ws2

Episode 13 – (Orang-orang yang ragu-ragu 2)

Hari ke-103 setelah dipanggil ke dunia lain.

“Apa yang harus aku lakukan, aku bertanya-tanya …” (Bergstone)

Earl Bergston yang memperpanjang tanggal untuk balasannya sampai besok mengulangi kata-kata seperti itu lagi dan lagi di dalam kantor pribadinya.

“Orang itu … apa yang dia katakan masuk akal … bagaimana aku tidak memperhatikan hal seperti itu ketika para bangsawan itu mengajakku untuk bergabung dengan mereka …” (Bergston)

Kata-katanya penuh dengan penyesalan. (Tn: Mungkin kata-katanya dipenuhi penyesalan)

Dalam hal jika Bergston Earldom tetap sebagai faksi netral, tidak masalah siapa yang menang. Namun, karena dia tertipu oleh godaan manis dan bergabung dengan faksi bangsawan, dia hanya memiliki dua pilihan yang tersisa;

Tetap bersama dengan faksi bangsawan atau bergabung dengan faksi Ksatria.

Jika dia kembali sebagai faksi netral, maka dia akhirnya akan menjadi sasaran baik oleh faksi bangsawan dan faksi Ksatria.

Dan kemudian ada masalah lain. Orang yang membawa pembicaraan ini kepadanya mengatakan bahwa dia harus bergabung dengan faksi putri.

Bahkan jika terlihat seperti ini, Earl Bergston memiliki pengetahuan yang cukup tentang keseimbangan kekuatan di dalam istana kerajaan. Seorang bangsawan tidak akan bisa menjaga wilayah mereka tanpa pengetahuan semacam itu.

Dengan demikian Earl mengerti bahwa bahkan jika faksi ksatria adalah pusat kekuatan sang putri, Jenderal Hodram pada dasarnya memegang kekuatan yang sesungguhnya.

“Pria yang datang dengan Meltina-dono … Dia tampaknya berada di bawah faksi Tuan Putri. Jika itu terjadi maka … Ini bukan undangan untuk bergabung dengan faksi Ksatria tapi faksi putri.

Tergantung bagaimana sang putri membuatnya bergerak, setelah mereka menang melawan faksi bangsawan, mungkin ada perang antara faksi putri melawan faksi Ksatria. Seperti ini, wajar baginya untuk merasa ragu; lagipula, dia diundang oleh faksi terkecil, yang inferior dalam segala hal.

“Untuk mendukung mereka, seseorang harus memiliki resolusi untuk membuang segalanya …” (Bergston)

Dia harus siap membuang kekayaan dan wilayah yang dibangun keluarga Bergston selama bertahun-tahun.

“Masalahnya adalah apakah sang putri bisa menang atau tidak …” (Bergston)

Pada akhirnya, seluruh masalah berakhir dengan pertanyaan itu.

Apakah iya atau tidak, dukungannya akan membawa kemenangan faksi sang puteri.

Bagi Earl Bergston, kesetiaannya kepada keluarga kerajaan tidak begitu rendah; Namun, itu juga tidak terlalu tinggi hingga mengorbankan wilayah dan keluarganya.

Karena itulah, pada saat Meltina menawarkan undangan, dia menolak, dan juga pada saat dia menerima tawaran golongan bangsawan, dia merasa sedikit jijik terhadap dirinya sendiri.

“Dulu, tidak ada satu pun kemungkinan bahwa faksi putri bisa menang …” (Bergston)

Cara negosiasi Meltina itu sederhana.

Dia hanya berbicara tentang keadilan dan kesetiaan kepada keluarga kerajaan dengan sungguh-sungguh.

Tentu saja hal seperti itu penting, namun, itu tidak cukup untuk meyakinkan hati dari faksi netral.

Dan jika seseorang bertanya-tanya mengapa.

Seseorang yang dapat menekankan kesetiaan dan keadilan sejati tidak akan menjadi bagian dari faksi netral.

Sebelum Meltina mengundangnya, dia memintanya untuk menyatakan kesetiaannya kepada sang putri.

Namun, apa yang ingin ditanyakan Earl Bergston adalah hadiah seperti apa yang akan diberikan sang putri sebagai imbalan atas bantuan dan kesetiaan itu.

Membantu sang putri dan semuanya memang luar biasa.

Tetapi memindahkan tentara membutuhkan uang untuk membeli baju besi, senjata, dan makanan.

Jika seorang tentara menunjukkan suatu prestasi, maka ia harus diberi imbalan.

Itu tidak akan sesederhana seperti hanya mengatakan pekerjaan yang baik! “.

Dan Meltina tidak dapat mengerti hal itu.

Dia hanya berbicara tentang kesetiaan kepada sang putri seperti rekorder yang rusak.

Dengan itu, dia tidak akan bisa membujuk bangsawan manapun.

Itu sebabnya Earl Bergston meninggalkan sang putri.

Bahkan jika Meltina, yang dipanggil sebagai pembantu dekat sang putri ada di sana, dia tidak punya pilihan selain berpikir bahwa sang putri tidak memiliki orang-orang berbakat di sekitarnya. Dengan itu, ia merasa beruntung diundang oleh faksi bangsawan sebagai gantinya.

Setelah semua, tidak peduli siapa, mereka akan bergabung dengan pihak yang paling mungkin menang.

Apalagi jika mereka ditawari kemungkinan mendapatkan kekuasaan dan peningkatan wilayah.

Namun, karena itu, Earl saat ini sedang menderita.

Karena utusan putri yang disebut Mikoshiba Ryouma.

“Aku tidak tahu siapa pria itu … tapi … dia tajam. Sampai-sampai aku pikir dia terlalu tajam …” (Bergston)

Mikoshiba Ryouma.

Seseorang yang memiliki otak tiba-tiba muncul dalam faksi putri yang menurutnya tidak memiliki orang seperti itu.

Meskipun Earl baru saja bertemu dengannya hari ini, dia bisa merasakan bahwa kemampuan penilaian orang itu dapat dipercaya.

Dia juga menunjukkan kemampuan diplomasi yang cukup besar.

Jadi, ada kemungkinan masa depan sang putri juga akan berubah.

Faksi bangsawan juga sedang mencari dukungan tambahan dengan menawarkan hadiah yang sama kepada faksi netral.

Namun, setelah mendengarkan pria itu, Earl berpikir bahwa hanya orang bodoh yang akan percaya pada golongan bangsawan.

Dapat dikatakan bahwa ada kemungkinan besar bahwa mereka akan terpengaruh terhadap faksi putri.

Faksi putri juga bisa menangani Jenderal Hodram dengan cara yang sama.

Dengan itu menjadi kasusnya, jika orang itu ada di sana, adalah mungkin bagi sang putri untuk memegang semua kekuatan.

Itu sebabnya Earl merasa terganggu.

“Ah … Apa yang harus aku lakukan …” (Bergston)

* KonKon *

“Tuan? Makan malam sudah siap. Para pengunjung sedang menunggu di ruang makan juga.”

Itu adalah suara seorang pelayan yang bekerja di rumah yang mengembalikan kewarasan Earl Bergstons.

Pada saat dia melihat ke luar jendela, malam sudah mendominasi langit. Negosiasi dengan Ryouma telah berakhir sekitar pukul 1 siang, yang berarti Earl Bergston telah berada di dalam kamarnya selama sekitar 5-6 jam.

“Ah … Ya … aku akan segera pergi.” (Bergston)

Setelah mengucapkan kata-kata itu kepada pelayan, Earl Bergston merapikan diri dan pergi menuju ruang makan.

“Sayang? Apakah kamu khawatir tentang sesuatu?”

Setelah selesai makan malam, khawatir tentang suaminya, istri Earl Bergstons memasuki kantornya.

“Apa? Oh, itu kamu … tidak ada yang aku khawatirkan. Ada apa?” (Bergston)

Setelah dia mencoba menyembunyikan dirinya yang letih, dia menyuruh istrinya duduk di sofa.

“Kamu tampak aneh saat makan malam … Apa kamu yakin tidak ada yang kamu khawatirkan?”

Meskipun koki keluarga Bergston memasak ayam panggang utuh, Earl tidak makan banyak.

Seseorang juga dapat melihat bahwa dia tidak menikmati makanannya.

“Tidak … Semuanya baik-baik saja. Kamu tidak perlu khawatir tentang apapun.” (Bergston)

“Tidak! Kamu tidak bisa seperti itu. Sudah 20 tahun telah berlalu sejak aku menikah denganmu … Tidak mungkin bagiku untuk tidak menyadari bahwa perilakumu aneh!”

Dia hanya seorang istri yang khawatir tentang suaminya dari lubuk hatinya. Meskipun orang dapat mengatakan itu pernikahan politik, dia adalah seorang istri yang datang untuk mencintai dan menghormati suaminya yang berusia 43 tahun tahun, dan dia juga mencintai istrinya.

“Apakah karena para pengunjung yang datang hari ini?”

Earl yang tidak menunjukkan sesuatu yang salah pagi ini, tiba-tiba menutup diri di dalam kantornya dari sore sampai malam.

Jadi wajar baginya untuk berpikir itu sebagai penyebabnya.

Istri earl itu menatap wajahnya dan mulai mengajukan pertanyaan.

“Kebetulan … apakah ada hubungannya dengan istana kerajaan?”

Meskipun dia adalah istri bangsawan, seorang wanita adalah seseorang yang tidak mengerti tentang perebutan kekuasaan.

Tidak, dalam arti tertentu, biasanya wanita lebih sensitif terhadap hal semacam ini.

Jauh lebih banyak ketika kita berbicara tentang kehidupan dan kematian kerajaan itu sendiri.

Istrinya yang melihat sikapnya dan berpikir bahwa tebakannya benar.

“Sayang … Bukankah kita pasangan yang sudah menikah? … Bahkan jika aku tidak bisa membantumu dengan itu, tidakkah kamu akan berbagi masalah denganku meskipun itu hanya sedikit?”

Mendengarkan kata-kata istrinya, hatinya entah bagaimana terasa lega.

Dia ingin seseorang mendengar tentang hal-hal yang dia simpan di dalam hatinya.

Setelah semua, Earl merasa cemas hingga batasnya sekarang.

“Aku tidak mengerti banyak tentang politik, tetapi aku tidak berpikir sang putri akan memperlakukanmu dengan tidak adil ketika ia menang jika kamu membantunya di saat krisis seperti ini.

Meskipun dia ragu-ragu, istrinya mengatakan kepadanya apa yang dia pikirkan setelah dia mendengar cerita dari suaminya.

“Aku tahu tentang itu. Tapi bukan itu masalahnya. Masalahnya adalah apakah sang putri bisa menang atau tidak bahkan dengan bantuanku!” (Bergston)

Dia tidak menceritakan segalanya kepada istrinya.

Fakta bahwa ada kekurangan orang berbakat di antara faksi putri.

Yang berarti dia mungkin bisa mendapatkan posisi yang baik jika sang putri menang.

Tapi itu jika sang putri menang.

“Ya ampun … Jika itu yang terjadi maka kamu hanya harus membuat sang putri menang, bukan?”

Earl membeku setelah mendengar kata-kata istrinya.

“Kamu orang yang pintar. Aku tidak pernah meragukan kemampuanmu sejak aku menikahimu … Aku percaya kamu adalah seseorang yang bisa mendukung Kerajaan Rozeria ini. Itulah mengapa aku tidak suka ketika aku melihatmu goyah seperti ini! Tolong kembalikan kepercayaan diri yang pernah kamu miliki! Jika ini 12 tahun yang lalu, kamu tidak akan ragu-ragu seperti ini! Jika itu adalah kamu yang dahulu maka … “

“Aku … yang dahulu …” (Bergston)

Earl mengenang dirinya yang dulu yang penuh percaya diri.

Dua belas tahun yang lalu, pada saat Earl Bergston masih berusia awal 30-an, dia dianggap sebagai salah satu orang paling berpengaruh di negara ini.

Semua itu runtuh pada saat Duke Gerhardt telah mengalahkan ayah istrinya, Marquis Ernest, Perdana Menteri Rozeria dalam perselisihan politik. Wilayah Marquis Ernests disita, dan nama keluarganya tidak ada lagi.

Pada saat itu, sebagian besar kerabatnya dibuang dari kerajaan.

Hanya istri dan saudara perempuannya yang menikah dengan keluarga lain yang bisa tinggal di dalam negeri.

Sebagai akibatnya, Earl Bergston ditendang keluar dari politik pusat.

Itu bukan karena kemampuannya.

Tetapi karena istrinya adalah putri musuh politik mereka, duke Gerhardt tidak ingin dia dekat dengan politik pusat.

12 tahun sejak saat itu, Earl dengan putus asa mencoba melindungi wilayahnya.

Dia bergabung dengan faksi netral dan menunggu badai berlalu.

Karena bermain bertahan selama ini, taring Earl Bergstons telah menjadi tumpul.

“Aku tidak akan khawatir jika itu aku yang dahulu ya? …” (Bergston)

Aku tidak akan sekhawatir ini.

Karena aku memiliki keyakinan mutlak pada kemampuanku.

(Jika aku dari 12 tahun yang lalu hadir di sini, apa yang akan aku lakukan? Akankah aku menunggu Meltina-dono untuk datang dan menawari aku undangan? Tidak … Aku akan secara proaktif menjadi bagian dari faksi putri dan membantu Yang Mulia dengan kekuatanku. Akankah aku juga mempertimbangkan apakah sang putri akan menang atau tidak? Bodoh! Jika itu masalahnya maka aku hanya akan membuatnya menang dengan kekuatanku sendiri!)

Kata-kata dari istrinya segera membuat pria yang telah bermain bertahan selama 12 tahun terakhir kembali ke dirinya yang sebelumnya.

Ambisnya dan kepercayaan dirinya secara bertahap kembali.

“Aku akan bergabung dengan faksi Yang Mulia putri, kemuliaan atau tidak sama sekali! Tentu saja, nasibmu mungkin juga akan dikutuk denganku … Maukah kamu tetap di sisiku sampai akhir?” (Bergston)

“Tentu saja. Bahkan jika aku berakhir dengan guillotine di leherku, aku masih akan mengikutimu sampai mati, sayangku!”

Setelah mendengar keputusan istrinya, Earl Bergston akhirnya memutuskan.

Dan Earl yang telah membuat keputusannya kali ini tidak akan goyah.

Dia memutuskan untuk menjadikan sang putri penguasa kerajaan ini dengan kekuatannya sendiri, apakah dia akan menang atau tidak dia tidak peduli.

“Aku akan segera pergi ke tempat Ernans. Tolong bantu aku dengan persiapan.” (Bergston)

“Sekarang?”

Sang istri menunjukkan wajah bingung. Sudah lewat jam 8 malam.

Bahkan jika dia keluar sekarang, sudah terlambat.

“Itu benar. Aku sudah menunda menjawab Mikoshiba-dono sampai besok. Tapi bukankah itu akan membosankan jika aku mengatakan ‘Ya’ pada mereka begitu saja?” (Bergston)

—————–

Earl Ernan Zerev.

Dia adalah seorang bangsawan yang memiliki tanah yang berbatasan dengan tanah Earl Bergstons.

Dan dia juga orang yang mengambil saudara perempuan dari istri Earl Bergstons sebagai istrinya.

Dia juga bagian dari faksi netral, dan juga dimusuhi oleh Duke Gerhardt.

(Membuatku beralih dari faksi bangsawan ke faksi putri adalah pencapaian Mikoshiba-dono … Tapi setelah Ernan pindah ke faksi putri, itu akan menjadi pencapaianku. Selain itu, Ernan adalah saudara iparku … Dia adalah seseorang yang bisa aku percayai.)

Earl Bergston, yang akan berpartisipasi dalam faksi putri, telah mendapatkan kembali semangatnya yang dulu.

Bahkan jika Earl Bergston bergabung dengan faksi putri, itu hanya akan berakhir sebagai pencapaian Ryouma.

Tidak ada yang perlu dievaluasi dari Earl Bergston yang mengubah sisi.

Namun, bagaimana jika dia membawa bangsawan lain bersamanya?

Itu akan menjadi prestasi Earl Bergston.

Karena itu, karena dia ingin mendapatkan posisi yang baik setelah bergabung dengan faksi putri, dia tidak boleh gagal di sini.

“Kamu harus menjaga Mikoshiba-dono terhibur semaksimal mungkin besok. Kamu dengar? Jangan biarkan dia pergi sebelum aku kembali!” (Bergston)

“Aku mengerti. Harap berhati-hati dalam perjalananmu.”

Seakan senang melihat suaminya yang mendapatkan kembali cahaya sebelumnya, dia menundukkan kepalanya kepada suaminya yang meninggalkan rumah.

———— bersambung ————