Chapter 1 – Apa-Apaan Game Ini!

“Welcome To Destiny Online!”

Begitu game dimulai, suara mekanik wanita Terdengar ditelingaku.

Beberapa saat kemudian tampilan lembah yang dikelilingi bukit-bukit terhampar didepan mataku. Disana terdapat danau besar ditengah lembah itu dengan sebuah pohon besar setinggi 300 meter menjulang hingga ke langit.

“Apa ini? Terlihat sangat nyata! Apakah ini benar-benar game?”

Aku yang melihat itu terkejut dengan betapa realistisnya game ini. Dalam keterkejutanku, aku tertarik ke bawah pohon tersebut.

“Wa-!”

Ini benar-benar terasa nyata, rasanya seperti jatuh dari tebing tapi lebih buruk dari itu. Begitu mendarat ditanah di depan pohon, aku mendengar suara dari pohon itu.

“Selamat datang di “Destiny Online” Wahai jiwa yang tersesat”

Apa ini? Aku? Jiwa tersesat? Apa aku pindah kedunia lain?

“Dasar bodoh, ini masih didalam game wahai jiwa yang tersesat”

“Apa? Kamu bisa membaca pikiranku?”

Game apa ini? Sampai sampai bisa membaca pikiranku. Ini terlalu luar biasa.

“Tentu saja, siapapun yang bersedia memainkan game ini, bersedia diakses seluruh memori pikirannya”

“Apa? Bukankah ini melanggar privasi seseorang?”

“tenang saja, data diri pengguna dijamin aman”

Syukurlah. Jika tidak banyak privasi dan aibku yang akan diketahui perusahaan game ini.

“Aku juga tidak akan membocorkan beberapa kelakuan menyimpangmu. Saa, sekarang, wahai jiwa yang tersesat, selamat datang sekali lagi di Destiny online”

“Aku mohon jangan membicarakan hal itu!”

Apa-apaan game ini, bahkan hal itupun diketahui.

“kohon, baiklah wahai jiwa yang tersesat, sebelum memasuki dunia destiny online silahkan buat Avatar anda”

“Etto, bagaimana cara membuatnya?”

“kamu bisa lihat meja disamping pohon ini?”

“oh benar, ada meja disana”

“Pergilah kemeja itu dan isi kuisioner disana”

Aku segera menuju ke sana, kemeja yang dijelaskan oleh suara mekanik ini.

Begitu aku sampai disana aku melihat ada pulpen dan 3 lembar kertas yang berisi kuisioner. Dalam pengetahuanku selama memainkan game online, baru kali ini aku melihat ada game dimana pembentukan karakternya harus mengisi kuisioner.

“Mari kita lihat”

Aku melihat kuisioner tersebut.

Begitu aku selesai membaca semua kuisioner tersebut, aku langsung bertanya pada suara mekanik tersebut.

“Ano, Pohon-san apa kamu bercanda denganku?”

“namaku game master, Tolong jangan memanggilku pohon san, itu sangat tidak keren! Ngomong-ngomong, apa maksudmu?”

“lihat pertanyaan ini! Biarkan aku membaca salah satunya. Pertanyaan nomor 13, apakah kamu seorang cherry(Perjaka)? Bukankah ini terlalu konyol?”

Aku benar-benar tidak habis pikir apa tujuan pengembang menciptakan game ini.

“itu salah satu pertanyaan yang akan digunakan untuk pembentukan karaktermu”

“Apa maksudmu?”

“biar aku beri satu contoh. Lihat pertanyaan nomor 10, pernahkan anda Bertani? Hal ini ditujukan untuk kehidupanmu di Destiny online. Jika kamu menjawab pernah maka ada peluang kamu bisa menjadi seorang petani untuk memulai di game Destiny online”

(Aku mengerti. Ini terdengar sangat berbahaya. Aku harusnya membaca manual book tentang game ini sebelum memulai. Karena desakan Mira aku jadi melupakan hal yang mendasar.ngomong-ngomong bagaimana dengan Mira?)

Aku sedikit menyesal karena tidak membaca manual book yang ada di game ini. Dilihat dari kuisioner ini apakah ada peluang untukku berbohong?

“sebaiknya kamu tidak mencoba banyak berbohong, dalam game ini aku telah mengakses memorimu sehingga itu akan digunakan sebagai bahan pertimbangan ditambah jawabanmu dan akan menentukan seperti apa karaktermu/Avatarmu”

Seperti yang aku duga aku harus benar benar memikirkan apa yang perlu dibohongi dan apa yang harus dijawab dengan jujur. Aku sempat membaca di internet kalau game destiny ini menawarkan kebebasan yang benar-benar bebas. Bagaimanapun, aku tidak menyangka ini akan sebebas itu.

“Apakah masih ada yang ingin kamu tanyakan?”

“Baiklah untuk sekarang itu cukup”

“Kalau begitu silahkan diisi Kuisioner itu, aku dengan senang hati menunggu disini”

“Ano, game master, Apa kamu tidak melayani jiwa tersesat lainnya (Player)”

“Game ini Merilis seribu Game perdana, kami memiliki seribu game master yang siap melayani jiwa-jiwa yang tersesat”

Aku terkejut. Apakah sampai sebegitu niatnya mereka membuat game ini? Aku hanya mengatakannya lagi tapi.

“INI BENAR-BENAR LUAR BIASA!!!! APA-APAAN GAME INI!!!”

Setelah berteriak seperti itu dan menenangkan hatiku. Aku mulai mengisi kuisioner tersebut.

Setelah 30 menit mengisi dan mempertimbangkan jawabanku, aku menyelesaikan kuisioner tersebut.

“Permisi, Game master, aku sudah menyelesaikan kuisioner ini, selanjutnya bagaimana?”

“Ah, Kamu bisa meletakkannya kembali ke meja”

Aku meletakkannya kembali ke meja.

Beberapa saat kemudian kertas itu menghilang.

“Baiklah selanjutnya kamu bisa melihat pintu di pohon ini kan?”

“Etto, ya, aku bisa melihatnya”

“Kalau begitu silahkan masuk ke pintu itu untuk menyelesaikan pembuatan karakter”

Aku lalu memasuki pohon tersebut. Didalam pohon ada semacam lingkaran sihir. Sepertinya aku harus kesana.

Begitu aku masuk dalam lingkaran sihir tersebut cahaya menyelimuti tubuhku. Beberapa saat kemudian aku menghilang.

————– bersambung —————