(Shiki, selamat pagi) (Makoto)

Aku senang. Sepertinya komunikasi telah dipulihkan. Aku dapat dengan jelas mengatakan bahwa kami terhubung.

Mengkonfirmasi bahwa transmisi pikiran telah terhubung, aku mencoba memanggilnya. Transmisi pikiran sangat user-friendly.

(Makoto-sama? Apakah itu Makoto-sama ?!) (Shiki)

(Ya, itu. Aku minta maaf karena tiba-tiba menghilang) (Makoto)

Dari sudut pandang Shiki, dia tidak tahu apa yang terjadi padaku, jadi untuk saat ini aku hanya mengatakan kepadanya bahwa aku menghilang.

(Tidak perlu meminta maaf! Bagaimana dengan tubuhmu? Apakah ada yang salah dengan itu?) (Shiki)

(Ya, hanya sedikit berat. Untuk berjaga-jaga, aku akan memeriksamu nanti. Di mana kamu sekarang?) (Makoto)

Eh? Aku merasa seperti aku melupakan sesuatu.

(Itu hebat, benar-benar hebat. Aku berada di sampingmu dan tidak dapat melakukan apa pun. Jika Makoto-sama tidak kembali setelah ini, aku akan memiliki-!) (Shiki)

(Shiki, aku bertanya padamu dimana kamu sekarang) (Makoto)

(Ah, aku benar-benar minta maaf! Saat ini aku berada di Kota Akademi, di Tempat ujian. Kupikir akan buruk untuk mengambil dokumen sebelum mengetahui apakah Makoto-sama baik-baik saja, tapi setelah mendengar itu kemarin lusa dimana kamu telah kembali ke Asora meskipun terluka, aku berkonsultasi dengan Tomoe dan sekarang aku di sini) (Shiki)

Tomoe ya. Keputusannya seperti ayah atau lebih tepat dikatakan, rasional. Dia mungkin menyadari bahwa lukaku akan sembuh dengan benar sendiri dan memikirkan kapan aku harus kembali, jadi dia membuat Shiki tinggal di sana. Perawatan yang lebih banyak bisa dilakukan ketika aku bersatu kembali dengan Shiki di sana.

Aku merasa seperti Mio berulang kali memberitahu Shiki untuk kembali dan menyembuhkanku, sembuhkan waka sekarang juga, dan tidak ada pertanyaan yang boleh diajukan.

Fumu …

Aku kembali kemarin lusa karena cedera. Shiki memberitahuku. Dalam hal ini, aku telah tidur selama dua hari ya. Eh, aku dalam kondisi yang cukup serius?

Ah, cedera!

Jari-jariku!

Mengingat lukaku yang cukup parah, aku mengambil kedua tangaaku untuk memastikan.

Benda ungu yang membuat orang merasa mual hanya dengan melihatnya, di mana sekarang? Sekarang hanya ada tangan dan lengan kiri yang tampak sehat.

Jari-jariku semua ada di sana. Mereka bergerak secara normal. Sebenarnya, aku telah menggunakannya secara alami untuk memindahkan selimut. Hah ~, aku mungkin baru bangun, tapi aku benar-benar tidak selaras. Aku sedang merasa pusing sekarang.

Tapi…

Aku senang ~~~ !!!

Dan, Shiki mengatakan sesuatu tentang tempat? Tempat ujian?

(Hei, Shiki. Apa itu tempat ujian yang kamu bicarakan?) (Makoto)

(Ah, untuk memasuki Rotsgard tes diperlukan. Ini adalah tempat dimana kamu harus menunggu untuk mengambilnya. Harusnya ada metode lain selain dari cara yang tidak efisien ini. Pada tingkat ini, ujian Makoto-sama mungkin akan berlangsung dalam 6 hari) (Shiki)

Tentu saja, jika kamu memiliki tiket giliran, tidak perlu berbaris. Aku merasa seperti hanya dengan berbaris, orang-orang tetap pergi karena mereka lelah. Aku pikir itu bukan tujuan mereka, bukan?

Aku ngerti ~. Ujian ya. Aku pikir karena rekomendasi Rembrandt-san, aku akan dapat masuk dengan mudah hanya dengan melakukan wawancara. Nah, tes sulit yang dibuat oleh para pedagang hanyalah sebuah tugas dasar. Aku seharusnya tidak terlalu khawatir. Dalam kasus terburuk, selama aku dapat memperoleh pengetahuan di kota itu, tidak banyak yang dibutuhkan bagiku untuk terlibat dengan siswa. Demi Rembrandt-san, mari kita melakukan tes itu dengan benar.

6 hari ya. Aku tidak tahu seberapa besar kota ini dengan mata kepalaku sendiri, tetapi sepertinya ada cukup waktu untuk memeriksa tempat di sekitar.

(Aku mengerti. Hei Shiki, kamu benar-benar rajin, kamu tahu) (Makoto)

(Wa?) (Shiki)

(Yah, kamu mengatakan kamu bisa menggunakan hipnotis. Jadi aku berpikir, mengapa kamu dengan sabar berbaris?) (Makoto)

(? !!)

(Aku yakin itu hanya karena kamu mencoba untuk memberikan kesan yang baik demi aku. kamu cukup jujur) (Makoto)

(……)

(Sekarang, Shiki. Aku akan pergi ke sana sekarang jadi …) (Makoto)

(Y-Ya) (Shiki)

Perilaku Shiki agak aneh. Mungkinkah dia tidak bisa tidur? Ini pagi-pagi sekali dan dia masih bisa menjawab secepat ini, jadi mungkin dia berusaha melakukan semaksimal mungkin. Aku minta maaf atas masalah ini.

Bisa berbaris semalaman benar-benar luar biasa. Sekarang aku menyebutnya, di duniaku sebelumnya ada teman sekelas yang tidak pernah melewatkan festival yang diadakan di tempat tertentu di Tokyo. Meskipun itu disebut “hantu orang jahat” atau “neraka”, mereka masih membicarakannya dengan senyuman untuk beberapa alasan.

Tto.

Ayo cepat ganti pakaian. Aku telah membuat mereka khawatir. Shiki dan semuanya.

Setelah berganti, aku akan membangunkan semua orang dan memberi tahu mereka bahwa aku baik-baik saja. Dan kemudian aku akan meminta Shiki melakukan pemeriksaan menyeluruh dan mengadakan tur di Kota Akademi.

Pada malam hari kami akan mengadakan pertemuan di Asora untuk laporan terperinci. Mari membuat gerbang kabut di Kota Akademi di mana orang-orang tidak dapat melihat. Sepertinya hanya dengan melalui gerbang itu aku bisa pindah dari Asora ke tempat itu.

Namun, jika itu benar-benar tertutup maka itu akan lenyap, jadi aku harus meninggalkan sisa-sisanya. Berpikir tentang kemungkinan infiltrasi, aku telah memerintahkan Tomoe untuk benar-benar menutupnya. Di tempat-tempat yang berfungsi sebagai titik relai dan di pangkalan kita biasanya akan transit; dalam kasus-kasus itu kami menjaga pintu keluar dengan semua yang kami miliki. Mio juga mampu membuka dan menutup gerbang kabut yang tidak sepenuhnya tertutup. Shiki masih tidak mampu melakukannya. Sepertinya dia mengalami waktu yang cukup sulit dengan itu.

Mantan Lich yang memiliki jumlah pengetahuan dan kemampuan yang luar biasa masih seperti ini. Yah, aku mungkin terlalu khawatir. Jenis naluri tingkat jenius seperti Mio mungkin muncul dan dapat berakhir melewati mereka, jadi dalam sebagian besar kasus aku ingin mereka ditutup sepenuhnya untuk memiliki kedamaian pikiran.

Ah tunggu. Di tim Akademi hanya aku dan Shiki jadi mungkin tidak perlu meninggalkan gerbang untuk sementara. Aku hanya perlu membuka dan menutup bila perlu.

Setelah mengatur pikiranku … aku merasakan tatapan.

Apalagi dari kedua sisi.

“Waka!”

“Waka-sama!”

Aku hanya bisa menangkap kata-kata itu. Setelah itu aku tidak dapat memahami hal lain. Kata-kata Mio yang terasa seperti mereka bahkan bukan kata-kata dan kata-kata Tomoe yang benar-benar kata-kata tetapi begitu cepat aku tidak bisa mengerti. Apa yang pasti adalah aku yang ingin berganti pakaian masih akan menjadi masa depan yang cukup jauh sekarang.

Dipeluk oleh kecantikan dari keduanya harusnya menjadi situasi yang sangat menguntungkan namun, perasaan khawatir mereka dan ingin mengatakan maaf lebih kuat. Sudah beberapa bulan sejak aku bertemu mereka, tetapi kami telah melewati masa-masa sulit bersama.

(Shiki, aku minta maaf. Aku mungkin perlu sedikit waktu pergi ke sana) (Makoto)

(… Dimengerti. Jangan memaksakan diri) (Shiki)

Aku menerima kata-kata khawatir dari Shiki.

“Tomoe, Mio. Selamat pagi. Sepertinya aku membuat khawatir kalian berdua, aku minta maaf ”(Makoto)

Pada tingkat ini, pertemuan laporan terasa seperti akan lebih lama lagi. Aku memutuskan untuk mengubah jadwal sedikit.

—————- bersambung —————-