seigensou5

Chapter 85 – Demi Pertemuan dengan Pahlawan

「Kamu ingin bertemu dengan pahlawan …….. dari kerajaan kita」(Liselotte)

Suara soprano Liselotte yang nyaman terdengar di dalam ruang tamu yang tenang.

「Iya. Betul」(Rio)

Rio menegaskan dengan suara yang enak didengar.

「……… Maafkan aku karena tidak sopan tapi, bolehkah aku tahu mengapa kamu ingin bertemu pahlawan?」(Liselotte)

Liselotte menanyakan pertanyaan itu setelah jeda singkat.

Empress of One Hundred-Million (Sumeragi Satsuki) ―― pahlawan yang muncul baru-baru ini di kerajaan Galwark, dia adalah VIP dari kerajaan ini.

Bahkan jika orang yang diketahui asal usulnya mengatakan bahwa dia ingin bertemu dengannya, dia masih bukan seseorang yang dapat kamu temui dengan mudah.

Apakah orang di depanku memiliki semacam urusan dengannya ?, Liselotte menyipitkan matanya saat dia mencoba memahami niatnya yang sebenarnya.

「Itu karena ada sesuatu yang ingin aku katakan padanya ketika kita bertemu」(rio)

Rio menjawab saat dia menatap langsung ke mata Liselotte.

「Semoga kamu membiarkanku mendengar tentang sesuatu itu」(Liselotte)

Dari suara, isyarat, dan ekspresinya, dia tidak berbohong.

Setelah menilai itu, Liselotte bertanya pada Rio.

Tapi, Rio menggelengkan kepalanya.

「Maaf, tapi aku tidak bisa mengatakan mendetail tentang sesuatu itu. Yah, setengah dari alasannya adalah sesuatu yang mirip dengan kesenangan karena penasaran 」(Rio)

Jadi dia menjawab.

Liselotte menyipitkan matanya saat dia tetap diam untuk sementara waktu.

「……. Dengan kesimpulanku, mungkinkah itu memperkenalkan Haruto-sama ke pahlawan-sama? 」(Liselotte)

Ketika matanya terbuka lagi, setelah memakai ekspresi yang sangat serius, dia mengatakan itu dengan sungguh-sungguh.

Namun, itu diikuti oleh ekspresi yang meresahkan dan,

「Tapi, mohon maaf yang terdalam untuk ini, dari posisiku, aku tidak bisa membiarkan seseorang yang asal usulnyatidak diketahui untuk bertemu pahlawan-sama」(Liselotte)

Liselotte menambahkan kata-kata itu.

Dia hampir tidak tahu apa-apa tentang Rio.

Dia entah bagaimana tahu sifat alaminya. Dia mendengar bahwa dia dilahirkan di negara tetangga.

Tapi, kehidupan seperti apa yang dialami Rio, negara dan organisasi mana dia berasal, jalan macam apa yang dia jalani di masa lalu, apakah dia tidak punya masalah terkait dengan orang yang ada di belakang――.

Liselotte tidak tahu apa-apa tentang informasi semacam ini yang berkenaan dengan sejarah pribadi Rio.

Hubungan mereka terlalu dangkal baginya untuk mengetahui hal semacam itu.

Dari ucapan dan caranya, dia tidak dapat berpikir bahwa seseorang yang berbudaya ini adalah orang biasa. dari pertempuran melawan ghoul, dia tahu bahwa dia adalah seorang ksatria yang cukup kuat untuk melarikan diri tanpa alas kaki.

Keahlian semacam ini sama sekali tidak ada dalam masyarakat biasa.

Itu sebabnya, meski mempertanyakan apakah Rio adalah bangsawan, tidak dapat terbantu untuk membiarkannya hanya sebagai perkiraan karena Rio memiliki terlalu banyak misteri.

Tentu saja, sebagai pribadi, Liselotte memiliki perasaan bahwa dia dapat mempercayai Rio.

Tapi, dia tidak bisa memercayainya dengan mudah sebagai bangsawan kerajaan Galwark.

Misalnya, jika sesuatu terjadi pada Satsuki ketika dia membiarkan mereka bertemu, pertanyaannya malah akan terletak pada kredibilitas Liselotte karena tindakannya membahayakan kepentingan nasional.

Rio mengatakan bahwa dia memiliki sesuatu untuk dikatakan kepada Satsuki.

Jika dia berpikir normal, itu cukup sulit untuk memiliki sesuatu urusan seperti Satsuki yang muncul dari dunia lain. hanya jenis pembicaraan seperti apa yang ingin dikatakan Rio kepada Satsuki.

Jika dia memiliki niat lain selain hanya berbicara dengan Satsuki――

Kerajaan Galwark telah mengumumkan keberadaan pahlawan hanya setelah beberapa hari tetapi, keberadaan itu adalah rahasia umum sampai saat itu.

Itu sebabnya bahkan jika kamu bertemu dengan seseorang dari negara lain, selama orang itu memiliki telinga yang baik, ada situasi yang akan membuat itu tidak terlalu sulit untuk mengetahui bahwa ada pahlawan di kerajaan Galwark.

Misalnya, jika Rio milik negara lain dan dia berencana untuk membunuh Satsuki, atau jika pembunuhan itu bukan niatnya tetapi hanya untuk memata-matai dia, dia tidak sanggup membawa Rio menemui Satsuki.

Liselotte sudah mempertimbangkan sampai sejauh itu hanya dalam beberapa saat.

「Aku pikir itu wajar」[Rio]

Rio membalas dengan kata-kata yang sama dengannya.

「Namun, aku tidak ingin membahayakan pahlawan kerajaan Galwark. Jika kamu begitu bersikeras dengan itu, aku bahkan tidak keberatan untuk mengobrol dengannya dengan dibatasi di penjara 」[Rio lagi]

Melihat langsung ke mata Liselotte dan kemudian, Rio menambahkan kata-kata lain.

Sepertinya pernyataan ini karena dia melihat apa yang aku khawatirkan. Singkatnya, ini adalah daya tarik tidak langsung dari dia yang jujur ​​…

Saat dia berpikir seperti itu, Liselotte menangkap garis pandang Rio dari depan.

Setelah dia menatap ke arahnya seperti itu, dia melihat sekilas senyuman masamnya.

Beberapa saat kemudian, dia menghela nafas pendek dan,

「Aku tidak punya pilihan selain mempercayaimu jika kamu melangkah sejauh itu. Dipahami. Meskipun membuat kalian berdua bertemu secara pribadi agak sulit, aku akan memperkenalkan kalian berdua 」(Liselotte)

Jadi Liselotte memberitahunya hal itu.

Dengan asumsi bahwa Rio adalah mata-mata, itu tidak berarti bahwa tidak ada metode untuk mendapatkan kepercayaan dengan sengaja menarik perhatian dari sisi lawan.

Tapi, bahkan jika dia bergerak sejauh itu, bahaya dia sebagai mata-mata atau pembunuh mungkin rendah.

Dengan mempertimbangkan skala tentang rasa terima kasihnya untuk hari yang lain dan bahaya kecil itu, Liselotte memutuskan untuk menaruh kepercayaannya pada Rio.

「Apakah kamu benar-benar baik-baik saja dengan itu?」(Rio)

Rio bertanya dengan ekspresi seolah keputusannya sedikit tidak terduga.

「Iya. Pesta debut pahlawan-sama akan segera diadakan di ibukota kerajaan Galwark. Meskipun aku berharap banyak bangsawan domestik dan tentu saja bangsawan lain akan diundang, aku dapat menggunakan otoritasku untuk mengundang tamu asing ke tempat itu. Meskipun ini bukan pertemuan pribadi, bagaimana menurutmu tentang itu 」(Liselotte)

「Itu hal terbaik yang bisa aku minta. Terima kasihku yang terdalam atas proposalmu 」(Rio)

Rio menundukkan kepalanya dengan hormat untuk tawaran Liselotte.

「Kalau begitu, kita lakukan dengan pengaturan semacam ini. Ini dijadwalkan satu bulan kemudian. meskipun sudah diputuskan bahwa kamu akan menemaniku, apakah kamu memiliki pertanyaan? 」(Liselotte)

Rio menunjukkan sedikit keraguan terhadap pertanyaan yang datang dari Liselotte dan kemudian,

「Pasti. Kalau begitu, ada sesuatu yang aku ingin konfirmasi. Saat kami bergerak sampai tiba di ibu kota, akankah aku ditemani Liselotte-sama? 」(Rio)

Setelah melemparkan pertanyaan itu ke Liselotte.

「Benar. Haruskah aku tidak mengaturnya seperti itu jika itu tidak nyaman bagimu? 」(Liselotte)

「Pasti. Tolong bantu aku dalam hal itu 」(Rio)

Setelah itu, mereka membuat konfirmasi mengenai beberapa hal dan kemudian, pembicaraan pindah ke topik sehubungan dengan persediaan minuman keras.

「Dua kali dalam satu tahun. aku akan membawa hanya jumlah yang ditentukan yang diperlukan menuju tempat Liselotte-sama, hal itu Berlangsung sesuai dengan apa yang kami putuskan beberapa hari yang lalu, perpanjangan kontrak dalam jangka waktu satu tahun, dalam hal ini kami akan memperbarui kontrak , itu akan diterapkan oleh kedua pihak yang terlibat enam bulan tiap semester. aku tidak akan memberikan minuman itu kepada orang lain dengan profesi yang sama 」(Rio)

Karena sudah ada model kontrak yang disempurnakan, dia menyajikan ketentuan termasuk konfirmasi dari artinya.

「Iya. Karena ada juga musim untuk memproduksi minuman keras, kondisi itu sangat bagus. Apakah kamu benar-benar tidak perlu bantuan kami mengenai transportasi? 」(Liselotte)

Karena itu harga adalah harga, meskipun barang yang diminta menjadi jumlah minuman keras yang sangat sedikit, ia masih mungkin membutuhkan kereta untuk transportasi.

Mengenai kusir, melihat biaya yang harus dimiliki untuk merawat kuda atau mempertahankan kereta, kecuali mereka adalah pedagang, jumlah orang yang memiliki kusir pribadi jumlahnya sangat sedikit.

Oleh karena itu, meskipun Liselotte menawarkan untuk menyediakan gerbong termasuk kusir dalam hal transportasi, Rio menolak tawarannya.

「Iya. Tidak ada masalah tentang itu. Meskipun melihat bahwa kontrak ini telah memasuki penyelesaian tahap, kamu mungkin ingin memperjelas sarana transportasiku dengan benar. Meskipun, jika mungkin, aku tidak ingin membicarakannya dengan pengecualian Liselotte-sama pada titik waktu ini …… 」(Rio)

Ketika dia mengatakan itu padanya, Rio mengirimkan pandangan sekilas ke Natalie dan Aria yang menjaga keheningan mereka di dalam ruangan.

Bahkan jika mereka dapat menjaga aturan kerahasiaan, itu masih akan membeli ketidakpercayaan jika dia bertindak terlalu jauh.

Untuk mendapatkan kepercayaan dari Liselotte, mungkin ada kebutuhan untuk merilis sebanyak mungkin informasi sejauh itu tidak akan menghalangi dia.

Namun, karena item box milik Rio mungkin menarik perhatian yang tidak perlu dari orang-orang yang tidak diinginkan jika diketahui oleh publik, jika dia memberi tahu seseorang tentang hal itu, orang itu harus dapat dipercaya.

Untuk alasan itu, yang akan dia ceritakan tentangnya dalam kesempatan ini harus dibatasi hanya untuk Liselotte.

「…… Aku mengerti. Aria, Natalie, tolong tinggalkan ruangan sebentar 」(Liselotte)

Liselotte mengatakan itu saat dia menunjukkan gerakan berpikir tentang sesuatu dengan tangannya di dagunya.

Ini tindakan yang sangat berisiko untuk mengadakan rapat hanya dengan mereka berdua di balik pintu yang tertutup tanpa meninggalkan penjaga apa pun.

Oleh karena itu, meskipun Aria dan Natalie sedikit terkejut,

「Dimengerti. Kami akan berdiri di depan ruangan 」(Aria)

Mengatakan demikian, mereka menundukkan kepala mereka dan kemudian pergi ke sisi lain pintu.

「Ucapan terima kasihku yang terdalam karena mendengar permintaanku」(Rio)

Rio membungkuk ringan saat dia mengatakan terima kasihnya padanya.

「Itu masuk akal. Tapi, akankah aku mendengar alasan bagimu untuk menyembunyikan alat transportasi dengan segera? 」(Liselotte)

「Dimengerti. Aku memiliki kepemilikan artefak yang disebut gudang waktu dan ruang [Item Box]. Jika aku harus menjelaskannya dengan kata-kata singkat, itu adalah bagasi sementara, item dapat di tempatkan atau di simpan di ruang yang seperti ruang terisolasi 」(Rio)

Rio Menatap dengan serius ke mata Liselotte saat dia mengatakan itu.

「ruang yang dapat kamu gunakan untuk menyimpan bagasimu …… Dilihat dari cerita barusan, apakah mungkin untuk menyimpannya tanpa membiarkannya membusuk?」(Liselotte)

「Ya, tepat sekali」(Rio)

Bahkan Liselotte jelas terkejut dengan informasi itu.

Jika itu benar, jika dari sudut pandang pedagang, itu adalah barang yang dia akan mati-matian untuk dapatkan di tangannya.

Dia hanya mendengar bahwa itu alat palsu, tetapi tidak perlu bagi Rio untuk berbohong dalam situasi seperti ini.

「Akankah kamu membiarkan aku untuk secara pribadi melihatnya?」(Liselotte)

「Tentu saja. Kalau begitu, dalam situasi seperti ini, mari kita keluarkan barang yang aku simpan di tempat ini. 『Release (Discharge)』 」(Rio)

Setelah Rio membacakan aria untuk memohon kotak item, pusaran mini terbentuk di atas meja kantor, piring dengan potongan cokelat seukuran sekali gigitan muncul di atasnya.

Liselotte melihat situasi itu dengan seksama tanpa bisa menyembunyikan keheranannya.

「Se-sepertinya itu asli」(Liselotte)

「Ya, jika kamu tidak keberatan, silakan menikmati ini. Ini adalah namachoco buatan *. Meskipun aku tidak tahu apakah itu cocok untuk seleramu 」(Rio)

Rio mengeluarkan makanan namachoco dingin dengan garpu yang datang dengan piring dan disajikan untuk Liselotte.

「Kalau begitu, aku harus mencoba. …… I-Ini 」(Liselotte)

Setelah dengan gugup memasukkan namachoco ke mulutnya, mata Liselotte terbuka lebar karena terkejut.

「……… Ini adalah cokelat yang sangat aromatik. Bau harum mengisi seluruh mulutku 」(Liselote)

Liselotte mengeluarkan kesan jujurnya sambil menunjukkan senyum alami.

「Ini adalah kebahagiaanku bahwa itu cocok untuk seleramu」(Rio)

Resep konpeksi adalah sesuatu yang dia terima dari gadis high elf, Oufia di desa seirei no tami.

dia menerima ulasan yang sangat tinggi dari Aki dan Celia ketika dia membuatnya bersama dengan Miharu beberapa waktu yang lalu, yang dia telah keluarkan sekarang adalah yang diawetkan sejak saat itu.

「Aku akan mengatakan『  Charge(Storage)』ketika aku ingin menyimpannya」(Rio)

Setelah mengatakan itu, pusaran muncul seolah menelan piring dan piring tiba-tiba menghilang.

「AH……」(Liselotte)

Liselotte mengeluarkan suara kecewa ketika dia melihat coklat itu lenyap.

Rio tidak sengaja tertawa melihat dia seperti itu.

「『 Release (Discharge) 』」(Rio)

Rio membaca aria lagi dan kemudian, cokelat di piring muncul lagi di atas meja.

「Silakan menikmatinya dengan segala cara」(Rio)

Rio menyajikan cokelat lagi untuk Liselotte.

「Te-Terima kasih banyak」(Liselotte)

Liselotte mengucapkan terima kasihnya sambil tersipu.

Meskipun dia dengan terampil menyembunyikannya, matanya bersinar dengan bahagia.

Rio mengambil cokelat untuk menyerang mental dan, Liselotte juga mulai mengulurkan tangannya.

「Rasa manis yang kuat sangat tak tertahankan」(Lisdelotte)

Liselotte melonggarkan wajah cantiknya saat dia menikmati rasa cokelat di mulutnya.

Rio tersenyum ramah pada reaksinya.

☆ ★ ☆ ★ ☆ ★

「Aku tahu keberadaan Satsuki-san」(Rio)

Setelah menyelesaikan pertemuannya dengan Liselotte dan kembali ke rumahnya, Rio mengatakan lokasi Satsuki kepada Miharu dan yang lainnya.

Masato, Aki, Miharu dan, Rio duduk di sofa ruang tamu.

「Benarkah itu? 」(Miharu)

Wajah Miharu dan yang lainnya tiba-tiba berubah terang dengan “Pa”.

「Iya. Haruskah aku katakan seperti yang diharapkan, tampaknya dia menjadi pahlawan. Dia tinggal di istana kerajaan Galwark 」(Rio)

Dan, Rio memberi tahu mereka tempat macam apa Satsuki saat ini.

「Pahlawan ya …… Kedengarannya bagus」(Masato)

Masato bergumam tanpa suara dengan atmosfir yang ingin menjadi pahlawan.

Mungkin karena dia masih di usia itu, dia memiliki kerinduan tanpa syarat untuk eksistensi semacam ini.

Meskipun, Sementara untuk Rio, dia tidak sedikitpun iri membayangkan berdiri di posisinya, dia tidak bisa tidak secara tidak sengaja merasa bahwa itu adalah posisi yang sangat merepotkan.

「Kamu hanya anak nakal」(Aki)

Aki mendesah seolah benar-benar berduka.

「Kenapa tidak bisa. Maksudku, nee-chan juga masih anak-anak kan」(Masato)

Masato membantah sambil cemberut padanya.

Melihat mereka berdua berakting normal, wajah mereka seterang biasanya.

Dari fakta bahwa Satu bulan di sini sejak iblis diserbu tempat ini, mereka menyerap pelajaran seni tongkat, pedang dan bahasa dengan menyendiri di tempat ini, tampaknya mereka akhirnya bisa merasa lega dengan kabar baik yang tak terduga.

Miharu juga terlihat senang untuk mereka berdua.

「Harap tunggu sebentar」(Rio)

Sama seperti itu ketika kebiasaan bermain-main antara mereka berdua akan terjadi, Rio mengaitkan kata-kata mereka.

「Ah iya. Maafkan aku」(Aki)

「Maaf」(Masato)

Aki dan Masato meminta maaf seolah malu oleh tindakan mereka.

Rio mengatakan kepada mereka bahwa itu bukan masalah dengan sedikit menggelengkan kepala dan,

「Melihat bahwa kita sudah tahu keberadaannya, aku ingin semua orang bertemu Satsuki secepat mungkin tapi ……. kita tidak bisa bertemu dengannya dengan mudah ketika kita melihatnya berdiri. Apakah kalian mengerti pada titik ini? 」(Rio)

「N? bukankah tidak apa-apa jika kita hanya menemuinya dengan cara normal. Seharusnya tidak apa-apa jika kita hanya menjelaskan situasi kita ke penjaga gerbang kan? 」(Masato)

Masato menanyakan itu sambil memiringkan kepalanya.

「……… .. Aku bertanya-tanya, apakah itu sesederhana itu」(Miharu)

Setelah itu, Miharu menggumamkan masalah itu.

「Meskipun aku tidak akan mengatakan bahwa itu tidak mungkin, atau lebih tepatnya, aku berpikir bahwa faktor seperti perjudian itu terlalu kuat. Risikonya juga tinggi 」(Rio)

Jadi Rio menunjukkan kekhawatirannya.

Jangankan untuk Miharu dan lainnya, bahkan untuk Rio yang telah hidup lama di dunia ini, posisinya tidak berbeda dengan orang biasa di kerajaan Galwark.

Ketika orang-orang semacam ini mengatakan bahwa mereka ingin bertemu Satsuki, audiensi sederhana dengan Satsuki yang tinggal di ibukota kerajaan di wisma tamu mungkin tidak akan pernah menjadi kenyataan.

kemungkinan dari sisi mereka, mereka akan diusir oleh penjaga gerbang kastil ketika menjelaskan situasi mereka.

「Risiko? 」(Masato)

Masato bertanya padanya.

「Ini seperti orang dengan kekuatan sihir yang sangat banyak dilindungi sebagai penyihir negara. Jika kalian memikirkan kasus terburuk, kalian semua akan diambil sebagai sandera sebagai jaminan untuk membuat Satsuki-san mematuhi perintah raja 」(Rio)

「……」

Miharu dan lainnya menunjukkan wajah kaku pada ketajaman penjelasan Rio.

Kekuatan sihir Miharu dan lainnya tak tertandingi oleh suku manusia yang hidup di dunia ini, nilai utilitas mereka sangat tinggi bahkan hanya dengan melatih mereka sebagai penyihir.

Bahkan berdasarkan pada titik hubungan mereka dengan Satsuki yang adalah seorang pahlawan, meskipun mereka mungkin tidak dipaksa ke tempat berbahaya di mana mereka akan mati dengan mudah, beberapa orang mungkin mencoba menggunakan Miharu untuk ikut dalam perebutan kekuasaan di antara bangsawan.

Ketika memikirkan hal itu, bahkan jika mereka dapat bertemu secara normal, dia tidak mampu mengambil Miharu dan yang lainnya untuk tiba-tiba pergi ke tempat Satsuki.

「Tidak peduli bagaimana kamu melihatnya, kita ……… apakah Tidak bisa melakukan tindakan semacam ini secara normal?」(Aki)

Aki bertanya dengan suara malu-malu.

「Aku bertanya-tanya tentang itu. Itu karena tidak ada yang mengakui hak asasi manusia di dunia ini. bahkan tidak memiliki sistem untuk membuat orang-orang yang berkuasa memeriksa. Itu sebabnya selama kamu memiliki kekuatan, kamu dapat melakukan apa pun yang kamu sukai kepada yang lemah. Tempat berkumpulnya orang-orang berpengaruh adalah tempat yang sempit dan sulit untuk di tinggali 」(Rio)

Tersenyum seolah terganggu olehnya, Rio membalasnya dengan cara seolah menegurnya.

Aki menelan ludah karena hal yang diberitahukan padanya bukanlah masalah candaan yang ditransmisikan.

「Nah, pembicaraan setelah ini adalah masalahnya」(Rio)

Rio memotong cerita pendek setelah melihat Aki dan yang lainnya.

「Sebenarnya, tampaknya akan ada pesta debut pahlawan di istana kerajaan Galwark satu bulan kemudian. Sudah diatur bagiku untuk menerima undangan untuk pesta ini tapi …… 」(Rio)

Setelah tiba sampai titik itu, Rio berhenti sebentar karena dia mengambil nafas pendek.

「Aku akan datang dan mendekat untuk ngobrol ketika aku bertemu Satsuki-san di tempat itu. Dan kemudian, aku akan memikirkan cara untuk membuat semua orang dapat bertemu dengan Satsuki-san jika mungkin. tetapi aku bertanya-tanya apakah semua orang baik-baik saja dengan duduk di rumah? 」(Rio)

Seperti yang diharapkan, melakukan sesuatu seperti mengundang sekelompok orang biasa yang tidak dikenal ke pesta debut Satsuki tidak mungkin bahkan dengan seseorang dari garis keturunan Liselotte, sehingga satu-satunya yang dapat menghadiri pesta hanyalah Rio.

Meskipun mereka tidak punya pilihan selain belajar sopan santun dan berbagai hal lain ketika datang ke mereka untuk menghadiri pesta malam seperti ini, seetidaknya Rio pernah berada di sekolah untuk bangsawan, sedangkan Miharu dan yang lainnya tidak tahu apa-apa tentang cara seperti ini.

Ini mungkin bukan ide yang baik untuk membawa mereka ke pesta malam dengan pengetahuan mereka untuk situasi saat ini.

「Itu wajar, apakah ada keperluan untuk mengatakannya. Pada akhirnya itu akan berubah menjadi kita menekan lebih banyak masalah pada Haruto-san …… Itu, tidak bisa dimaafkan 」(Miharu)

Miharu membungkuk sangat dalam pada Rio dengan ekspresi bersyukur.

Sudah pasti rencana ini hanya untuk mempertemukan Satsuki dengan menciptakan situasi yang mulus hanya untuk Miharu dan lainnya.

「Sesuatu seperti itu bukan masalah yang perlu kamu pikirkan」(Rio)

Rio menuangkan teh ke cangkir yang sudah dikosongkan sebelum dia tahu sambil mengatakan itu.

aroma harumnya melayang dan merilekskan suasana hatinya.

Ketika dia mengangkat matanya, Miharu mengenakan ekspresi minta maaf di wajahnya, Rio tersenyum sedikit.

「Saat aku tampil di pesta debut Satsuki-san, aku berencana untuk membuat Miharu-san dan yang lainnya tinggal di ibukota kerajaan dengan memesan penginapan di sana. Periode ini bahkan tidak akan memakan waktu dua minggu 」(Rio)

「Ah iya. Dipahami 」(Rio)

Miharu membalasnya, Aki dan Masato juga mengangguk padanya.

Dengan demikian, begitulah.

「Uhm, detail tentang oniichan masih belum diketahui」(Aki)

Aki dengan malu bertanya padanya.

「Maaf. untuk Takahisa-kun. Aku masih tidak dapat memperoleh informasi mengenai keberadaannya. Melihat bahwa Satsuki-san menjadi pahlawan, aku pikir kemungkinannya sangat tinggi baginya untuk menjadi pahlawan juga, tapi ……… 」(Rio)

「Aku mengerti」(Aki)

「Ini pada tingkat rumor tetapi, Ada informasi yang bocor mengenai keberadaan pahlawan di kerajaan Saint Stellar di selatan kerajaan Galwark. Jika Takahisa-kun juga milik suatu negara, aku pikir, cepat atau lambat eksistensi seperti Satsuki-san akan diumumkan ke publik. Aku akan segera memberi tahu kalian informasi apa yang aku dapatkan di tanganku 」(Rio)

「Iya. Aku tak sabar untuk itu」(Aki)

Aki dengan cepat membungkuk padanya.

Setidaknya, bahkan jika mereka hanya mengetahui keamanan dan keberadaan Satsuki, setengah dari alasan untuk kecemasan Miharu dan yang lainnya juga menghilang.

Meskipun mereka masih mengkhawatirkan keselamatan Sendou Takahisa, kakak dari Aki dan Masato, Rio sudah tahu keberadaannya sedikit sebelum ini.

☆ ★ ☆ ★ ☆ ★

Menaiki ke atap dari tangga, Miharu tampak linglung melihat langit yang dicelupkan warna senja.

Ini adalah langit yang indah yang tidak dapat dia temui dengan mudah di bumi.

Rambut panjang Miharu melambai karena angin yang melayang pelan .

「…… Itu membuatku ingin melihat」(Miharu)

Miharu bergumam dengan angin yang memainkan instrumen itu dengan menggesekkan hutan.

Ada sedikit air mata di kelopak matanya yang hampir menjadi dingin.

「…… San」

Setelah menyadari suara yang sepertinya datang dari bawah, setelah menyeka air matanya karena panik, Miharu berjalan sampai ujung atap dan kemudian melihat ke bawah.

「Haruto-san ……」(Miharu)

Di tempat itu, ada sosok Rio yang menengadah ke Miharu.

Mata Miharu yang indah terbuka lebar ketika dia menerima tatapan Rio.

Ketika dia berdiri diam saat dia melihat Rio seperti itu.

「kamu akan kedinginan」(Rio)

Rio mengatakan kata-kata itu seolah-olah mengkhawatirkan tubuh Miharu.

Musim sebelum musim semi tiba, akan semakin dingin ketika malam tiba.

Karena Miharu hanya mengenakan tunik hitam dengan renda sederhana, Rio khawatir dia mungkin terkena flu.

「Iya. Tidak apa-apa karena aku ingin menatap matahari terbenam sedikit saja 」(Miharu)

Jawab Miharu dengan senyum lembut.

「Haruto-san. Terima kasih 」(Miharu)

Mengikuti setelah meregangkan punggungnya, Miharu mengatakan rasa terima kasihnya kepada Rio dengan ekspresi tulus.

「Eh ……」(Rio)

Rio memiringkan kepalanya memikirkan apa yang dia syukuri.

「Fufu」(Miharu)

Miharu tidak sengaja tertawa ketika dia melihat ekspresinya.

Rio secara tidak sengaja melihat dalam ketertarikan padanya dan terus berdiri di sana seperti seorang idiot terus melihat Miharu tanpa mengatakan apa-apa.

「Kyaa」(Miharu)

Pada saat itu, angin yang sedikit lebih kuat bertiup di sekitar mereka yang membuat Miharu menjerit pendek.

Rok Miharu bergoyang-goyang dengan cabul. sepotong kain putih bersih tercermin di bidang visi Rio.

「「 HEH 」」

Suara mereka tumpang tindih.

「……」(Rio)

Rio segera menghindari garis pandangnya dengan wajah sedikit memerah.

「Fu-Fuee」(Miharu)

Bahkan pipi Miharu menjadi berwarna merah seperti warna matahari terbenam.

Meskipun dia dengan cepat menyematkan manset roknya, jelas terlihat ketika melihat reaksi Rio.

「A-A-A-Aku baru saja menunjukkan sesuatu yang sangat tidak enak dilihat ……」(Miharu)

Miharu membungkuk panik dengan kekuatan yang dapat menghancurkan tanah sementara matanya berputar-putar.

「Tidak-Tidak, aku juga salah」(Rio)

Sama seperti itu dia mengubah pandangan ke arah lain sementara juga meminta maaf.

「EEH」(Rio)

Rio menatap Miharu dengan pandangan sekilas.

Wajah Miharu tergantung sedikit sementara tubuhnya sedikit gemetar karena malu, dia melihat ke arah kakinya.

Sikapnya adalah untuk Rio――.

Un, itu tidak berubah sama sekali seperti kekasih masa kecil Amakawa Haruto.

Setelah itu, ketika angin kencang bertiup lagi, Miharu dengan cepat menyematkan roknya.

「Ka-Kamu harus turun dengan cepat, kamu tahu. Di luar sudah gelap, angin juga bertiup kencang 」(Rio)

Rio memberitahunya dengan suara bernada tinggi.

「Y-YA Aku akan turun sekarang! 」(Miharu)

Mungkin karena kepanikannya, kaki Miharu bergerak dengan canggung.

Rio dengan cepat mengalihkan pandangannya dari dia.

「Kyaa」(Miharu)

Rio segera memalingkan wajahnya lagi ketika dia mendengar teriakan Miharu yang datang dari belakang.

Setelah itu, sosok Miharu yang akan jatuh di tepi tangga terlihat di matanya.

「A-Awas Mi-Cha ……」(rio)

Melihat sosoknya yang kehilangan keseimbangannya, Rio secara tidak sadar hampir memanggil Miharu dengan cara dia memanggilnya di masa kecil mereka.

Dia segera menutup mulutnya ketika dia melompat ke atap segera dengan memperkuat kemampuan fisiknya dan kemudian, dengan lembut menopang tubuh Miharu seolah memeluknya seperti itu.

「AU ……」(Miharu)

Miharu yang tubuhnya kaku saat menutup matanya, berkedut ketika wajahnya didorong ke dada Rio.

「Apa kamu baik baik saja? 」(Rio)

Rio bertanya sambil mengintip wajah Miharu.

「Y-Ya」(Miharu)

Dia dengan ragu membuka matanya dan mengangguk ringan.

Berkedip tak henti-hentinya saat dia melihat wajah Rio.

「Aku senang kalau begitu ……」(Rio)

Rio bernafas lega.

Wajah cantik Miharu yang dilengkapi dengan bulu mata yang indah dan panjang, dan hidungnya memantul di matanya dari jarak dekat.

Dia tampak seperti hewan kecil yang tubuhnya sedikit menegang di pelukannya.

「U ~ hm, itu ……」(Miharu)

Mata Miharu tertuju pada wajah Rio tapi, entah bagaimana wajah itu memerah.

「Bagaimana kondisimu Apakah kamu terkilir? 」(Rio)

Dengan cerdik menebak kondisi Miharu, Rio menegaskan keselamatannya.

「Ah, tidak, itu, U ~ hm …………… U ~ hm ………… ..」(Miharu)

Miharu mencoba mengatakan sesuatu dengan terburu-buru.

Sementara wajahnya menjadi lebih merah seiring berjalannya waktu.

「Ah maaf」(Rio)

Sepertinya dia malu dipeluk seperti itu untuk waktu yang lama.

Itu wajar untuk wajahnya menjadi merah.

Rio dengan cepat mengambil jarak dari Miharu ketika dia menyadari hal itu.

「AH……」(Miharu)

Sebuah suara kecil bocor dari bibir Miharu.

Dia sedang menyesuaikan pakaiannya dengan tangan kosongnya yang sepertinya akan membentang ke arahnya.

Sama seperti itu, Miharu perlahan-lahan menaikkan pandangannya ke wajah Rio seakan mengintip ekspresi wajahnya dengan mata terbuka.

Tindakannya secara tidak sengaja akan menggelitik naluri perlindungan laki-laki. meskipun itu kejam, jika hal itu dilakukan ketika ia sadar akan hal ini, itu tidak akan seperti ini.

Dari fakta ini, entah bagaimana dia menebak bahwa Miharu memiliki pengalaman yang sangat kecil dengan pria selama hidupnya sejauh ini, Rio menilai bahwa dia mungkin melakukan gerakan itu secara tidak sadar.

「…………」(Rio)

Untuk beberapa alasan, ada keheningan panjang sesudahnya di antara mereka.

Selama waktu itu, angin sepoi-sepoi bertiup di sekitarnya.

「Kushun」(Miharu)

Miharu tiba-tiba mengeluarkan bersin lucu.

Ketika Rio memandangnya, garis pandangnya menuju ke stola yang dibungkus di lehernya.

「U ~ hm, karena dingin. ……」(Rio)

Mengatakan itu, dia mengeluarkan stola dari tubuhnya dan kemudian membungkusnya di leher Miharu.

「Te-Terima kasih banyak ……」(Miharu)

「Bu-Bukan apa-apa ……」(Rio)

Keduanya memerah canggung.

「Ini hangat」(Miharu)

Miharu mengatakan itu saat dia menggenggam stola di pangkal lehernya dengan kedua tangan dan menariknya lebih dekat ke wajahnya.

「Kalau dipikir-pikir itu, Miharu-san tidak memiliki stola. Ini akan segera musim semi, tetapi, mari kita membelinya saat kita keluar lagi. Meskipun itu untuk pria, jangan ragu untuk menggunakannya sampai saat itu 」(Rio)

「E, A, Ya. Apakah itu benar-benar oke? 」(Miharu)

「Ya, masih ada yang tersisa」(Rio)

Jawaban Rio saat dia secara diam-diam merasa malu.

Tapi, karena matahari hanya menggantung di tepi cakrawala yang menyebabkan sekitarnya menjadi lebih gelap, ekspresi Rio tidak dapat dilihat dengan jelas oleh Miharu.

Keheningan ini berlangsung selama 10 detik.

「A-Uhm」(Miharu)

Miharu perlahan membuka bibirnya.

「Y-Ya」(rio)

Rio meluruskan posturnya.

「Uhm, Haruto-san, beberapa saat yang lalu ……」(Miharu)

Meskipun Miharu hendak menyelidiki sesuatu, suaranya menjadi sangat rendah di selanjutnya.

Jarak satu meter di antara mereka menjadi dinding tak terlihat yang mengganggu suara Miharu.

「Miharu-san」(Rio)

「Ah, Tidak. Bukan apa-apa」(Miharu)

Miharu menelan kata-kata yang akan dia katakan sambil tersenyum padanya.

「Aku mengerti」(Rio)

「Iya. Mari kita kembali ke dalam. Karena seharusnya sudah waktunya Masato-kun untuk lapar 」(Miharu)

「Kamu benar」(Rio)

Rio setuju padanya sementara tidak sengaja tertawa dengan ucapan itu.

「Kalau dipikir-pikir itu, Masato-kun mengatakan bahwa dia ingin makan ramen tapi ……」(Miharu)

「Kalau begitu, haruskah kita membuatnya. Membuat sup yang rumit itu sulit. Ah, ramen di dunia ini disebut sebagai Kamutan 」(Rio)

Keduanya kemudian kembali ke dalam sebelum lingkungan mereka terbungkus dalam kegelapan sambil membuka percakapan seperti itu.

————– bersambung —————-