seigensou5

Chapter 87 – Menuju Ibu Kota Kerajaan Galwark

Ketika bergerak bersama Miharu dan lainnya menuju ibu kota kerajaan Galwark, Rio saat ini melakukan perjalanan kembali ke Almond demi pergi bersama Liselotte.

Untuk saat ini, sudah diputuskan bahwa pembicaraan mengenai penginapan dimana hanya Miharu, Masato dan, Aki akan ditunda, Aisia dan Celia juga akan pergi bersama mereka menuju ibukota.

Apakah mereka dapat menerima untuk menginap di penginapan hanya dengan tiga dari mereka tergantung pada apakah mereka dapat menilai tentang keamanan di daerah sekitarnya seperti kualitas pelanggan penginapan atau ketertiban umum di sekitarnya.

Karena mungkin ada kebutuhan bagi Aisia untuk melakukan itu selama mereka tinggal di ibu kota, untuk Celia, diputuskan bahwa mereka akan menunggu sebentar untuk saat ini sebelum pergi ke kerajaan Bertram.

Sebagai contoh, bahkan jika diputuskan bahwa Miharu, Masato dan, Aki akan tinggal di penginapan hanya dengan tiga dari mereka, jumlah hari dimana mereka akan sendiri akan menjadi hanya beberapa hari bahkan untuk yang terpanjang adalah 1 bulan.

Mereka yang saat ini tinggal di ibukota juga dianggap sebagai pelatihan eksperimental untuk kompetensi bahasa Miharu dan yang lainnya tentang seberapa jauh yang dapat mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Selama diskusi 5 orang, kecuali Rio, mengenai komunikasi yang akan mereka lakukan dengan orang-orang di penginapan, sudah diputuskan bahwa mereka akan pergi dengan prioritas skala tempat, asal dan, kelas.

Miharu dan yang lainnya saat ini seperti burung di dalam kandang, tidak tahu jalan di dunia.

Tapi, Bahkan jika mereka belum bisa hanya bertiga, masalah mengenai tinggal di kota akan menjadi pengalaman yang baik bagi mereka.

Bertentangan dengan kekhawatiran Rio, Masato sangat bersemangat dengan ide itu, dia melompat gembira dengan “Tidak apa-apa jika mereka dapat tinggal di penginapan hanya dengan mereka bertiga”.

Dan kemudian, ada juga permintaan yang kuat dari Masato, meskipun dengan beberapa syarat terlampir, atas kekecewaan Rio, mereka memutuskan untuk tinggal di penginapan hanya dengan Masato, Aki dan, Miharu.

serangan, luka, pencurian, ancaman, perampokan, penipuan, penculikan, dan perkosaan―― Kejahatan semacam itu yang terjadi di kota bukanlah sesuatu yang tidak biasa.

Oleh karena itu, orang-orang di dunia ini telah menerima kejahatan tersebut sebagai kejadian sehari-hari, dan menjalani kehidupan di mana mereka tinggal di samping kejahatan tersebut.

Metode pembelaan diri yang sah adalah mereka boleh untuk bertindak secara sadar agar mereka tidak mendapat kejahatan seperti itu. jika itu adalah orang-orang yang tinggal di kota, itu adalah hal yang normal bagi mereka untuk belajar bagaimana merasakan bahaya tersebut.

Ngomong-ngomong, Miharu dan yang lainnya perlu tahu apakah ada kemungkinan untuk tetap hidup dengan tetap di kota.

Rio dengan seksama memberi tahu kelima orang itu tentang perasaan bahaya itu.

Miharu, Aki dan, Masato adalah contohnya. Untuk Celia, Celia adalah seorang gadis bangsawan yang hidup terlindungi secara langsung, Aisia juga memiliki beberapa poin bodoh dalam perasaan manusianya meskipun dia spirit.

Tapi, negara juga mengambil bagian dalam pertahanan penginapan tempat Miharu dan yang lainnya tinggal. tentara penjaga telah berjaga-jaga, serta ketertiban umumnya juga baik.

Jika mereka tidak sembarangan pindah ke tempat berbahaya dengan ketertiban umum yang buruk jauh dari penginapan, bahayanya mungkin sangat rendah.

Meskipun untuk harga, itu terutama untuk orang kaya dan berpengaruh, sebuah penginapan masih merupakan penginapan bahkan jika itu ditujukan untuk orang-orang kaya.

Ini berbeda ketika datang ke kota provinsi, itu bukan tempat bagi orang-orang yang memiliki kekuatan untuk dapat mengirim penjahat ke satu sisi berurusan dengan lawan yang melibatkan tempat tinggal mereka.

Namun demikian, meskipun tidak ada jaminan mutlak bahwa bangsawan semacam ini tidak akan datang untuk tinggal, dia tidak akan dapat melakukan apa pun jika dia berpikir sejauh itu.

(Tidak masalah. Mari kita percaya dengan semua orang)

Saat berjalan di daerah pemukiman yang tenang di Almond, Rio sedikit meratapi kenyataan bahwa kelima orang itu sudah mengambil tindakan berbeda.

Rio akan menghabiskan waktu yang singkat dengan Liselotte setelah ini.

Saat itu ketika mereka bergerak sampai ibu kota kerajaan Galwark, dia harus bertindak dalam penglihatan Liselotte selama dia bersama.

Itu mungkin memiliki arti pemantauan atau dia tidak bisa meninggalkannya sendiri untuk bertindak dengan kurang ajar.

Rio juga berencana untuk tidak melakukan tindakan nekat kecuali jika situasinya menghendaki.

「Haruto-sama. Selamat datang, dan silakan masuk 」(Cosette)

Pelayan Cosette keluar untuk menyambutnya ketika Rio tiba di rumah Liselotte.

Dia dengan ringan mengangkat ujung rok panjangnya dengan kedua tangan dan kemudian membungkuk elegan kepadanya.

Ada keanggunan dan kerendahan hati di balik tingkah laku itu, dia mengenakan seragam pelayannya yang rapi dan bersih yang diwarnai dengan kontras warna hitam dan putih namun, pesona orang dewasa yang bahkan akan memesona para gadis yang merupakan bakat alami Cosette pun melayang.

「Selamat siang. Cosette-san 」(Rio)

Mereka sudah bertemu beberapa kali, Rio juga menyapanya dengan postur alami.

「Iya. Selamat siang juga. Hari ini juga, aku yang menerima Haruto-sama seperti ini benar-benar beruntung 」(Cosette)

Cosette mengatakan itu sambil tersenyum nakal.

「Itu sungguh pujian. Aku juga sangat senang karena diberikan kesempatan untuk diterima oleh Cosette-san 」(Rio)

Rio menjawab segera dengan senyuman.

「Baiklah, Terima kasih banyak atas pujian itu. Nah, ikuti aku dengan cara ini. Karena aku juga akan melakukan penjelasan tentang jadwal setelah ini 」(Cosette)

Rio memasuki mansion Liselotte sambil dipandu oleh Cosette.

☆ ★ ☆ ★ ☆ ★

Di ruang tunggu pelayan tertentu yang terletak di rumah Liselotte.

Tiga orang, Cosette, Natalie, dan Chloe sedang beristirahat ketika mereka duduk di sofa di tempat itu.

「Haruto-sama. Sungguh lawan yang cukup tangguh 」(Cosette)

Setelah meminum teh hitam yang didinginkan, Cosette mulai perlahan membicarakan hal itu.

Natalie menatap heran dengan ucapannya.

「Ap, kamu! Mungkinkah kamu membidik Haruto-sama?」(Natalie)

Dia bertanya dengan wajah bingung.

Cosette bekerja dengan sangat baik dengan pekerjaan yang ditugaskan padanya, dan sikap profesionalnya juga dikenal sebagai pelayan yang sangat baik.

Sikapnya menerima tamunya adalah baik, dan ramah karena memiliki keanggunan di dalamnya. penampilannya juga cukup baik bahkan di antara unit pelayan Liselotte yang terdiri dari wanita cantik, dia wanita yang penuh rasa asmara dengan tubuh yang menarik.

Oleh karena itu, orang-orang yang membuat pass di Cosette di antara para tamu yang datang ke mansion juga tidak sedikit jumlahnya.

Kadang-kadang, Cosette akan bertindak dengan acuh tak acuh sampai-sampai tidak meninggalkan pengaruh apa pun dalam pekerjaannya untuk menyapa orang-orang yang cocok dengan penilaiannya.

Dalam kasus bahwa tamu puas dengan penilaian Cosette, demi transaksi dengan kondisi menguntungkan dengan menarik tamu dengan pesonanya, bahkan Liselotte meninggalkannya sendirian sambil sepenuhnya menyadari perilaku wanita asmara Cosette.

「Ara, bukankah itu wajar saja. Penampilan yang anggun, cara di mana kamu bisa merasakan kekuatannya yang terpelajar dan elegan, apalagi, kekuatan yang sebanding dengan Aria, wanita akan mati karena mengabaikan pria baik seperti ini 」(Cosette)

Cosette menatap Natalie yang menjawab dengan santai.

「Haruto-sama adalah tamu penting Liselotte-sama. Apa yang akan kamu lakukan jika kamu tidak sengaja membuatnya marah? 」(Natalie)

Dalam kasus bahwa tamu mengunjungi rumah Liselotte, informasi mereka akan diberikan kepada pelayan sebelumnya seperti preferensi mereka, kepribadian dan, pentingnya tamu itu.

Karena serangan sebelumnya di Almond, saat ini Rio diperlakukan sebagai VIP di antara pelayan Liselotte, dia mengirim pemberitahuan kepada pelayan untuk memberinya perawatan terbaik.

「Pemahaman mengenai karakter sebenarnya tamu pria termasuk dalam deskripsi pekerjaanku, kamu tahu. Bahkan jika aku menjadi lebih dekat dengan Haruto-sama, itu hanya selama pekerjaanku kamu tahu 」(Cosette)

「Itu memang terasa seperti itu tapi ……… Dalam kasusmu, bukankah kamu mencoba untuk menjadi lebih dekat dengan niat jahat?」(Natalie)

「Arara, kamu sama seriusnya seperti biasanya. Karena kamu seperti itu, kamu tidak bisa mendapatkan bahkan satu orang pun, terlepas dari berapa kali kamu mencobanya, kamu tahu 」(Cosette)

Dan kemudian, Cosette merespons dengan nada yang santai.

「Jangan mengalihkan pembicaraan! Kami tidak lebih dari pelayan yang menerima tamu di rumah ini, kamu tahu. Karena itu kita tidak bisa sembarangan mengulurkan tangan kepada tamu. Se-Selain itu, kamu juga tidak memiliki seorang pria bahkan sekarang 」(Natalie)

「Itu karena aku bukan gadis kecil yang akan segera jatuh cinta dalam garis lurus, tidak mungkin aku bisa bertindak sembarangan dalam hal hubungan pria-wanita. Itu karena aku tahu berapa banyak penggambaran yang tidak memengaruhi karyaku kamu tahu 」(Cosette)

Cosette mengatakan itu dengan ekspresi yang tenang.

Kenyataannya, Cosette tidak pernah menyebabkan pengaruh buruk dalam pekerjaannya karena dia mendekati tamu.

Tamu yang senang dengan Cosette sangat banyak jumlahnya. Menghasilkan hanya hal yang baik untuk Liselotte.

「Me-Meski begitu, Haruto-sama lebih muda kamu tahu?」(Natalie)

「Kamu sama keras kepala seperti biasanya. Perbedaan beberapa tahun tidak ada hubungannya dengan hubungan pria dan wanita dewasa, bukankah begitu? 」(Cosette)

Cosette membanggakan tentang itu dengan senyum yang indah dan memikat.

Pendatang baru Chloe mendengarkan dengan penuh perhatian dengan penuh minat kepada mereka yang bertengkar seperti itu.

「Hu-Hubungan Dewasa antara pria dan wanita ………」(Chloe)

Chloe menelan ludah sambil menggumamkan kata-kata itu.

「Kamu benar-benar bertujuan untuk Haruto-sama juga, tapi bukankah itu untuk masalah yang berbeda? Bahkan jika kamu tampaknya tidak direjuasi oleh tanganmu yang tidak berpengalaman, sisi ini mungkin lebih baik untukmu」(Cosette)

Cosette mengirimkan sekilas pandangan ke arah Natalie sambil mengucapkan beberapa baris sugestif.

「A-apa yang kamu maksud dengan itu?」(Natalie)

「Ini persis seperti yang aku katakan kamu tahu. Aku sudah mengatakannya di awal. Haruto-sama adalah lawan yang cukup tangguh 」(Cosette)

Ketika dia memberitahu tentang hal itu dengan ekspresi kemenangan, mengejar lebih jauh tidak diragukan lagi akan menyebabkan pelanggaran, Natalie kehilangan kata-kata.

「Pe-Pria macam apa dia. Maksudku, Haruto-sama? 」(Chloe)

Setelah itu, Chloe yang diam-diam mendengarkan sampai sekarang mengganggu pembicaraan dari samping.

「Meskipun itu tidak berarti bahwa dia memiliki pengalaman dengan wanita, dia adalah pria yang tidak takut ketika menghadapi wanita. Bahkan jika dia adalah orang yang ramah yang mudah diajak bicara, tetapi dia sensitif dengan jaraknya dengan orang-orang dan ruang pribadinya sangat luas. Ya, itu semacam penjagaan yang tinggi tetapi, dia adalah tipe orang yang sangat peduli pada mereka yang akrab dengannya 」(Cosette)

Cosette menyatakan kepribadian sebenarnya dari Rio yang dia analisis selama beberapa kali dia bertemu dengannya sambil tertawa dengan “fufu”.

「Aku mengerti, Pengamatanmu sama indahnya seperti sebelumnya. Hanya terbatas pada pria sekalipun 」(Natalie)

Natalie menatap Cosette dengan ekspresi suram.

「Terima kasih. Aku akan menerima kata-kata itu sebagai pelengkap 」(Cosette)

Cosette mengucapkan terima kasih dengan seringai lebar di wajahnya.

「U-Uhm. Lalu, apa yang harus aku lakukan untuk berhubungan baik dengan orang seperti Haruto-sama? 」(Chloe)

Chloe bertanya dengan nada malu-malu.

「Seseorang seperti Haruto-sama, aku mengerti. Mungkin Chloe juga bertujuan untuk Haruto-sama 」(Cosette)

Cosette tersenyum lebar sambil mengatakan itu.

「Ka-Kamu salah paham! Uhm, itu karena dia menyelamatkan ibu dan adik perempuanku. Jadi aku ingin mengucapkan terima kasih kepadanya! 」(Chloe)

Chloe melambaikan tangannya terburu-buru dengan wajah memerah.

Cosette dan Natalie menunjukkan senyum meyakinkan yang mengatakan “Kami mengerti kamu tahu” untuk Chloe yang dengan panik mengatakan “Ini adalah kebenaran”.

Jadi, ketika Chloe sudah tenang, percakapan mereka kembali ke subjek aslinya.

「Tanpa diduga, aku merasa bahwa dia tidak akan begitu kejam jika kamu terus menyerang dari depan. Tapi, itu taktik yang sulit ketika menyangkut seseorang dari sudut dimana kita berdiri. Ketika sampai pada itu, metode yang tersisa tidak lain adalah dengan memperpendek jarak kita dengan dia tapi ….. 」(Cosette)

Cosette berhenti berbicara ketika dia mencapai titik itu.

“”Tapi……?””

Suara Natalie dan Chloe tumpang tindih.

「Intinya, di luar itu, itu akan tergantung pada pengalamanmu dalam cinta. Menjadi lebih dekat ke titik dimana dia tidak akan menggunakan bahasa yang sopan, kita harus melakukan itu sendiri agar diri kita digigit olehnya. Itu sebabnya aku berkata kepada Natalie bahwa dia orang yang sulit 」(Cosette)

Cosette berbicara seolah senang dengan itu, Natalie mengerutkan bibirnya.

「Terus menyerang ……… Hanya mengatakan rasa terima kasihmu bukanlah ekspresi cinta ………」(Natalie)

Meskipun Chloe bergumam dengan suara rendah, suara itu tidak sampai ke telinga Natalie dan Cosette.

「Maafkan aku. Tolong jangan marah karena ini. Berdasarkan asalnya dan hubungannya dengan Liselotte-sama, dia bukan tipe orang yang harus kamu buru-buru dekati dengan perasaan setengah hati kamu tahu 」(Cosette)

Melihat keadaannya, Cosette membungkuk dengan patuh pada Natalie.

「Aku tahu sebanyak itu」(Natalie)

「Kamu benar. Tapi, bukankah ada pepatah bahwa “Cinta itu buta”? 」(Cosette)

Mengatakan itu, Cosette melihat Chloe yang dengan acuh tak acuh memikirkan sesuatu.

Melihat orang itu sendiri, Natalie menebak niatnya dari garis pandangnya.

Cosette menunjukkan senyum yang sedikit masam lalu,

「Itulah sebabnya aku akan memberimu saran jika kamu benar-benar membidiknya」(Cosette)

Dia Mengatakan itu dengan suara ceria.

Natalie mendesah pendek.

Meskipun perhatian tidak langsung semacam ini sepertinya seolah-olah dia setengah hati dengan itu, itu tidak berarti dia tidak membenci Cosette.

Mungkin seluruh percakapan mereka sampai sekarang ada hubungannya dengan pendidikan untuk Chloe, pendatang baru muda yang masih berusia 13 tahun.

Meskipun masih ada misteri apakah Chloe saat ini jatuh cinta pada Rio atau tidak, kemungkinan itu tidak rendah.

Sudah cukup lama baginya untuk bekerja bersama Cosette, mungkin itu alasan Natalie dalam kondisi yang baik tanpa banyak pertengkaran sampai sekarang dengannya.

「Tentu saja aku juga akan membidiknya dengan caraku sendiri jika ada kesempatan」(Cosette)

Cosette menambahkan kalimat itu tanpa diminta untuk mengatakannya.

「Aku mengambil kembali apa yang aku katakan sebelumnya. 」 [Natalie]

「Seperti yang aku pikirkan, aku tidak bisa berhubungan baik dengannya.」[Natalie]

Jadi, Natalie menghela napas sejenak sambil mempertimbangkan kembali penilaiannya tentang Cosette.

☆ ★ ☆ ★ ☆ ★

Di bawah langit yang cerah dari laut musim semi, kapal kapal terbang ke depan melawan awan, membuat gelombang.

Ada sosok seperti perahu layar kayu yang diikat di dermaga besi, ia memiliki sayap yang dipasang untuk mendapatkan kekuatan levitasi.

Itu adalah artefak yang diciptakan selama Era Perang Iblis-Dewa, kapal sihir.

Meskipun dapat dikatakan bahwa beberapa di antaranya ada di negara-negara di seluruh wilayah Strahl, secara keseluruhan tidak akan mencapai beberapa ratus, dibutuhkan sejumlah besar batu sihir sebagai bahan bakar, dimulai dengan sistem kapal, karena memiliki banyak tempat yang sulit di era pengetahuan sihir saat ini bahkan untuk pemeliharaan bagian-bagian inti, bersama dengan itu, harga meroket untuk masing-masing dari itu.

Rio naik ke kapal sihir karena Liselotte adalah pemiliknya.

Pertama-tama, itu bukan kendaraan di mana orang normal dapat naik ke atasnya, meskipun dia telah melihatnya sebelumnya, ini praktis kali pertama dia naik ke atasnya.

Setelah meninggalkan Almond dan maju ke arah timur laut, ibu kota kerajaan Galwark muncul.

Meskipun pada awalnya Rio yakin bahwa mereka akan bergerak dengan kereta, itu berkat kapal sihir sehingga mereka dapat sepenuhnya menikmati perjalanan udara.

「Aku kagum dengan tingkat kenyamanan kapal sihir. Itu tidak mengguncang sebanyak yang aku pikirkan 」(Rio)

「Di atas segalanya, jika ada, itu memberikan perasaan yang menyenangkan」(Liselotte)

Di satu ruangan di dalam kapal, Rio sedang berbicara sambil minum teh dengan Liselotte.

Meskipun tidak berarti bahwa ruangan itu luas seperti ruangan di mansionnya, itu memastikan banyak ruang untuk relaksasi, ada ruang yang nyaman yang dibuat dengan mendekorasinya dengan dekorasi penuh gaya.

「Meskipun demikian, ini adalah kue yang luar biasa bukan. Apakah Haruto-sama yang membuatnya? 」(Liselotte)

Liselotte tersenyum dengan ekspresi yang sangat menyenangkan, dia dengan senang hati memakan kue pon yang dibuat oleh Rio dan Miharu dengan perilaku menawan dan elegan.

「Ya, aku senang sekali menerima pujianmu」(Rio)

Rio mengangguk dengan senyum di wajahnya saat dia mengatakan itu.

「Hidangan Haruto-sama sangat bagus. Coklat yang aku makan sebelumnya juga sangat lezat. Kue ini juga mellow dan cocok sebagai hidangan terbaik dengan menuangkan cokelat manis halus di atasnya 」(Liselotte)

Liselotte yang duduk menghadap Rio tersenyum lebar.

Tanpa kesombongan, itu adalah senyum yang membuat kamu berpikir bahwa itu berasal dari perasaannya yang sebenarnya.

Meskipun Rio merasakannya ketika dia memberi cokelat dari sebelumnya, tampaknya Liselotte benar-benar menyukai makanan manis.

(Anak ini juga, jika dia bereinkarnasi dalam kasus yang sama dengan aku dan Latifa, aku bertanya-tanya anak seperti apa dia di kehidupan sebelumnya)

Mungkin karena kesempatan mereka untuk pertemuan semacam ini telah meningkat baru-baru ini, Rio tiba-tiba memikirkan hal itu.

Saat dia menikmati aroma teh hitam sambil merenungkan hal-hal seperti itu, garis pandangnya tumpang tindih dengan Liselotte.

Dia menatap Rio, sepertinya ingin mengatakan sesuatu.

「Apakah ada sesuatu di wajahku?」(Rio)

「Ah, Tidak. Uhm …………….」(Liselotte)

Kata-kata Liselotte berhenti di tengah.

「Apakah ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan padaku? Jika kamu tidak keberatan, tolong biarkan aku mendengarnya」(Rio)

Ketika Rio mencoba menguji air, Liselotte membuka bibirnya saat sedang ragu.

「Uhm, meskipun kita sudah sering bertemu seperti ini, aku tidak tahu banyak hal tentang Haruto-sama …….」(Liselotte)

Dengan warna merah jambu di pipinya, Liselotte menghadap sedikit ke bawah.

Sepertinya dia juga memikirkan hal yang sama seperti Rio.

Jika dia mengungkapkan hubungan di antara mereka, itu menjadi sesuatu yang berhubungan dengan bisnis tetapi, memaksa balasan dari pihak lain secara implisit untuk pertanyaan itu……

Oleh karena itu, dalam kaitannya dengan dunia bisnis, melakukan sesuatu seperti bertanya tentang masalah pribadi kepada pihak lain adalah sesuatu yang harus dihindari.

Terutama jika itu seperti bertanya pada pihak lain yang lebih unggul, kerusakan karena perilaku tidak sopan itu juga tidak kecil.

Meskipun kedua pihak tidak menanyakan hal-hal pribadi lebih dari yang diperlukan hingga saat ini, ada juga masalah jarak mereka semakin kecil yang mencapai titik bahwa mereka mengadakan pertemuan seperti ini setiap hari.

Jika orang berpikir untuk membangun hubungan yang lebih intim, area ini mungkin menjadi batas yang menentukan hubungan mereka dari sekarang.

Jadi Liselotte mencoba menginjakkan kakinya ke batas itu.

Dalam kasus pria, tindakan imutnya mungkin memicu dirinya untuk secara sukarela berbicara tentang dirinya sendiri tetapi.

「Aku mengerti. Itu seperti yang kamu katakan 」(Rio)

Rio membuat renpons yang menyenangkan dengan nada tenang.

Rio juga sebagai mitra bisnisnya saat ini, tidak seperti dia tidak memiliki minat yang besar mengenai Liselotte.

Meskipun itu tidak berarti bahwa dia menginginkannya, aliran percakapan saat ini tidak buruk untuk membicarakannya.

Setelah itu, mereka mulai memberi tahu pihak lain tentang diri mereka sedikit demi sedikit sambil melakukan pengenalan singkat.

Topik yang berhubungan dengan teh membuat percakapan mereka terutama memanas.

「Meskipun teh campuran juga rasanya enak, rintangan untuk seleraku cukup tinggi, jadi teh untukmu sendiri perlu untuk disesuaikan dengan keinginanku」(Rio)

「Yah, tentu saja, aku ingin mencicipi teh yang disiapkan oleh Haruto-sama」(Liselotte)

Setelah mendampingi dan menerima pengaruh Celia yang mencintai teh selama era sekolahnya, menerima undangan untuk waktu minum teh oleh Oufia di desa seirei no tami, Rio dengan satu atau lain cara, memiliki banyak pengalaman tentang teh.

Jadi, karena orang-orang di sekitarnya minum teh. itulah bagaimana dia menjadi penikmat teh yang kompeten.

Saat ini, dia memadukan daun tehnya sendiri, dia menanamkan rasa pada daun teh untuk membuat teh asli sendiri, bahkan ada berbagai produk percobaan yang dia buat bersama dengan Miharu.

Liselotte yang berada di depannya, cintanya untuk teh melebihi Rio dan berdiri di tingkat yang sama dengan Celia, karena mereka menemukan topik umum yang menjadi petunjuk pembicaraan mereka, percakapan mereka menjadi lebih hidup.

「Benar. Karena aku perlu membawa beberapa barang, jika kamu setuju dengan itu, silakan coba nanti 」(Rio)

「Nah, aku akan menunggunya」(Liselotte)

Setelah mengatakan itu, Liselotte menunjukkan citra seorang yang nakal yang membawa secangkir teh ke bibirnya.

Ini adalah percakapan yang menyenangkan untuk beberapa saat setelah itu dan kemudian, waktu perpisahan akhirnya tiba.

「Kalau begitu, aku permisi dulu. Aku senang bisa menghabiskan waktu yang menyenangkan 」(Rio)

「Itu, aku ingin mengatakan sesuatu. Aku benar-benar bersyukur bahwa kamu ingin menemaniku selama waktu minum teh di sore hari. Karena kita akan tiba dalam waktu dekat, silakan tunggu sambil melihat pemandangan di luar atau kamu bisa kembali ke kamarmu 」(Liselotte)

Mengatakan demikian, setelah saling bertukar sapaan, Rio meninggalkan kamar Liselotte.

Sinar matahari yang datang dari langit dan dek sudah berubah warna menjadi merah.

Matahari sore yang mengambang di cakrawala jauh bersinar terang.

Pemandangan yang dapat dilihatnya hingga jauh di cakrawala benua ini pasti cocok untuk dikatakan sebagai “Pemandangan Indah”.

Gunung yang menjulang dari tanah, ngarai yang membentang jauh ke dalam tanah, hutan yang menyebar sampai jarak yang jauh, danau yang menyebar luas dan jauh, ada dataran dengan aliran sungai.

Ada yang melihat kota kecil yang tersebar dan kemudian, dia merasakan betapa kecilnya dia.

Pemandangan itu benar-benar menghisap jiwanya, itu benar-benar pemandangan yang fantastis.

Saat pemandangan yang dia tonton dari kapal sihir dengan cepat memudar menjadi senja, Rio akan berbalik ke arah kamarnya sendiri.

Itu pada waktu itu.

「A-Uhm! Haruto-sama!」

Rio menghentikan langkahnya dengan refleks ketika mendengar suara seorang gadis yang menjadi kaku karena gugup.

Ketika dia berbalik untuk melihat asal suara itu, berdiri di tempat itu adalah Chloe yang juga merupakan pengikut Liselotte.

Umurnya mungkin mirip dengan Aki, wajahnya yang masih mempertahankan sebagian dari kepolosannya tampaknya kaku karena suatu alasan.

「Chloe-san. Selamat sore. Bolehkah aku menanyakan urusanmu? 」(Rio)

Ketika dia mengangguk dengan senyuman ringan yang melayang di wajahnya ke Chloe yang perlahan mendekat, Rio menanyakan urusannya dengan ekspresi lembut.

「Y-Ya. Uhm ………… .. 」(Chloe)

Mungkin karena Chloe terlalu bersemangat tentang sesuatu, dia kemudian mengambil napas dalam-dalam dengan penampilan seseorang yang membuat persiapan ulang,

「Terima kasih atas apa yang kamu lakukan beberapa waktu lalu!」(Chloe)

Dia membungkuk penuh semangat ke arah Rio.

「Iya? Uh ~ m, mungkinkah itu tentang Mirey-chan dan Rebecca-san? 」(Rio)

Dia menerima rasa terima kasih dari Chloe, tidak ada apapun kecuali satu peristiwa itu yang datang ke benak Rio.

Mungkin masalah dia menyelamatkan ibu Chloe dan adik perempuannya yang diserang oleh iblis yang datang untuk menyerang Almond beberapa waktu lalu.

「Y-Ya. Aku, pada waktu itu, ibuku ……… Aku tidak punya pilihan karena aku mengkhawatirkan ibu dan adik perempuanku. Aku benar-benar lega saat itu ketika Haruto-sama membawa mereka ke mansion 」(Chloe)

Jadi, sambil menunjukkan penampilan terhuyung-huyung, Chloe menceritakan tentang keadaan mentalnya selama waktu itu.

Mungkin karena usia mereka dekat, penampilannya tumpang tindih dengan Latifa dan Aki.

「Ketika aku mendengar dari ibu tentang detailnya, aku menjadi benar-benar ketakutan. apa yang akan terjadi jika Haruto-sama tidak kebetulan melewati tempat itu …………」(Chloe)

Pada saat itu, jika Rio tidak memilih untuk mengambil jalan itu, tidak diragukan lagi bahwa ibu Chloe, Rebecca dan adik perempuan Chloe, Mirey mungkin disiksa sampai mati oleh orc dan goblin.

Bahkan jika Natalie lewat nanti, tentu sudah terlambat bagi mereka.

Perasaan Chloe benar-benar bersyukur kepada Rio dari fakta bahwa hasil terburuk akan muncul jika ada satu kesalahan.

「Itulah mengapa aku ingin mengucapkan terima kasih! Terima kasih banyak karena telah menyelamatkan ibu dan adik perempuanku!」(Chloe)

Meskipun ada beberapa kecanggungan dalam tindakan Chloe, itu menyegarkan bahwa dia datang langsung untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya.

「Bukan apa-apa, keduanya aman dan sehat adalah hasil terbaik yang bisa kamu ketahui. Apakah tidak ada perubahan pada mereka setelah itu? 」(Rio)

Rio menanyakan kondisi Mirey dan Rebecca setelah kejadian itu.

「Iya. Ibu dan adik perempuanku sangat hidup seperti biasanya. Keduanya mengatakan bahwa mereka pasti ingin memberikan sesuatu kepada Haruto-sama 」(Chloe)

「Tidak, perasaan mereka sudah cukup. Aku cukup senang menerima rasa terima kasih mereka sampai kami tiba di mansion hari itu. Jangan khawatir tentang hadiah 」(Rio)

Rio meletakkan tangannya di atas kepalanya dan dengan lembut menolak pemberian syukur mereka.

「Ti-Tidak! Itu tidak bisa! Tolong izinkan aku untuk mengucapkan terima kasih dengan benar!」(Chloe)

Tapi, Chloe secara tak terduga begitu gigih tentang hal itu.

Rio sedikit terkejut.

「Ah, Ma-Maafkan aku!」(Chloe)

Chloe buru-buru meminta maaf karena dia menyadari bahwa dia menjadi terlalu bersemangat tentang hal itu.

「Jangan khawatir, aku tidak keberatan tentang itu ……… ..」(Rio)

Suasana yang sedikit canggung datang setelah itu

「Permintaan maafku yang terdalam. Aku benar-benar menyesali kenyataan bahwa aku tidak mengucapkan terima kasih dengan benar …………. Aku memutuskan untuk mengucapkan terima kasih seperti saat ini tapi ……… .. 」(Chloe)

Chloe meminta maaf dalam situasi antiklimaks sambil menggantung wajahnya dengan canggung.

「Jadi begitu …………」(Rio)

Selama melihat reaksi berlebihan Chloe, mungkin ia menyesali tindakannya di masa lalu.

Meskipun itu hanyalah satu kesempatan untuk bertemu, Rio masih ingat bahwa Chloe adalah gadis yang lebih ramah dan ceria.

Ketika mereka bertemu untuk pertama kalinya, dia tersenyum riang sementara dengan lamban memaksa Rio untuk mengikutinya.

Tentu saja hubungan Rio dan Chloe saat ini berbeda dengan waktu di masa lalu, meskipun dia tidak akan bisa melihatnya dengan terlalu akrab, dia sudah tidak dapat merasakan keceriaannya yang tanpa dasar yang dia miliki sebelumnya dari dirinya saat ini.

Mungkin karena sifat mudanya telah tenang selama beberapa tahun ini, mungkin dia menjadi sedikit sadar tentang jarak dengan orang-orang karena peristiwa masa lalu, atau mungkin ada alasan lain.

Tapi, tempat itu bukan area di mana dia harus melangkah masuk――, perasaan Rio seperti itu,

「Aku telah katakan beberapa waktu lalu, aku sudah benar-benar menerima perasaan syukurmu」(Rio)

Dia mengatakan itu untuk membujuknya.

「Terima kasih telah mengungkapkan rasa terima kasihmu dengan baik, aku dapat menerima perasaan Chloe-san dengan baik」(Rio)

Rio menambahkan kata-kata lain setelah itu.

「Y-Ya」(Chloe)

「seharusnya cukup hanya dengan mengatakan『 terima kasih 』atau『 Aku minta maaf 』tanpa terlalu memaksakannya. Ketika Chloe-san terlalu gugup, pihak lain akan menjadi gugup 」(Rio)

「Hanya satu ekspresi.『 Terima kasih 』atau『 Aku minta maaf 』……….」(Chloe)

Mungkin karena dia memiliki sesuatu dalam pikirannya, Chloe mengucapkan kata-kata itu berulang kali berulang kali――

「Ini adalah ibu kota ~!」

Suara para kru di dek terdengar.

————- bersambung ————–